Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Air Musta’mal

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Berkata imam Asy Syaukani rahimahullah: “..dan tidak ada bedanya. Antara air musta’mal dan air ghair musta’mal.”

Syarah:
Terjadi ikhtilaf dikalangan ulama tentang hukum air musta’mal. Yang rajih ia adalah suci dan mensucikan, dan ini adalah pendapat Ali bin Abi Thalib, ibnu Umar, Abu Umamah, yang masyhur dari madzhab Malik, suatu riwayat dari imam Asy Syafi’I, Ahmad, ibnu Hazm, ibnul Mundzir dan dipilih oleh syaikhul islam ibnu Taimiyah.

Dalil-dalilnya:
1. Pada asalnya air itu suci mensucikan, tidak dianggap najis kecuali dengan dalil.

2. Para shahabat menggunakan bekas air wudlu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Abu Juhaifah bahwa Rasulullah keluar di waktu siang, lalu di bawa air wudlu, maka orang-orang mengambil bekas wudlu beliau dan mengusapkannya ke badan mereka.
Al Hafidz ibnu Hajar berkata: “padanya terdapat dalil yang terang sucinya air musta’mal (fathul baari 1/353).

3. Hadits ibnu Abbas, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mandi dengan air bekas mandi Maimunah.

4. Ibnul Mundzir berkata: “Dalam ijma’ ulama yang menyatakan bahwa tetesan air wudlu yang jatuh dari badan orang yang mandi dan berwudlu, menjadi dalil sucinya air musta’mal, dan apabila ia suci, maka tidak ada alasan untuk melarang berwudlu dengannya dengan tanpa hujjah”. (Al Ausath 1/288).

Pesona Mukmin

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Wahb bin Munabbih rahimahullah berkata:
“Mukmin itu..
* Melihatnya untuk mengetahui..
* Berbicaranya untuk memahami..
* Diamnya untuk menyelamatkan diri..
* Kesendiriannya untuk mendapat. pahala..
(Hilyah auliya 2/103)

Itulah mukmin..
Hari-harinya tak sepi dari menambah ilmu dan pahala…

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله خير إن أصابته السراء شكر فكان خيرا له وإن أصابته الضراء صبر فكان خيرا له وليس ذلك إلا للمؤمن

“mengagumkan urusan mukmin..
* bila ia diberi kesenangan ia bersyukur.. maka itu kebaikan untuknya…
* bila ia ditimpa kesulitan ia bersabar..
maka itu kebaikan untuknya…
itu semua tidak terjadi kecuali kepada mukmin..
(HR Muslim).

Itulah mukmin..
kehidupannya tak lepas dari kebaikan..

Kisah Tiga Orang

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Dari Abu Waqid Al Laitsi berkata, “Ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam sedang duduk dimasjid bersama beberapa shahabat, tiba-tiba datanglah tiga orang..

Dua orang mendatangi halaqoh Rasulullah dan satu orang pergi..
adapun yang dua orang, salah satunya melihat tempat kosong dalam halaqoh lalu ia duduk disana..
Satu lagi duduk di belakang..

Setelah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam selesai, beliau bersabda,,,
“Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang kisah tiga orang itu?..

Adapun yang pertama (yang menempati tempat kosong) ia kembali kepada Allah, maka Allahpun melindunginya..

Adapun yang kedua (yang duduk di belakang), ia malu maka Allahpun malu kepadanya..

Adapun yang ketiga, ia berpaling maka Allahpun berpaling darinya.”
(HR Bukhari dalam shahihnya)

Demikianlah akhi..
Keutamaan duduk di majelis ilmu..
Majelis yang tak pernah rugi orang yang menghadirinya..

Ia adalah taman-taman surga..
Demikian ibnu Mas’ud menyifatinya..
Tidakkah kita ingin singgah di taman-taman surga???

Untaian Nasihat

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Islam yang paling baik adalah engkau memberikan makan dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan tidak engkau kenal.

* Kalian tidak masuk surga sampai kalian beriman.
* Kalian tidak beriman dengan iman yang sempurna hingga kalian saling mencintai.

Maukah aku tunjukkan supaya kalian bisa saling mencintai? Sebarkan salam diantara kalian.

* Islam itu menghancurkan dosa-dosa sebelumnya.
* Hijrah itu menghancurkan dosa-dosa sebelumnya, dan
* Haji itu menghancurkan dosa-dosa sebelumnya.

Simak nasehat dan pelajaran bermanfaat dari Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Klik
http://m.salamdakwah.com/videos-detail/5-pilar-islam.htm

MUTIARA SALAF : Surga Dunia

• Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

“Di dunia itu terdapat surga. Barangsiapa yang tidak memasukinya, maka dia tidak akan memperoleh surga akhirat..”

(Al-Wabilus Shoyyib Minal Kalimit Thoyyib, hal. 81)

• Ibnul Qoyyim rohimahullah menjelaskan bahwa surga dunia adalah :

– mencintai Allah,
– mengenal Allah,
– senantiasa mengingat-Nya,
– merasa tenang dan thuma’ninah ketika bermunajat pada-Nya,
– menjadikan kecintaan hakiki hanya untuk-Nya,
– memiliki rasa takut dan dibarengi rasa harap kepada-Nya,
– senantiasa bertawakkal pada-Nya dan menyerahkan segala urusan hanya pada-Nya.

(Shohih Al Wabilush Shoyyib, Dar Ibnul Jauziy)

Inilah surga dunia yang dirindukan oleh para pecinta surga akhirat.

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Bagai Bintang-Bintang Di Langit

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
(Fawaid kitab I’lamul muwaqqi’in karya ibnu Qayyim rahimahullah)

Beliau berkata:
“Dakwah kepada Allah dan menyampaikan dari Rasulullah adalah syi’ar golongan yang beruntung..

Dan menyampaikan dari Rasulullah ada dua macam:
* Pertama: menyampaikan lafadz-lafadznya.
* Kedua: menyampaikan makna-maknanya.

Para ulama pun terbagi menjadi dua:
* Pertama: Para penghafal hadits yang menjaga dasar dasar agama dan membersihkannya dari perubahan.

* Kedua: Para fuqoha yang mempunyai keahlian beristinbath hukum, dan memperhatikan kaidah-kaidah halal dan haram. Mereka bagaikan bintang-bintang di langit.

Kebutuhan manusia kepada mereka melebihi kebutuhannya kepada makanan dan minuman.

Imam Ahmad berkata dalam khutbahnya:
“Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan pada setiap zaman sisa-sisa ahli ilmu yang menyeru kepada hidayah dan sabar menghadapi gangguan. Mereka menghidupkan orang-orang yang mati hatinya dengan kitabullah, menjadikan orang yang buta dapat melihat dengan cahaya dari Allah.

Berapa banyak orang yang dibunuh oleh iblis telah dihidupkan kembali oleh mereka. Orang yang tersesat telah tertunjuki disebabkan mereka. Betapa indahnya pengaruh mereka kepada manusia, dan betapa buruknya sikap manusia kepada mereka.

Mereka membersihkan kitabullah dari perubahan, pemalsuan dan penafsiran kaum yang bodoh yang memancangkan bendera bid’ah, melepaskan panah fitnah, yang suka menyelisihi al qur’an dan berkata dengan tanpa ilmu, yang membohongi manusia yang awam dengan syubhat-syubhatnya. Kita berlindung kepada Allah dari fitnah kaum yang menyesatkan.”
(Hal. 17).

Neraka Di Celanamu

Dosa besar adalah setiap dosa yang diancam neraka, terkena laknat, dimurkai atau dikenai siksa.

Lantas, apa sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang orang yang menjulurkan kain sarung atau celana hingga melebihi mata kaki alias ISBAL ?

Simak hadits berikut !

عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ النَّبِيِّ قَالَ :” ثَلَاثَةٌ لا يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلا يُزَكِّيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلٍيْمٌ”,قَالَ :فَقَرَأَهَا رَسُوْلُ اللهِ ثَلاثَ مِرَارٍ .قَالَ أَبُوْ ذَرٍّ :”خَابُوا وَ خَسِرُوْا. مَنْ هُمْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ :”المُسْبِلُ وَالْمَنَّانُ وَالْمُنْفِقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلْفِ الْكَاذِبِ”

Dari Abu Dzar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:
Tiga golongan yang tidak akan diajak komunikasi oleh Allah pada hari Kiamat dan tidak dilihat dan tidak (juga) disucikan dan bagi mereka adzab yang pedih.” Abu Dzar menceritakan, Rasulullah mengulanginya sampai tiga kali.  “Sungguh merugi mereka, siapakah mereka wahai Rasulullah ?” tanya Abu Dzar. Nabi menjawab:
⚉    Orang yang ISBAL
⚉    Orang yang mengungkit-ngungkit sedekahnya dan
⚉    Penjual yang bersumpah palsu.”
(HR Muslim I/102 no 106)

Ya Rabb..ada 4 ancaman bagi orang yang ISBAL.
⚉    Tidak Allah ajak bicara,
⚉    Tidak Allah lihat,
⚉    Tidak Allah sucikan dan
⚉    Bagi mereka adzab yang pedih.

Ternyata, ISBAL itu termasuk DOSA BESAR.

Na’udzubillah.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى.

Kapan Mulai Takbir ?

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Telah berselisih para ulama..

Imam Syafi’i berkata, “di mulai malam Iedul Fithr..
karena Allah memerintahkan bertakbir setelah sempurna jumlah ramadlan..”

Inilah yang dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah..

Sementara Imam Ahmad dan Imam Malik berkata, “Dimulai pagi hari semenjak keluar rumah..
berdalil dengan hadits Ibnu Umar bahwa Nabi dan sebagian shahabat bertakbir ketika keluar dari rumah..” (Diriwayatkan oleh ibnu Khuzaimah.).

Namun sayang..
Hadits ini lemah karena dalam sanadnya terdapat Abdullah Bin Umar Al Umari bukan shahabat..
Ia perawi yang lemah..
Sebagian ulama ada yang menganggapnya hasan..
Karena dikuatkan oleh mursal zuhri..Diriwayatkan oleh ibnu Abi Syaibah..

Tetapi..
Mursal Zuhri inipun lemah..
karena berasal dari periwayatan Ibnu Abi Dziib..
Yahya bin Ma’in berkata, “periwayatan Ibnu Abi Dziib dari Zuhri lemah..
Selain sanadnya pun guncang..
sebagaimana dikatakan oleh Ulama kota Ma’rib..
Abulhasan kunyahnya..
namun diriwayatkan dari Ibnu Umar shahabat Nabi..
bahwa ia memulai bertakbir ketika keluar rumah di pagi hari..
sanadnya shahih..

Jadi..
Tidak ada dalil yang tegas dalam masalah ini..
Maka tidak perlu kita saling mengingkari..
Walaupun penulis lebih condong kepada atsar Ibnu Umar..

Wallahu a’lam..

Martabat Seorang Lelaki Tergantung Perlakuannya Terhadap Istri

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Mungkin, kita adalah sesosok pria yang berwibawa dimata anak buah, baik dihadapan teman sekantor, sopan dihadapan boss, santun didepan mertua atau murah hati ditengah-tengah para tetangga.

Namun itu semua belum menjamin kita berpredikat BAIK menurut Rosulullah shollallahu ‘alahi wasallam.

Bagaimana lelaki yang BAIK menurut Rosulullah shollallaahu alaihi wasallam ?

Rosulullah bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik (dalam bergaul) dengan keluarganya dan aku adalah orang yang paling baik (dalam bergaul) dengan keluargaku” (HR Tirmidzi).

Wanita adalah manusia lemah. Penuh dengan kekurangan dan ketidakmampuan. Posisi di rumah tangga pun sebagai makmum bukan imam. Maka seorang lelaki yang menjadi suami, akan bebas menampakkan sifat aslinya terhadap istrinya.

Suami bisa berbuat dan bersikap apa saja, tanpa sungkan dan tanpa penghalang. Maka, Suami yang mampu menahan dirinya dari kesewanang-wenangan, bahkan bisa berbuat baik dan memuliakan istrinya, ia akan lebih mampu lagi untuk berbuat baik terhadap orang yang tidak selemah istrinya.

Jadi, ukuran baik dan buruknya perangai Anda diukur dari baik dan buruknya sikap Anda terhadap keluarga.

Apakah kita adalah lelaki yang baik ?

TANYAKAN KE ISTRI kita. Karena jawabannya ada di pengakuan jujurnya istri anda.

Simak penjelasan lengkap Ust Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Klik:
http://m.salamdakwah.com/videos-detail/suami-sejati.html