Category Archives: Firanda Andirja

Proyek Gagal ???

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Penyair berkata:

قد يقطع الثوب غيرُ لابسه*ويلبس الثوب غيرُ من قطعه

Bisa jadi yang menjahit baju bukanlah orang yang akan memakainya…
Dan yang memakai baju bukanlah orang yang menjahitnya.

ويجمع المال غير آكله*ويأكل المال غير من جمعه

Dan bisa jadi yang mengumpulkan harta bukanlah orang yang memakannya…
Dan yang memakan harta bukanlah orang yang mengumpulkannya.

ويرفع البيت غير ساكنه*ويسكن البيت غير من رفعه

Dan bisa jadi yang membangun rumah bukanlah orang yang akan menempatinya…
Dan rumah ditempati oleh bukan pembangunnya.

Faidah….:
Kematian datang tidak terduga…, terlalu banyak pemilik proyek yang meninggal sebelum proyeknya selesai…

Dan banyak juga yang proyeknya sudah selesai atau pembangunan rumahnya sudah selesai akan tetapi pemilik proyek atau pemilik rumah sudah keburu meninggal dan belum sempat menikmati hasil kerjaannya, yang menikmati adalah orang lain…

Karenanya jika sedang bekerja atau membangun atau membuka proyek maka niatkanlah karena Allah, karena belum tentu engkau bisa menikmati hasil kerjaanmu, tapi engkau jelas bisa menikmati hasil pahalanya di akhirat…

Oleh Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Doa Imam Ahmad Rahimahullahu Ta’ala

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah berdoa ;
اللهمَّ كما صُنتَ وجهي عَنِ السُّجود لغيرك فصُنْه عن المسألة لغيرك

“Allahumma kamaa shunta waj-hiy ‘anis-sujuudi Lighoyrika, Fa-shunhu ‘anil-mas-alati Lighoyrika”

“Ya Allah sebagaimana Engkau telah menjaga wajahku untuk tidak sujud kepada selain Engkau, maka jagalah juga wajahku agar tidak meminta kepada selain Engkau” (Jaami’ al-‘Uluum wa al-Hikam 2/572).

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Jangan Pernah Menilai Seseorang Dengan Melihat Masa Lalunya

Betapa banyak diantara kita yang memiliki masa lalu yang kelam..
jauh dari sunnah..
jauh dari hidayah..
tenggelam dalam dunia yang menipu..
terombang-ambing dalam kemaksiatan yang nista..

Bukankah banyak sahabat rodhiallahu ‘anhum yang dahulunya pelaku kemaksiatan..
peminum khomr..
bahkan pelaku kesyirikan..

Akan tetapi tatkala cahaya hidayah menyapa hati mereka, jadilah mereka generasi terbaik yang pernah ada di atas muka bumi ini.

Bisa jadi anda salah satu dari mereka para ikhwan/akhwat yang memiliki masa lalu yang kelam..
yang mungkin saja kebanyakan orang tidak mengetahui masa lalu kelam anda.

Sebagaimana anda tidak ingin orang lain menilai anda dengan melihat masa lalu kelam anda..
maka janganlah anda menilai orang lain dengan melihat masa lalunya yang buruk..

Yang menjadi patokan adalah kesudahan seseorang..
kondisinya tatkala akan meninggal..
bukan masa lalunya.

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda “Amalan-amalan itu tergantung akhirnya..”

Ditulis oleh,
Ustadz Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Prahara Senyum

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

** “Jangan pernah meremehkan kebaikan apapun meskipun hanya senyum tatkala bertemu saudaramu” (al-hadits…)

Bisa jadi senyumanmu yang tulus dan ikhlas karena Allah adalah sebab diampuninya dosamu…sebagaimana sang wanita pezina yang tulus memberi minum kepada seekor anjing, atau sang lelaki yang menghilangkan gangguan ranting dahan yang ada di tengah jalan…lalu mereka diampuni…

Atau senyumanmu ternyata memperberat timbangan kebaikanmu di akhirat sehingga selamatlah engkau dari siksaan yang sangat pedih…
Jika senyumanmu karena Allah maka merupakan sedekah, memasukan kebahagiaan dalam hati saudara kita, ia akan merasa dihargai…, merasa hatinya dekat denganmu…

** Tapi jika senyum dengan sinis karena mengejek atau merendahkan, maka ini menunjukan kesombongan…, dan kesombongan tempatnya hanya cocok di neraka

** Hanya saja senyum kepada wanita yang lajang…, senyum yang tidak pada tempatnya sungguh berbahaya…menjatuhkan hati sang wanita…dan membuat sang wanita besar kepala dan muncul prasangka-prasangka…

** Demikian sebaliknya senyuman wanita yang tidak pada tempatnya pada seorang lelaki…

** Tebarkankah senyum…, senyum merupakan kerjaan yang ringan akan tetapi berat pada sebagian orang… terutama orang yang merasa tinggi untuk senyum kepada orang yang dia rendahkan, atau tidak ada keuntungan dunia yang dia raih dari senyumannya…, ternyata senyumannya telah ia “tarif-kan”….

** Tebarlah pesona…namun pada tempatnya…raihlah pahala dan bukan malah meraih dosa…

– – – – – •(*)•- – – – –

 

 

Penderitaan Sang Pecinta

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Jika pilihan pasangan hidup hanya dilandaskan perasaan, cinta, dan syahwat…, maka bisa jadi kondisi seseorang sebagaimana perkataan seorang penyair :

فَمَا فِي الأَرْضِ أَشْقَى مِنْ مُحِبٍّ وَإِنْ وَجَدَ الْهَوَى حُلْوَ الْمَذَاقِ

Tidak di dunia ini yang lebih sengsara daripada seorang yang mencintai…
Meskipun nafsu jiwanya telah mendapatkan manisnya rasa cinta…

تَرَاهُ باَكِيًا فِي كُلِّ حِيْنٍ مَخَافَةَ فُرْقَةٍ أَوْ اشْتِيَاقٍ

Engkau melihatnya menangis setiap saat…
Karena takut akan perpisahan atau karena kerinduan…

فَيَبْكِي إِنْ نَأَوْا شَوْقًا إِلَيْهِم وَيَبْكِي إِنْ دَنَوْا خَوْفَ الْفِرَاقِ

Ia menangis jika jauh darinya karena kerinduan…
Dan ia juga menangis jika dekat karena takut perpisahan…

فَتْسْخَنُ عَيْنَيْهِ عِنْدَ الْفِرَاقِ وَتَسْخَنُ عَيْنَهُ عِنْدَ الطَّلاَقِ

Matanya berlinang air mata tatkala perpisahan….dan matanya juga berlinang air mata tatkala perceraian…

Akan tetapi jika pilihan pasangan hidup dibangun atas kecintaan dan agama serta tujuan akhirat, maka insya Allah keberkahan akan meliputi kebahagiaan rumah tangga.

Wallahu A’lam

Tiga Keutamaan Mengingat Mati

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

«أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ»،

“Perbanyaklah mengingat pemutus kledzatan (kematian)”

(HR An-Nasai dan dinilai oleh Syaikh Al-Albani : Hasan Shahih)

Sebagian ulama berkata :
من أكثر ذكر الموت أكرم بثلاثةٍ: تعجيل التوبة، وقناعة القلب، والنشاط في العبادة. ومن نسيه عوقب بثلاثة أشياء: تسويف التوبة وعدم الرضا بالكفاف، والتكاسل في العبادة.

Barang siapa banyak mengingat kematian maka ia akan dimuliakan dengan tiga perkara :

(1) selalu bersegera bertaubat,

(2) hati yang qona’ah/nerimo, dan

(3) semangat dan rajin beribadah.

Dan barang siapa yang melupakan kematian maka ia akan dihukum dengan tiga perkara :

(1) menunda-nunda taubat,

(2) tidak rido dengan pemberian Allah, dan

(3) malas dalam beribadah

 

 

Seandainya Gibah Adalah Saldo Uang…

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Jika seandainya setiap kita bergibah ria maka pihak bank langsung memotong saldo rekening uang kita lalu mentransferkannya ke rekening orang yang kita gibahi, maka kita akan lari dari gibah untuk menjaga keutuhan saldo rekening kita.

Lantas…

Apakah harta kita di dunia ini yang fana ini lebih bernilai dari ganjaran kebaikan kita yang abadi di akhirat ?

Gibah tidak mengkosongkan rekening dunia kita, akan tetapi mengurangi ganjaran pahala kita di akhirat, dan dikawatirkan saldo kita di akhirat menjadi minus…

– – – – – •(*)•- – – – –

Bahaya Bercampurnya Lelaki Dan Wanita

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Al-Imam Al-Qurthubi berkata tentang ziarah kubur dalam tafsirnya :
وَأَمَّا مَوْضِعٌ أَوْ وَقْتٌ يُخْشَى فِيهِ الْفِتْنَةُ مِنِ اجْتِمَاعِ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ، فَلَا يَحِلُّ وَلَا يجوز. فبينا الرجل يحرج لِيَعْتَبِرَ، فَيَقَعُ بَصَرُهُ عَلَى امْرَأَةٍ فَيُفْتَتَنُ، وَبِالْعَكْسِ فَيَرْجِعُ كُلُّ وَاحِدٍ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ مَأْزُورًا غَيْرَ مَأْجُورٍ.

“Adapun tempat atau waktu (ziarah kubur) yang dikawatirkan timbul fitnah seperti bercampurnya lelaki dan wanita maka tidak halal dan tidak boleh. Seorang lelaki keluar ziarah kubur untuk mengambil pelajaran (mengingat kematian-pen) lalu pandangannya jatuh melihat seorang wanita lalu ia pun terfitnah dengan wanita tersebut, atau sebaliknya (sang wanita yang terfitnah dengan sang lelaki-pen), maka masing-masing dari lelaki atau wanita kembali dari ziarah kubur membawa dosa dan tidak membawa pahala” (Tafsir Al-Qurthubi 2/170-171).

Ini diucapkan oleh Al-Imam Al-Qurthubi yang wafat di abad ke tujuh, maka bagaimana jika beliau melihat kondisi kaum muslimin sekarang…?

Fenomena yang sangat menyedihkan yang dilakukan oleh sebagian kita…

– berdalih sholat tarawih ternyata pemuda pemudi pada nongkrong ngobrol asyiknya…

– berdalih berdakwah di facebook namun malah menjalin persahabatan dengan para akhwat pilihan…(tentu setelah menyeleksi foto pajangan akhwat tersebut)

– berdalih menemani jamaah umroh akhirnya malah terfitnah dengan jamaah wanita yang cantik apalagi yang berangkat tanpa mahram, lalu akhirnya menjalin hubungan…

– berdalih tadabbur alam, maka pemuda pemudi islami tamasya begitu asyiknya…

– berdalih ingin menegakan syariat maka berhias manis untuk memajang wajah indah…

Atau rapat campur…atau.. atau…atau..,

Ya Allah ampunilah kami atas dosa-dosa kami, baik yang kami sengaja maupun yang tidak kami sengaja. Engkau maha pengampun lagi maha penyayang…

– – – – – •(*)•- – – – –

Tauhid Adalah Jalan Keselamatan Dan Kebahagiaan

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Tauhid adalah Jalan Keselamatan dan Kebahagiaan…dalam kondisi apapun…

Tatkala di dalam goa maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Abu Bakr :

إن الله معنا “Sesungguhnya Allah bersama kita”

Dalam perut ikan paus Nabi Yunus ‘alaihis salaam berkata ;

لا إله إلا أنت “Tidak ada sesembahan yang berhak selain Engkau…”

Dalam penjara Nabi Yusuf ‘alaihis salaam berkata :

ما كان لنا أن نشرك “Kami tidak berbuat syirik kepadaNya…”

Dalam goa (Al-Kahfi) mereka berkata:

لن ندعوا من دونه إلها: “Kami tidak akan berdoa kepada selainNya…”

Tauhid adalah keselamatan dan kebahagiaan (nukilan dari seorang ulama).

– – – – – •(*)•- – – – –

Maksiat Tersembunyi

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Sebagaimana ketaatan yang dilakukan secara sir (tanpa diketahui orang lain) adalah ibadah yang agung dan mendatangkan dampak yang luar biasa, maka demikian pula dosa-dosa yang dilakukan secara sir (sembunyi-sembunyi tanpa diketahui orang lain) juga lebih berbahaya akan mendatangkan dampak yang berbahaya.

Bisa jadi seseorang mendapatkan husnul khotimah karena amalan-amalannya yang tidak diketahui oleh orang lain…

Sebaliknya bisa jadi seseorang mengalami suul khotimah (mati dalam kondisi buruk) dikarenakan maksiat-maksiatnya yang tersembunyi…

Tuhan yang engkau takuti tatkala engkau bermaksiat dihadapan orang banyak, Dialah Tuhan yang Engkau “berani” melanggar laranganNya tatkala engkau bermaksiat sembunyi-sembunyi…

– – – – – •(*)•- – – – –