Category Archives: Fuad Hamzah Baraba’

Do’a Pelebur Dosa

Ustadz Fuad Hamzah Baraba’, Lc, حفظه الله تعالى

Siapakah di antara kita yang tidak pernah bersalah? Siapakah di antara kita yang tidak pernah melakukan dosa?

Jawabnya pasti tidak ada. Karena kita adalah manusia biasa yang tidak luput dari salah dan dosa.

Namun Rasulullah صلى الله عليه و سلم mengajarkan kepada kita sebuah doa, yang apabila kita membacanya maka dosa-dosa kita akan diampuni oleh Allah Ta’ala.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

“Barangsiapa yang mengucapkan:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الذِيْ لاَ إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَي الْقَيوْمُ وَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ

“Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung Yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri sendiri dan aku bertaubat kepada-NYA”, Maka Allah akan mengampuni dosanya meskipun ia pernah lari dari medan perang”. (HR, Abu Daud:1517, At-Tirmidzi:3577 dan al-Hakim:I/511. Lihat shahih At-Tirmidzi:III/182 no:2831).

Lari dari medan perang merupakan salah satu dosa besar yang membinasakan, namun dengan membaca doa ini Allah Ta’ala masih mengampuninya.

Ini menunjukan akan luasnya ampunan dan maghfirah Allah Ta’ala kepada para hamba-Nya.

Marilah kita memperbanyak doa ini, agar dosa-dosa kita diampuni Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Menerima taubat hamba-Nya.

آمين يَا رَبَّ العَـــالَمِيْنَ

Keimanan Sumber Kebahagiaan

Ustadz Fuad Hamzah Baraba’, Lc, حفظه الله تعالى

Kebahagian adalah dambaan setiap orang. Tak seorangpun yang ingin hidup sengsara.

Kebahagiaan merupakan sebuah cita-cita yang semua orang berusaha untuk meraihnya.

Lalu bagaimana meraih kebahagian yang hakiki?

Keimanan kepada Allah merupakan faktor utama dalam meraih kebahagiaan.

Imam Ibnu Qayyim Rahimahullah menjelaskan 3 tanda kebahagian:
1. Bersyukur
2. Sabar
3. Beristighfar

Keadaan seseorang akan selalu berputar, antara mendapat karunia yang melimpah, di timpa musibah atau terjerumus dalam lubang dosa.

Seorang yang beriman tatkala memperoleh sebuah kenikmatan, ia mengetahui bahwa itu semua datangnya dari Allah ‘Azza wa jalla, kemudian dia memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya.

Jika ditimpa musibah, dia yakin
bahwa itu semua atas kehendak Allah ‘Azza wa jalla, lalu dirinya ridha dan sabar.

Dan bila pada suatu waktu ia terkalahkan oleh nafsunya dan terjatuh ke dalam jurang dosa, ia menyadari bahwa dirinya telah melanggar batasan-batasan Allah ‘Azza wa jalla dan kemudian segera bertaubat dan beristighfar.

Ketiga hal tersebut menunjukan, bahwa kebahagian hanya dapat diraih dengan beriman kepada Allah ‘Azza wa jalla.

Keimanan merupakan tempat bersandar seorang Muslim pada setiap keadaan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
” Sungguh sangat menakjubkan perkara (kondisi) seorang Mukmin. Seluruh perkara (kondisinya) baik, dan itu tidak ada pada seseorang kecuali pada seorang Mukmin. Jika mendapat nikmat, ia pun bersyukur dan itu adalah terbaik baginya. Jika ditimpa musibah, ia bersabar dan itulah yang terbaik bagi dirinya. (HR. Muslim)

Semoga kita dapat meraih kebahagian yang hakiki.

Doa Meminta Ilmu Yang Bermanfaat

Ustadz Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله تعالى

Nabi صلى الله عليه و سلم berdoa setiap pagi, dengan doa:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

— Allahumma Inniy As-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqobbalan —

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima“. (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu as-Sunni).

Dan juga Nabi صلى الله عليه و سلم berdoa, dengan doa:

اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي, وَعَلِّمْنِيْ مَايَنْفَعُنِيْ, وَ زِدْنِيْ عِلْمًا

— Allahumman-fa’niy bimaa ‘allamtaniy maa yanfa’uniy, wa ziniy ‘ilman —

“Ya Allah, berilah manfaat kepadaku dengan apa-apa yang Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarkanlah aku apa-apa yang bermanfaat bagiku, Dan tambahkanlah ilmu kepadaku.” (HR. at-Tirmidzi:3599, dan Ibnu Majah:251, 3833).

Doa Berlindung Dari Ilmu Yang Tidak Bermanfaat.

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ, وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَ مِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا

— Allahumma inniy a’udzubika min ‘ilmin laa yanfa’, wa min qolbin laa yakhsya’, wa min nafsin laa tasyba’, wa min da’watin laa yustajaabu lahaa —

“Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu’, jiwa yang tidak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan.” (HR. Muslim:2722, an-Nasa’i VIII/260).

Renungan Bagi Para Hakim

Ustadz Fuad Hamzah Baraba’, Lc, حفظه الله تعالى

عَنْ بُرَيْدَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( اَلْقُضَاةُ ثَلَاثَةٌ: اِثْنَانِ فِي اَلنَّارِ, وَوَاحِدٌ فِي اَلْجَنَّةِ. رَجُلٌ عَرَفَ اَلْحَقَّ, فَقَضَى بِهِ, فَهُوَ فِي اَلْجَنَّةِ. وَرَجُلٌ عَرَفَ اَلْحَقَّ, فَلَمْ يَقْضِ بِهِ, وَجَارَ فِي اَلْحُكْمِ, فَهُوَ فِي اَلنَّارِ. وَرَجُلٌ لَمْ يَعْرِفِ اَلْحَقَّ, فَقَضَى لِلنَّاسِ عَلَى جَهْلٍ, فَهُوَ فِي اَلنَّارِ ) رَوَاهُ اَلْأَرْبَعَةُ, وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ

Dari Buraidah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Hakim itu ada tiga, dua orang di neraka dan seorang lagi di surga.
* Seorang yang tahu kebenaran dan ia memutuskan dengannya, maka ia di surga;
* Seorang yang tahu kebenaran, namun ia tidak memutuskan dengannya, maka ia di neraka; dan
* Seorang yang tidak tahu kebenaran dan ia memutuskan untuk masyarakat dengan ketidaktahuan, maka ia di neraka.”
(Riwayat Imam Empat. Hadits shahih menurut al-Hakim).

َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ وَلِيَ اَلْقَضَاءَ فَقَدْ ذُبِحَ بِغَيْرِ سِكِّينٍ ) رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ, وَابْنُ حِبَّانَ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa diangkat sebagai hakim, ia telah disembelih dengan pisau.” (Riwayat Ahmad dan Imam Empat. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

Mu’asyaroh Bil Ma’ruf

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Sesungguhnya ‎​di antara hal yang dapat menjaga kelanggengan hubungan suami istri adalah bergaul dengan cara yang baik (Mu’asyaroh Bil Ma’ruf).

Allah Ta’ala berfirman:

و عاشروهن بالمعروف

“Dan pergaulilah mereka (istri-istri kalian) dengan cara yang baik (ma’ruf)”. (QS. An-Nisa:19).

Hal itu tidaklah dapat terealisasikan kecuali apabila masing-masing pasangan (suami istri) mengetahui hak dan kewajibannya.

Karena hubungan antara suami istri itu tidak hanya sekedar hubungan materi duniawi, atau hanya sekedar hubungan pemuas nafsu belaka (seperti halnya hewan), namun lebih dari itu, hubungannya adalah hubungan jiwa yαπƍ mulia. Tatkala hubungan itu baik maka akan terus menyatu sampai kehidupan akherat setelah kematian. Allah Ta’ala berfirman:

جنات عدن يدخلونها و من صلح من آبائهم و أزواجهم و ذرياتهم

“(Yaitu) Surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang shaleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya”. (QS. Ar-Ra’du:23).

الله أعلم

Hadits Batil Berkaitan Dengan Laylatul Qadr

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

@dr_almuqbil:

انتشر حديث: (ﺃﺭﺑﻌﻪ ﻻ‌ ﻳﻐﻔﺮ ﻟﻬﻢ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪر: ﻣﺪﻣﻦ ﺧﻤﺮ، ﻭﻋﺎﻕ ﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻪ، ﻭﻗﺎﻃﻊ ﺍﻟﺮﺣﻢ، ﻭﻣﺸﺎﺣﻦ).

وهو حديث باطل لا يجوز نشره. ومن ابتلي بهن فليتب.

@dr_almuqbil:

Telah menyebar hadits:
“Ada empat orang yang tidak akan diampuni dosanya pada malam lailatul qodar: pecandu khomer, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, orang yang memutus silaturahim, dan orang yang bermusuhan karena dengki atau hasad.”

Hadits ini BATIL, tidak boleh disebarluaskan.

Barang siapa yang tertimpa musibah dengan perbuatan dosa-dosa tersebut…. maka hendaknya segera bertaubat.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Ijazah

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Ijazah

SD

SMP

SMA

S1

S2

S3

Semuanya akan hilang bagai debu yang beterbangan pada malam pertama masuk kubur.

Dan yang akan berlaku adalah pelajaran kelas 1 SD (Bagi yang diajarkan di sekolahnya):
Siapa Rabbmu?
Apa agamamu?
Siapa Nabimu?

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Ramadhan Kariim, Benarkah Ucapan Ini ?

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Ringkasan Fatwa:

Syeikh al-Utsaimin ditanya tentang ucapan “Ramadhan Kariim”.

Beliau menjawab: Bahwa ucapan itu tidak benar, karena Ramadhan bukan yang memberikan kemuliaan, tetapi Allah ‘Azza wa Jalla yang menjadikan bulan tersebut penuh berkah, ucapan yang benar adalah “Ramadhan Mubarak” Ramadhan bulan yang penuh berkah. (Fatwa al-Utsaimiin: 20/93).

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Pada Setiap Malam Bulan Ramadhan Terdapat Pembebasan Dari Api Neraka

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Pada setiap malam bulan ramadhan terdapat pembebasan dari api neraka, oleh karena itu jangan lalai, dan pergunakan kesempatan ramadhan sekarang ini dengan sebaik mungkin.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

إذا كان أول ليلة من شهر رمضان صفدت الشياطين ومردة الجن وغلقت أبواب النار فلم يفتح منها باب وفتحت أبواب الجنة فلم يغلق منها باب وينادي مناد يا باغي الخير أقبل ويا باغي الشر أقصر ولله عتقاء من النار وذلك كل ليلة.

“Apabila malam pertama dari bulan ramadhan maka setan-setan dan jin jahat dibelenggu, dikunci pintu-pintu neraka dan tidak dibuka satupun, dibuka pintu-pintu surga dan tidak ditutup satupun. Kemudian seorang penyeru mengatakan: Wahai orang yang mencintai kebaikan kemarilah, dan wahai orang yang mencintai kejahatan berhentilah. Allah memiliki orang-orang yang akan dibebaskan dari api neraka, dan itu setiap malam“. [HR. At-Tirmidzi (685), Ibnu Majah (1642), Ibnu Khuzaimah (1776) dan (1883), Ibnu Hibban (3435) dan (3504), Al-Hakim (1479), Al-Baihaqi (8764-Sunan) dan (3446-Syu’abul Iman), dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi (1/209) dan Shahih Ibnu Majah (1/275), dari Abu Huroiroh رضي الله عنه].

Sebegitu besar karunia Allah Ta’ala kepada para hambanya, dengan memberikan itu semua.

Wahai saudarakau janganlah engkau dilalaikan hanya dengan menghabiskan malam-malam ramadhan dengan sesuatu yang sia-sia, nonton piala dunia, sibuk begadang atau yang lainnya.

Marilah kita raih pembebasan dari api neraka.

Ingat, itu bukan hanya pada sepuluh terakhir saja, namun SETIAP MALAM.

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Mari Kampanye Ramadhan

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Ketika sebagian orang sibuk kampanye pilpres, saling mendukung, saling menjatuhkan…

Ketika sebagian orang sibuk kampanye piala dunia, menyusun jadwal nonton bareng, atau pertemuan-pertemuan lainnya…

Maka kita cukupkan dengan kampanye “Bulan Ramadhan Yang Penuh Berkah”

Sudahkah kita mempersiapkan bekal ilmu untuk ibadah yang begitu menggiurkan pahalanya?

Jilka belum, mari kita siapkan bekal ilmu untuknya!

Kalau sudah, perdalam lagi ilmu tentangnya!

Supaya ibadah ramadhan kita berdasarkan ilmu dan bashiroh.

اللهم بلغنا رمضان

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈