Category Archives: Kholid Syamhudi

Sabar Adalah Cahaya

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

Sabar Adalah Cahaya

• Hikmah Fajar

Satu kejujuran terkadang menimbulkan rintangan dan cobaan. Memang demikianlah Allah senantiasa menguji hamba-Nya dengan rintangan dan cobaan untuk menjelaskan mana yang benar-benar jujur dan yang dusta.

Kalau boleh dikatakan, hidup tanpa sabar bagaikan berjalan dikegelapan tanpa obor cahaya, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan,

الصَّبْرُ ضِيَاءٌ
“Sabar adalah sinar cahaya.” (HR. Muslim).

Rasulullah menggunakan kata (ضِيَاءٌ) yang berarti sinar cahaya yang memiliki unsur panas dan membakar. Demikian juga sinar cahaya matahari dinamakan juga ضِيَاءٌ  karena memiliki sifat panas dan membakar, seperti dalam firman Allah (yang artinya),

“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya.” (QS. Yunus:5).

Manakala sabar menjadi perkara sulit bagi kita, karena membutuhkan perlawanan kepada hawa nafsu dan pengekangan keinginan jiwa, maka jadilah sabar itu sinar (ضِيَاءٌ).

Lebih lengkap KLiK http://klikuk.com/sabar-selalu-dibutuhkan/

Ustadz Kholid Syamhudi, Lc

Semoga berguna
Sebarkan

Jazaakumullah khairan

www.KlikUK.Com
Titian Ilmu Penyejuk Qalbu
———————————————-

الصَّبْرُ ضِيَاءٌ
“Sabar adalah sinar cahaya”

– – – – – •(*)•- – – – –

Sabar Tak Bertepi

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

• Hikmah Fajar

Sabar yang terpuji ada tiga jenis:

1. Sabar melaksanakan ketaatan.
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaahaa:132).

2. Sabar menghindari kemaksiatan : sabar menahan dirinya dari berbuat maksiat.

3. Sabar menghadapi takdir Allah dengan ridho dan menerima ujian, cobaan dan musibah yang Allah timpakan kepada kita.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadam, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)

Perlu diperhatikan bahwa sabar dalam menjalankan ketaatan dan menahan diri dari kemaksiatan lebih utama dari sabar menghadapi ketetapan takdir Ilahi.

Pentingnya kesabaran ini akan tampak lebih jelas saat kita tampil beda dgn masyarakat sekeliling, dimana kita melaksanakan dan menghidupkan ajaran Islam dgn benar. Oleh karena itu, Rasulullah menyatakan,

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

“Akan datang satu zaman di mana orang yang sabar di atas agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. At-Tirmidzi).

Ingatlah firman Allah,

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS.  Ali Imran: 200).

Marilah berlatih sabar dan terus sabar agar kita menjadi orang yang beruntung.

Selamat bersabar!!!!

KLiK http://klikuk.com/sabar-selalu-dibutuhkan/

Sebarkan,
Semoga Allah catat sebagai amal salih pagi Antum semua. Jazaakumullah khairan

www.KlikUK.com
Titian Ilmu Penyejuk Qalbu

Keberhasilan kita dalam menjalani kehidupan ini tidak lepas dari kata sabar.

Sabar Tak Bertepi.

– – – – – •(*)•- – – – –

Apakah Makna : Pasangan Memiliki Agama?

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

• Untaian Nasehat.
Pertanyaan :

Assalaamu`alikum,
Ustadz mohon penjelasannya dari hadits Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, yang menyatakan bahwasanya dalam memilih pasangan maka kita harus mengutamakan bagi mereka yang mempunyai agama. Apa yang dimaksud dengan mempunyai agama tersebut dalam hadits?
Wassalamu alaikum

Alif – Lampung:

Jawaban: 

Maknanya adalah taqwa dan kesalehan. Punya ketaqwaan artinya secara dhahir dia tampak rajin shalat lima waktu berjamaah di masjid, perhatian terhadap agama sangat besar, sehingga akan tampak sifat-sifat seorang muslim pada dirinya. Itu minimal yang tampak oleh mata kita.

Belum lagi misalnya orang yang komitmen dengan sunnah Nabi shallallahu `alaihi wa sallam, yang benci kisyirikan dan kebid`ahan, kemudian juga akhlaq. Karena agama juga akhlaq, karena ada orang yang sudah benci sama bid`ah benci sama syirik tapi akhlaqnya bubar. Tidak amanah tidak juga punya rasa sayang kepada sesama. Pokoknya semua sifat yang baik dan akhlaq mulia itu semua masuk ke dalam hal ini. Jadi agama bukan dia hafal al qur-an, agama dalam artian akhlaq seluruhnya. Akhlaq kepada Allah, akhlaq kepada diri sendiri, dan akhlaq kepada orang lain.

Wallahu a`lam bis shawab.

KLIK http://klikuk.com/apakah-makna-pasangan-memiliki-agama/

Semoga berguna
Sebarkan
Jazaakumullah khairan

www.KlikUK.Com
Titian Ilmu Penyejuk Qalbu

Jadi agama dalam artian akhlaq seluruhnya. Akhlaq kepada Allah, akhlaq kepada diri sendiri, dan akhlaq kepada orang lain.

Hukum Jama’ Qoshor

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

• Untaian Nasehat

» Pertanyaan :
Bismillah, Ustadz, ana safar lebih dari tiga hari di suatu tempat. Apakah lebih utama ana sholat fardu berjamaah bersama imam di masjid untuk setiap waktu sholat atau lebih utama ana menjalankan jama’ dan qoshor?

Penanya : Mubarok – Semarang
Email: mubaroxxx@plasa.com

» Jawaban :
Seorang musafir yang bepergian disyari’atkan mengqashar sholat. Artinya meringkas sholat yang empat rakaat menjadi dua rakaat sedangkan yang tiga rakaat tetap seperti sedia kala. Selama berada dalam hukum safar maka diperbolehkan melakukannya apabila sholat sendiri atau menjadi imam tanpa dibatasi jumlah hari tertentu.

Namun bila menjadi makmum kepada imam yang mukim maka menyempurnakannya empat rakaat sama dengan imamnya. Demikian juga ketika ia menjadi masbuq dan hanya menjumpai imam dua rakaat, mak ia harus menyempurnakannya menjadi empat rakaat sama dengan imamnya.

Sedangkan jama’ tidak harus dilakukan bersama qashar, karena keduanya berbeda hukum. Memang kadang keduanya berkumpul pada musafir yang membutuhkan untuk menjama’ sholat. Menjama’ dua sholat disyari’atkan kalau ada kebutuhan atau masyaqqah (kesusahan) untuk melaksanakan sholat pada setiap waktunya. Jadi tidak terbatas hanya pada musafir.

Tentang permasalahan yang saudara kemukakan, perlu melihat kepada keadaan saudara ketika dalam safar tersebut. Bila tidak ada kesusahan atau masyaqqah untuk hadir dimasjid berjamaah maka berjamaah bersama imam di Masjid lebih utama. Apabila ada kebutuhan atau keperluan dan merasakan kesusahan (masaqqah) bila sholat setiap waktu bersama imam masjid maka lebih baik menjama’nya. Hal ini karena Allah taala menginginkan kemudahan kepada hamba-Nya.

http://klikuk.com/hukum-jamaqoshor/

 Ustadz Kholid Syamhudi. Lc

Sebarkan
Semoga bermanfaat
Jazaakumullah khairan

www.KlikUK.Com
Titian Ilmu Penyejuk Qalbu.

Bila tidak ada kesusahan atau masyaqqah untuk hadir dimasjid berjamaah maka berjamaah bersama imam di Masjid lebih utama…

– – – – – •(*)•- – – – –

Hukum Shalat Tasbih Dan Tata Caranya

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

Para ulama bersilang pendapaat tentang hukum shalat tasbih dalam tiga pendapat berdasarkan perbedaan mereka terhadap keabsahan hadits Al-Abaas bin Abdilmuthalib yang berbunyi:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ أَلَا أُعْطِيكَ أَلَا أَمْنَحُكَ أَلَا أَحْبُوكَ أَلَا أَفْعَلُ لَكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَقَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ وَخَطَأَهُ وَعَمْدَهُ وَصَغِيرَهُ وَكَبِيرَهُ وَسِرَّهُ وَعَلَانِيَتَهُ عَشْرُ خِصَالٍ أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَسُورَةٍ فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ قُلْتَ وَأَنْتَ قَائِمٌ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُولُ وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ الرُّكُوعِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَهْوِي سَاجِدًا فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسَةٌ وَسَبْعُونَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ إِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَفِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي عُمُرِكَ مَرَّةً

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Al-Abaas bin Abdulmuthalib: “Wahai pamanku! Maukan aku beri, maukah aku anugerahkan, maukah aku kasih dan maukah aku lakukan untukmu sepuluh perkara apabila kamu kerjakan maka Allah akan mengampuni seluruh dosa yang pertama hingga terakhir, yang lalu dan yang sekarang, baik yang dilakukan karena keliru ataupun sengaja, dosa kecil dan besar, tersembunyi dan yang terang-terangan. Sepuluh perkara itu adlah kamu lakukan shalat empat rakaat, kamu baca dalam setiap rakaat surat Al-Fatihah dan surat (Al-Qur`an). Apabila telah selesai dari membaca surat di awal rakaat, maka ucapkalah dalam keadaan kamu berdiri:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ sebanyak lima belas kali kemudian ruku’ lalu ucapkanlah dlam keadaan kamu ruku’ sepuluh kali, kemudian mengangkat kepalanya (berdiri) dari ruku’ lalu ucapkanlah tasbih tersebut sepuluh kali, kemudian turun sujud dan mengucapkan dalam sujudmu tasbih tsb 10 kali, kemudian bangkit dari sujud dan mengucapkan nya 10 kali. Kemudian sujud lagi dan mengucapkanya 10 kali lalu bangkit dan mengucapkan 10 kali. Sehingga jumlahnya 75 kali dalam satu rakaat.  Kerjakanlah empat rakaat apabila kamu mampu melakukannya dalamsetiap hari sekali maka kerjakanlah dan bila tidka mampu maka sekali dalam satu Jum’at apabila tidka mampu maka setiap bulan sekali dan bila tidak mampu maka sekali dalam seumur hidup.” (HR Abu Daud 1105 4/59 dan ibnu Maajah 1377  dan dimasukkan Al-Albani dalam Shahih At-Targhib dan At-Tarhib no 677 ).

Diantara ulama dan yang menghukumi hadits ini sebagai hadits dhaif (lemah) dan sebagian lainnya mengabsahkannya. Diantara ulama yang mengabsahkan hadits ini adalah Abu Daud,  Al-Haakim, Al-Baihaqi, ibnu Hajar, Ahmad Syakir dan Al-Albani.

Yang rajih –wallahu a’lam-  dari pendapat ulama tentang hadits ini adalah pendapat yang mengabsahkan riwayat ini.

Berdasarkan hal ini maka shalat tasbih termasuk shalat sunnah yang diperbolehkan dengan tata cara yang ada dalam hadits diatas.

Dapat disimpulkan tata caranya adalah:

1.    Bertakbir dan berdiri lalu membaca Al-Fatihah  dan surat dari Al-Qur`an kemudian membaca `15 tasbih yang berbunyi: سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

2.    Kemudian ruku’ dan membaca tasbih tersebut 10 kali

3.    Lalu berdiri i’tidal setelah mengucapkan sami’allahu liman hamidah mengucapkan tasbih 10  kali

4.    Lalu turun sujud dan membaca tasbih ini dalam sujudnya sebanyak 10 kali

5.    Lalu bangkit dari sujud untuk duduk diantara dua sujud dan mengucapkan tasbih ini 10 kali

6.    Kemudian sujud kedua dan mengucapokan dalam sujudnya tasbih ini 10 kali

7.    Kemudian bangkit dari sujud dan mengucapan tasbih sebanyak 10 kali. Sehingga totalnya adalah 75 kali tasbih.

8.    Kemudian bangkit untuk rakaat kedua, ketiga dan keempat seperti itu juga. Sehingga jumlah totalnya adalah 300 kali tasbih.

Demikianlah seputar shalat tasbih mudah-mudahan bermanfaat.

Ustadz Kholid Syamhudi, L.c.

Prinsip-Prinsip Dasar Ruqyah

Ust. Kholid Syamhudi LC

Apa manfaat banyak harta jika senantiasa dalam kondisi sakit lahir maupun batin?Sempurnanya kebaikan agama seseorang terletak pada sempurnanya kesehatan badannya, dan kebutuhan kita terhadap kesehatan badan lebih besar daripada kebutuhan kita terhadap makanan dan minuman.Maksiat menyebabkan kebinasaan dan mempercepat anggota badan menuju kematian, sedangkan ketaatan mencegah bala’, penyakit, dan kematian yang buruk.

Mencari kesehatan merupakan tuntutan syar’i dan kehidupan. Diriwayatkan At-Tirmidzi dengan sanad shahih dari Amr bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ أَصْبَحَ مُعَافًى فِي بَدَنِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حَيَزَتْ لَهُ الدُّنْيَا بِحَذَافِيْرِهَا

“Barangsiapa pada pagi hari sehat badannya, aman jiwanya, memiliki makanan pokok pada hari itu, seakan telah terkumpul padanya segala (kenikmatan) dunia.”  (HR. at-tirmidzi dan dihasankan al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib  no. 833).

Hal tersebut karena sempurnanya kebaikan agama terletak pada sempurnanya kesehatan badan. Barangsiapa badannya sehat maka akan benar ibadahnya. Ia melaksanakan ketaatan kepada Rabbnya dalam kondisi sempurna sesuai perintah Allah Ta;ala dalam kitab-Nya dan yang melalui lisan Rasul-Nya. Dalam hadits shahih dinyatakan:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ، خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ

“Mu’min yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mu’min yamg lemah, dan pada masing-masing ada kebaikan”.

Apa manfaat banyak harta jika badannya senantiasa dalam kondisi sakit lahir maupun batin? Apakah orang sakit dapat menikmati tidur atau merasakan lezatnya berbagai makanan dan minuman padahal sudah rusak lidah dan alat perasanya?

lihat lebih lanjut di http://klikuk.com/prinsip-prinsip-dasar-ruqyah/

– – – – – •(*)•- – – – –

Mau Mencontoh Siapa ?

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

• Untaian Nasehat

Siapa yg ingin menjadi manusia yg sempurna maka contohlah manusia yg sempurna.

Siapa yg ingin beribadah dengan sempurna contohlah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam hamba Allah yang sempurna ibadahnya.

Kholid bin Syamhudi al-Bantani

Semoga bermanfaat
Sebarkan

www.KlikUK.Com
Titian Ilmu Penyejuk Qalbu

Kisah Hijrah Ummul Mu’minin Ummu Salamah

Ustadz Kholid Syamhudi Al-Bantani Lc حفظه الله تعالى

Dari Ummu Salamah radhiallahu
‘anha mengisahkan,

“Lalu mereka merebut tali kekang unta dari tangan Abu Salamah radhiallahu ‘anhu dan merebutku darinya”

Seketika itu juga, Bani ‘Abdil-Asad, keluarga dekat Abu Salamah marah.

Mereka berkata, “Demi Allah, kami tidak akan membiarkan anak kami ini ( Salamah) bersama Ummu Salamah, karena kalian telah merebut Ummu Salamah dari tangan keluarga kami ini (Abu Salamah)”.

Akhirnya mereka pun memperebutkan anakku Salamah. Sampai akhirnya, Bani al-Mughirah menyerah. Bani ‘Abdil-Asad pergi membawa anakku. Sedangkan aku ditahan oleh Bani al- Mughirah.

Ummu Salamah berkata, “Aku terpisah dengan suami dan anakku”

Sejak itulah Ummu Salamah sangat merasa sedih. Setelah terpisah dari sang anak dan sang suami yang sudah berangkat hijrah.

Ummu Salamah pergi pagi dan duduk di al-Abthah. Disana ia menumpahkan kesedihannya, menangis sampai sore hari. Ini dilakukan setiap hari.

Hingga setelah satu tahun berlalu, ada salah seorang anak pamannya yang merasa iba kepadanya, lalu ia pun berkata kepada Bani al-Mughirah, “Tidakkah kalian melepaskan wanita malang ini? Kalian telah memisahkannya dengan anak dan suaminya”

Subhanallah….
Baca lengkap kisahnya KLIK :

http://m.klikuk.com/ummu-salamah/ 

Mari andil dakwah dengan PP BBM kita.

PP kita Dakwah kita :
http://klikuk.com/berdakwah-lewat-profile-picture/ 

Sebarkan..
Jazaakumullah khairan

KlikUK.com
Titian Ilmu Penyejuk Qalbu

…Ummu Salamah pergi pagi dan duduk di al-Abthah. Disana ia menumpahkan kesedihannya, menangis sampai sore hari. Ini dilakukan setiap hari…

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Siapa Yang di Doakan Malaikat ?

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

• Hikmah Fajar
Menjenguk Orang Sakit.
Saudaraku yang budiman,
Adalah amalan khusus yang bisa dilakukan seorang hamba sehingga Malaikat mendoakannya,

Adakah saudara kita hari ini terbaring sakit, maka kunjungi dan jenguklah saudara kita, senangkan dan hibur hatinya serta doakan kesembuhan untuknya, maka ini adalah amalan mulia Dan bisa menjadi sebab Malaikat mendoakan kita.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

“Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh”

(Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib rodhiAlloohu anhu, Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”)
 
• Ustadz Kholid Syamhudi Lc

Sebarkan
Semoga bermanfaat
Jazaakumullah khairan

– – – – – •(*)•- – – – –

Keluarga SAMARA

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

• Hikmah Fajar
Wahai keluarga-keluarga yang padanya Allah limpahkan kebahagiaan, keselamatan dan keberkahan…

“Semoga Allah memberkahimu dan dan memberkahi seluruh keluargamu”. Banyak orang yang mendambakan kebahagiaan, mencari ketentraman dan ketenangan jiwa raga sebagaimana usaha menjauhkan diri dari sebab-sebab kesengsaraan, kegoncangan jiwa dan depresi khususnya dalam rumah dan keluarga. Perlu diketahui hal itu tidak terealisasikan kecuali dengan iman kepada Allah, tawakkal dan menyerahkan urusannya kepada Allah saja, tentunya dengan melaksanakan sebab-sebab yang telah menjadi sunatullah dan telah diajaran dalam syari’at-Nya.   

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. 30:21)  

Dalam ayat yang mulia ini Allah سبحانه وتعالى firmankan hal ini menunjukkan pengertian ketentraman dalam prilaku dan jiwa dan merealisasikan kelapangan dan ketenangan yang sempurna. Sehingga hubungan pasutri itu demikian dekat dan dalamnya seakan-akan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Allah سبحانه وتعالى jelaskan hal ini dalam firmanNya: 

“Mereka itu adalah pakaian, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka”. (QS. 2:187) [1]

Adakah nuansa dan pemandangan yang lebih indah dari ini?

Jadi panjang ya tulisannya …
lebih panjang lagi silahhkan baca langsung ya : http://m.klikuk.com/bina-keluarga-samara/ 

Ayo kita wujudkan Keluarga Sakinah, Mawaddah Wa Rahmah (SaMaRa)  

Semoga bermanfaat, sebarkan… Jazakkumullah khairan

Ustadz Kholid Syamhudi Lc

KlikUK.com
Titian Ilmu Penyejuk Qalbu
———————-
Wahai para pasutri ……

“Mereka itu adalah pakaian, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka”. (QS. 2:187)

Adakah nuansa dan pemandangan yang lebih indah dari ini ?

– – – – – •(*)•- – – – –