Category Archives: Ferry Nasution

Ancaman Yang Keras BagiSeseorang Yang Tidak Menyempurnakan Wudhu nya

Wahai saudara-saudariku yang kami hormati, perhatikanlah hadits berikut ini;

Khalid bin Ma’dan, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم pernah melihat seseorang yang shalat, sedangkan di punggung kakinya ada bagian sebesar uang dirham yang tidak terbasuh air wudhu, maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم memerintahkannya untuk mengulang wudhu’ dan shalatnya. [Hadits riwayat Abu Dawud: 175]

Dalam riwayat yang lain, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, sebagaimana
yang diriwayatkan dari sahabat Umar bin Khattab Radhiyallahu رضي الله عنه:

“Bahwasanya ada seorang laki-laki berwudhu dan meninggalkan bagian yang belum dibasuh (dari air wudhu’nya) sebesar kuku pada kakinya. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam melihatnya maka Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam mengatakan, “Kembalilah berwudhu, perbaguslah wudhumu” ( Riwayat Muslim :243)

Fawaid hadits:

Kedua hadits tersebut diatas menunjukkan tentang ancaman yang sangat keras bagi seseorang yang tidak menyempurnakan wudhu’nya dan yang tidak mengikuti cara wudhu Nabi صلى الله عليه وسلم, bahkan dalam satu riwayat beliau mengancamnya dengan api neraka terhadap orang yang tidak mencuci kedua kakinya dengan sempurna, dan permasalahan ini sering kali diremehkan oleh setiap muslim dan muslimah. Untuk itu wahai saudara-saudariku, kami menasehati untuk diri kami dan saudara-saudariku sekalian untuk mempelajari “Sifat Wudhu’ Nabi” berdasarkan dalil dari alqur’an dan sunnah yang shohih. Dan mempelajarinya adalah suatu kewajiban yang sangat penting dalam islam.

Ingatlah wahai saudara-saudariku!

Bahwa kunci shalat adalah berwudhu…

Semoga tulisan yang ringkas ini memberikan manfaat untuk kita semua, agar kita lebih memperhatikan wudhu kita dengan baik, dan kelak kita memohon kepada ALLAH agar menerima amal ibadah kita oleh ALLAH سبحانه وتعالى dan sebagai pemberat timbangan kembaikan kita nanti pada yaumul qiyamah.

Akhukum Ahmad ferry nasution

Berbuat Baiklah Kepada Kedua Orang Tuamu, Terutama Terhadap Ibumu !…”

Perhatikanlah riwayat berikut ini;

Suatu hari, Ibnu Umar رضي الله عنه melihat seorang yg menggendong ibunya sambil thawaf mengelilingi Ka’bah (setelah dia selesai menyelesaikan thawafnya bersama ibu kandungnya yang ia gendong), Orang tersebut lalu berkata kepada Ibnu Umar,“Wahai Ibnu Umar, menurut pendapatmu apakah aku sudah membalas kebaikan ibuku?”Ibnu Umar menjawab,“Belum, meskipun sekadar satu erangan ibumu ketika melahirkanmu. Akan tetapi engkau sudah berbuat baik. Allah akan memberikan balasan yg banyak kepadamu terhadap sedikit amal yg engkau lakukan.”(Diambil dari kitab al-Kabair hal:32, karya adz-Dzahabi)

Wahai saudara-saudariku perhatikanlah jawaban dari sahabat ibnu umar terhadap pertanyaan orang tersebut, yg menanyakan kepadanya apakah perbuatan dia menggendong ibunya ketika thawaf sudah bisa dikatakan telah membalas kebaikan ibunya??

Namun ibnu umar menjawab:“Belum, meskipun sekedar satu erangan ibumu ketika melahirkanmu..”(Artinya: engkau belum bisa membalas kebaikan ibumu)

Yaa subhaanallah..

Apakah ada pada zaman kita saat ini yg mampu melakukan demikian untuk ibunya??
Menggendong ibunya ketika thawaf?

Jangankan untuk menggendong ibunya untk thawaf, menuntun ibunya ke kamar mandi saja mereka enggan!!..

Mereka merasa malu untuk melakukan hal tersebut..
Mereka lebih mempertahankan egonya,jabatannya didunia ini & dia merasa hebat depan ibunya..

Bahkan ada diantara mereka yg tenggelam dgn kegemerlapan duniawai, mereka malah lebih suka ibunya dititipkan ke panti-panti jompo..

Ini jelas, bahwa perbuatan tersebut adalah bentuk kedurhakaan anak kepada ibunya..

Untuk itu, wahai saudara-saudariku beruntunglah bagi mereka yg masih memiliki kedua orang tuanya masih hidup terutama ibunya, jgn engkau sia-siakan mereka..
Berbuat baiklah kepadanya..
Raihlah surga..

Dan jgn engkau merasa hina, dari setiap melaksanakn perintah ibumu..

 Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

Untukmu Wahai Anak-Anakku

Wahai anak-anakku siang malam sepanjang umurku, aku korbankan untukmu agar engkau berbahagia…

Wahai anakku…
Tampak pada wajah kedua orang tuamu keletihan, penderitaan yang sangat serta hatinya menjadi gundah apabila melihat dirimu sakit dan wajahmu pucat dengan sebab sesuatu yang terjadi pada dirimu atau sakit yang menimpamu…

Wahai Anakku tercinta…
Itulah kalimat yang sering diulang-ulang oleh kedua orang tua kita.

Wahai seorang anak, ingatlah selalu jasa kedua orang tuamu yang sangat besar dalam kehidupanmu dari mulai dirimu berada dalam kandungan, kemudian disaat engkau menjadi bayi dan stelah engkau remaja sehingga engkau menjadi dewasa saat ini..

Wahai anakku..
Sekarang tiba saatnya kedua orangtuamu yang sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari dirimu.

Sementara engkau hanya sibuk mengurusi istrimu, anak-anakmu sehingga engkau mengabaikan kedua orang tuamu…engkau jadikan kedua orang sesuatu yang tidak berharga disisimu…
Sungguh perbuatanmu ini akan merugikan dirimu dunia dan akhirat.

Dan jangan engkau termasuk kedalam hadits berikut ini;

Dalam hadits yang cukup panjang, yang mana malaikat jibril datang menemui Rasulullah صلى الله عليه وسلم…yaitu Nabi mengatakan;

Ketika aku menaiki anak tangga mimbar ketiga, ia berkata:
“Celakalah orang yang kedua orang tuanya mencapai usia tua (yang masih hidup) berada di sisinya, atau salah satu dari keduanya masih hidup
lalu tidak memasukkannya ke dalam surga”.
Maka aku jawab: “Amin”.

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Bersegeralah Bertaubat Kepada Allah Sebelum Ajal Mendahuluimu

Saudara-saudariku yang berbahagia diatas hidayah dan rahmat ALLAH سبحانه وتعالى , adalah termasuk dari sifat seorang muslim atau muslimah yang sejati yg berpegang teguh dengan agamanya, yaitu mereka senantiasa menjauhi perbuatan dosa besar dan keji. Sebagaimana ALLAH Ta’ala berfirman:
“Dan hanya kepunyaan ALLAH-lah apa-apa yang ada dilangit dan dibumi, supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yg berbuat jahat terhadap apa yg telah mereka kerjakan & memberi balasan kepada yg berbuat baik dengan pahala yg baik. Yaitu orang-orang yg MENJAUHI DOSA-DOSA BESAR dan PERBUATAN KEJI yg selain kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya dan dia lebih mengetahui tentang keadaanmu ketika Dia menciptakanmu dari tanah dan ketika kamu masih berbentuk janin dalam perut ibumu, maka jgnlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yg paling mengetahui ttg org-org yg bertaqwa ( an-najm 31-32).

Saudaraku…
Hidup didunia yg fana ini, kita tdk pernah lepas dari perbuatan dosa & ma’siyat, tetapi islam tdk membiarkan perbuatan dosa & ma’siyat itu terus menerus pada diri seorang muslim.

Saudaraku..
ALLAH سبحانه وتعالى menjanjikan kepada hamba-Nya yang mereka mampu menjauhi perbuatan dosa yaitu dengan AMPUNAN & SYURGA…

Sebagaimana ALLAH Ta’ala berfirman:
“Jika kamu sekalian meninggalkan dosa-dosa besar diantara dosa-dosa yg kamu dilarang mengerjakannya, niscaya Kami akan hapus kesalahan2x (dosa-dosamu yg kecil) dan Kami masukkan kamu ketempat yang mulia (syurga). ( An-Nisa:31).

Perhatikanlah wahai saudaraku…
Begitu luasnya kasih sayang & rahmat dari ALLAH…
Begitu luasnya ampunan dari ALLAH…

Namun sedikit sekali dari kita yang menyadarinya tentang hal tersebut…

Wahai saudaraku, apakah pantas bagi kita…?? Yang setiap detik senantiasa kita menikmati & merasakan kenikmatan serta rizki dari ALLAH, namun sedikit dari kita yang bersyukur kepada-Nya dg melaksankan ketaatan kepada-Nya.

Dan banyak dari kita justru yang bergelimang dengan dosa dan ma’siyat dgn menggunakan kenikmatan dari ALLAH.

Untuk itu wahai saudaraku..
kami menasehatkan utk diriku dan kepada saudara-saudaraku untuk bertaubat kepada ALLAH dengan taubat nasuha sebelum ajal menjemputmu!

Dan taubat itu akan timbul dari keteguhan hati yang sangat kuat untuk menghilangkan noda-noda dosa pada diri seorang hamba.

Maka sepatutnya bagi seorang hamba hendaknya segera bertaubat dan mendekatkan diri kepada ALLAH serta berusaha utk mencari keselamatan kepada yg menguasai keselamatan yaitu ALLAH سبحانه وتعالى .

Seperti ALLAH Ta’ala berfirma:
“Wahai orang-orang yang beriman, taubatlah kamu kepada ALLAH dengan taubat nasuha (semurni-murninya), mudah2an Tuhanmu menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu kedalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai..”
(At-Tahrim: 8).

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
” Seseorang yang bertaubat dari perbuatan dosa seperti orang yang tdk berbuat dosa” ( ibnu majah 4250).

Semoga ALLAH Ta’ala memudahkan kita semua untuk senatiasa bertaubat kepada-Nya……
sebelum kematian menjemput kita….
Sebelum lidah menjulur kaku…

Kunci rapat-rapat pintu syahwat dan syubhat!…., yg dengannya kita akan mendapatkan keuntungan yang sgt besar…dan senantiasa kita untuk bersegera mengerjakan amal kebajikan disisa-sisa umur kita….
Dan terus kita harus tetap menuntut ilmu syar’i yg dengannya kita dapat memahami jalan-jalan kebaikan/ ketaatan….

Semoga ALLAH mengampuni dosa-dosaku, dosa kedua orang tuaku, anak dan istriku, keluargaku dan umumnya kaum muslimin.

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

(Mahad Tahfidzul Qur’anul Kariim Ummahatul Mu’minin-Tangerang)

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Perhatikanlah Amalanmu

Saudara-saudariku kaum muslimin dan muslimat yang berada diatas hidayah dan rahmat ALLAH.

Kehidupan didunia ini merupakan tempat untuk mengkoreksi diri, maka koreksilah/periksalah diri engkau, perhatikanlah selalu setiap amal-amal yang engkau kerjakan pada waktu siang dan malam sampai ajal menjemputmu kelak!

Jika seandainya engkau termasuk orang yang istiqomah dijalan ketaatan pada-Nya, maka panjatkanlah puji dan syukur kepada ALLAH serta mohonlah taufiq dan tsabat kepada ALLAH agar tetap istiqomah dijalan-Nya sampai ALLAH mewafatkanmu..

Adapun jika engkau termasuk manusia yang mengurangi/lalai dari amal-amal ketaatan, maka perbaikilah dirimu, segera mohon ampun dan bertaubatlah kepada ALLAH.

Dan bersegera untuk kembali kepada amalan-amalan kebajikan yang dahulu engkau pernah menyepelekannya…
yang dahulu engkau pernah meremehkannya…

Wahai saudara-saudariku…
Beristiqomahlah untuk menjalankan dari setiap perintah-perintah ALLAH, jauhilah larangan-larangan-Nya dengan bersumber dari niatan yang tulus serta kejujuran yang ada pada dirimu…

Dan tunaikanlah dari setiap amalanmu dengan penuh keikhlasan kepada ALLAH dan mengikuti sunnah Nabimu صلى الله عليه وسلم serta pengaharapan keutamaan yang besar dari sisi ALLAH subhaanahu wa ta’ala.

Dan semoga setiap amal yang kita kerjakan didunia ini kelak menjadi pemberat timbangan kebaikan kita nanti pada yaumul qiyamah.

Semoga memberikan manfaat untuk diriku dan saudara-saudariku sekalian.

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Wajibnya Seorang Muslim Untuk Mencari Nafkah & Jangan Pernah Menjadi Beban Bagi Orang Lain

Oleh : Ust. Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

Ikhwani….
ALLAH & Rasul-Nya memerintahkan & menganjurkan kpd kaum muslimin seluruhnya utk bekerja mencari nafkah, utk keperluan pribadinya, orang tuanya, anak & istrinya apabila dia telah berkeluarga.

Artinya bekerja utk mencari rezeki yg halal. & sesungguhnya kita mengetahui dg jelas dari petunjuk Nabi صلى الله عليه وسلم bahwa para Nabi & Rasul seluruhnya mereka mencari nafkah, mereka bekerja keras & berusaha utk menghidupi diri serta keluarganya & ini merupakan bentuk kemuliaan, karena mereka para Nabi & Rasul sangat menyukai makan dari jerih payah sendiri, hasil keringat sendiri & yg demikian adalah lebih terhormat & nikmat.

Perhatikan pelajaran diatas, yg kita mengetahui mereka adalah orang yg mulia tetapi tetap mereka mencari nafkah utknya & keluarganya.

Sedangkan mengadahkan tangan, meminta2 kpd orang lain serta makan dari hasil jerih payah orang lain merupakan suatu kehinaan pada dirinya & menghilangkan kehormatan padanya & termasuk perbuatan tercela. Olh sebab itu islam agama yg mulia ini sgt menganjurkan akan kita berusaha & bekerja serta berharap kepada ALLAH, karena ALLAH lah yg memberikan rezeki kepada seluruh makhluk.

Akhir pembahasan ini saya akan membawakan hadits Rasulullah صلى الله عليه وسلمyg menunjukkan tanda2 kemuliaan seorang mukmin.

Malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi yg mulia صلى الله عليه وسلم ;Ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin yaitu pada Shalatnya diwaktu malam & TIDAK PERNAH MENGHARAPKAN sesuatu kepada orang (silsilah shohihah:831)

& harus diketahui;
Biasanya orang yg selalu berharap dgn apa yg ada pada tangan manusia biasa mereka akan mengalami KEKECEWAAN!

Sebaliknya! apabila mereka putus asa atas apa yg ada pada tangan manusia, niscaya mereka akan menjadi yg paling kaya & bahagia.

Semoga memberikan manfaat & pelajaran yg berharga bagi orang yg mau mengambil pelajaran.

Adab Adab Dalam Safar

1. Mengikhlaskan Niat karena ALLAH.
2. Sungguh-sungguh dalam menjalankan kewajiban2x dari amal-amal ketaatan kepada ALLAH baik dalam perjalanan maupun ditempat atau kota yg akan kita tuju..
3. Menjauhkan perbuatan-perbuatan yang diharamkan, seperti ghibah, namimah dll dari perbuatan dosa dan ma’siyat.
4. Saling memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar kepada teman seperjalananmu dengan penuh hikmah dan pengajaran yang baik.
5. Hendaklah berakhlak dengan akhlak yang mulia, seperti membantu orang yang membutuhkannya, memberikan ilmu (seandainya anda memiliki ilmu tentangnya) bagi mereka yang butuh untuk mendapatkan jawabannya didalam perjalanannya.
6. Sepatutnya bagimu untuk tetap berwajah yang menyenangkan (tersenyum), bergembira dihadapan teman perjalananmu yang demikian dapat melembutkan hatimu dan hatinya.
7. Sepatutnya bagimu untuk tetap bersabar kepada teman perjalananmu apabila engkau mendapati temanmu tidak sesuai dengan pendapatmu dalam beberapa permasalahan. Dan hendaklah engkau menasehatinya dengan baik, saling menghormati dll.
8. Banyak berdoa kepada ALLAH.
9. Banyak berdzikir kepada ALLAH (seperti Dzikir pagi dan sore)
10. Membaca doa safar.
“Subhaanalladzi sakhkhara lanaa haadza wa maa kunnaa lahu muqriniin wa innaa ilaa Rabbinaa laamunqalibuun, ALLAHumma inna nasaluka fii safaarinaa hadzaa Albirra wat taqwa wa min amali maa tardhaa, ALLAHumma hawwin alaina safarinaa hadzaa wathwi ‘anna bu’dah, ALLAHumma anta shaahibu fiissafar, wa khalifati fiil ahli, ALLAHumma inni audzubika min wa’tsaaissafar, wa kaabatilmandzhar, wa suu’I’ll munqolabi fiilmaali wal ahli.
11. Doa musafir kepada orang yang ditinggalkan
أستود عكم الله الذي لا تضيع و دائعه.
12. Doa orang yang mukim kepada yang berpegian (musafir)
أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

13. Bertakbirlah ketika melewati jalan mendaki dan bertasbihlah ketika melewati jalan yang menurun.

Akhuka Ahmad Ferry Nasution

Kenalilah Dan Jauhkan Mereka..!!!

Di Antara penyimpangan dari segi ushul (pokok) dari ajaran Agama Syi’ah.
  
1. Memiliki tiga (3) kalimat syahadat (syahadat imam). Yaitu bersaksi bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah, dan bersaksi bahwa Imam Ali adalah wali (imam pilihan) Allah.

2. Membolehkan taqiyyah (berdusta/berpura-pura). Saat berdebat dan berdakwah, Syi’ah ber-taqiyyah menipu ummat Islam dengan memberi kesan bahwa ajaran mereka “sama” dengan ajaran Islam.

3. Berlebihan terhadap Imam-imam mereka dan mereka Mengatakan Imam mereka mengetahui hal ghaib.

4. Mengkafirkan seluruh sahabat Nabi صلى الله عليه وسلم Kecuali hanya beberapa orang sahabat saja diantaranya (‘Ali, Miqdad, Ammar, dan Salman)

5. Mencela dan melaknat para sahabat dan istri Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم . Di antaranya melaknat ‘Aisyah,istri Nabi, melaknat Abu Bakar, Umar bin Khatthab,Utsman bin Affan, abu hurairah dll, bahkan mereka memiliki dzikir khusus untuk melaknat dua sahabat besar yaitu abu bakar dan umar diantaranya; “Ya ALLAH la’natlah 2 berhala quraisy” yaitu abu bakar dan umar.

6. Merubah ayat-ayat Al-Qur’an. Sesuai dengan keinginan dan nafsu para ulama Syi’ah
Memiliki Al-Qur’an versi sendiri. Yaitu “Mushaf Fathimah” yang memiliki sekitar 17.000 ayat.

7. Meyakini para Imam mereka terbebas dari dosa. Sehingga semua perkataan dan perbuatannya tidak pernah salah!.

8. Menghalalkan zina dengan istilah nikah mut’ah / nikah kontrak. Yaitu datang ke seorang wanita atau laki-laki, lalu membayar “mahar” seharga sekian untuk melegalkan hubungan sex selama sekian jam, sekian hari atau sekian waktu tertentu/ hanya 1 kali berhubungan juga boleh (dgn adanya perjanjian didepan). Dan ajaran yang satu ini sangat berkembang dengan pesat yang menimpa para pemuda-pemudi islam.

Dll….semoga ALLAH menjaga diri kita dan keluarga kita dari ajaran “Agama Syiah”.

Perhatikanlah keluargamu!!
Kepada siapa mereka menuntut ilmu agamanya….

Birrul Walidayn

Padahal ALLAH telah melarangmu berkata “ah” dan ALLAH mencelamu dgn celaan yang sangat lembut.

Dan ENGkAU akan disiksa didunia ini dg siksaan yg pedih dg sebab ENGKAU durhaka kepada IBUMU!

Dan ALLAH akan membalas diakhirat dgn dijauhkan dari ALLAH Rabbul ‘aalamin.
( Akhir perkataan imam dzahabi)

Wahai saudara-saudariku…
Lihatlah keadaan orang tuamu saat ini…
Perhatikanlah raut wajahnya yang sudah mulai berkeriput…
Yang sudah mulai melemah..
Bersegeralah berbuat baik, raihlah syurga dg berbuat baik padanya…
Tanyakanlah kabar tentang mereka…
Berikanlah kabar yang menyenangkan hati mereka dan jangan memberikan kabar yang buat hatinya sedih…
Serta doakanlah mereka diatas kebaikan…
Sayangilah mereka, dan jangan engkau kasari mereka…
Dan jangan sekali-kali engkau membuat dia menangis dengan sebab perilaku kasar engkau kepadanya…

Nabi yang mulia pernah bersabda dari jalan abdullah bin amr: “seseorang mendatangi rasulullah dan lalu berkata: “aku mendatangimu untuk berbaiat utk hijrah dan aku tinggalkan ke dua orang tuaku dalam keadaan menangis “Rasulullah bersabda: “kembalilah kamu kepada keduanya, dan buatlah mereka tertawa sebagaimana membuatnya menangis.
Riwayat an-nasai , abu dawud 2166 ibnu majah 2772

Semoga memberikan manfaat!

Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Baiklah Kepada Kedua Orang Tuamu, Terutama Terhadap Ibumu !

Perhatikanlah riwayat berikut ini;

Suatu hari, Ibnu Umar رضي الله عنه melihat seorang yang menggendong ibunya sambil thawaf mengelilingi Ka’bah (setelah dia selesai menyelesaikan thawafnya bersama ibu kandungnya yang ia gendong), Orang tersebut lalu berkata kepada Ibnu Umar, “Wahai Ibnu Umar, menurut pendapatmu apakah aku sudah membalas kebaikan ibuku?” Ibnu Umar menjawab, “Belum, meskipun sekadar satu erangan ibumu ketika melahirkanmu. Akan tetapi engkau sudah berbuat baik. Allah akan memberikan balasan yang banyak kepadamu terhadap sedikit amal yang engkau lakukan.” (Diambil dari kitab al-Kabair hal:32, karya adz-Dzahabi)

Wahai saudara-saudariku perhatikanlah jawaban dari sahabat ibnu umar terhadap pertanyaan orang tersebut, yang menanyakan kepadanya apakah perbuatan dia menggendong ibunya ketika thawaf sudah bisa dikatakan telah membalas kebaikan ibunya???

Namun ibnu umar menjawab: “Belum, meskipun sekedar satu erangan ibumu ketika melahirkanmu…”

Yaa subhaanallah…

Apakah ada pada zaman kita saat ini yang mampu melakukan demikian untuk ibunya??
Menggendong ibunya ketika thawaf!!

Jangankan untuk menggendong ibunya untk thawaf, mengantarkan/ menuntun ibunya ke kamar mandi saja mereka sangat berat!!…

Mereka merasa malu untuk melakukan hal tersebut…
Mereka lebih mempertahankan egonya,jabatannya/ kedudukannya didunia ini, dia merasa hebat depan ibunya…

Bahkan ada diantara mereka yang tenggelam dengan kegemerlapan duniawai, mereka malah lebih suka ibunya dititipkan ke panti-panti jompo….

Ini jelas, bahwa perbuatan tersebut adalah bentuk kedurhakaan anak kepada ibunya…

Untuk itu, wahai saudara-saudariku beruntunglah bagi mereka yang masih memiliki kedua orang tuanya masih hidup terutama ibunya, jangan engkau sia-siakan mereka… Berbuat baiklah untuknya…
Raihlah surga…

Dan jangan engkau merasa hina, dari setiap melaksanakn perintah ibumu…

Ust. Ahmad Ferry Nasution