Category Archives: Firanda Andirja

Tiga Keutamaan Mengingat Mati…

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

«أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ»،

Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan (kematian)”
(HR An-Nasai dan dinilai oleh Syaikh Al-Albani : Hasan Shahih)

Sebagian ulama berkata :

من أكثر ذكر الموت أكرم بثلاثةٍ: تعجيل التوبة، وقناعة القلب، والنشاط في العبادة. ومن نسيه عوقب بثلاثة أشياء: تسويف التوبة وعدم الرضا بالكفاف، والتكاسل في العبادة.

Barang siapa banyak mengingat kematian maka ia akan dimuliakan dengan tiga perkara :
(1) selalu bersegera bertaubat,
(2) hati yang qona’ah/nerimo, dan
(3) semangat dan rajin beribadah.

Dan barang siapa yang melupakan kematian maka ia akan dihukum dengan tiga perkara :
(1) menunda-nunda taubat,
(2) tidak rido dengan pemberian Allah, dan
(3) malas dalam beribadah.

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

da180114-0544

Agar Persahabatan Tidak Menjadi Permusuhan

Sesungguhnya bukanlah perkara yang gampang untuk membuat relasi persahabatan karena Allah dengan seseorang. Relasi tersebut bukanlah barang yang bisa dibeli.. akan tetapi itu adalah anugerah dari Allah dengan sebab usaha pendekatan karena iman.

Karenanya hendaknya kita berusaha untuk menjaga jalinan persahabatan.

Yang perlu diingat adalah janganlah kita menganggap sahabat kita adalah malaikat yang tidak pernah bersalah, sehingga setiap kali ia berasalah lantas kita mencelanya. Sikap seperti ini adalah bentuk perenggangan bahkan bisa jadi pemutusan persahabatan, serta bentuk “kurang penghargaan” terhadap karunia relasi persahabatan tersebut yang merupakan anugerah Allah.

Basyaar bin Burod rohimahullah berkata,

إِذَا كُنْتَ فِي كُلِّ الْأُمُوْرِ مُعَاتِبًا …  صَدِيْقَكَ لَمْ تَلْقَ الَّذِي لاَ تُعَاتِبُهُ

“Jika Engkau pada setiap perkara selalu mencela sahabatmu.. maka engkau tidak menemukan sahabat yang tidak engkau cela..”

فَعِشْ وَاحِدًا أَوْ صِلْ أَخَاكَ فَإِنَّهُ … مُقَارِفُ ذَنْبٍ مَرَّةً وَمُجَانِبُهُ

“Jika demikian maka hiduplah engkau sendirian.. atau jalinlah persahabatan dengan saudaramu karena sesungguhnya ia terkadang melakukan kesalahan dan terkadang menjauhi kesalahan..”

(Lihat Taariikh Baghdaad 7/610, tahqiq Basyaar ‘Awwaad)

Ia juga berkata :

وَمَنْ ذَا الَّذِي تُرْضِي سَجَايَاهُ كُلُّهَا … كَفَى بِالْمَرْءِ نُبْلاَ أَنْ تُعَدَّ مَعَايِبُهُ

“dan siapakah yang seluruh perangainya menyenangkan (orang lain)..?? Cukuplah seseorang dikatakan mulia jika aibnya masih terhitung..”

Yang lain berkata :

تُرِيْدُ صَاحِبًا لاَ عَيْبَ فِيْهِ ….. فَهَلِ الْعُوْدُ يَفُوْحُ بِلاَ دُخَانِ؟

“Engkau ingin memiliki seorang sahabat yang tidak ada kesalahannya sama sekali..?? Maka apakah kayu gaharu bisa mengeluarkan harum wanginya tanpa ada asapnya..?”

Hendaknya kita bersabar dengan kesalahan sahabat kita dengan tetap berusaha menasehatinya..

Akhirnya.. selamat menjalin persahabatan karena Allah, semoga Allah mencintaimu karena persahabatanmu tersebut.

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Bersyukur Atas Nikmat…

Syaikh Ali At-Thonthoowi rahimahullah berkata :

“Semalam aku amati, kudapati ruangan terasa hangat dan api penghangat ruangan menyala. Sedangkan aku berada di dipan sambil santai. Aku sedang berfikir tentang tema yang akan kutulis. Lampu ada di sampingku, telepon di dekatku, anak-anakku sedang menulis, adapun ibu mereka sedang menenun kain wol.

Kami telah makan dan minum, dan radio mengeluarkan suara lirih, semuanya dalam ketenangan.

Tidak ada yang aku keluhkan dan tidak ada pula yang aku meminta tambahannya. Maka lisanku berucap “Alhamdulillah…“, kulepaskan dari lubuk hatiku

Lalu akupun merenung… aku mendapati bahwasanya “Alhamdulillah” bukanlah sebuah kata yang sekedar diucapkan oleh lisan, meskipun diulang-ulang seribu kali.., akan tetapi “Alhamdulillah” atas kenikmatan-kenikmatan adalah sampainya aliran kenikmatan tersebut kepada orang yang membutuhkannya.

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى 

 

da160313-0356

Bangunlah Dari Mimpimu Wahai Si Pemalas..!!!

Al-Imam As-Syafi’i rahimahullah berkata :

بقَدْرِ الكدِّ تُكتَسَبُ المَعَــالي ….ومَنْ طَلبَ العُلا سَهِـرَ اللّيالي

Ketinggian diraih berdasarkan ukuran kerja keras…
Barang siapa yang ingin meraih puncak maka dia akan begadang

ومَنْ رامَ العُلى مِن ْغَيرِ كَـدٍّ …..أضَاعَ العُمرَ في طَـلَبِ المُحَالِ

Barang siapa yang mengharapkan ketinggian/kemuliaan tanpa rasa letih…
Maka sesungguhnya ia hanya menghabiskan usianya untuk meraih sesuatu yang mustahil…

تَرُومُ العِــزَّ ثم تَنامُ لَيـلاً …..يَغُوصُ البَحْرَ مَن طَلَبَ اللآلي

Engkau mengharapkan kejayaan lantas di malam hari hanya tidur aja ?? Orang yang yang mencari mutiara harus menyelam di lautan…

Diantara kita ada yang berangan-angan dan berkata :
Saya ingin bisa menjadi dermawan seperti si fulan…“,
Saya ingin bisa menghafalkan al-Qur’an seperti si fulan…“,
Saya ingin berilmu seperti syaikh/ustadz fulan…“,
Saya ingin berhasil seperti si fulan…

Akan tetapi jika hanya berkata dan berangan-angan tanpa usaha maka anak kecil berusia 3 atau 4 tahun pun bisa…, kalau hanya mimpi siapapun bisa.

Tapi yang tidak semuanya bisa adalah mewujudkan angan-angan dengan usaha maksimal serta semangat tinggi !!!, tentunya setelah disertai do’a kepada-Nya dan taufiq dari-Nya…

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Tips Agar Istri Tambah Cantik…

Semakin engkau mengumbar pandanganmu maka semakin pudarlah kecantikan dan keelokan istrimu di matamu, dan semakin engkau menjaga pandanganmu maka semakin cantik paras istrimu di matamu…

Diantara doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

اللّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Yaa Allah cukupkanlah diriku dengan perkara-perkara yang halal dari (membutuhkan) perkara-perkara yang haram, dan cukupkanlah diriku dengan karunia-Mu dari selain-Mu

Sungguh merupakan bentuk kufur nikmat tatkala Allah telah memberikan kenikmatan yang halal baginya lantas ia mencari-cari kenikmatan yang diharamkan oleh Allah.

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Jangan Khawatir Dengan Rizki Esok Hari…

Jika anda hari ini merasa aman/tenteram, tubuh anda sehat wal ‘afiyat, serta makanan hari ini telah tersedia, maka apakah lagi yang anda cari…?

Itulah puncak kebahagiaan yang banyak hilang dan dikejar banyak orang… bahkan orang-orang kaya… bahkan orang-orang yang tenar…!!,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوْتُ يَوْمِهِ ، فَكَأَنَّمَا حِيْزَتْ لَهُ الدُّنْيَا بِحَذَافِيْرِهَا

Barang siapa diantara kalian yang tatkala di pagi hari merasa aman/tenang, tubuhnya sehat, dan ia sudah memiliki makanan untuk hari tersebut maka seakan-akan dunia seluruhnya telah dikumpulkan untuknya” (HR Al-Bukhari di Al-Adab Al-Mufrod, dan At-Thirmidzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 2318).

Isilah hari tersebut dengan bersyukur dan banyak beribadah kepada Allah, jangan terlampau khawatir dengan esok hari…!!!

Al-Imam As-Syafi’i rahimahullah berkata:

إِذَا أَصْبَحْتُ عِنْدِي قُوْتُ يَوْمٍ … فَخَلِّ الْهَمَّ عَنِّي يَا سَعِيْدُ

Jika dipagi hari dan aku telah memiliki makanan untuk hari ini…
Maka hilangkanlah kegelisahan dariku wahai yang berbahagia

وَلاَ تَخْطُرْ هُمُوْمُ غَدٍ بِبَالِي … فَإِنَّ غَدًا لَهُ رِزْقٌ جَدِيْدُ

Dan tidaklah keresahan esok hari terbetik di benakku….
Karena sesungguhnya esok hari ada rizki baru yang lain

أُسَلِّمُ إِنْ أَرَادَ اللهُ أَمْراً … فَأَتْرُكُ مَا أُرِيْدُ لِمَا يُرِيْدُ

Aku pasrah jika Allah menghendaki suatu perkara…
Maka aku biarkan kehendakku menuju kehendak-Nya

Seorang yang beriman dan beramal sholeh serta berusaha pada hari ini… maka tidak usah khawatir dengan esok hari… pasrahkan urusan kepada kehendak Allah..

Yang gelisah hanyalah orang yang bermaksiat kepada Allah…khawatir akan adzab dan hukuman Allah yang datang sewaktu-waktu.

Sungguh aneh seseorang yang tatkala masih menjadi janin dalam perut ibunya ia telah diberi rizki oleh Allah… tatkala ia masih kecil dan tidak bisa berbuat apa-apa ia tetap di beri rizki oleh Allah…lantas setelah ia dewasa dan mampu berusaha dan bekerja tiba-tiba ia takut dan khawatir ia tidak akan memperoleh rizki dari Allah..???

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

 

da180714-1459

Ketika Cobaan Datang Bertubi-tubi…

Terkadang seseorang ditimpa ujian dan musibah datang bertubi-tubi… silih berganti… hilang yang satu datang lagi yang lain semisalnya…
Terkadang seseorang tidak melihat kegembiraan kecuali sangat jarang sekali.

Sungguh indah perkataan Al-Imam Asy-Syafii rahimahullah tatkala beliau berbicara tentang banyaknya kesedihan dan sedikitnya kegembiraan

مِحَنُ الزَّماَنِ كَثِيْرَةٌ لاَ تَنْقَضِي … وَسُرُوْرُهَا يَأْتِيْكَ كَالأَعْيَادِ

Ujian zaman banyak dan tidak berhenti menimpa….
Dan kegembiraannya mendatangimu sesekali seperti hari raya yang datang sesekali…

Bahkan terkadang ujian dan musibah terkadang datang tidak satu persatu akan tetapi datang bergerombol…

Al-Imam Asy-Syafii rahimahullah berkata

تَأْتِي الْمَكَارِهُ حِيْنَ تَأْتِي جُمْلَةً … وَأَرَى السُّرُوْرَ يَجِيْءُ فِي الْفَلَتَاتِ

Hal-hal yang dibenci tatkala menimpa datang secara bergerombol…
Dan aku memandang kesenangan datangnya sesekali…

Memang benar, terkadang musibah dan ujian menimpa seseorang secara bergermbol… sampai-sampai terkadang seseorang tidak bisa berfikir dan bersikap yang waras..

👉🏼  Akan tetapi seorang mukmin bagaimanapun kesulitan dan ujian yang dihadapinya maka ia akan tetap percaya dan yakin dengan rahmat Allah dan bertawakkal kepada Allah. Ia yakin bahwasanya akan ada jalan keluar… akan terurai ikatan-ikatan kesulitan tersebut…. bahkan justru keyakinan ini muncul dan nampak dalam kondisi yang amat sangat genting !!!

Al-Imam Asy-Syafii rahimahullah berkata :

وَلَرُبَّ نَازِلَةٍ يَضِيْقُ بِهَا الْفَتَى — ذَرْعاً وَعِنْدَ اللهِ مِنْهَا الْمَخْرَجُ
ضَاقَتْ فَلَمَّا اسْتَحْكَمَتْ حَلَقَاتُهَا — فَرُجَتْ وَكُنْتُ أَظُنُّهَا لاَ تَفْرَجُ

Betapa sering musibah yang menjadikan sesak dada seorang pemuda… padahal di sisi Allah ada jalan keluarnya…
Menjadi sempit… bahkan tatkala telah semakin kokoh rantai-rantai pengikat… terbukalah…padahal aku telah menyangka bahwasanya tidak akan terbuka ikatan tersebut…

Seorang muslim janganlah lupa bahwasanya terkadang karunia Allah bisa jadi datang dalam musibah tersebut…bahwasanya أَنَّ وَرَاءَ كُلِّ مِحْنَةٍ مِنْحَةً dibalik setiap ujian ada pemberian dan karunia Allah.

Kita yakin bahwasanya Allah tidak menguji kita untuk mengadzab kita, akan tetapi untuk merahmati kita. Seberat apapun juga suatu ujian maka pasti dibaliknya ada kebaikan yang banyak. Bisa jadi kita tidak akan tahu hikmah dibalik ujian dan musibah tersebut kecuali setelah perginya ujian dan musibah tersebut.

Jika kita tidak bisa melihat keindahan dan hikmah pada musibah maka hendaknya kita merenungkan kisah yang terjadi antara Nabi Musa ‘alaihis salam bersama Khodir dalam surat Al-Kahfi. Lihatlah bagaimana Musa memandang bahwasanya perbuatan Khodir yang membocorkan perahu, membunuh anak muda, dan menegakkan dinding merupakan murni keburukan, sehingga akhirnya iapun mengingkarnya.

Akan tetapi… ternyata dibalik perkara-perkara tersebut ada kebaikan dan hikmah. Ternyata dibocorkannya perahu tersebut merupakan sebab selamatnya perahu agar tidak diambil oleh raja yang dzolim, dibunuhnya anak tersebut ternyata merupakan rahmat dari Allah terhadap kedua orang tuanya, yang ternyata jika sang anak besar maka akan menjerumuskan kedua orang tuanya dalam kekufuran. Dan dengan menegakkan tembok yang menyebabkan ditangguhkannya rejeki kedua anak yatim, ternyata merupakan rahmat dari Allah.

Sebagaimana pepatah :

رُبَّ أَمْرٍ تَتَّقِيْهِ، جَرَّ أَمْرًا تَرْتَجِيْهِ

Betapa sering perkara yang kau jauhi/tidak sukai, ternyata mendatangkan perkara yang kau harapkan

Allah berfirman :

فَعَسَى أَن تَكرَهُوا شَيئاً وَيَجعَلَ اللهُ فِيهِ خَيراً كَثِيراً

Maka bisa jadi engkau membenci suatu perkara dan Allah menjadikan pada perkara tersebut banyak kebaikan” (QS An-Nisaa : 19)

Seorang penyair berkata :

إِذَا أَرْهَقَتْكَ هُمُوْمُ الْحَيَاِة ….وَمَسَّكَ مِنْهَا عَظِيْمُ الضَّرَرِ..

Jika kesedihan hidup sungguh telah melelahkanmu…
Kau telah ditimpa dengan kemudorotan yang besar

وَذُقْتَ الْأَمْرَيْنِ حَتَّى بَكَيْتَ…وَضَجَّ فُؤَادُكَ حَتَّى انْفَجَرَ..

Dua perkara tersebut telah kau rasakan hingga membuatmu menangis…
Hatimu telah bergeliak hingga meledak

وَسُدَّتْ بِوَجْهِكَ كُلُّ الدُّرُوْبَ…وَأَوْشَكْتَ أَنْ تَسْقُطَ بَيْنَ الْحُفَرِ..

Telah tertutup seluruh jalan dihadapanmu…
Engkau hampir terjungkal diantara lobang-lobang…

فَيَمِّمْ إِلَى اللهِ فِي لَهْفَةٍ…وَبُثَّ الشَّكَاةَ لِرَبِّ الْبَشَرِ

Maka menujulah kepada Allah dalam kesedihan…dan curahkanlah keluhanmu kepada Penguasa manusia

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Wahai Kaum Pria.. Anda Akan Menyesal Tidak Sholat Berjama’ah Di Masjid

Simak penjelasan Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

👉🏼  Agar Tetap Semangat (dan terkadang memang harus di jabarkan matematika-nya ke manusia di zaman sekarang agar lebih paham):
.
Seseorang yang sholat berjama’ah di Masjid, maka pahalanya :
.
Dalam 1 Hari: 17 roka’at x 27 kali pahala = 459 roka’at (vs. 17 roka’at di Rumah)
Dalam 1 Bulan: 459 x 30 hari = 13.770 roka’at (vs. 510 roka’at di Rumah)
Dalam 1 Tahun: 13.770 x 12 bulan = 165.240 roka’at (vs. 6.120 roka’at di Rumah)

Sholat berjama’ah 5 waktu sehari di Masjid selama 1 tahun penuh in-syaa Allah dapat 165.240 roka’at. Beda dengan sholat 5 waktu dirumah hanya 6.120 roka’at.

Sedangkan untuk wanita, tetap ‘LEBIH UTAMA‘ sholat di rumah-rumah/kamar mereka (penjelasannya bisa di simak di SINI) meskipun tak terlarang ke Masjid dengan beberapa syarat yang telah disampaikan oleh para Ulama.

Apalagi bila mengamalkan sunnah ber-SIWAK sebelum setiap sholat yang in-syaa Allah nilainya 70 kali dari sholat tanpa ber-siwak (pejelasannya simak di SINI).. silahkan di kalkulasi berapa hasil dari 165.240 roka’at x 70 =… Maasya Allah…

Lalu.. perhatikan hadits-hadits berikut:

⚉   HADITS PERTAMA: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَطَهَّرَ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِىَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka SALAH SATU LANGKAH KAKINYA akan MENGHAPUSKAN DOSA dan LANGKAH KAKI LAINNYA akan MENINGGIKAN DERAJATNYA.” (HR. Muslim, no. 666)

Orang yang melakukan semacam ini akan mendapatkan dua kebaikan: (1) ditinggikan derajatnya, (2) akan dihapuskan dosa-dosa. Maasya Allah…

⚉   HADITS KE-2 :

عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ كَانَ رَجُلٌ لاَ أَعْلَمُ رَجُلاً أَبْعَدَ مِنَ الْمَسْجِدِ مِنْهُ وَكَانَ لاَ تُخْطِئُهُ صَلاَةٌ – قَالَ – فَقِيلَ لَهُ أَوْ قُلْتُ لَهُ لَوِ اشْتَرَيْتَ حِمَارًا تَرْكَبُهُ فِى الظَّلْمَاءِ وَفِى الرَّمْضَاءِ . قَالَ مَا يَسُرُّنِى أَنَّ مَنْزِلِى إِلَى جَنْبِ الْمَسْجِدِ إِنِّى أُرِيدُ أَنْ يُكْتَبَ لِى مَمْشَاىَ إِلَى الْمَسْجِدِ وَرُجُوعِى إِذَا رَجَعْتُ إِلَى أَهْلِى. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « قَدْ جَمَعَ اللَّهُ لَكَ ذَلِكَ كُلَّهُ »

“Dulu ada seseorang yang tidak aku ketahui seorang pun yang jauh rumahnya dari masjid selain dia. Namun dia tidak pernah luput dari shalat. Kemudian ada yang berkata padanya atau aku sendiri yang berkata padanya, “Bagaimana kalau engkau membeli keledai untuk dikendarai ketika gelap dan ketika tanah dalam keadaan panas.” Orang tadi lantas menjawab, “Aku tidaklah senang jika rumahku di samping masjid. Aku ingin dicatat bagiku langkah kakiku menuju masjid dan langkahku ketika pulang kembali ke keluargaku.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh Allah telah mencatat bagimu seluruhnya.” (HR. Muslim, no. 663)

Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (5:149) mengatakan,

فِيهِ : إِثْبَات الثَّوَاب فِي الْخُطَا فِي الرُّجُوع مِنْ الصَّلَاة كَمَا يَثْبُت فِي الذَّهَابِ .

Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa langkah kaki ketika pulang dari shalat akan diberi ganjaran sebagaimana perginya.”

Jadi andakan rumah kita berjarak 200 m dari Masjid, pergi dan pulangnya menjadi 400 m, dan jika setiap langkah kaki kita hitungannya adalah 1/2 meter, maka ada DUA langkah kaki dalam 1 meternya dimana 1 langkah menghapuskan dosa dan langkah lainnya meninggikan derajat.. lalu berapa total langkah yang kita lakukan saat pergi ke Masjid dan saat pulang ke rumah ..? … 400 x 2 langkah = 800 langkah

Artinya in-syaa Allah (berdasakan hadits PERTAMA diatas) orang yang pergi sholat berjama’ah dan pulang setelahnya, satu langkah kakinya menghapuskan dosa dan satu langkah kaki lainnya meninggikan derajat, maka Allah akan ampunkan 400 dosa dan tinggikan 400 derajat setiap kalinya… bagaimana bila 5 kali ke Masjid setiap harinya..?! apalagi setiap bulannya..?! APALAGI setiap tahunnya.?! 

Maasya Allah, inilah keutamaan pergi dan pulang dari menunaikan sholat di Masjid . Akankah kita masih melewatkannya ?

=============

Ini baru pahala sholat wajib.. sedangkan masih ada pahala:
⚉   sholat-sholat sunnah rowatib,
⚉   sholat sunnah 4 roka’at setelah ‘Isya (baca di SINI)
⚉   sholat malam tahajjud dan witir,
⚉   sholat sunnah dhuha dan lainnya.
⚉   puasa wajib dan sunnah, zakat, infaq, sedekah,
⚉   birrul waaldayn – berbuat baik kepada orangtua, menyambung silaturrahim kepada keluarga, dll.

Subhaanallah.. betapa luas nikmat Allah..
.
.
Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Sekedar Mengingatkan…

Sekedar mengingatkan para ibu yang shalihah…

Begitu besar hak suami sampai-sampai seorang istri kalau mau puasa sunnah harus minta izin terlebih dahulu kepada suaminya, kawatir suaminya minta untuk dilayani.

Sampai-sampai Aisyah radhiallahu ‘anhaa tidak bisa mengqodho puasa Ramadhan kecuali di bulan Sya’ban karena ingin melayani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Ini dalil bahwa istri yang melayani suaminya pahalanya lebih besar dari puasa sunnah

Ayo ibu-ibu yang sholihah sabarlah dan semangat berkhidmat kepada suami, sesungguhnya itu adalah jalan menuju surga.

Ustadz DR. Firanda Andirja MA,  حفظه الله تعالى

Masalah Khilafiyah dan Ijtihaadiyah # 3 – Perkara Khilaf Yang Tidak Boleh Dikatakan Sesat – Qunut Shubuh…

Simak penjelasan Ustadz DR Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Masalah Khilafiyah dan Ijtihaadiyah # 1 – Bagaimana Menyikapinya…
Masalah Khilafiyah dan Ijtihaadiyah # 2 – Perkara Khilaf Yang Patut Di Ingkari…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih