Category Archives: Ferry Nasution

Tidak Akan Mampu Menyaingi Kebaikan Mereka Yang Telah Mendidik Dan Merawatmu Saat Dirimu Masih Kecil

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Wahai saudaraku…
Bergegaslah untuk mengunjungi mereka andai engkau telah lama tak menjumpainya. ..

Bersegeralah untuk menelepon mereka andai lama engkau tak mendengar kabar darinya…

Rawatlah mereka dengan penuh ketulusan darimu, sebagaimana mereka sgt tulus merawat dirimu semenjak dirimu kecil.
Bersihkan kotoran yang melekat pada badan dan pakaian mereka dengan penuh kasih sayang serta suapkan nasi kemulutnya andai mereka telah tua renta…

Wahai saudara-saudariku..
Ciumlah kening mereka dengan penuh cinta kasih serta ketulusan yg timbul dari hatimu dan harapkanlah pahala dari Allah atas segala baktimu.

Saudaraku..
Janganlah dirimu memperlakukan kedua orang tuamu layaknya seorang pembantu yang bisa kau suruh untuk menbantu pekerjaan rumah tanggamu. 

Segeralah meminta maaf andai engkau pernah mengucapkan kata-kata dan berlaku kasar yang membuat mereka tak ridha denganmu…

Wahai saudaraku..
Adakah engkau telah membuat mereka saat ini bahagia?
Sudahkah engkau membuat mereka tertawa? Tersenyum?
Atau justru dirimu telah membuat mereka menangis karena tingkah lakumu yang tak menyenangkan mereka!

Wahai saudaraku, segeralah redakan tangisan mereka.

Ingat!

Nabi yang mulia pernah bersabda dari jalan abdullah bin amr: “seseorang mendatangi rasulullah dan lalu berkata: “aku mendatangimu untuk berbaiat utk hijrah dan aku tinggalkan ke dua orang tuaku dalam keadaan menangis “Rasulullah bersabda: “kembalilah kamu kepada keduanya, dan BUATLAH MEREKA (kedua orang tuamu) TERTAWA SEBAGAIMANA ENGKAU TELAH MEMBUAT MEREKA MENANGIS!.
(Riwayat an-nasai , abu dawud 2166 ibnu majah 2772)

Semoga bermanfaat
Akhukum Ahmad Ferry Nasution
(Semoga ALLAH memberikan kebahagiaan untuk orang tua kita serta menjaga keduanya diatas ketaatan kepada Rabbul ‘aalaminn)

– – – – – •(*)•- – – – –

CIRI-CIRI WANITA AHLUL JANNAH

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Nabi yang mulia shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda dalam satu haditsnya
( Ash-Shahihah: 3380, 287).
(An-nasaa’I, isyratun nisa )

Beliau bersabda;

“Maukah aku beritahukan kepada kalian, tentang istri-istri kalian yang akan menjadi penghuni syurga ??
mereka ini ialah istri yang memiliki rasa belas kasih sayang, kemudian yang bakal memberikan banyak keturunan, dan mereka (para istri) yang segera kembali/mendatangi suaminya.

Dia (seorang istri) dimana jika terjadi suaminya marah dengannya, maka istrinya segera mendatanginya (mendatangi suaminya) serta meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya seorang istri berkata padanya: “Aku tidak mampu memejamkan mataku ini (aku tidak bisa tidur) sebelum engkau ridha kepadaku”.

Subhaanallah….

Hadits yang mulia ini memberikan pelajaran yang sangat berharga sekali untuk kita semua, diantara pelajaran yang dapat kita ambil:

1. Memberikan pelajaran yang berharga kepada kita tentang ciri-ciri wanita ahlul jannah.

2. Keutamaan memiliki seorang istri yang memiliki rasa belas kasih dan sayang, yang kelak sangat memberikan manfaat untuk suami dan anak-anaknya, yang dia berkhidmat untuk mereka (suami dan anaknya) dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, dan tidak keras dan kasar kpd suami dan anaknya.

3. Keutamaan menikahi seorang wanita yang kelak akan mendapatkan keturunan yang banyak darinya, yang dengan sebabnya memiliki banyak anak akan menambah jumlah kaum muslimin yang beribadah kepada ALLAH dan menghidupi sunnah Nabi-NYA.

4. Tingginya hak suami yang wajib dipenuhi oleh seorang istri, dan wajib bagi seorang istri untuk taat kepadanya dalam perkara baik (bukan ma’siyat).
Bahkan Nabi yang mulia pernah bersabda: “tidaklah seorang istri dapat memenuhi hak Rabbnya sampai ia menunaikan hak suaminya.(Irwa Al-Ghalil no 1998, Ash-Shahihah: 3366)

Semoga bermanfaat
Akhukum Ahmad Ferry Nasution.

Luapan Hati Seorang Shahabat

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Wahai Sahabatku…
Apabila keletihan terasa saat ini setelah anda berbuat kebajikan, ingatlah bahwa rasa letih tersebut akan hilang namun (buah) dari kebajikan akan kekal insyaa ALLAH selama anda mengerjakannya dengan ikhlas dan sesuai dengan sunnah.

Dan apabila terasa kelezatan dalam berbuat kemaksiatan, ingatlah bahwa kelezatan tersebut akan hilang namun (buah) dari kemaksiatan akan terus ada, selama anda tidak bertaubat kepada ALLAH.

Wahai sahabatku..
Jika ada di suatu saat kau merasakan sedih karena beratnya istiqomah diatas manhaj yang haq ini, maka ingatlah beratnya kesedihan saat kau berdiri berada di kedahsyatan mahsyar.

Jika ada saat ini dirimu lelah menjalankan segala amanah, maka ingatlah kelelahan dan kepedihan neraka yang dahsyat siksanya.

Sahabatku…

Tak ada salahnya jika di saat kau merasa sedih, maka kau ingat rasa bahagianya saat ruh mu di sambut dihadapan kumpulan para malaikat, seraya mereka mengatakan, ruh siapa yang baik ini?…

Dan kita berharap kepada ALLAH agar akhir kehidupan ini istiqomah di atas islam wa sunnah..

Yaa ALLAH, limpakan kepada hati kami agar senantiasa mencintai orang-orang yang mencintai-Mu..

Saudaramu Ahmad Ferry Nasution.
Semoga surat ini dapat mempererat ukhuwah islamiyah diantara kita.

– – – – – •(*)•- – – – –

BANYAKLAH BERSEDEKAH, WAHAI WANITA MUSLIMAH!

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Wahai saudariku muslimah,sungguh kengerian serta dahsyatnya api neraka yang akan ALLAH timpakan kepada orang-orang yang berbuat maksiyat kepada-Nya tidak akan bisa kita bayangkan dalam kehidupan di dunia ini.

Disebutkan dibeberapa hadits Rasulullah, bahwa penghuni terbanyak neraka adalah kaum wanita.

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Wahai kaum wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar karena aku melihat penghuni neraka terbanyak adalah (kaum) kalian’Kemudian diantara mereka ada  seorang wanita berpantat besar bertanya, ‘Kenapa (kaum) kami menghuni sebagian besar neraka?’ Beliau menjawab, ‘Karena kalian sering melaknat dan mengingkari (kebaikan) suami.’” (Muslim: 238).

Ada pula hadits khusus yang menyebabkan seorang wanita tidak dapat mencium aroma surga!

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat; kaum seperti ekor sapi, dengan cambuk itu mereka memukuli rakyat, wanita-wanita yang berpakian (namun) telanjang berlenggak-lenggok dan miring, rambut mereka seperti punuk unta yang miring, mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal bau surga tercium dari perjalanan sejauh ini dan itu (Muslim: 2128)

Renungkanlah hadits-hadits tersebut wahai saudariku Muslimah!

Pelajaran yang terbesar yang dapat kita ambil ialah, bahwa bersedekah memiliki keutamaan yang sangat besar bagi diri setiap muslim dan muslimah….terutama untuk dirimu (wahai muslimah), yang demikian ini disebabkan karena beberapa hal:

1. Dirimu selalu banyak melaknat.
Sebagaimana yang dtegaskan oleh sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Kalian banyak melaknat”.
Laknat menurut syariat artinya adalah menjauhkan dari rahmat Allah dan kebaikan-Nya.

2. Dirimu selalu seringnya dirimu mengingkari kebaikan suami. 

Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: mengingkari (kebaikan) suami.’”

dalam riwayat yang lain dengan lafadz: 

dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Para shahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, Mengapa (demikian)?” Beliau menjawab: “Karena kekufuran mereka.” Kemudian mereka bertanya lagi: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab:“Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (Bukhari:1052)

Bentuk kedurhakaan semacam ini banyak sekali kita jumpai dalam kehidupan rumah tangga kaum Muslimin, yang mana seorang istri selalu mengingkari kebaikan suaminya selama sekian waktu yang sangat panjang hanya lantaran disebabkan sikap/perbuatan suami yang tidak berkenan dihati istrinya.

Wahai ukhti Muslimah….
Padahal yang sepatutnya dilakukan oleh seorang istri ialah wajib atasnya bersyukur atas kebaikan yang diberikan oleh suaminya sekecil apapun bentuk kebaikannya.

3. Tabarruj 

Dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “wanita-wanita yang berpakian (namun) telanjang berlenggak-lenggok dan miring,”

Tabarruj: ialah seorang wanita yang menampakkan perhiasannya dan keindahan tubuhnya serta apa-apa yang seharusnya wajib bagi mereka untuk ditutupi dari hal-hal yang akan menimbulkan syahwat bagi laki-laki. 

Wahai ukhti Muslimah, hindarilah tabarruj dan berhiaslah dengan pakaian yang Islami yang menyelamatkan kalian dari dosa di dunia ini dan azab di akhirat kelak.

Allah Ta’ala berfirman:
“Dan tinggallah kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dengan tabarrujnya orang-orang jahiliyyah pertama dahulu.” (QS. Al-Ahzaab: 33)

Inilah beberapa sebab para wanita ditekankan untuk banyak bersedekah. Semoga Allah menyelamatkan kita semua dari azab-Nya di dunia dan akhirat. Amiin.

Bersedekahlah wahai para wanita…

Perhatikanlah kesungguhan para shahabiyat dalam bersedekah pada masa Nabi yang mulia Shallalllahu alaihi wasallam

Ibnu ‘Abbas berkata:

“Nabi shalat pada hari Idul Fithri dua rakaat dan tidak shalat sebelum maupun sesudahnya. Kemudian (setelah menyampaikan khutbah kepada hadirin) beliau mendatangi tempat para wanita sementara Bilal menyertai beliau. Beliau memerintahkan mereka untuk bersedekah. Maka mulailah mereka melemparkan perhiasan mereka (ke kain yang dibentangkan Bilal untuk menampung sedekah), ada wanita yang melemparkan anting-anting dan kalungnya.” (Bukhari no. 964)

Asma` bintu Abi Bakr berkata:

Aku berkata: ‘Wahai Rasulullah, aku tidak memiliki harta kecuali apa yang dimasukkan Az-Zubair kepadaku. Apakah boleh aku menyedekahkannya?’ Beliau bersabda: ‘Bersedekahlah. Jangan engkau kumpul-kumpulkan hartamu dalam wadah dan enggan memberikan infak, niscaya Allah akan menyempitkan rizkimu’. (Bukhari no. 2590)

Semoga bermanfaat!
Akhukum Ahmad Ferry Nasution

– – – – – •(*)•- – – – –

TANPA ILMU, AMAL TIDAK MUNGKIN DITERIMA ALLAH TA’ALA

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Sesungguhnya ilmu adalah imamnya amal, dan amal adalah pengikutnya dan prajuritnya. Setiap amal yang selalu menyelisihi ilmu (yang tidak mengikuti bimbingan ilmu) maka amal tersebut tidak akan memberikan manfaat bagi pelakunya bahkan dapat memberikan mudharat padanya.

Sebagaimana yang telah disampaikan oleh sebagian kaum salaf: “Barang siapa yang beribadah kepada ALLAH tanpa ilmu maka yang dia rusak lebih besar dari apa yang dia perbaiki”.

Suatu amal diterima atau tidaknya sangat bergantung sesuai atau tidaknya amal itu dengan ilmu. Apabila amal tersebut sesuai dengan ilmu maka amal tersebut diterima, dan apabila amal tersebut menyelishi ilmu (bertentangan) dengannya maka amal tersebut tertolak.

Jadi, Ilmu merupakan tolak ukur yang utama.

ALLAH berfirman dalam surah almulk: 2.

Berkata fudhail bin iyadh: “Amal yang paling ikhlas dan yang paling benar”

Sesungguhnya suatu amal jika ikhlas namun tidak benar maka amal tersebut tertolak. Dan jika benar namun tidak ikhlas juga tertolak. Ikhlas yaitu dilakukan karena ALLAH, dan benar yaitu harus sesuai dengan sunnah.

Ikhlas dan sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah 2 syarat diterimanya amal. Dan seseorang tidak mungkin bisa menghimpun kedua syarat tersebut melainkan dengan ilmu. Tanpa Ilmu, amal tidak mungkin diterima ALLAH ta’ala. Jadi ilmu merupakan petunjuk menuju keikhlasan dan petunjuk dalam mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

(Al-Ilmu fadhluhu wa syarafuhu: 92-93)
Terjemahkan secara ringkas.

Note:
Ilmu yang dimaksud ialah yang bersumber dari alqur’an dan sunnah sebagaimana yang difahami oleh para sahabat Nabi yang mulia shallallahu alaihi wa sallam.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution.

– – – – – •(*)•- – – – –

Menuntut Ilmu, Serta Berhujjah Dan Istiqamah Diatasnya Termasuk Jihad

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Telah berkata: Abdul bar an-Namiri dalam pujiaannya terhadap para pejuang dengan hujjah dan bayan (penuntut ilmu) yg telah dianggap oleh ibnu qayyim sebagai jihad terbesar, beliau berkata:

Ahlan wasahlan dengan orang-orang yang paling dicinta dan disayang di sisi ALLAH yang memiliki kenikmatan.

Ahlan dengan kaum yang shaleh yang memiliki ketakwaan putih, bercahaya wajah-wajahnya yang menghiasi setiap tempat.

Mereka adalah (orang-orang) yang bersusah payah menuntut ilmu hadits dengan menghiasi diri mereka serta menjaga diri dari segala yang tidak baik, kerendahan hati, ketenangan dan rasa malu.

Mereka memiliki kewibawaan, keagungan ilmu dan keutamaan lainnya yang tidak terhitung.

Tinta yang mengalir dari pena-pena mereka lebih suci dan lebih utama dari darahnya para syuhada’

Wahai para penuntut ilmu Nabi Muhammad صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ tidaklah kalian sama dengan yang lainnya (yang tidak mempelajari ilmu syar’I).

Tidak diragukan lagi, bahwa macam dari jihad ini sangat membutuhkan kepada kesabaran yang baik, niat yang jujur, (sungguh-sungguh dalam belajar, tolong menolong dalam kebaikan), beramal dengan ilmunya sehingga nampak bekasnya bagi orang yang masuk kedalamnya terbasahi dan teraliri sungainya.

(Al-Irhab wa atsaruhu ‘alal Afrad wal Umam; 133-135, syaikh Zaid bin Muhammad bin hadi al-Madkhaly)

Ahmad Ferry Nasution

– – – – – •(*)•- – – – –

SAUDARAKU, JANGAN ENGKAU JADIKAN DUNIA SEBAGAI TUJUAN DALAM HIDUPMU

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Perhatikanlah hadits berikut ini yang semoga memberikan manfaat dalam hidup dan kehidupan kita didunia ini agar diantara kita jangan sampai terbuai atau terlena dengan kegemerlapan dunia ini sehingga diantara kita lupa akan akhirat.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

“Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, maka ALLAH akan memberikan kekayaan pada hatinya dan ALLAH akan memudahkan segala urusannya didunia serta dunia akan mendatanginya dalam keadaan tunduk dan hina.
Dan barangsiapa yang menjadikan dunia menjadi tujuan utamanya, maka ALLAH akan jadikannya kemiskinan/kefakiran terpampang dimatanya, dan ALLAH akan jadikan segala urusannya berantakan, dan ia tidak akan mendapatkan dunia kecuali apa-apa yang sudah dituliskan baginya”. (Silsilah shohihah: 949)

Saudaraku..

perhatikanlah dan camkanlah hadits diatas tersebut tentang besarnya keutamaan menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya serta kerugian yang sangat besar bagi seseorang yang menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya.

Saudaraku…

Islam agama yang mulia ini sama sekali tidak melarang seseorang untuk memliki kekayaan yang melimpah didunia ini, tetapi ingat! agama kita yang mulia ini menasehati kepada kita agar jangan sampai tertipu dengan dunia sehingga kita melalaikan akhirat.

Dan hendaklah dari setiap kekayaan yang kita miliki kita gunakan untuk mencari ridha ALLAH subhaanahu wa ta’ala.

Semoga memberikan manfaat untuk kita semua.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

– – – – – •(*)•- – – – –

Semangat Mengerjakan Ibadah Mengalahkan Kekurangan Fisik Seseorang

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Yaa Rabb, Sesungguhnya aku bukanlah orang yang terbebas dari dosa, untuk itu ampunkanlah segala dosaku-dosaku…

Dan aku juga bukanlah orang yang kuat beribadah kepadaMu, untuk itu bantulah diriku untuk beribadah kepadaMu…

Dan aku senantiasa mengucapkan: Tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolonganMu.

Ikhwan dan akhwat yang berbahagia diatas hidyah islam wa sunnah, kita mengetahui dan menyaksikan dalam kehidupan kita sehari-hari, bahwa beberapa orang yang kekurangan dari fisiknya namun dengan izin ALLAH, serta kekuatan hatinya yang sangat besar dalam beribadah kepadaNya dia mampu melaksanakan ibadah kepada, dan kita saksikan juga sebagian kaum muslimin yang mereka memiliki kemampuan dan fisik yang sehat namun mereka sangat berat dalam melaksanakan ibadah kepada ALLAH.

Dan fenomena seperti ini sering kita lihat, seperti laki-laki yang melaksanakan shalat berjamaah dimasjid, mereka terkadang kita saksikan ada yang kurang fisiknya apakah dengan kakinya buntung, mata buta namun mereka tetap hadir dan bersemangat shalat berjamaah di masjid. Akan tetapi mereka yang sehat dengan fisik yang sempurna mereka enggan untuk berangkat ke masjid.

Ini menunjukkan kekuatan hati/ semangatnya seseorang dalam mengerjakan ibadah kepadaNya mampu mengalahkan kekurangan dari fisik seseorang…

Semoga memberikan manfaat

Ahmad Ferry Nasution.
Note: sebagian penjelasan diatas dari keterangan syaikh abdurrazzaq hafidzahullah dalam mensyarahkan kitab Riyadhusshalihin.

– – – – – •(*)•- – – – –

SUATU KEBAHAGIAAN YANG SANGAT BESAR BISA MEMBAHAGIAKAN KEDUA ORANG TUA, TERUTAMA IBU…..!

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Saudara-saudariku diantara akhlak yang sangat menonjol dari orang-orang yang berpegang diatas manhaj Ahlussunnah ialah:
Sangat perhatiannya mereka dan perbuatan baik mereka kepada kedua orang tuanya, terutama kepada ibunya….

Perhatikanlah riwayat berikut ini:

عن أبي مرة، مولى أم هانئ بنت أبي طالب: أنه ركب مع أبي هريرة إلى أرضه ب (العتيق) فإذا دخل أرضه صاح بأعلى صوته: عليك السلام ورحمة الله وبركته يا أمتاه! تقول: و عليك السلام ورحمة الله و بركته: يقول:
رحمكِ اللهُ؛ ربَّيْتِني صغيرًا

فتقول: يا بُنيّ! وأنتَ فجزاكَ اللهُ خيرًا، ورضي عنك؛ كما بَرَرْتَني كبيرًا

Dari Abu Murrah maula Ummu Hani’ binti abu Thalib:
Bahwasanya ia berkendara bersama Abu Hurairah ke kampung halamannya di Al-‘Aqiiq.
Ketika ia sampai di rumahnya ia berkata dengan mengeraskan suaranya: Alaikissalam warahmatullahi wabarakatuh wahai ibuku.”

Lalu ibunya berkata : wa’alaikassalam warahmatullhi wabarakatuh.
I
a berkata (bersyukur kepada ibunya) : Rahimakillah (semoga ALLAH merahmatimu wahai ibuku), yang mana engkau telah merawatku ketika aku masih kecil.
Maka ibunya berkata : Wahai anakku wa anta fajazakallahu khairan, semoga ALLAH meridhaimu sebagaimana engkau berbuat baik kepadaku saat engkau sudah besar(Dewasa).
[R.Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 15, syaikh al-Albani rahimahullah berkata: sanadnya hasan dalam shohih al-Adabul Mufrod no. 11]

ما شاء اللّهِ

Sangat dekat sekali hubungan seorang anak kepada ibunya…begitu indahnya….
Yang mana kita hidup pada zaman banyaknya kaum muslimin yang menyia-nyiakan ibunya! Serta tidak berbakti kepadanya!

Semoga ALLAH memberikan kemudahan kepada kita, agar kita bisa berbakti kepada kedua orang tua kita.
Dan semoga ALLAH menjaga keduanya.

Kemudian kita memohon kepada ALLAH agar menjadikan keturunan kita anak-anak kita, menjadi anak yang shaleh dan sholehah serta menjadi penyejuk pandangan mata bagi kedua orang tuanya.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

– – – – – •(*)•- – – – –

WAHAI ISTRI, JANGAN ENGKAU SAKITI SUAMIMU YANG SHALEH DIDUNIA INI TAATILAH PERINTAHNYA, SELAMA BUKAN MA’SIYAT KEPADA ALLAH

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Nabi صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ bersabda:

لاَ تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا ؛ إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ : لاَ تُؤْذِيْهِ قَاتَلَكِ اللهُ ؛ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيْلٌ يُوْشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا

“Tidaklah seorang wanita menyakiti suaminya di dunia kecuali istrinya di akhirat dari bidadari akan berkata, “Janganlah engka mengganggunya, semoga Allah membinasakanmu.

Sesungguhnya ia hanyalah tamu di sisimu, hampir-hampir lagi ia akan meninggalkanmu menuju kami”

(HR At-Thirmidzi dan Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 173)

– – – – – •(*)•- – – – –