Category Archives: Fuad Hamzah Baraba’

Nikmat Akal Sehat

Nikmat Akal Sehat

Alhamdulillah yang telah memberikan kita akal. Denganya kita bisa membedakan benar atau salah, baik atau buruk.

Diantara tanda syukur kita terhadap nikmat ini, mempergunakannya dalam ketaatan kepada Allah, mau menerima kebenaran setelah datangnya hujah (dalil) yang jelas kepada kita, mampu menguasi hawa nafsu bukan di kuasai hawa nafsu.

Bayangkan jika akal itu hilang…
Mungkin kita tidak tau kemana arah pulang.

Mungkin saja kita menanggalkan pakaian ditengah jalan ‘waliyadzu billah’ (karena hilangnya akal)

Mungkin saja kita mengamuk dijalanan dan lain sebagainya.

Alhamdulillah atas nikmatmu ini Ya Rabb…

Berilah kami selalu petunjukMu..

Jadikanlah kami orang yang pandai bersyukur atas segala karunia dan nikmatmu.

Jangan Engkau serahkan kepada kami (segala urusan) meski sekejap mata sekalipun (tanpa pertolonganMu).

(By. Ari Mardiah Joban)

 Oleh Ustadz Fuadz Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Jangan Tertipu Oleh Para Normal

Ust. Fuad H Baraba’, حفظه الله

Jangan Tergiur Dengan Paranormal, karena, Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

من أتى عرّافاََ فسأله عن شيء لم تقبل له صلاة أربعين ليلة

“Barangsiapa mendatangi dukun (paranormal), lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak akan diterima shalatnya selama 40 malam”. (HR. Muslim).

Hanya sekedar pergi mendatangi mereka, lalu bertanya sesuatu kepadanya tanpa membenarkannya, kita tidak mendapatkan pahala shalat kita.

Adapun Чαπƍ mendatangi mereka, lalu membenarkan apa Чαπƍ dikatakannya, maka ia telah mengingkari apa Чαπƍ diturunkan kepada Nabi صلى الله عليه و سلم .
Beliau bersabda:

من أتى عرّافاََ أو كاهناََ فصدّقه بما يقول، فقد كفر بما أُنزل على محمّد

“Barangsiapa Чαπƍ mendatangi dukun atau peramal, lalu membenarkan apa Чαπƍ dikatakannya, maka sungguh dia telah kafir (ingkar) terhadap apa Чαπƍ diturunkan kepada Muhammad صلى الله عليه و سلم “.
(HR. Ahmad).

– – – – – •(*)•- – – – –

KEUTAMAAN BERKUNJUNG KEPADA ORANG SAKIT

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله

Mengunjungi dan membesuk orang sakit merupakan kewajiban setiap muslim, terutama orang yang memiliki hubungan dengan dirinya, seperti kerabat dekat, tetangga, saudara yang senasab, sahabat dan lain sebagainya.

Menjenguk orang sakit termasuk amal shalih yang paling utama yang dapat mendekatkan kita kepada Allah Ta’ala, kepada ampunan, rahmat dan SorgaNya.

Mengunjungi orang sakit merupakan perbuatan mulia, dan terdapat keutamaan yang agung, serta pahala yang sangat besar, dan merupakan salah satu hak setiap muslim terhadap muslim lainnya.

Rasululloh صلى الله عليه و سلم bersabda:

إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ.

“Apabila seorang laki-laki menjenguk saudara muslimnya (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Sorga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).

Terakhir, hendaknya orang yang membesuk mendoakan orang yang sakit:
لاَ بَأْسَ طَهُورٌ اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ

“Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membersihkanmu dari dosa-dosa, Insya Alloh.” (HR. al-Bukhari).

Atau doa:

أَسْأَلُ اللَّهَ العَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

“Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, agar menyembuhkan penyakitmu.” (HR. at-Tirmidzi, dan Abu Daud).

– – – – – – 〜✽〜 – – – – – –

Jangan Main-Main Dengan Hutang

Ust. Fuad H Baraba, حفظه الله

Sebagian kita ada Чαπƍ senang dengan prilaku hutang, walaupun terkadang dia mampu.

Adapula Чαπƍ memang menjadikan hutang itu sebagai gaya hidupnya.

Padahal Чαπƍ demikian itu tidak baik, karena hutang termasuk prilaku buruk, Чαπƍ akan membuat orang berakhlak tidak baik.

Maksudnya dapat menimbulkan perilaku yang buruk bagi orang yang suka (hoby) berhutang, seperti suka berdusta dan ingkar janji.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda: “Sesungguhnya seseorang apabila berhutang, maka dia sering berkata lantas berdusta, dan berjanji lantas mengingkari.” (HR. Al-Bukhari).

Lebih dari itu, hutang akan menyebabkan kesedihan di malam hari, dan kehinaan di siang hari.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم menolak untuk menshalatkan jenazah seseorang yang diketahui masih meninggalkan hutang dan tidak meninggalkan harta untuk membayarnya.

Dan dosa orang Чαπƍ memiliki hutang tidak terhapuskan walaupun dia mati syahid, dijelaskan

عن عبد الله بن عمرو بن العاص أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «يغفر للشهيد كل ذنب إلا الدَّين». رواه مسلم

Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiallah ‘anhu, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

يغفر للشهيد كل ذنب إلا الدَّين

“Akan diampuni seluruh dosa orang Чαπƍ mati syahid kecuali hutang”. (HR. Muslim).

Oleh karena itu, hindari hutang kalo tidak kepepet.

 Ditulis oleh Ustadz Fuadz Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Menjaga Perasaan Orang Lain

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله

Bagaimanakah perasaan kita ketika ada orang Чαπƍ mempermainkan kita, kesal, sebel dan beribu perasaan lain sperti jengkel.

Begitu juga dengan orang Чαπƍ kita permainkan, dia akan merasakan seperti apa Чαπƍ kita rasakan.

Hal itu merupakan kezaliman Чαπƍ harus kita hindari, karena kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat nanti.

Kita tidak ingin kalo ada orang Чαπƍ menzalimi kita, maka janganlah kita menzalimi orang lain.

Bukankah Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ [رواه البخاري ومسلم]

“Tidaklah beriman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Jagalah perasaan orang lain kalo perasaan kita tidak ingin dipermainkan orang lain.

– – – – – •(*)•- – – – –

Jangan Ganggu (Sakiti) Tetangga

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله

أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: والله لا يؤمن، والله لا يؤمن، والله لا يؤمن. قيل: من يا رسول الله؟ قال: الذي لا يأمن جاره بوائقه. رواه البخاري

Bahwa Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: “Demi Allah tidaklah beriman, Demi Allah tidaklah beriman, Demi Allah tidaklah beriman”. Ditanyakan kepada beliau: Siapakah wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Orang Чαπƍ tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya” (HR. Al-Bukhari)

– – – – – •(*)•- – – – –

SADARKAH MANUSIA??! (Muhasabah Atas Berbagai  Musibah)

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله

MUSIBAH TAK KUNJUNG USAI…
Salah siapa?
Siapa yang disalahkan kawan?!
Tidak ada kecuali diri sendiri, Allah Ta’ala berfirman:
 

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
 

“Dan apa saja musibah yang menimpa maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, Dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan – kesalahanmu).“ (QS. asy-Syuraa:30).
 

Dan Allah Ta’ala berfirman:
 

وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَق عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمرْنَاهَا تَدْمِيرًا
 

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, Maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah sepantasnya Berlaku terhadapnya Perkataan (ketentuan kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. al-Isra:16).
 

فَكُلا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الأرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
 

“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, Maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil…

Baca selanjutnya δi: http://wp.me/pPlcC-k6

 Oleh Ustadz Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Apakah Masih Lalai Untuk Bertaubat

Ustadz Fuad Hamzah Baraba’ LC

Apakah Masih Lalai Tuk Bertaubat, Padahal Allah Ta’ala akan menerima taubat para hamba-Nya sampai datangnya Hari Kiamat. Nabi صلى الله عليه و سلم menjelaskan dalam hadits riwayat Muslim,

قال صلى الله عليه و سلم: إن اللهَ عزّ وجل يبسطُ يده بالليل ليتوب مسيءُ النهار ويبسطُ يده بالنهار ليتوب مسيءُ الليلِ حتى تطلع الشمس من مغربِها صحيح مسلم: (٢٧٥٩)

Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla membentangkan tangan-Nya δi waktu malam untuk menerima taubat orang Чαπƍ bebruat dosa δi waktu siang, dan membentangkan tangan-Nya δi waktu siang untuk menerima taubat orang Чαπƍ berbuat dosa δi waktu malam, sampai matahari terbit dari sebelah barat (hari kiamat). (HR. Muslim:2759).

Semoga bermanfaat…

Liahat: http://wp.me/pPlcC-jT

– – – – – •(*)•- – – – –

Adab Makan

SILSILAH HADITS
Hadits pertama:

عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبِى سَلَمَةَ -رضي اللَّه عنهما- قَالَ: كُنْتُ فِى حَجْرِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَكَانَتْ يَدِى تَطِيشُ فِى الصَّحْفَةِ فَقَالَ لِى رَسُوْلُ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِي بَعْدُ ». رَوَاهُ الْبُخَارِىُّ وَمُسْلِمٌ وَهَذَا لَفْظُ الْبُخَارِيُّ

Dari Umar bin Abi salamah radhiallahi ‘anhuma berkata: dulu aku tinggal bersama ibuku dalam bimbingan Rasulullah Shallahu ‘aliahi Wa Sallam, pada saat makan tanganku bergerak kemana-mana tidak pada satu tempat saja, maka Rasulullah Shallahu ‘aliahi Wa Sallam mengatakan kepadaku: wahai gulam sebutlah nama Allah (bacalah basmalah), makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang dekat denganmu, kemudian cara makan seperti itu menjadi kebiasaanku. (HR. al-Bukhari dan Muslim, dan ini adalah lafadz hadits al-Bukhari).

Faedah hadits: 
1. Membaca basmalah di awal makan.
2. Makan dengan Tangan kanan.
3. Hendaknya seseorang makan makanan yang dekat dengannya, dan tidak menjulurkan tangannya kemakanan orang lain.
4. Jikalau makanannya beraneka ragam, boleh baginya untuk memakan makanan yang dekat dengan orang lain.

( Disarikan dari kitab Silsilah Ta’lim al-Lughoh al-‘Arobiyyah mata kuliah hadits semester II ).
Ustz Fuad Hamzah Baraba’ LC

– – – – – •(*)•- – – – –

Mencela Shahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam

Orang Чαπƍ Mencela Sahabat Nabi صلى الله عليه و سلم Adalah Orang Чαπƍ Dilaknat Allah Ta’ala, Para Malaikat-Nya, Dan Seluruh Manusia

Tidak samar bagi kita, bahwa orang-orang syi’ah suka mencela dan melaknat para sahabat, padahal Чαπƍ demikiani itu menyebabkan mereka mendapat laknat Allah Ta’ala, laknat para Malaikat, dan laknat dari seluruh manusia.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

من سب أصحابي فعليه لعنة الله و الملائكة و الناس أجمعين

“Barangsiapa mencela para sahabatku maka baginya laknat Allah, laknat para Malaikat, dan laknat manusia semuanya”. (Dishahihkan syekh al-Albani dalam ash-Shahihah:2340).

Tidakkah mereka takut dari lakanat-laknat tersebut?

Tidakkah mereka berhenti dari mencela para sahabat Nabi صلى الله عليه و سلم ?

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –