Category Archives: Fuad Hamzah Baraba’

Zakatmu

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Kaum Muslimin yang berbahagia…
Sifat bakhil (kikir) dapat memupuk keengganan seorang membayar zakat dan hal itu sangat dibenci dan diharamkan oleh Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

{وَلا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ}.

“Dan jangan sekali-kali orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada Hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali-Imran:180).

Dan ada ancaman bagi orang-orang yang enggan membayar zakatnya, Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,

«من آتاه الله مالا فلم يؤد زكاته مثل له شجاعا أقرع – وهي الحية الخالي رأسها من الشعر لكثرة سمها – مثل له شجاعا أقرع له زبيبتان يطوقه يوم القيامة يأخذ بلهزمتيه – يعني شدقيه – يقول: أنا مالك أنا كنزك» رواه البخاري

“Barangsiapa yang tidak membayar zakat yang wajib atasnya, (kelak) di Hari Kiamat akan dimunculkan baginya ular jantan yang memiliki bisa yang sangat banyak. Ular tersebut akan menarik kedua tangan orang itu dan berkata kepadanya, ‘Saya ini adalah harta dan kekayaan yang telah kamu kumpulkan di dunia.” (HR. Al-Bukhari).

Masihkah kita enggan untuk membayar zakat ??!

Allah Ta’ala mengiringi penyebutan zakat dengan shalat lebih dari 80 ayat dalam Al-Qur’an. Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma berkata, dari Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,

« بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسَةٍ عَلَى أَنْ يُوَحَّدَ اللَّهُ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَالْحَجِّ.” [رواه مسلم].

“Islam itu dibangun diatas lima perkara, yaitu bersyahadat mengesakan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji.” (HR. Muslim).

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Jaga Orangtuamu Jangan Sampai Sakit

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

@Dr_Alsadhan:

مرض فزارته أمه؛ فقام فلبس وتأنق كأن لا بأس به. فلما خرجت سقط مغشيا عليه. فقيل له: كنت معها معافى، فما أصابك؟ فقال: أنين الأبناء عذب قلوب الأمهات.

Ada seorang anak yang sakit, maka ibunya menjenguknya; maka orang tersebut bangkit dan memakai pakaiannya dengan rapi seakan-akan sedang tidak sakit.

Ketika sang ibu keluar, orang tersebut pingsan. Maka ditanyakan kepadanya: “kamu sehat dan bugar ketika ada ibumu, lalu apa yang menimpamu (sehingga kau pingsan)?”

Maka dia menjawab: “Rintihan sakit anak itu dapat menyakiti hati para ibu.”

(Selesai dari Syekh as-Sadhan).

Faedah (dari pent):

– Jangan mudah mengeluh baik problem rumah tangga, kesulitan biaya, penyakit, apalagi penyakit anak di depan orangtua, terlebih ibu, karena hal itu dapat membuat orangtua pikiran, dan hal itu bisa saja menjadi penyebab kesedihan yang mendalam bagi orangtua yang tentunya bisa saja hal itu membuat mereka jatuh sakit.

Jadilah kita orang yang mandiri dan kuat kepribadiannya di depan mereka.

Kalaupun kita tidak bisa membuat orangtua tersenyum, janganlah membuat mereka menangis atau bersedih bahkan sakit.

Sebelum detak jantung ibumu yang telah melahirkanmu berhenti, berikanlah yang terbaik untuknya!

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Keutamaan Membebaskan Hutang Orang Yang Dalam Kesulitan

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Tentunya dalam kehidupan nyata manusia tidak dapat terlepas dengan yang namanya hutang piutang, walaupun islam sangat keras bagi orang yang bermudah-mudahan dalam berhutang, namun tidak semua orang bisa terhindar dari hutang, karena kesulitan dan kemiskinannya.

نسأل الله العافية والسلامة

“Dan bagi yang berhutang, hendaklah berniat dengan sungguh sungguh agar bisa melunasinya.”

Dan bagi yang memberikan pinjaman hutang, hendaklah memberi kemudahan bagi orang yang berhutang padanya. Atau membebaskannya apabila yang berhutang dalam kesulitan, karean ada keutamaan dan pahala besar yang akan diberikan oleh Allah Ta’ala.

قال صلى الله عليه و سلم: « من سره أن ينجيه الله من كَرْبِ يوم القيامة، فلينفس عن معسر، أو يضع عنه » (رواه مسلم)

Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: “Barang siapa yang senang diselamatkan Allah dari kesulitan pada hari kiamat maka hendaklah ia memudahkan orang yang kesulitan (bayar utang) atau membebaskan hutangnya”. (HR.Muslim).

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (كان تاجر يداين الناس، فإذا رأى معسراً قال لفتيانه تجاوزوا عنه لعل الله أن يتجاوز عنا، فتجاوز الله عنه). متفق عليه

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: ”Ada seorang pedagang yang memberikan pinjaman kepada manusia, maka jika ia melihat orangnya kesulitan, ia berkata kepada pelayannya: bebaskanlah ia, semoga Allah membebaskan kita (dari dosa-dosa dan adzab, maka Allahpun membebaskannya”. (Muttafaq ‘alaih)

 Ditulis oleh Ustadz Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

View

Pahala Sedih Dan Sakit

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Sesorang akan merasa bersedih ketika orang yang dicintainya sakit, baik orang tua, (ayah dan ibunya), atau istri dan anak-anaknya, atau saudara dan saudarinya.

Itu merupakan hal yang manusiawi, namun hendaklah ridho dengan apa yang menimpa diri dan keluarganya, dengan mengharap pahala di sisi Allah Ta’ala.

Kesusahan, kesedihan dan rasa sakit yang ia rasakan akan menghapus dosa-dosanya. Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلا حَط اللهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُط

“Tidaklah seorang muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti Allah akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Beliau صلى الله عليه و سلم juga bersabda:

مَا مِنْ شَيْءٍ يُصِيْبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ، وَلاَ حَزَنٍ، وَلاَ وَصَبٍ، حَتى الْهَم يُهِمهُ؛ إِلا يُكَفِّرُ اللهُ بِهِ عَنْهُ سِيِّئَاتِهِ

“Tidaklah sesuatu menimpa seorang mukmin baik keletihan, kesedihan, kesusahan, hingga kegundah-gulanaan melainkan Allah akan menghapuskan dengannya sebagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR. Muslim).

Kalau orang tua atau anak sakit, dan menjadikan kita bersedih hati, maka kesedihan kita bisa menjadi penghapus sebagian dosa-dosa kita.

Mudah-mudahan Allah Ta’ala menghapuskan dosa-dosa kita semua.

 Ditulis oleh Ustadz Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

ATM Dan Infaq

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

@Dr_Alsadhan:

كثرة السحب من جهاز الصراف ينقص به المال ولو كان السحب قليلاً. وكثرة الإنفاق يزيد به الثواب ولو كان الإنفاق قليلا.

“Sering mengambil uang dari ATM akan mengurangi jumlah uang walaupun pengambilannya sedikit…

…dan banyaknya infak akan memperbanyak pahala walaupun infaknya sedikit…”

Oleh Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – •(*)•- – – – –

Keutamaan Berkunjung Kepada Saudara

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

عن أَبِي هُرَيْرَةَ -رضي الله عنه-، عَنْ النَّبِيِّ -صلى الله عليه وسلم- : «أَنَّ رَجُلاً زَارَ أَخًا لَهُ فِي قَرْيَةٍ أُخْرَى، فَأَرْصَدَ اللَّهُ لَهُ عَلَى مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا، فَلَمَّا أَتَى عَلَيْهِ قَالَ: أَيْنَ تُرِيدُ؟ قَالَ : أُرِيدُ أَخًا لِي فِي هَذِهِ الْقَرْيَةِ؟ قَالَ: هَلْ لَكَ عَلَيْهِ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا؟ قَالَ : لاَ، غَيْرَ أَنِّي أَحْبَبْتُهُ فِي اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ. قَالَ : فَإِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكَ بِأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ فِيهِ»

Dari Abu Hurairah radhiallah ‘anhu, dari Nabi صلى الله عليه و سلم, beliau bersabda:
“Sesungguhnya ada yang akan berkunjung ke tempat saudaranya yang berada di desa lain, kemudian Allah Ta’ala mengutus malaikat untuk mengujinya, setelah malaikat itu
berjumpa dengannya, ia bertanya: “Hendak kemanakah kamu?” Ia menjawab: “Saya akan berkunjung ke tempat saudaraku yang berada di desa itu.” Malaikat itu bertanya:
“apakah kamu merasa berhutang budi sehingga kamu mengunjunginya?” Ia menjawab: “Tidak, saya mengunjungi dan mencintainya karena Allah Ta’ala” Malaikat itu berkata:
“Sesungguhnya saya adalah utusan Allah untuk menjumpaimu, dan Allah telah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai saudaramu karena Allah.” (HR. Muslim:2567).

Faedah:

1. Keutamaan berkunjung kepada saudara Karena Allah, yang dilakukan dilandasi cinta karena Allah Ta’ala, bukan karena manfaat keduniaan.

2. Berkunjung kepada saudara karena Allah memiliki manfaat yang sangat banyak.

3. Penetapan sifat Mahabbah (cinta) bagi Allah Ta’ala, sesuai dengan keagungan Allah Ta’ala.

4. Beriman kepada malaikat, dan terkadang malaikat datang dalam bentuk manusia, sebagaimana dalam hadits tesebut.

5. Seorang muslim hendaknya menghidupkan syi’ar yang agung ini, terlebih di zaman kita sekarang, karena kebanyakan orang sudah banyak yang melupakannya.

Oleh Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – •(*)•- – – – –

Akhlak Buruk

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Dr_Almosleh:

الأخلاق الرديئة تنتج عن واحد من ثلاثة أخلاق:

١- الكذب.

٢- البخل.

٣- الجبن.

فإذا اجتمعت في شخص فقد كمل له سوء الخلق!

“Akhlak yang buruk itu hasil dari salah satu dari tiga perangai (akhlak) :

1. Dusta.

2. Pelit.

3. Pengecut.

Apabila ketiga perangai ini berkumpul pada diri seseorang, sungguh telah sempurna baginya Akhlak yang buruk.

– – – – – •(*)•- – – – –

Empat Janji Allah Dalam Al-Quran

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

هل تعرف ماهي الوعود الربانيه الأربعة ؟

لئن شكرتم لأزيدنكم. (إبراهيم:7)
اذكروني أذكركم. (البقرة:152)
ادعوني أستجب لكم. (غافر:60)
ماكان الله معذبهم وهم يستغفرون. (الأنفال:33)

حافظوا عليها

Apakah kamu tahu apa empat janji Allah Ta’ala?

1. Jika kalian bersyukur maka akan Aku tambahkan (nikmat-Ku) untuk kalian. (QS. Ibrahim:7).

2. Ingatlah kepadaku niscaya Aku ingat kepada kalian. (QS. Al-Baqarah:152).

3. Berdoalah kepadaku pasti aku kabulkan untuk kalian. (QS. Ghafir:60).

4. Tidaklah Allah mengazdab mereka, selama mereka memohon ampun (beristighfar kepada Allah). (QS. Al-Anfal:33).

Jagalah oleh kalian janji-janji Allah tersebut…

(Cirebon…di pagi hari…)

– – – – – •(*)•- – – – –

Ibumu

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah. Nabi صلى الله عليه و سلم menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali. Bila hal itu sudah kita mengerti, realita lain bisa menguatkan pengertian tersebut.

Keteladanan Haiwah bin Syuraih dalam berbakti pada Ibundanya

Suatu hari Haiwah bin Syuraih –beliau salah seorang imam kaum muslimin- duduk dalam majelis beliau untuk mengajarkan ilmu kepada manusia.

Lalu ibunya berteriak memanggil beliau,

“Berdirilah wahai Haiwah, beri makan ayam-ayam itu!”

Lalu beliaupun berdiri dan meninggalkan majelisnya untuk memberi makan ayam.
……….

Kembali kita bercermin kepada Haiwah bin Syuraih, panggilan ibunya untuk memberi makan ayam tidaklah membuat beliau malu dan merasa turun derajatnya di hadapan murid-murid beliau.

Justru saat itulah beliau memberikan keteladanan yang besar kepada murid-muridnya akan kewajiban berbakti kepada orangtua dan lebih mendahulukan orangtua dibandingkan dengan orang lain.

Bagaimana seandainya hal itu terjadi pada diri kita wahai saudaraku ?

Akankah kita bergegas untuk menyambut perintah IBU ???

– – – – – •(*)•- – – – –

Lari Dari Rezeki

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Ketahuilah bahwa rezeki yang Allah tetapkan bagi setiap manusia berbeda-beda, Allah telah membagi-bagi rezeki mereka.
Allah Ta’ala berfirman:

نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا

“Kamilah yang membagi-bagikan penghidupan diantara mereka dalam kehidupan di dunia ini”. (QS. az-Zukhruf:32).

Ayat yang mulia ini menunjukan bahwa pembagian rezeki itu adalah dari sisi Allah Ta’ala, bukan dari yang lainnya.

Rezeki Allah Ta’ala tidak akan luput darinya, walaupun dia lari dari rezeki tersebut.

قال النبي صلى الله عليه و سلم: لو أن ابن آدم هرب من رزقه كما يهرب من الموت لأدركه رزقه كما يدركه الموت. حسنه الألباني

Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:

لو أن ابن آدم هرب من رزقه كما يهرب من الموت لأدركه رزقه كما يدركه الموت

“Seandainya anak Adam lari dari rezekinya sebagaimana larinya dia dari kematian, niscaya rezeki itu akan mendatanginya sebagaimana kematian akan mendatanginya” (Dihasankan Syaikh Al-Albani).

Mau lari kemana dari rezeki Allah??! So jangan takut, tidak dapat rezeki…

– – – – – •(*)•- – – – –