Category Archives: Fuad Hamzah Baraba’

Wanita Haji Tanpa Mahrom

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Berikut fatwa syekh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullahu tentang wanita yang haji tanpa mahrom

حجت برفقة نساء بدون محرم فهل يصح حجها

Menunaikan ibadah haji dengan rombongan wanita tanpa ada mahrom, apakah hajinya sah?

قدمت للحج بصحبة عدد من النساء، وليس لي محرم وقد تجاوز عمري الخمسين عاماً، فهل يعتبر حجي صحيحاً،

Pertanyaan:
Aku datang melaksanakan ibadah haji dengan ditemani bebrapa orang wanita, dan aku tidak memiliki mahrom, sedangkan umurku lebih dari 50 tahun, apakah ibadah hajiku dianggap sah?

لا يجوز للمسلمة أن تحج بدون محرم النبي -صلى الله عليه وسلم- قال: (لا تسافر المرأة إلا مع ذي محرم)،

Jawaban:
Tidak boleh bagi seorang muslimah melaksanakan ibadah haji tanpa adanya mahrom, Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:

(لا تسافر المرأة إلا مع ذي محرم)

“Janganlah seorang wanita melakukan safar kecuali bersama mahromnya”.

وقد ذهب بعض العلماء إلى جواز الحج مع ثقات النساء بدون محرم، ولكنه قول مرجوح,

Sebagian ulama berpendapat bolehnya melaksanakan ibadah haji bersama rombongan wanita yang terpercaya tanpa mahrom, AKAN tetapi pendapat ini LEMAH.

والصواب ما قاله النبي -صلى الله عليه وسلم-: (لا تسافر المرأة إلا مع ذي محرم)،

Dan yang benar adalah yang disabdakan Nabi صلى الله عليه و سلم:

(لا تسافر المرأة إلا مع ذي محرم)

“Janganlah seorang wanita melakukan safar kecuali bersama mahromnya”.

لكن لو حجت مع النساء صح حجها وعليها التوبة إلى الله لأنها أخطأت وأثمت

Akan tetapi kalau dia melaksanakan ibadah haji bersana para wanita, maka sah ibadah hajinya, dan dia wajib bertaubat kepada Allah, karena dia bersalah dan berdosa

فعليها التوبة إلى الله والندم ألا تعود إلى مثل هذا وحجها صحيح إن شاء الله، لأنها قد أدت المناسك فصح مع الإثم في مخالفتها السنة في حجها بدون محرم

Maka dia wajib bertaubat kepada Allah Ta’ala dan menyesal untuk tidak mengulangi seperti ini, dan ibadah hajinya sah in syaa Allah, karena dia telah melaksanakan manasik (rangkaian ibadah haji), maka sah dengan tetap berdosa karena menyelisihi sunnah dalam pelaksanaan ibadah hajinya tanpa mahrom

الله ولي التوفيق وله سبحانه وتعالى الحكمة البالغة وعليها التوبة من ذلك.

Allah waliyyut taufiq dan Dia maha suci dan maha tinggi memiliki hikmah yang sempurna, dan dia (wanita itu) wajib bertaubat dari perbuatan itu (haji tanpa mahrom).

سماحة الشيخ / عبدالعزيز بن باز -رحمه الله تعالى-

Sumber fatwa: http://www.binbaz.org.sa/mat/18785

– – – – – •(*)•- – – – –

Wanita Shalihah

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Siapakah wanita shalihah?

Mereka adalah sosok wanita yg telah digambarkan Rasulullah صلى الله عليه و سلم

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih).

– – – – – •(*)•- – – – –

Wanita Muslimah Tekun Beribadah

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Tidak mengherankan jika wanita muslimah yang jujur dalam keimanannya, senantiasa beribadah kepada Rabbnya dengan penuh harap dan semangat tinggi. Karena dia mengetahui bahwa dia dibebankan untuk melaksanakan berbagai kewajiban syari’at yang Allah perintahkan kepada setiap muslim dan muslimah.

Oleh karena itu, dia selalu dan senantiasa menunaikan kewajibannya, menegakan rukun islam dengan sebaik-baiknya.

Dia tidak pernah mengurangi, meremehkan, dan tidak pula menyia-nyiakan apa yang Allah wajibkan atasnya.

– – – – – •(*)•- – – – –

Cahaya Yang Sempurna Bagi Orang-orang Yang Berjalan Kaki Dalam Kegelapan Menuju Masjid

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Janganlah pernah mengeluh, ataupun menyerah untuk konsisten shalat berjama’ah di masjid, terlebih di waktu-waktu malam yang gelap gulita.

Kartena hal itu akan membuahkan hasil yang menggembirakan pada hari kiamat nanti, di mana dia akan mendapat cahaya yang sempurna.

Dijelaskan dalam hadits:

قال رسول الله: بَشِّرِ المشَّائينَ في الظُّلَمِ إلى المساجدِ بالنُّورِ التَّامِّ يومَ القيامةِ. صحيح الترغيب

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda: “Berilah kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan kaki dalam kegelapan malam menuju masjid-masjid akan mendapat cahaya yang sempurna pada hari kiamat nanti. (Shahih at-TarghiB-).

Jangan pernah menyerah, teruslah konsisten…!!!

– – – – – •(*)•- – – – –

Doa Nabi Di Pagi Hari

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله

Salah satu doa Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم yang senantiasa beliau panjatkan setiap pagi hari, seusai shalat subuh adalah:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima“. (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu as-Sunni).

Dalam doa tersebut disebutkan tiga hal yang harus kita cari, yaitu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima.

Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita, dan kita diberi kemudahan dalam mengamalkannya.

آمين يَا رَبَّ العَـــالَمِيْنَ

Yakin Dengan Rezeki Dari Allah Yang Tidak Akan Diambil Orang Lain

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Ketahuilah bahwa rezeki yang Allah tetapkan bagi setiap manusia berbeda-beda, Allah telah membagi-bagi rezeki mereka.
Allah Ta’ala berfirman:

نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا

“Kamilah yang membagi-bagikan penghidupan diantara mereka dalam kehidupan di dunia ini”. (QS. az-Zukhruf:32).

Ayat yang mulia ini menunjukan bahwa pembagian rezeki itu adalah dari sisi Allah Ta’ala. Maka tinggalkan saling iri terhadap orang lain dalam hal rezeki.

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ

“Wahai manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seseorang akan mati, hingga ia benar-benar telah mendapatkan seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka dari itu bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram”. (HR. Ibnu Majah:2144).

Mudah-mudahan Allah Ta’ala menjadikan kita hamba yang qona’ah dengan apa yang telah ditetapkan-Nya untuk kita, dan selalu mencukupkan kita dengan apa yang halal saja.

آمين يَا رَبَّ العَـــالَمِيْنَ

– – – – – •(*)•- – – – –

Keimanan Sumber Kebahagian

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Kebahagian adalah dambaan setiap orang. Tak seorangpun yang ingin hidup sengsara.

Kebahagiaan merupakan sebuah cita-cita yang semua orang berusaha untuk meraihnya.

Lalu bagaimana meraih kebahagian yang hakiki?

Keimanan kepada Allah merupakan faktor utama dalam meraih kebahagiaan.

Imam Ibnu Qayyim Rahimahullah menjelaskan 3 tanda kebahagian:

1. Bersyukur
2. Sabar
3. Beristighfar

keadaan seseorang akan selalu berputar, antara mendapat karunia yang melimpah, di timpa musibah atau terjerumus dalam lubang dosa.

Seorang yang beriman tatkala memperoleh sebuah kenikmatan, ia mengetahui bahwa itu semua datangnya dari Allah ‘Azza wa jalla, kemudian dia memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya.

Jika ditimpa musibah, dia yakin
bahwa itu semua atas kehendak Allah ‘Azza wa jalla, lalu dirinya ridha dan sabar.

Dan bila pada suatu waktu ia terkalahkan oleh nafsunya dan terjatuh ke dalam jurang dosa, ia menyadari bahwa dirinya telah melanggar batasan-batasan Allah ‘Azza wa jalla dan kemudian segera bertaubat dan beristighfar.

Ketiga hal tersebut menunjukan, bahwa kebahagian hanya dapat diraih dengan beriman kepada Allah ‘Azza wa jalla.
Keimanan merupakan tempat bersandar seorang Muslim pada setiap keadaan.

Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
” Sungguh sangat menakjubkan perkara (kondisi) seorang Mukmin. Seluruh perkara (kondisinya) baik, dan itu tidak ada pada seseorang kecuali pada seorang Mukmin. Jika mendapat nikmat, ia pun bersyukur dan itu adalah terbaik baginya. Jika ditimpa musibah, ia bersabar dan itulah yang terbaik bagi dirinya. (HR. Muslim)

Semoga kita dapat meraih kebahagian yang hakiki.

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Selektif Dalam Memilih Calon Pasangan

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله

Sesungguhnya Islam telah memerintahkan laki-laki untuk telilti dan cermat dalam memilih calon istri, bahkan menjadikan hal tersebut sebagai suatu syarat yang harus dipegang teguh dalam upaya membentuk keluarga yang Islami.

Demikian pula dalam hal memilih calon suami yang shalih merupakan tanggung jawab bersama antara seorang wanita dengan walinya. Memilih suami itu adalah hak seorang wanita, oleh karenanya ia harus cermat dan teliti dalam memilih, dan tidak meremehkan persoalan ini.

Ummul Mu’minin Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: “Pernikahan itu adalah perbudakan, oleh karena itu hendaklah seseorang diantara kalian memperhatikan ‎​di tempat mana ia lepaskan anak perempuannya”.

Oleh karena itu jangan sampai menikah dengan pelaku maksiat, orang fasik, orang yang suka meninggalkan shalat, pemabuk, dan ahli bid’ah. Atau orang yang memiliki harta yang banyak namun tidak beragama dengan baik.

Tapi carilah orang yang baik agama dan akhlaknya,

وقد قال صلى الله عليه وسلم: ” إذا جاءكم من ترضون دينه وخلقه فزوجوه إلا تفعلوه تكن فتنة في الأرض وفساد كبير” رواه الترمذي وغيره.

Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: “Apabila datang kepada kalian seorang pemuda yang kalian sukai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia dengan putri kalian. Kalau tidak, akan terjadi fitnah (bencana) dan kerusakan yang besar di muka bumi”. (HR. at-Tirmidzi).

Maka dari itu selektiflah dalam memilih pasangan hidup, jangan sampai kita menyesal untuk selama-lamanya.

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

No Profile, Siapa Takut ?

Ust. Fuad Baraba’ حفظه الله

Allah Ta’ala berfirman:

{ ورسلا لم نقصصهم عليك }

“Dan Rasul-Rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu” (QS. An-Nisa 164).

Banyak Rasul-Rasul utusan Allah yang tidak diketahui oleh manusia, apakah hal itu memudhorotkan mereka di Hadapan Rabb mereka???

Bukanlah tenar (masyhur) nya seseorang sebagai tolak ukur di hadapan Allah Ta’ala, akan tetapi tolak ukur itu dengan apa yang telah dia lakukan untuk agama…

Apa yang sudah kita perbuat untuk agama kita?
أفلا يتدبرون

Apakah kalian tidak mentadaburi al-Quran??!

– – – – – •(*)•- – – – –

Dimana Ayah Nabi صلى الله عليه و سلم ?

Fuad Baraba’, حفظه الله

Ikhwan fillah karena banyaknya pertanyaan yang menanyakan tentang keberadaan ayah Nabi صلى الله عليه و سلم apakah masuk surga atau neraka?

Berikut fatwa Syeikh Utsaimin tentang dimana ayah Nabi صلى الله عليه و سلم :

أولاً ليس عليك إثم في هذا السؤال، لكن هذا السؤال ليس من الأسئلة التي يستحسن أن يسأل عنها لأنه لا فائدة منها إطلاقاً

Pertama, anda tidak berdosa dengan pertanyaan ini, akan tetapi pertanyaan ini bukan termasuk pertanyaan yang baik untuk ditanyakan, karena pertanyaan ini tidak ada manfaatnya sedikitpun

ولكن بعد السؤال عنها لابد من الجواب

Akan tetapi setelah ditanyakan maka harus dijawab

فيقال إن أبا النبي صلى الله عليه وسلم مات على الكفر وهو في النار

Baca selanjutnya di link berikut: http://wp.me/sPlcC-1260

Fuad Hamzah Baraba’ حفظه الله تعالى