Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Mintalah Fatwa Hati Nurani

Wabishoh bin Ma’bad datang kepada Rasulullah..
Beliau bersabda: Bukankah kamu datang untuk bertanya tentang kebaikan ?..
Mintalah fatwa hati nuranimu..
Kebaikan adalah yang membuat hatimu tenang..
Dan menjadikan jiwamu tenteram..
Sedangkan dosa adalah yang meragukan hatimu..
Dan membuat jiwamu tak tenteram..
Walaupun manusia berfatwa apapun..
HR Ahmad..

Namun..
Apakah kebaikan itu sebatas meminta fatwa kepada hati..
Padahal Allah telah menurunkan wahyuNya..
Apakah setiap orang boleh mencukupkan dengan hatinya..
Walaupun bertentangan dengan kitabullah..
Tentu tidak..
Rasulullah berbicara kepada sahabat wabishoh..
Sahabat yang hatinya amat bening..
Hatinya bercahaya dengan ilmu dan hikmah..
Hatinya selamat dari hawa nafsu dan syahwat..
Ia hanyalah tepat untuk orang yang Allah Sinari hatinya dengan ilmu..
Dan badannya dihiasi dengan sifat Waro’..
Sebagaimana dihikayatkan dari banyak ulama salaf umat ini..
Demikian Imam Al Qurthubi menjelaskan..

Hati pelaku maksiat..
Tak mampu membedakan kebenaran dan kebatilan..
Karena ia telah dikotori oleh hawa nafsu dan syahwat..
Wahyulah sebagai tuntunan..
Hati bila telah dihiasi dengan ketundukan kepada wahyu..
Ia dapat merasakan kebenaran..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Mau Jadi Pemimpin ?

Ust. Badrusalam LC

Allah memberikan kiat untuk menjadi pemimpin..
Allah Ta’ala berfirman:
وجعلنا منهم أئمة يهدون بأمرنا لما صبروا وكانوا بأياتنا يوقنون

Dan Kami menjadikan di antara mereka pemimpin-pemimpin yang memberikan hidayah dengan perintah kami ketika mereka bersabar, dan mereka yakin dengan ayat ayat Kami.

Ia adalah kesabaran..
Sabar dalam menjalankan perintah Allah..
Sabar dalam meninggalkan larangan-Nya..
Dan sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan..

Ia adalah yakin dengan ayat-ayat Allah..
Yakin yang muncul dari ilmu yang kokoh..
Keyakinan yang menimbulkan ketundukan..
Dan memberikan ketegaran..

Ibnu taimiyah rahimahullah berkata..

Dengan sabar dan yakin..
Akan diraih kepemimpinan dalam agama..

Inilah kepemimpinan yang didambakan oleh setiap pemburu surga..

Bukan kepemimpinan dunia yang menimbulkan penyesalan dan kehinaan di hari kiamat..

Ya Allah..
Beri kami sabar dan yakin..
Aamiin

– – – – – •(*)•- – – – –

Kasih Sayang Allah = Harta ?

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Allah Ta’ala berfirman:
وقالوا نحن أكثر أموالا وأولادا وما نحن بمعذبين
“Mereka berkata, “kami lebih banyak harta dan anak-anak (dari kamu), dan kami tidak akan diazab.” (saba: 35).

Inilah pandangan kaum jahiliyah..
Memandang bahwa tanda kasih sayang Allah adalah harta..
Padahal..

Nabi shallallahu ala ini Wasallam mengabarkan..
Apabila kamu melihat Allah memberi kepada hambaNya..
Apa yang ia inginkan dari dunia..
Sementara ia terus menerus berbuat dosa..
Maka itu adalah istidraj..
HR Ahmad dan Thabrani..

Istidraj adalah penguluran agar ia semakin sesat..

Sebagai tanda Allah menginginkan keburukan untuknya..

Sebagaimana dalam hadits..
Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi hamba..
Allah percepat siksa-Nya di dunia..
Dan bila Allah menginginkan keburukan bagi hamba..
Maka Allah biarkan ia dengan maksiatnya..
Hingga diberikan balasannya di hari kiamat..
HR At Tirmidzi..

 Ditulis oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Kewajiban Mandi Bagi Mualaf

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Bab Mandi dan Hukum Junub.

Hadits no 98.
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dalam kisah islamnya Tsumamah bin Utsal dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruhnya untuk mandi.” HR Abdurrazaq dan asalnya muttafaq ‘alaih.

Faidah hadits.
Para ulama berbeda pendapat, apakah orang kafir yang hendak masuk islam wajib mandi atau tidak.

Yang kuat -wallahu a’lam- tidak wajib dengan alasan sbb:

1. Banyak shahabat yang masuk islam. Kalaulah setiap yang masuk islam wajib mandi, tentu akan dinukil kepada kita secara mutawatir.

2. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengirim Mu’adz ke Yaman untuk menyeru kepada islam. Namun beliau tidak diperintah oleh Nabi untuk menyuruh agar orang yang mau masuk islam mandi.

Al Khathabi rahimahullahu berkata, “Mayoritas ulama berpendapat tidak wajib mandi (untuk masuk islam).”

– – – – – •(*)•- – – – –

Kisah Wanita Ajaib

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Ia bernama Rahmah bintu Ibrahim, suaminya terbunuh dan meninggalkan dua anak, dan ia seorang wanita yang miskin.

Suatu hari ketika ia sedang berpuasa, ia bermimpi melihat suaminya bersama para syuhada (orang-orang yang mati syahid), sedang makan di meja makan.

Lalu suaminya meminta izin untuk memberikan kepada Rahmah sepotong roti.

Lalu Rahmah pun memakannya, ternyata rasanya sangat lezat. Rahmah bangun dalam keadaan ia telah kenyang, dan kenyangnya berlangsung selama 20 tahun lebih, ia tidak makan, tidak minum dan tidak buang air sampai meninggal dunia.

Maha suci Allah yang berkuasa atas segala sesuatu..
(Siyar a’laam An Nubalaa 13/572).

– – – – – •(*)•- – – – –

Mimpi Seorang Ulama

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Imam Qutaibah rahimahullah berkata, “Dahulu ketika aku masih muda, aku menuntut ilmu dengan ro’yu. Suatu malam aku bermimpi melihat ember turun dari langit, orang-orang berusaha meraihnya, namun mereka tidak dapat menggapainya. Lalu aku datang untuk mengambilnya, ternyata aku mampu menggapainya.

Lalu aku melihat ke dalam ember itu, ternyata aku melihat antara timur dan barat. Di pagi harinya, aku pergi ke Mukhdli’ al bazaz, ia seorang ahli menafsirkan mimpi. aku ceritakan kepadanya perihal mimpiku tersebut.

Ia berkata, “hai anakku, hendaklah kamu berpegang dengan atsar, karena ro’yu tidak mencapai timur dan barat, yang mencapainyanya hanyalah atsar.

Qutaibah berkata, “Semenjak itu aku tinggalkan ro’yu dan mencari atsar.”
(Siyar a’lam annubala 11/17, karya ima adz dzahabi).

 Oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Tanda Zuhud

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata..
orang yang zuhud adalah orang yang apabila melihat orang lain..
ia berkata: ia lebih baik dariku..
(Jami’ul ulum wal hikam 2/183)..

merasa lebih baik adalah pintu ujub dan sombong..
sebagaimana iblis merasa lebih baik dari Adam..
kita seringkali tertipu dengan banyaknya amal..
merasa lebih lama ngaji..
lebih banyak hafalan dan ilmu..
lalu memandang orang yang baru ngaji dengan pandangan remeh..
merasa dirinya lebih baik..
ia tidak sadar..
telah dihinggapi kesombongan..
padahal tidak masuk surga orang yang ada pada hatinya kesombongan..
walaupun sebesar biji sawi..

– – – – – •(*)•- – – – –

Gara-Gara Lisan

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Dari abu hurairah radliyallahu anhu ia berkata..
dikatakan kepada Rasulullah..
sesungguhnya fulanah suka sholat malam dan berpuasa di waktu siang..
namun lisannya suka menyakiti tetangga..
beliau bersabda: tidak ada kebaikan padanya..
ia di neraka..
dikatakan lagi.. sesungguhnya fulanah sholat lima waktu, berpuasa ramadlan dan sedekahnya sedikit..
tetapi ia tidak menyakiti siapapun..
beliau bersabda: ia di surga..
HR Ahmad, Al Hakim dan dishahihkan oleh Adz Dzahabi..

subhanallah..
hanya karena menyakiti tetangga..
sholat malam dan puasanya tidak dianggap oleh Nabi..
lisan memang berbahaya ya akhi..
qurrah bin muawiyah berkata..
adalah orang terbaik dalam pandangan salaf..
yang paling selamat hati dan lisannya..

 Ditulis oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

JANGAN MENERTAWAKAN ORANG YANG BARU BELAJAR

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Imam Al Bukhari rahimahullah bercerita:
“Sewaktu masih kecil, aku pergi ke majlis para fuqoha, apabila aku datang, aku merasa malu untuk mengucapkan salam kepada mereka.

Seorang muaddib berkata kepadaku:
“Berapa hadits yang telah kamu catat di hari ini ?”

Aku menjawab,”Dua.”

Ternyata orang-orang yang berada di majlis mentertawakanku.

Salah seorang Syaikh berkata,
“Jangan kalian tertawa, barangkali suatu ketika nanti, dia yang akan mentertawakan kalian.” (Siyar A’laam An Nubala 12/401)

Ternyata benar..

Imam Bukhari menjadi ulama besar..

Semua ulama memujinya..

Maka..

Janganlah suka mentertawakan mereka yang baru belajar..

Barangkali suatu ketika nanti..
Ia menjadi ulama besar.

Semoga bermanfaat.

– – – – – •(*)•- – – – –

Beralasan Dengan Taqdir

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Pelaku maksiat itu berkata..
saya sudah ditakdirkan menjadi pelaku maksiat..
padahal bila ada orang yang mencuri hartanya..
lalu berkata: rela lah dengan takdir..
tentu ia tak akan menerima..
demikianlah..
Allah menciptakan maksiat untuk dijauhi..
dan menjadikan manusia mampu menjauhinya..
maka tidak dibenarkan beralasan dengan takdir dalam perbuatan maksiat..

– – – – – •(*)•- – – – –