Category Archives: Firanda Andirja

Kenalilah Musuh Ikhlas

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Ibnul Qoyyim rahimahullah :

عدو الإخلاص وهاذمه الرغبة في مدح الناس والطمع فيما عندهم. فمن نقى قلبه من هذين سهل عليه تحقيق باب الإخلاص

“Musuh ikhlas dan penghancur nya adalah :
(1) berharap memperoleh pujian orang-orang dan
(2) berharap pemberian dari mereka.

Barangsiapa yang membersihkan hatinya dari dua perkara ini maka mudah baginya untuk mewujudkan keikhlasan”

Silahkan kita mengecek hati kita dengan ketat dan detail, apakah kita telah selamat dari dua perkara ini ?

Ataukah kita masih mencintai dua perkara ini ?

Seandainya…

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Seandainya Syaikh Albani rahimahullah hidup saat ini….

Beliau pernah berkata :
“Penyakit anak muda sekarang adalah begitu mereka mulai merasa punya suatu ilmu yang sebelumnya mereka tidak ketahui, maka merekapun mengangkat kepala mereka (merasa tinggi), mereka merasa telah menguasai semuanya, maka merekapun diliputi dengan penyakit ujub dan terpedayalah mereka.

Kita kawatir mereka terkena sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam :
“Tiga perkara yang membinasakan :
* kikir yang ditaati,
* hawa nafsu yang diikuti, dan
* ujub nya seseorang dengan pemikirannya….”

Ini diucapkan oleh syaikh Albani sebelum ada dunia FB dan WA, lantas bagaimana jika syaikh Albani melihat kondisi para ahli copas di FB, yang begitu berani protes, kritik, menampilkan pendapat, bangga dengan pemikirannya, dll? Tanpa hati-hati..,dan tanpa menimbang maslahat dan mudorot, apa yang ada di benaknya langsung jadi status…

Sempatkan Baca Tafsir Walau Satu Ayat

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :

” قراءة آيةٍ بتفكر وتفهم, خيرٌ من قراءة ختمة بغير تدبرٍ وتفهم”.

“Membaca satu ayat dengan tafakur/tadabbur serta berusaha untuk memahaminya lebih baik dari pada mengkhatamkan al-Quran tanpa tadabbur dan pemahaman.”

Banyaklah Membaca Al Qur’an

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Tatkala Ad-Dhiyaa’ al-Maqdisi akan bersafar untuk menuntut ilmu hadits maka Ibrahim bin Abdil Wahid Al-Maqdisi berwashiat kepadanya seraya berkata :

أَكْثِرْ مِنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ، وَلاَ تَتْرُكْهُ فَإِنَّهُ يَتَيَّسَرُ لَكَ الَّذِي تَطْلُبُهُ عَلَى قَدْرِ مَا تَقْرَأُ

“Perbanyaklah membaca Al-Qur’an dan jangan kau tinggalkan Al-Qur’an. Karena akan dipermudah bagimu
apa yang kau cari sesuai dengan kadar bacaannmu”

Ad-Dliyaa’ Al-Maqdisi berkata,

فَرَأَيْتُ ذَلِكَ وَجَرَّبْتُهُ كَثِيْراً، فَكُنْتُ إِذَا قَرَأْتُ كَثِيْراً تَيَسَّرَ لِي مِنْ سَمَاعِ الْحَدِيْثِ وَكِتَابَتِهِ الْكَثِيْرِ، وَإِذَا لَمْ أَقْرَأْ لَمْ يَتَيَّسَرْ لِي

“Maka akupun melihat hal itu dan sudah sering aku mencobanya. Jika aku banyak membaca Al-Qur’an maka dimudahkan bagiku untuk mendengar dan mencatat banyak hadits. Namun jika aku tidak membaca Al-Qur’an maka tidak dimudahkan bagiku” (Dzail Tobaqoot Al-Hanaabilah karya Ibnu Rojab Al-Hanbali 3/205)

Ya Allah jadikanlah kami para pecinta Al-Qur’an yang berisi firman-firmanMu…yang membacanya siang dan tengah malam…

Janganlah jadikan kami orang-orang yang lalai dari membacanya hanya karena secercah dunia…yang merasa dirinya sibuk…merasa waktunya kurang… tidak sempat untuk membaca Al-Qur’an…akan tetapi selalu saja sempat untuk internetan dan bersenda gurau…

Urusan Macet Karena Maksiat

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :

وَمِنْهَا تَعْسِيْرُ أُمُوْرِهِ عَلَيْهِ فَلاَ يَتَوَجَّهُ لِأَمْرٍ إِلاَّ يَجِدُهُ مُغْلَقًا دُوْنَهُ أَوْ مُتَعَسِّراً عَلَيْهِ, وَهَذَا كَمَا أَنَّ مَنِ اتَّقَى اللهَ جَعَلَ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا, فَمَنْ عَطَّلَ التَّقْوَى جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ عُسْرًا, وَيَالله الْعَجَب كَيْفَ يَجِدُ الْعَبْدُ أَبْوَابَ الْخَيْرِ وَالْمَصَالِحِ مَسْدُوْدَةً عَنْهُ مُتَعَسِّرَةً عَلَيْهِ وَهُوَ لاَ يَعْلَمُ مِنْ أَيْنَ أَتَى

“Diantara dampak seseorang bermaksiat adalah Allah menyulitkan urusannya, maka tidaklah ia menuju suatu urusan kecuali ia mendapati urusan tersebut tertutup baginya, sulit untuk ditempuhnya. Hal ini sebagaimana bahwasanya barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan memudahkan urusannya. Barang siapa yang membuang ketakwaannya maka Allah akan menyulitkan urusannya. Sungguh mengherankan bagaimana seorang hamba mendapati pintu-pintu kebaikan dan kemaslahatan telah tertutup di hadapannya dan sulit baginya, lantas ia tidak tahu kenapa bisa hal ini menimpanya ??!!” (Al-Jawaab al-Kaafi)

Maka jika anda merasa urusan-urusan anda sulit dan terhambat bahkan sering gagal…maka koreksilah diri anda…jangan-jangan pakaian ketakwaan anda mulai anda tanggalkan sedikit demi sedikit.

Sebaliknya jika anda dimudahkan urusannya…bahkan datang rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, maka semoga itu semua adalah kabar baik akan pertanda ketakwaan anda. Allah berfirman

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (٢)وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS At-Tholaaq :2-3)

Adapun jika anda terus bermaksiat akan tetapi rizki dan urusan terus lancar maka waspadalah…jangan-jangan itu adalah istidroj.

Nasehat Untuk Kaum Hawa

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Untukmu wahai ukhty muslimah..

Wahai para wanita…
tahukah anda bahwa..

1) Semakin banyak pandangan lelaki yang tergiur denganmu semakin bertumpuk pula dosa-dosamu

(2) Semakin sang lelaki menghayalkanmu… semakin berhasrat denganmu maka semakin bertumpuk pula dosa-dosamu

(3) Janganlah anda menyangka senyumanmu yang kau tebarkan secara sembarangan tidak akan ada pertanggung jawabannya kelak..!!!.
Bisa jadi senyumanmu sekejap menjadi bahan lamunan seorang lelaki yang tidak halal bagimu selama berhari-hari.., apalagi keelokan tubuhmu….

(4) Bayangkanlah… betapa bertumpuk dosa-dosa para artis dan penyanyi yang aurotnya diumbar di hadapan ribuan…
bahkan jutaan para lelaki??

(5) Jika anda menjaga kecantikanmu dan kemolekan tubuhmu hanya untuk suamimu… maka anda kelak akan semakin cantik dan semakin molek di surga Allah…,

(6) Akan tetapi jika anda umbar kecantikanmu dan kemolekanmu maka ingatlah itu semua akan sirna dan akan lebur di dalam liang lahad menjadi santapan cacing dan ulat… dan di akhirat kelak… bisa jadi berubah menjadi bahan bakar neraka jahannam!!

Semoga bermanfaat..

Untaian Syair Zainal Abidin, Rahimahullah

Ustadz Firanda Andirja, Lc, MA حفظه الله تعالى

لَيْس الغرِِيبُ غرِيبَ الشَّامِ وَاليمنِ إنَّ الغَريب غَريبُ اللحْد والكَفَنِ

“Orang asing bukanlah orang yang merantau ke negeri syam atau yaman, tapi orang asing adalah, orang yang asing dalam liang lahad bersama kain kafan”

إنَّ الغريبَ لَهُ حَق لِغُربَتِهِ علَى المُقِيمينَ فى الأوْطَانِ والسَّكَنِ

“Sungguh orang yang terasing memiliki hak yang harus dipenuhi oleh penduduk daerah yang sedang dilaluinya”

لاَ تَنْهَرَنّ غَرِيْباً حَالَ غُرْبَتِهِ الدَّهْرُ يَنْهَرُهُ بِالذُّلِّ وَالْمِحَنِ

“Janganlah kau hardik orang asing ketika sedang dalam perantauan, karena masa telah menghardiknya dengan kehinaan dan berbagai cobaan”

سَفْرِي بَعِيْدٌ وَزَادِي لَنْ يُبَلِّغَنِي وَقُوَّتِي ضَعُفَتْ وَالْمَوْتُ يَطْلُبُنِي

“Perantauanku jauh… padahal bekalku tidak mencukupi
Kekuatanku semakin rapuh… sedang kematian terus mencariku”

وَلِي بَقَايَا ذُنُوْبٌ لَسْتُ أَعْلَمُهَا اللهُ يَعْلَمُهَا فِي السِّرِّ وَالْعَلَنِ

“Aku tentu punya banyak sisa dosa, yang aku tak mengetahuinya… Allah mengetahui dosa-dosaku yang tersembunyi di saat bersendirian atau yang nampak”

مَا أَحْلَمَ اللهَ عَنِّي حَيْثُ أَمْهَلَنِي وَقَدْ تَمَادَيْتُ فِى ذَنْبِي وَيَسْتُرُنِي

“Betapa sayangnya Allah padaku… karena telah menangguhkan hukuman-Nya
Bahkan Dia tetap menutupi dosaku… meski aku terus melakukannya”

تَمُرُّ سَاعَاتُ أَيَّامِي بِلاَ نَدَمِ وَلاَ بُكَاءٍ وَلاَ خَوْفٍ وَلاَ حَزَنِ

“Hari-hariku terus berjalan (dan aku terus melakukan dos-dosa)
Tanpa ada rasa penyesalan, tangisan, ketakutan, ataupun kesedihan”

أَنَا الَّذِى أَغْلَقَ الأَبِوَابَ مُجْتَهِدًا عَلَى الْمَعَاصِي وَعَيْنُ اللهِ تَنْظُرُنِي

“Akulah orang yang telah menutup pintu… Untuk giat dalam maksiat, padahal Mata Allah selalu mengawasiku”

يَا زَلَّة كُتِبَتْ فِي غَفْلَةٍ ذَهَبَتْ يَا حَسْرَة بَقِيَتْ فِي الْقَلْبِ تُحْرِقُنِي

“Salah sudah tercatat, dalam kelalaian yang telah lewat, Dan sekarang, tinggal penyesalan di hati yang terus membakar diriku”

Nasehat Tulus Bagi Para Suami Terutama Praktisi Poligami

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

نَصِيحَةٌ أُسْدِيهَا لِلْمُعَدِّدِ *** فَاقْبَلْ بِهَا مِنْ نَاصِحٍ مُؤَيِّدِ
Sebuah nasehat yang kupersembahkan untuk praktisi poligami

Terimalah nasehat tersebut, nasehat dari seorang yang tulus dan mendukungmu (dalam berpoligami)

لأنَّهُ مِنْ سُنَّةِ الرَّسُولِ *** وَأَخْيَرِ الرِّجَالِ فَاسْمَعْ قُولِي
Karena poligami termasuk sunnah Rasulullah, sunnah lelaki yang terbaik
maka camkanlah nasehatku ini

وَمُوجِبُ التَّعَدُّدِ المَصْلَحَةُ*** لَا الْهَدْمُ لِلْبُيُوتِ وَالْمَفْسَدَةُ

Motivasi untuk berpoligami adalah untuk meraih kemaslahatan
Bukan untuk menghancurkan rumah tangga dan mendatangkan mafsadah

لَا تَهْدِمَنْ بَيْتًا لِبَيْتٍ غَيْرِهِ*** فَمَنْهَجُ الْعَاقِلِ حِفْظُ طَيْرِهِ

Janganlah sekali-kali engkau meruntuhkan sebuah rumah demi untuk membangun rumah yang lain
Metode orang yang berakal adalah menjaga rumahnya yang telah terbangun

إِذْ رُبَّمَا الْخَيْرَاتُ فِي أُولَاهُمُا *** وَالشَّرُّ كُلُّ الشَّرِّ فِي ثَانِيهِمَا

Karena bisa jadi seluruh kebaikan terdapat pada rumahmu yang pertama
dan seluruh keburukan pada rumah yang kedua

لا يُسْتَطَاعُ العَدْلُ بَيْنَ النِّسْوَةِ *** فِي الحُّبِّ وَالفِرَاشِ لا البَيْتُوتَةِ

Tidak mungkin keadilan dipraktikan diantara para istri dalam permasalahan cinta, bercampur/bersenggama, namun keadilan pada jatah menginap

فَلْتُظْهِرَنَّ العَدْلَ مَا اسْتَطَعْتَ *** وَلْتَكْتُمَنَّ الحُّبَّ إِنْ عَجَزْتَ

Maka hendaknya engkau menunjukan sikap adilmu semaksimal mungkin…
Dan hendaknya engkau menyembunyikan rasa cintamu jika kau tidak mampu berbuat adil…

فَالحُبُّ مَا فِي الْقَلْبِ مِنْ أَحْوَالِ *** وَالْعَدْلُ مَا يَظْهَرُ مِنْ أَفْعَالِ

Kecintaan kondisi yang terdapat dalam hatimu
adapun keadilan apa yang teraplikasikan dalam perbuatanmu

وَلْتَبْذُلُوا حُبَّكُمُ كَالنَهْرِ *** وَلا تَكُونُوا أَبَدًا كَالبِئْرِ

Hendaknya engkau menebar cintamu seperti sungai (yang mudah untuk diciduk airnya dari segala sisi oleh istri-istrimu seluruhnya-pen)
Dan janganlah engkau menebar cintamu seperti sumur (yang jika seseorang hendak mengambil airnya maka butuh bersusah payah untuk menurunkan embernya dengan menahan tali yang berat)

فَتُتْعِبُوا الزَّوْجَ لِنَيْلِ حُبِّكَ*** فَكُنْ كَرِيمًا أَيْ بِدُونِ سُؤْلِكَ

Sehingga engkau menyulitkan istrimu untuk merasakan cintamu…
Hendaknya engkau dermawan dalam menebar cintamu kepada istrimu tanpa harus ia memintanya kepadamu

وَالْتَمِسَنَّ الْعُذْرَ عِنْدَ الْغَيْرَةِ *** فَهْيَ كَحُزْنٍ مِنْ طِبَاعِ الْمَرْأَةِ

Berikanlah udzur kepada istrimu tatkala ia bersalah karena cemburu…
Kecemburuan adalah tabi’at seorang wanita sebagaimana tabi’at kesedihan…

فَغَيْرَةٌ تَغَيُّرٌ فِي الْقَلْبِ *** عِنْدَ اشْتِرَاكِ غَيْرِهَا فِي الْحُبِّ

Sungguh kecemburuan adalah perubahan hati ..,
tatkala ada wanita lain yang menyertainya dalam mencintaimu…

وَاسْتَعْمِلَنَّ الْعَقْلَ مَعْ زَوْجَاتِكَ *** تَهْنَأْ بِعَيْشٍ بَعْدُ فِي بُيُوتِكَ

Gunakanlah akal mu dalam mensikapi istri-istrimu…(bukan dengan emosi dan perasaan-pen)
maka engkau akan hidup bahagia di rumah-rumah (istri) mu…

إِيَّاكَ إِيَّاكَ مِنَ التَّخَوُّنِ *** لِلْأَهْلِ ذَاكَ شِيمَةٌ لِلْأَرْعَنِ

Waspadalah, jangan sekali-sekali engkau melakukan pengkhianatan/pembohongan terhadap istrimu…
sungguh hal itu merupakan perangai orang yang tolol

لَا تَطْلُبَنَّ عَثْرَةَ النِّسَاءِ*** فَإِنَّ ذَا مَجْلَبَةُ الشَّقَاءِ

Janganlah engkau mencari-cari kesalahan istri-istrimu…
Sungguh hal ini hanya mendatangkan penderitaan…

فَمَدْخَلُ الشَّيْطَانِ فِي الزِّيجَاتِ *** مِنْ سُوءِ ظَنِّ الزَّوْجِ وَالزَّوْجَاتِ

Pintu masuknya syaitan dalam rumah tangga…adalah sikap berprasangka buruk antara suami dan istri-istri…

وَلْتُرْفِقَنَّ بِالْقَوَارِيرِ التِي *** الكَسْرُ فِيهَا قَدْ يَقَعْ بِالْكِلْمَةِ

Hendaknya engkau lembut terhadap para wanita (yang diibaratkan seperti kaca)
Karena kaca tersebut bisa pecah hanya karena sebuah perkataan…

وَلْتُحْسِنَنَّ عِشْرَةَ الْعَوَانِي *** فَالأَسْرُ لا بِالْخَوْفِ بَلْ أَمَانِ

Hendaknya engkau berbuat baik dengan para tawananmu (yaitu para istrimu, karena istri disebut oleh Nabi ibarat seperti tawanan suami-pen)…
Menawan istrimu adalah bukan dengan ketakutan akan tetapi dengan memberikan rasa tentram kepadanya…

وَلْتَكُنِ الْعِشْرَةُ بِالْمَعْرُوفِ *** أَمْرُ الإِلَهِ السَّيْدِ الرَّؤُوفِ

Hendaknya engkau menggaulinya dengan baik…
karena ini merupakan perintah Allah yang Maha Lembut…

فَلِلرِّجَالِ عَلَى النِّسَا دَرَجَةُ *** تَحَامُلًا كَيْ تَسْتَمِرَّ الْبَهْجَةُ

Kaum lelaki lebih tinggi sederajat di atas para wanita…
dalam hal kesabaran dalam memikul beban, agar keindahan keluarga terus berlanjut

وَلَيْسَ ذَا كَفَّ الْأَذَى عَنْهُنَّ *** بَلْ بِاحْتِمَالٍ لِلْأَذَى مِنْهُنَّ

Dan bukanlah kesabaran tersebut dengan menahan diri dari mengganggu dan menyakiti para istri…
akan tetapi dengan bersabar dari gangguan yang timbul dari para istri…

تَوَسَّعُوا فِي الْمَالِ وَالْأَخْلَاقِ *** عَلَى النِّسَا دَوْمًا بِلَا شِقَاقِ

Bermudahlah dalam memberi harta dan dalam beraklak mulia kepada para wanita…senantiasalah demikian sehingga hilanglah perselisihan..

تَعَوَّدُوا الشُّكْرَ عَلَى الإِحْسَانِ *** لِخِدْمَةٍ مِنْهُنَّ كُلَّ آنِ

Biasakanlah dirimu untuk berterimakasih atas kebaikan
dan pelayanan dari istrimu..setiap saat…

عَلَيْكُمُ بِخِدْمَةِ النِّسَاءِ *** فَإِنَّهَا شِيمَةُ الَانْبِيَاءِ

Hendaknya kalian membantu para istri, sesungguhnya hal itu merupakan perangai para nabi…

وَلَا تَقُلْ رُجُولَتِي رُجُولَتِي *** إِذْ ذَاكَ نَقْصٌ فِي عُيُونِ الزَوْجَةِ

Jangan sampai engkau berkata, “Aku adalah lelaki…aku adalah lelaki…”
Karena hal itu merupakan sebuah kekurangan di mata istrimu…

لَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ لَدَى الطَّلَاقِ *** فَكَيْفَ فِي الزَّوَاجِ وَالْوِفَاقِ

Janganlah melupakan kebaikan istri tatkala timbul perceraian…
Maka terlebih lagi (janganlah lupakan kebaikannya) tatkala engkau masih bersamanya dalam pernikahan…

وَلْتَتَّقُوا الإلَهَ فِي الوَصَايَا *** فَإِنَّهُنَّ أَطْيَبُ الْبَرَايَا

Hendaknya engkau bertakwa kepada Allah dalam berbuat baik kepada para wanita…
sesungguhnya para wanita adalah manusia yang terindah…

وَهَذِهِ الْمَعَانِي مَا أَسْهَلَهَا *** بِالْقَوْلِ أَمَّا الْفِعْلُ مَا أَصْعَبَهَا

Nasehat-nasehat ini sungguh sangat mudah untuk diucapkan…
akan tetapi penerapannya merupakan perkara yang sangat sulit…

فَجَاهِدُوا أَنْفُسَكُمْ إِخْوَانِي***وَلْتَطلُبُوا إِعَانَةَ الرَّحْمَنِ

Maka hendaknya engkau bersungguh-sungguh untuk melaksanakannya…
mintalah pertolongan kepada Ar-Rahman

وَالْحَمْدُ للهِ عَلَى الإِنْعَامِ *** ثُمَّ الصَّلاةُ بَعْدُ مَعْ سَلامِ

Dan segala puji bagi Allah atas segala karunia…
Dan sholawat dan salam tercurahkan..
.
عَلَى النَّبِيِّ خَيْرِنَا لأهْلِهِ *** فَلْتَقْتَدُوا مَعْ أَهْلِكُم بِمِثْلِهِ

kepada Nabi yang merupakan suami yang terbaik bagi istrinya…
Maka teladanilah beliau dalam bersikap terhadap istrimu….

Kondisi Manusia

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Jika engkau memperhatikan kondisi manusia, maka engkau akan dapati :

– Ada yang jika engkau melihatnya maka engkau berkata, “Maasyaa Allah”

– Ada yang jika engkau memandangnya niscaya engkau berkata, “Subhaanallah”

– Ada yang jika engkau menatapnya engkau berkata, “Allahu Akbar”

– Ada yang jika engkau meliriknya engkau berkata, “Innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji’uun”

– Ada yang jika engkau memperhatikannya engkau berkata, “Hasbunallahu wa ni’mal wakiil”

– Ada yang engkau berkata, ‘Astaghfirullah wa atuubu ilaih”

– Ada yang engkau berkata, “Alhamdulillah alladzi ‘afaani mimmaa ubtuliita bih” (segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari cobaan yang engkau alami)

– Ada yang engkau berkata kepadanya, “Syafaakallahu…” (semoga Allah menyembuhkanmu dari penyakitmu)

– Ada yang engkau berkata, “A’uudzu billahi minasysyaithoonirrojiim”

Sekarang cobalah engkau memandang dan merenungkan dirimu dan jiwamu… renungkan kondisimu…maka jika ada orang yang melihatmu maka apakah yang kira-kira akan ia ucapkan??!!

Lantas jika ia melihat hakikat dirimu yang sebenarnya tatkala engkau bersendirian…maka kira-kira apakah yang akan ia ucapkan…?

Akan tetapi yang terpenting bukanlah penilaian manusia akan tetapi penilaian Allah subhaanahu wa ta’aalaa.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Kesabaran Ikhtiyari (Pilihan) Lebih Utama Daripada Kesabaran Idhtirori (Terpaksa)

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Karenanya kesabaran Nabi Yusuf ‘alaihis salam tatkala dirayu oleh permaisuri raja lebih tinggi nilainya daripada kesabaran tatkala dilemparkan di dalam sumur, karena seseorang yang dirayu oleh seorang wanita jelita dihadapannya ada 2 pilihan, pilihan bermaksiat atau pilihan bersabar.

Adapun seseorang yang terkena musibah maka ia harus terpaksa bersabar, tidak ada pilihan lain baginya kecuali bersabar.

Ujian menghadapi rayuan permaisuri raja jauh lebih berat daripada ujian menunggu di dalam sumur.

Status di atas kami ambil dari perkataan Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qoyyim rahimahullah. Tentunya semakin berat ujian semakin besar pahala, kaidah dalam status di atas tentunya kaidah umum atau hukum asal, yaitu jika ditinjau dari jenis kesabaran. Akan tetapi pada bentuk-bentuk tertentu bisa jadi kesabaran Idtirori lebih besar dan tinggi nilainya jika memang ujiannya sangatlah berat, contoh, seseorang yang kehilangan istri dan seluruh anak-anaknya pada saat yang sama lantas ia bersabar tentu lebih tinggi nilainya daripada seseorang yang diberi pilihan untuk menundukan pandangannya atau melihat wajah seorang wanita yang cantik jelita yang tidak halal baginya.

Hal ini sebagaimana jenis bid’ah lebih buruk daripada jenis maksiat, karena pelaku bid’ah sulit diharapkan ia bertaubat karena ia merasa benar, akan tetapi hal ini tidaklah secara mutlak.

Tentunya kemaksiatan seperti berzina lebih berat di sisi Allah daripada sebagian bid’ah ibadah seperti bid’ah sholat rogoib yang dianggap bid’ah oleh imam Nawawi.

Wallahu a’lam

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊