Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
Category Archives: Abu Yahya Badrusalam
Tafsir 2: Al Fatihah – Makna { الرحمن } Dan { الرحيم }
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
Tafsir 1: Al Fatihah – Tafsir Ayat { بسم الله الرحمن الرحيم }
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
Kisah Lucu Ulama
Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى
Kisah lucu seorang ulama yang bernama Shofiyuddin Muhammad bin Abdurrahim Al Hindiy faqih madzhab syafii yang wafat pada tahun 715 H.
Beliau bercerita,
“Suatu hari aku pergi ke toko buku, lalu aku mendapatkan sebuah buku yang tulisannya sangat jelek. Aku yakin tulisannya lebih jelek dari tulisanku.”
“Lalu aku membelinya dengan harga mahal untuk membantah perkataan orang bahwa tulisanku adalah tulisan yang paling jelek. lalu aku pulang ke rumah.”
“Ternyata buku itu adalah tulisanku yang dahulu..”
– – – – – •(*)•- – – – –
Alam Nasyrah Laka Shodrok
Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى
Allah Ta’ala berfirman kepada NabiNya..
Alam Nasyrah laka shodrok..
Bukankah Kami telah melapangkan dadamu..
Saudaraku..
Hati yang lapang adalah nikmat Allah yang besar..
Ia adalah Hati yang dipenuhi oleh iman dan Islam..
Kelapangan hati hanya dirasakan oleh orang yang mentauhidkan Allah..
Yang hanya bertawakal kepada Nya..
Dan yakin akan adanya hari pembalasan..
Di saat musibah datang menerpa..
Iya Ridla dengan keputusan Nya..
Ia pun tenang dan lapang dada..
Disaat badai ujian menghantamnya..
Ia berharap akan pahala Nya..
Ia pun sabar dan lapang dada..
Ia merasa gembira ketika berdzikir kepada Nya..
Ia merasa bahagia ketika bermunajat denganNya..
Hatinya selalu kembali kepada Allah..
Lapang lah dadanya..
Berharap keindahan surgaNya..
Namun..
Di saat hati tertutup dari hidayah..
Ia akan merasakan kesempitan..
Bagaikan naik ke ruang angkasa..
Di saat ujian menerpanya..
Ia tak sabar dan berputus asa..
Gersang terasa kehidupannya..
Tak lagi terasa kenikmatan bermunajat kepadaNya..
Ya Rabb..
– – – – – •(*)•- – – – –
Banu Israil Sebuah Pelajaran
Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى
Allah sering menceritakan Banu Israil dalam Al Qur’an..
Karena banyak pelajaran penting disana..
Namun..
Ada sebuah pelajaran yang menakjubkan..
Ketika mereka di bawah kekuasaan Fir’aun..
Mereka ditindas dan dizalimi..
Allah membela dan menolong mereka..
Akibat kesabaran menghadapi penguasa zalim dan kafir..
Tetapi..
Ketika mereka telah selamat dari tirani Fir’aun..
Mereka mendapatkan laknat dan celaan dari Allah..
Akibat pembangkangan mereka..
Saudaraku..
Bila kelak Allah takdir kan negeri ini dikuasai oleh non muslim..
Sementara kaum muslimin lemah tak berdaya..
Semoga Allah tidak mentaqdirkan hal itu..
Jadilah seperti Banu Israil ketika di bawah kekuasaan Fir’aun..
Allah pasti memberi pertolongan..
Sebagaimana Allah menolong Banu Israil..
Allah Ta’ala berfirman yang artinya..
Dan telah sempurna kalimat Rabbmu yang baik kepada Banu Israil disebabkan kesabaran mereka..
Dan Kami hancurkan apa yang telah diperbuat oleh Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun.. (Al A’raaf : 137)..
– – – – – •(*)•- – – – –
Pede Aja
Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى
Pede alias percaya diri..
Sebuah kata yang perlu ditinjau..
Percaya kepada kemampuan diri..
Untuk melakukan suatu aktivitas..
Bila ia menjadikan kemampuan sebagai sandarannya..
Apalah daya dan kemampuan bila tak dibantu oleh Penciptanya..
Bila ia menyandarkan kepada Penciptanya..
Itulah hakikat penghambaan diri..
Karena jiwa seringkali berkhianat..
Bahkan seringkali menyuruh kepada keburukan..
Terlebih bila ia pede untuk masuk dalam kancah fitnah..
Seraya berkata, “Saya yakin hatiku tak akan ter fitnah..
Ia merasa aman dari makar Allah..
Musibah..
Tawakal..
Kata yang lebih indah..
Menyerahkan segala daya dan upaya kepada Allah..
Oleh karena itu..
Laa haula walaa quwwata illa billah adalah harta karun surga..
Adakah kekuatan bila Allah tak membantunya..
Adakah upaya bila Dia tak mengizinkannya..
Kita tawakal sambil berusaha..
Dan tawakal sambil menjauhi fitnah..
Itulah iman..
– – – – – •(*)•- – – – –
Untuk Siapa
Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى
Allah Ta’la berfirman :
ﺇﻥ ﺃﺣﺴﻨﺘﻢ ﺃﺣﺴﻨﺘﻢ ﻷﻧﻔﺴﻜﻢ ﻭﺇﻥ ﺃﺳﺄﺗﻢ ﻓﻠﻬﺎ
“Jika kalian berbuat ihsan, maka itu untuk kalian.
Dan jika kalian berbuat buruk, itupun untuk kalian juga.”
(Al Israa : 7)
Amal sholeh tidak menguntungkan Allah..
Maksiat hamba pun tidak merugikan Allah..
Disana ada manusia yang sengaja memaksiati Allah..
Ia tak mau shalat..
Tidak berpuasa ramadlan..
Ia menyangka telah merugikan Rabbnya..
Padahal..
Kemaksiatan itu merugikan dirinya sendiri..
Sebaliknya..
Disana ada orang yg bangga dengan ketaatannya..
Ia merasa mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi
Allah..
Ia memandang telah berjasa kepada Allah..
Dengan membela agamaNya..
Dengan ketaatan dan amalan shalih..
Ia pun menjadi angkuh karenanya..
Padahal..
Kalau bukan karena Allah yg memberinya kekuatan..
Tentu ia akan tersesat jalan..
Saudaraku..
ketaatan yang menimbulkan keangkuhan..
Lebih buruk dari pada maksiat yang menimbulkan
taubat dan ketundukan..
– – – – -〜¤✽¤〜- – – – –
Diinginkan Keburukan Oleh Allah
Abdullah bin Mughoffal rodhiyallahu ‘anhu berkata,
“Ada seorang lelaki bertemu dengan seorang wanita yang pernah menjadi pelacur di masa jahiliyah.
Lalu lelaki itu mencandainya dan menjulurkan tangannya kepada wanita itu..
Wanita itu berkata, “Jangan begitu, sesungguhnya Allah telah menghilangkan kesyirikan dan mendatangkan Islam..”
lelaki itu pergi meninggalkannya, dan menengok kepada wanita itu hingga wajahnya terbentur tembok..
Lalu ia mengabarkan hal itu kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam..
Beliau bersabda, “Kamu seorang hamba yang Allah inginkan kebaikan untukmu..”
Kemudian beliau bersabda, “Sesungguhnya apabila Allah menginginkan keburukan kepada seorang hamba..
Allah biarkan ia dengan dosanya..
Sampai diberikan balasannya pada hari kiamat..”
(HR Ath Thabrani, Al Hakim dan Al Baihaqi)
Di zaman ini..
Berapa banyak mata kita melihat maksiat..
Namun dibiarkan oleh Allah tidak diberikan sanksi..
Astaghfirullah..
✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Dalil Dibolehkannya Dzikir Dan Baca Al-Qur’an Ketika Haidh
Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: { كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ r يُذْكُرُ اَللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ } رَوَاهُ مُسْلِمٌ, وَعَلَّقَهُ اَلْبُخَارِيّ ُ () .
Kitab Bulughul maram
Hadits 72.
Dari Aisyah radliyallahu ‘anha berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdzikir kepada Allah pada setiap keadaannya.” HR Muslim dan Bukhari meriwayatkannya secara mu’allaq.
Fawaid hadits:
1. Dzikir kepada Allah pada asalnya. disunnahkan di setiap keadaan.
2. Masuk dalam makna dzikir adalah membaca Al Qur’an.
3. Hadits menunjukkan bahwa wanita haidl dan junub boleh berdzikir dan membaca Al Qur’an. Dan hadits-hadits. yang melarangnya tidak ada yang shahih.
4. Dikecualikan dalam keadaan buang air besar atau kecil, dan ketika jima’. Maka tidak disyari’atkan berdzikir pada waktu tsb.
Wallahu a’lam
– – – – – •(*)•- – – – –