Category Archives: Muhammad Nuzul Dzikri

Bertemu Dengan Saudara…

Lebaran dan bulan Syawal adalah momentum bertemu dengan saudara.

‘Urwah -rahimahullah- menuturkan:

Jika engkau melihat seseorang mengerjakan kebaikan maka ketahuilah bahwa kebaikan itu memiliki banyak saudara (kebaikan-kebaikan yang lain), dan jika engkau melihat seseorang mengerjakan keburukan maka ketahuilah bahwa keburukan itu memiliki banyak saudara (keburukan-keburukan yang lain). Sesungguhnya kebaikan itu mengarahkan kita ke saudara-saudaranya (sesama amal shalih) dan keburukan itu mengarahkan kita ke saudara-saudaranya (sesama dosa dan keburukan).”

(Hilyatul Auliya’ 2/177)

Saudaraku,
Maka pertanyaan besarnya adalah: Dalam suasana ‘Ied dan Syawal ini, “saudara-saudara” siapa yang bercengkrama dan menemani hari-hari kita ?

Jawabannya adalah cermin apa yang kita perbuat di bulan suci Ramadhan

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc, حفظه الله تعالى

Sungguh Miris Rasanya…

Sungguh miris rasanya jika shalat, puasa, tilawah Al Qur’an dan berbagai torehan emas ibadah yang berhasil kita rajut dengan kokoh selama bulan suci mulai terurai satu demi satu, lalu akhirnya kembali tercerai berai karena kelalaian kita di awal bulan Syawwal.

Akhirnya semua yang kita perjuangkan selama Ramadhan berlalu begitu saja tanpa makna.

Tetap waspada, saudaraku.

‏﴿٩٢﴾ وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّتِى نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنۢ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكٰثًا …

Dan janganlah kalian seperti seorang perempuan yang menguraikan benang yang sudah dipintalnya dengan kuat, sehingga menjadi cerai berai kembali…
(QS. An Nahl: 92)

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc, حفظه الله تعالى

Sunnah Yang Terlupakan


.
Sunnah yang kerap terlewatkan… Yuk hidupkan kembali…..

SUNNAH YANG TERABAIKAN…..
.
“Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidak mengerjakan shalat sunnah sebelum shalat ied, namun jika beliau pulang dan sampai di rumah beliau shalat 2 raka’at.”.(HR. Ibnu Majah dishahihkan oleh Imam Hakim, Adz Dzahabi, dihasankan oleh Imam Ibnu Hajar, Al Buushairi, Albani).
.
Ibnu khuzaimah mengatakan: “Disunnahkan shalat di rumah selepas pulang dari shalat ied.”(Shahih Ibnu Khuzaimah 2/362).Silahkan lihat keterangan imam iibnu quddamah dalam al mugni 2/241 dan imam ibnu hajar dalam fathul baari 3/418.
.
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى..
.
.
#sunnah#rumah..

Follow: @bbg_alilmu

Follow: @bbg_alilmu

Follow: @bbg_alilmu

Menengok Ke Belakang…

Di malam ke 29 ini, mari sejenak kita menengok ke belakang, ternyata…

Telah 28 hari kita berpuasa.
Puasa yang penuh kekurangan.
Puasa yang diselingi dengan khilaf dan maksiat.
Puasa yang terkadang terbakar nafsu dan emosi.

Tengoklah kembali!
Ternyata… telah 28 malam kita lewati.
Ternyata… waktu tidur lebih banyak dari waktu tadabbur.
Ternyata… waktu tertawa lebih sering dari membaca Al Qur’an dan berdoa.

Ada penyesalan,
Ada kepiluan,
Ada tanda tanya besar, masih tersisakah taqwa untuk diri ini??

Saudaraku,
Harapan itu masih ada,

Resapi sabda sang Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- berikut ini:

من أحسن فيما بقي غفر له ما مضى ومن أساء فيما بقي أخذ بما مضى وما بقي

Barangsiapa yang memaksimalkan waktu yang masih tersisa, maka kesalahannya yang lalu pasti terampuni, dan barangsiapa yang melalaikan waktu yang tersisa, maka ia akan disiksa karena kesalahan yang lalu dan yang tersisa.”  (HR. Thabrani Fil Awsath dan dihasankan oleh Albani)

Optimis dan husnuzhan-lah kepada ALLAH!
Tabuhkan kembali genderang perjuangan kita!
Kencangkan kembali ikat pinggang kita!
Hidupkanlah waktu yang tersisa!

Ingatlah!
ini adalah malam ganjil terakhir dan bisa jadi malam terakhir pada Ramadhan 1439 H ini .

Sesungguhnya amal ibadah itu tergantung penutupannya.”
(HR. Bukhari)

Semoga ALLAH memberi taufiq kepada kita di sisa waktu ini.

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc,  حفظه الله تعالى

Selamat Datang Malam ke 27…

Saudaraku,
Kita telah memasuki
malam ke 27.

Mayoritas ulama menyatakan malam ini adalah malam yang memiliki peluang terbesar jatuhnya lailatul qadr (*)
Nama-nama besar seperti Umar bin Al Khattab dan Hudzaifah -radhiyallahu ta’ala ‘anhuma- menguatkan hal ini (**),
bahkan Ubay bin Ka’ab -shahabat Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- begitu yakin dan bersumpah tentang hal ini.
(HR. Muslim)

Saudaraku,
Walaupun lailatur qadr tetap tidak bisa dipastikan, namun pendapat diatas layak untuk diperhitungkan dan memotivasi kita untuk maksimal beribadah.

Manfaatkan kebersamaan kita dengan malam ini dengan baik!
Muliakan dia!
Genggam erat tangannya dan jangan biarkan ia berlalu tanpa makna!
Ia hanya sejenak… hanya beberapa jam saja.

Untuk saudaraku yang sedang mudik dan berada di jalan, berdzikirlah, angkatlah tanganmu, berdoa dan basahi lisan ini dengan asmaa’-Nya. Bukankah doa musafir dikabulkan oleh ALLAH?!

Isilah waktu dengan shalat sunnah dan qiyamul lail di dalam kendaraanmu, bukankah di saat safar, Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengerjakan shalat sunnah di atas kendaraan beliau.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Seluruh ulama telah sepakat bolehnya shalat sunnah diatas kendaraan ketika safar.
(Ibnu Quddamah -rahimahullah-)

Buktikan bahwa mudik bukan halangan untuk meraih lailatul qadr!!

Barangsiapa yang menghidupkan malam lailatul qadr karena iman dan mengharapkan pahala, niscaya dosa-dosanya akan diampuni oleh ALLAH”.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Selamat beribadah saudaraku….

(*) Fathul Baari 4/266
(**) Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 8667

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc, حفظه الله تعالى

 

Harapan Bulan Ramadhan

● Bukankah Anda ingin menjalani ibadah di bulan Ramadhan dengan tenang dan nyaman tanpa terpengaruh hiruk pikuk dunia..?

Maka perbanyaklah ISTIGHFAR

ALLAH ﷻ berfirman:

‏﴿٣﴾ وَأَنِ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتٰعًا حَسَنًا

(3) “dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik dan hidup yang nyaman kepadamu.. “ (QS. Huud : 3)

● Bukankah Anda ingin berada di puncak kesehatan dan kekuatan di bulan Ramadhan hingga dapat maksimal dalam beribadah..?

Maka perbanyaklah ISTIGHFAR

ALLAH ﷻ berfirman:

‏﴿٥٢﴾ وَيٰقَوْمِ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ

(52) Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu..”(QS. Huud: 52)

● Bukankah Anda ingin memiliki hati yang bersih yang selalu memompa semangat kita dalam mendekat kepada ALLAH ﷻ di bulan Ramadhan..?

Maka perbanyaklah ISTIGHFAR

ALLAH ﷻ berfirman:

‏﴿١٤﴾ كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

(14) “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya dosa dan kesalahan yang selalu mereka usahakan itulah yang menutupi dan mengotori hati mereka..” (QS. Al Muthaffifin: 14)

Ternyata penyebab kotornya hati dan kandasnya kita dalam beribadah adalah DOSA.

Saudaraku,
Di hari-hari terakhir menuju Ramadhan ini, marilah basahi lisan kita dengan istighfar dan bertaubat kepada ALLAH ﷻ

Istighfar yang lahir dari sebuah rasa takut kepada ALLAH Al Mutakabbir (yang maha memiliki keagungan) dan bukan hanya sekedar pemanis bibir.

Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc, حفظه الله تعالى

Menjelang Perhelatan Akbar…

Menjelang perhelatan akbar yang bernama Ramadhan, ada sebuah hal yang harus kita miliki: ILMU …. ya ilmu tentang ramadhan.

Pastikan ilmu kita tentang amalan dan hal-hal tentang ramadhan telah komplit berada dalam catatan sanubari kita sebelum memasuki ramadhan.

Konsep agama kita (sebagaimana yang diterangkan Imam Al Bukhari -rahimahullah-) :

العلم قبل القول والعمل

Ilmu sebelum berbicara dan beramal” (Shahih Al Bukhari)

Kita harus paham bagaimana sahur, pembatal-pembatal puasa, sunnah-sunnah puasa, cara berbuka, serta amalan-amalan yang dapat kita maksimalkan di bulan suci ini.

Bagi wanita hamil atau menyusui, dia harus tahu apa yang harus dia lakukan di ramadhan.

Bagi yang memiliki rencana bepergian jauh atau traveling di bulan ramadhan, dia harus tahu ilmunya.

Bagi yang memiliki penyakit atau tindakan medis seperti cuci ginjal di bulan ramadhan, dia harus tahu konsekuensinya.

Bacalah buku panduan dan artikel, ikutilah kajian dan tanya seorang ustadz yang memiliki kapasitas di bidang ini.

Di hari-hari inilah hendaknya kita pelajari itu semua.

Bukankah seorang dokter harus belajar sebelum praktek?
Bukankah seorang driver harus belajar sebelum turun ke jalan raya?

Lalu bagaimana mungkin kita memasuki ramadhan tanpa belajar dan hanya mengandalkan pengalaman tahun lalu dan mengikuti apa yang terjadi di masyarakat secara turun temurun?!

Ingatlah firman ALLAH:

‏﴿٣٦﴾ وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا

(36) Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
(QS. Al Israa’ (17) : 36)

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc,  حفظه الله تعالى

da020616-1636

Bekal RAMADHAN – Part 3

Simak penjelasan Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Bekal RAMADHAN – Part 1
Bekal RAMADHAN – Part 2
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

da040616-2018

Bekal RAMADHAN – Part 2

Simak penjelasan Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Bekal RAMADHAN – Part 1
Bekal RAMADHAN – Part 3
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

da040616-2018