Category Archives: Muhammad Abduh Tuasikal

Do’a Untuk Pemimpin Negeri…

Ust. M Abduh Tuasikal, حفظه الله تعالى

Doa untuk Pemimpin Negeri

Setelah kita melihat hasil Pemilu saat ini, tugas kita adalah terus berdoa, moga Allah memberikan kepada kita pemimpin yang adil dan amanat.

Dari ‘Abdush Shomad bin Yazid Al Baghdadiy, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Fudhail bin ‘Iyadh berkata,

لو أن لي دعوة مستجابة ما صيرتها الا في الامام

“Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, aku akan tujukan doa tersebut pada pemimpinku.”

Ada yang bertanya pada Fudhail, “Kenapa bisa begitu?” Ia menjawab, “Jika aku tujukan doa tersebut pada diriku saja, maka itu hanya bermanfaat untukku. Namun jika aku tujukan untuk pemimpinku, maka rakyat dan negara akan menjadi baik.”

(Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim Al Ashfahaniy, 8: 77, Darul Ihya’ At Turots Al ‘Iroqiy)

Selengkapnya di Rumaysho.Com:

http://rumaysho.com/jalan-kebenaran/doa-untuk-pemimpin-negeri-7206

– – – – – •(*)•- – – – –

Kita Beda, Namun Tak Mesti Saling Bermusuhan

Ust. M Abduh Tuasikal, حفظه الله

Berselisih pendapat dalam masalah ijtihadiyah adalah suatu hal yang wajar. Karena barangkali ada pemahaman dalil yang berbeda atau beda dalam hal ijtihad.

Namun seyogyanya perbedaan tersebut tidak mengantarkan pada sikap saling bermusuhan dan saling menghujat. Setiap muslim tetaplah bersikap bijak, mengedepankan akhlak mulia dan berkata yang santun.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah pernah berkata,

وَأَمَّا الِاخْتِلَافُ فِي ” الْأَحْكَامِ ” فَأَكْثَرُ مِنْ أَنْ يَنْضَبِطَ وَلَوْ كَانَ كُلَّمَا اخْتَلَفَ مُسْلِمَانِ فِي شَيْءٍ تَهَاجَرَا لَمْ يَبْقَ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ عِصْمَةٌ وَلَا أُخُوَّةٌ وَلَقَدْ كَانَ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا سَيِّدَا الْمُسْلِمِينَ يَتَنَازَعَانِ فِي أَشْيَاءَ لَا يَقْصِدَانِ إلَّا الْخَيْرَ

“Adapun perselisihan dalam masalah hukum maka jumlahnya tak berbilang. Seandainya setiap dua orang muslim yang berselisih pendapat dalam suatu masalah harus saling bermusuhan, maka tidak akan ada persaudaraan pada setiap muslim. Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dan Umar radhiyallahu ‘anhu saja -dua orang yang paling mulia setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka berdua berbeda pendapat dalam beberapa masalah, tetapi yang diharap hanyalah kebaikan.” (Majmu’ Al Fatawa, 24: 173)

Kembali Ibnu Taimiyah melanjutkan:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan pada para sahabatnya,

لَا يُصَلِّيَن أَحَدٌ الْعَصْرَ إلَّا فِي بَنِي قُرَيْظَةَ

“Janganlah seorang pun shalat melainkan jika sudah sampai di Bani Quraizhah.”

Di antara mereka ada yang sudah mendapati waktu Ashar di jalan, namun mereka berkata, “Janganlah shalat kecuali sudah mencapai Bani Quraizhah.” Hingga akhirnya mereka pun luput (telat) melakukan shalat ‘Ashar.

Sedangkan lainnya berkata, “Kita tidak boleh mengakhirkan shalat ‘Ashar.” Akhirnya mereka pun melaksanakan shalat ‘Ashar di jalan (pada waktunya). Namun tidak ada seorang pun di antara dua kelompok yang berbeda tersebut saling mencela. Hadits ini disebutkan dalam shahihain dari hadits Ibnu ‘Umar.

Hal di atas berkaitan dengan masalah hukum (fikih). Oleh karenanya, jika ada masalah selama bukan suatu yang krusial dalam hal ushul (pokok agama), maka diserupakan seperti itu pula. (Majmu’ Al Fatawa, 24: 173-174)

Sungguh mengagumkan apa yang
dikatakan oleh ulama besar semacam Imam Syafi’i kepada Yunus Ash Shadafiy -nama kunyahnya Abu Musa-. Imam Syafi’i berkata padanya,

يَا أَبَا مُوْسَى، أَلاَ يَسْتَقِيْمُ أَنْ نَكُوْنَ إِخْوَانًا وَإِنْ لَمْ نَتَّفِقْ فِيْ مَسْأَلَةٍ

“Wahai Abu Musa, bukankah kita tetap bersaudara (bersahabat) meskipun kita tidak bersepakat dalam suatu masalah?” (Siyar A’lamin Nubala’, 10: 16).

Setelah membawakan perkataan Imam Asy Syafi’i di atas, Imam Adz Dzahabi berkata, “Hal ini menunjukkan kecerdasan dan kepahaman Imam Syafi’i walau mereka -para ulama- terus ada beda pendapat.” (Idem, 10: 17).

Semoga sajian kali ini bermanfaat dan semakin menyatukan hati kita yang berselisih dalam hal ijtihadiyah. Moga bisa saling menghargai dan tetap menjaga persaudaraan.

Referensi:

* Siyar A’laamin Nubala’, Imam Adz Dzahabi, terbitan Muassasah Ar Risalah, cetakan ke-11, tahun 1422 H, jilid ke-10.

* Majmu’atul Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, terbitan Darul Wafa’ dan Dar Ibnu Hazm, cetakan ke-4, tahun 1432 H, jilid ke-12.

Meninggalkan Sholat Karena Sibuk Dengan Dunia

Ust. Muhammad Abduh Tuasikal, حفظه الله

Biasanya yang meninggalkan shalat itu disebabkan sibuk dengan harta, kerajaan, kekuasaan dan sibuk berdagang. Jika keadaannya demikian, maka ia akan dikumpulkan bersama Qorun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Kholaf.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menceritakan tentang shalat pada suatu hari di mana beliau bersabda,

مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوراً وَبُرْهَاناً وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلاَ بُرْهَانٌ وَلاَ نَجَاةٌ وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَىِّ بْنِ خَلَفٍ

“Siapa yang menjaga shalat, maka ia akan mendapatkan cahaya, petunjuk, keselamatan pada hari kiamat. Siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, petunjuk, dan keselamatan kelak. Nantinya di hari kiamat, ia akan dikumpulkan bersama Qorun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Kholaf.” (HR. Ahmad 2: 169. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Disebutkan empat orang di atas karena mereka adalah para pembesar orang kafir.

Ada faedah yang mengagumkan dari hadits di atas. Orang yang meninggalkan shalat biasa sibuk dengan harta, kerajaan, kekuasaan, dan berdagang.

Siapa yang sibuk dengan harta sehingga melalaikan shalatnya, maka ia akan dikumpulkan bersama Qorun.

Siapa yang sibuk dengan kerajaannya sehingga melalaikan shalatnya, maka ia akan dikumpulkan bersama Fir’aun.

Siapa yang sibuk dengan kekuasaan sehingga melalaikan shalat, maka ia akan dikumpulkan bersama Haman (menterinya Fir’aun).

Siapa yang sibuk dengan berdagang sehingga melalaikan shalat, maka ia akan dikumpulkan bersama Ubay bin Kholaf.

Semoga Allah memperbaiki iman kita dan terus memudahkan kita menjaga shalat lima waktu.

Referensi:
Ash Shalah wa Hukmu Tarikiha, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terbitan Dar Al Imam Ahmad, cetakan pertama, tahun 1426 H, hal. 37-38.

– – – – – •(*)•- – – – –

Renungan Bagi Yang Mau GOLPUT: Jangan Cuma Bergantung Pada Coblosan Orang Lain …

Ust. M Abduh Tuasikal, حفظه الله

“Bagaimana perasaan antum saat ibu Megawati terpilih menjadi presiden ?”.

Senang, gundah, kesal, atau bagaimana ?. Kata ustadz antum, presiden tidak boleh berasal dari kaum wanita. betul kan ?. Nah, ketika kita tertimpa musibah adanya presiden wanita, saya yakin antum pun sedih.

Meski antum menyadari bahwa negeri ini hidup dalam sistem demokrasi, antum lebih senang jika pemimpin antum adalah seorang laki-laki dibandingkan wanita. Jika tidak begitu, antum tidak normal.

Begitu pula antum pun akan lebih suka pemimpin yang muslim yang cerdas, sehat, dan tidak buta dibandingkan pemimpin muslim yang sakit-sakitan, tak cerdas, punya cacat fisik,…. apalagi berpemikiran sangat liberal don condong pada pluralisme senkretisme. Iya apa iya ?.

Maka di sini saya belum menemukan jawabannya dasar sikap sedih dan gembira antum.

Kegembiraan antum adalah menggantungkan usaha orang lain untuk memilih, sementara antum sendiri abstain, diam. Saat terpilih pemimpin yang ‘agak mending’ dan punya pembelaan terhadap dakwah, antum merasa senang. Ya, senang karena pilihan orang lain tepat. Sampai-sampai kepala daerah, wakil rakyat, atau pejabat-pejabat daerah/negara yang punya simpati pada dakwah, selalu saja dimintai restu dan perlindungan oleh antum, teman-teman antum, dan/atau ustadz-ustadz antum. Tapi sekali lagi,…. mereka itu adalah pilihan yang diusahakan oleh orang lain, sementara antum sendiri abstain.

Sebaliknya, ketika terpilih pemimpin yang jelek, merugikan dakwah, antum pun istighfar. Antum katakan bahwa pemimpin adalah cerminan rakyatnya. Dengan kata lain,… pemimpin yang jelek itu terangkat karena dipilih oleh rakyatnya yang leke pula. Antum menyalahkan orang lain,…. sementara antum sendiri abstain/diam.

Golput itu tidak mengubah apa-apa, karena yang mengubah sesuatu itu adalah dakwah.

Partsipasi dalam Pemilu itu untuk mewujudkan kemaslahatan umum.

Memperbanyak orang yang baik dan mempersedikit orang yang jelek.

Tapi kalaupun antum mau golput, silakan. Itu sangat saya hargai, karena tidak ada pemaksaan dalam hal ini.

[Dari komentar Ustadz Abul Jauzaa di webnya: http://abul-jauzaa.blogspot.com/2014/03/partisipasi-dalam-pemilu.html]

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Nasehat Berharga Sebelum Anda Memulai Aktivitas Di Pagi Hari

Ust. M Abduh Tuasikal, حفظه الله

Saudaraku …

Nasehat berharga sebelum Anda memulai aktivitas di pagi ini.

Abu Sulaiman Ad Dariny:

Siapa saja yang hari ini masih sama saja dengan kemarin sore, maka itu berarti suatu kekurangan di dalamnya.

•••

Jadikan hari ini terus lebih baik dari hari kemarin.

Mulailah aktivitas pagi ini dengan dzikir pagi, karena di dalamnya kita meminta tolong pada Allah supaya dimudahkan pada hari-hari kita, dihindarkan pula dari kejelekan.


M. Abduh Tuasikal,
Www.rumaysho.com

– – – – – •(*)•- – – – –

Kapan Kita Mau Rajin Bersyukur ?

Oleh: Ust. M Abduh Tuasikal, حفظه الله

Barangsiapa yang mendapati kebaikan, maka pujilah Allah.
Barangsiapa yang mendapati selain dari itu, jangan ia salahkan kecuali dirinya sendiri.

~HR Muslim~

Kata Ibnu Rajab, siapa yang mendapati kebaikan di dunia, maka hendaklah ia ucapkan Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas apa yang ia dapati karena telah dimudahkan untuk beramal sholeh, dan itu balasan yang Allah segerakan di dunia. (*)

Masya Allah…

Kapan kita mau rajin bersyukur?
Biasanya kita PEDE katakan bahwa itu semua karena “sayalah yang berbuat”.
Padahal atas petunjuk dari Allah kita bisa beramal.

Sadarilah saudaraku, semua kebaikan yang kita lakukan hanyalah kemudahan dari Allah, maka pujilah Allah.

Www.rumaysho.com, 8 Jumadats Tsaniyah 1435 H

– – – – – •(*)•- – – – –

Kapan Lagi Mau Beramal Saudaraku ?

Ust. M Abduh Tuasikal, حفظه الله

Kapan lagi mau beramal?
Saudaraku .. Jangan sia-siakan waktumu.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Bersegeralah melakukan amalan sholih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia” (HR. Muslim no. 118).

Hadits ini berisi perintah untuk bersegera melakukan amalan sholih. Yang disebut amalan sholih adalah jika memenuhi dua syarat, yaitu ikhlas pada Allah dan mengikuti tuntunan Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Jika tidak memenuhi syarat ini, suatu amalan tidaklah diterima di sisi Allah.

– – – – – •(*)•- – – – –

Membuat Candaan Di April Mop

Ust. M Abduh Tuasikal, حفظه الله

Yang nakali orang dan bohongin orang di April Mop, coba renungkan hadits berikut.

Pernah di antara sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan bersama beliau, lalu ada seseorang di antara mereka yang tertidur dan sebagian mereka menuju tali yang dimiliki orang tersebut dan mengambilnya. Lalu ia pun khawatir (takut). Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا

“Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain.”  (HR. Abu Daud no. 5004 dan Ahmad 5: 362. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Kita sering dahulu melihat ada yang melakukan seperti itu. Ada yang sengaja menyembunyikan sendal temannya di masjid . Ketika ia keluar, ia pun kebingungan. Nah, ketika sudah pada puncak kebingungan setelah sejam mencari, barulah barang miliknya dikembalikan. Hal ini tidaklah dibolehkan. Sampai-sampai Imam Abu Daud (Sulaiman bin Al Asy’ats As Sajistaniy) membuat bab tersendiri dalam kitab sunannya dengan membawakan hadits-hadits yang penulis sebutkan di atas. Beliau membuat judul bab, “Siapa yang mengambil barang orang lain dalam rangka bercanda.”

Yang dahulu pernah melakukan seperti itu, maka minta maaflah pada saudaranya dan banyaklah bertaubat.

Intinya, april mop yang dirayakan adalah suatu yang diharamkan di dalam Islam. Tanpa kita menilik pada sejarah munculnya perayaan ini, intinya seorang muslim tidak boleh melegalkan bohong dan dusta pada saat April Mop, juga di hari lainnya.

Selengkapnya:

http://rumaysho.com/akhlaq/april-mop-ingat-bahaya-lelucon-penuh-dusta-7094

M. Abduh Tuasikal,
www.rumaysho.com

Allah Sangat Suka Melihat Bekas Nikmat Allah Tampak Pada Hamba-Nya

Ust. M Abduh Tuasikal, حفظه الله

“Sesungguhnya Allah sangat suka melihat bekas nikmat Allah tampak pada hamba-Nya.” (HR Tirmidzi, shahih)

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin berkata:

Jika nikmat tersebut berupa harta, maka Allah sangat senang jika nikmat tersebut dimanfaatkan untuk infak dan sedekah.

Jika nikmat tersebut berupa ilmu, maka Allah sangat senang jika ilmu tersebut diamalkan, juga didakwahkan.

Kalau orang berpakaian yang menunjukkan bahwa ia orang yang fakir (tidak punya apa-apa), padahal ia mampu menunjukkan bekas nikmat Allah dalam ia berpakaian, maka ini tanda ia menolak dan menyembunyikan nikmat tersebut.

~Syarh Riyadhus Sholihin, 4: 318-319~

Renungan di pagi ini …

Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang bersyukur.

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Msc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈