Category Archives: Muhammad Nuzul Dzikri

Berhijrah ke Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, MUNGKINKAH..?

Ada peluang bonus yang menarik bagi anda yang menjamu bulan Dzul Qa’dah dan bulan-bulan haram lainnya dengan memperbanyak ibadah dan menjauhi dosa.

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

العبادة في الهرج كالهجرة إلي

“Beribadah di waktu HARJ (fitnah atau di saat manusia lalai) SEPERTI BERHIJRAH KEPADAKU.” (HR. Muslim)

Saat mayoritas orang lupa menjamu bulan Dzul Qa’dah dan anda sibuk beribadah dan beramal shalih, maka semoga anda mendapatkan pahala yang begitu bergengsi… BERHIJRAH MENUJU RASULULLAH -shallallahu ‘alaihi wa sallam-.“

SELAMAT BERHIJRAH !

(Syarah Shahih Muslim 18/88)

Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

Dianak-Tirikan

Bulan dzulqo’dah..

Ia adalah bulan mulia…
Bulan ibadah…
Bulan yang memiliki 2 gelar:

1. Bulan Haji

ALLAH ta’ala berfirman:

ٱلْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومات

“Musim haji jatuh pada beberapa bulan yang telah diketahui (Syawwal, Dzul Qa’dah, 10 hari pertama Dzul Hijjah).”
(Al Baqarah: 197)

2. Bulan Haram

Bulan dimana DOSA dilipatgandakan, sebagaimana PAHALA setiap tetesan keringat dan langkah kebajikan dilipatgandakan.

ALLAH ta’ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمٰوٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram/mulia (Dzul Qa’dah, Dzul hijjah, Al Muharram, dan Rajab).” (At Taubah: 36)

Namun…
Bulan ini cenderung dilupakan.
Jarang terlihat penyambutan dan jamuan.

Jangankan menyambut kedatangannya, banyak dari kita tidak sadar bahwa ia telah bertamu dalam kehidupan kita.

Saudaraku,
Kita telah berada di bulan Dzul Qa’dah .
Lumbung dari pahala dan mimpi buruk bagi setiap dosa.

Maksimalkanlah…
Perlakukanlah dia dengan semestinya dan jangan sampai kita “menganak-tirikan”-nya.

(Tafsir Ath Thabari dan Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Baqarah: 197 dan Surat At Taubah: 36)

Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc,  حفظه الله تعالى

Tahun Ajaran Baru…

Berbicara tahun ajaran baru, seringkali kita dibayang-bayangi mimpi buruk yang bernama peloncoan, penindasan terhadap siswa baru atau adik kelas,
mulai dari bully, ancaman dan tekanan, lebam, luka memar, trauma secara psikis sampai berujung di liang lahad.

Saudaraku,
Nabi kita memastikan:
“Bukan dari umat (ajaran) kami orang yang tidak menyayangi junior-nya.”
(HR. Tirmidzi)

Status anda sebagai umat Nabi yang sejati sedang diuji dengan kehadiran junior dan adik kelas anda,
Bisakah anda menyayangi mereka?
Menuntun dan mengarahkan mereka?
Menjadi senior yang melindungi dan membantu mereka beradaptasi?

Seorang muslim sejati tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk membuktikan statusnya sebagai pengikut Sang Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-.

Saudaraku, tidakkah kita takut dengan doa korban bully dan penindasan kita?

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
“Takutlah kepada doa orang-orang yang teraniaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan).”
(HR. Muslim)

Jangan jadi katak dalam tempurung!!

Mungkin kita merasa senior dihadapan adik kelas sehingga kita semena-mena dengan mereka, tapi bukanlah di kehidupan ini jutaan pihak jauh lebih senior dari kita.

Kaidah menyatakan:
“Balasan sesuai jenis perbuatan.”

Jika kita menindas junior kita, maka kita akan ditindas oleh orang yang lebih senior dari kita.
Jika kita bully dan ngerjain junior, maka kita akan di bully dan dikerjain oleh orang lain.

Balasan menindas ditindas.
Balasan membully dibully.

Sudahkan kita seperti mereka ?

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
“Maukah aku beritahu orang-orang yang diharamkan masuk neraka dan neraka diharamkan menyentuh mereka ? Setiap orang yang tenang, lembut, dekat dengan orang, dan memudahkan urusan orang”.
(HR. Tirmidzi)

Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

Anda Hobi Jalan atau Kongkow Dengan Teman..?

Ada sebuah hadits yang tidak boleh luput dari benak anda,
Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

“Tidaklah sebuah kaum duduk-duduk atau bermajlis TANPA BERDZIKIR kepada ALLAH kecuali akan menjadi penyesalan bagi mereka (pada hari kiamat) dan tidaklah seseorang berjalan tanpa berdzikir kepada ALLAH kecuali akan menjadi penyesalan baginya (pada hari kiamat).”

(Ibnul Mubaarok no. 907 dalam Az Zuhd)

Ternyata bukan hanya halal haram yang harus kita pertimbangkan sebelum jalan atau ngumpul di sebuah tempat, namun juga pastikan hati ini selalu ingat kepada ALLAH dan dzikir menjadi menu wajib di dalamnya, atau kita akan menyesal dan memang penyesalan itu selalu datang belakangan.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Rahasia Su’ul Khatimah…

“Bahwa suu’ul khatimah (kondisi meninggal yang buruk) tidak akan dialami oleh orang yang menjaga amalan-amalan zhahir dengan istiqamah dan memiliki hati yang bersih.”

(Abu Muhammad ‘Abdul Haq hafizhahullah, At Tadzkirah 192-193).

2 kata kunci saudaraku…
1. Istiqamah
2. Kebeningan hati

Berjuanglah untuk akhir kehidupanmu dengan 2 kunci ini.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

ATM Berjalan atau Penasehat..?

“Saudara yang jika bertemu denganmu senantiasa mengingatkanmu tentang berbagai nikmat ALLAH dan kewajibanmu kepadaNya LEBIH BAIK dibanding saudara yang apabila bertemu denganmu selalu memberikanmu dinar (uang) ke dalam sakumu.”

( Bilal bin Sa’ad -rahimahullah-, Raudhatuz Zaahidiin 77)

Tapi harus diakui banyak orang yang lebih suka merapat ke ATM berjalan dibanding bersama teman yang mengungkapkan rasa sayangnya dengan mutiara-mutiara nasehat.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Bulan Puasa Berlalu, Bulan Haji pun Datang..

Kita terbiasa mengatakan Ramadhan adalah bulan puasa. Sekarang marilah kita populerkan bahwa bulan Syawwal, Dzulqo’dah dan 10 hari pertama Dzulhijjah adalah bulan haji.

Mari kita simak QS. Al Baqarah: 197

الحج أشهر معلومات

“Musim haji jatuh pada beberapa bulan yang telah diketahui (Syawwal, Dzulqo’dah, 10 hari pertama Dzulhijjah).”

Memang benar prosesi haji sendiri baru dimulai tanggal 8 Dzulhijjah, namun jika anda mau, anda sudah bisa melakukan ihram pada bulan Syawwal ini.

Selamat datang di bulan haji…
Hadirkan suasana ibadah, khususnya haji di dalam diri kita!

Perbanyaklah ibadah di hari-hari ini!

Bagi yang akan berangkat tahun ini, lakukan persiapan semaksimal mungkin!

Bagi yang belum mendaftar, segera daftarkan diri anda!

Bagi yang telah mendapatkan nomor porsi, selamat menunggu dengan penuh kesabaran!

Bagi yang telah berhaji, semikan kembali kenangan indah itu serta bumikan makna dan hikmah dalam keseharian anda, dan tancapkan tonggak-tonggak tauhid di dalam hati anda.

Catatan:
– Terinspirasi dari nasehat Al ‘Allaamah Syaikh ‘Abdul Aziz Alu Syaikh, mufti KSA tentang bulan haji.
– Lihat tafsir Ibnu Katsir pada QS. Al Baqarah: 197.
– Penjelasan apa saja bulan-bulan haji diatas disitir dari penjelasan ulama, diantaranya pandangan madzhab Syafi’i.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Sang GULA

Beliau bernama Imam Muhammad bin Maimun Abu Hamzah rohimahullah, sang gula.

Mengapa beliau dijuluki dengan ‘sang gula’..??

Mari kita simak keterangan Imam Adz Dzahabi rohimahullah:

“Beliau bukanlah seorang penjual gula, akan tetapi dinamakan as sukkari (sang gula) karena manisnya tutur kata beliau.”

(Siyar A’laamin Nubalaa’ 7/386)

Benar memang, saat telinga ini disapa dengan rangkaian kata yang penuh dengan kesantunan dan kelembutan, maka akan terasa manis di dalam jiwa, rasa yang lebih manis dari gula dan madu.

Bukankah sesendok gula yang disajikan dengan umpatan dan cacian akan terasa pahit di dalam hati..?!

“Kata-kata yang baik adalah sebuah sedekah..” Sabda Nabi -shollallahu ‘alaihi wa sallam- dalam Shohih Bukhari dan Muslim.

Rasanya tidak berlebihan jika kita berharap lahirnya “sang gula – sang gula” berikutnya untuk menghiasi layar kehidupan keluarga, pergaulan, dunia dakwah dan SOSMED kita.

(Terinspirasi oleh Faidah Syaikh Shalih bin ‘Abdil ‘Aziz As Sindi)

Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

Andai Mereka Tahu…

Jika saya tinggalkan dunia hitam ini lalu saya mau kemana ?
Jika saya keluar dari bidang haram ini lalu saya mau kerja dimana ?
Jika saya tinggalkan geng saya dengan segala maksiatnya, memangnya ada yang mau berteman dengan saya ?

Andai mereka tahu bahwa Pencipta dan Pemilik kehidupan ini telah berfirman:

‏﴿١٠٠﴾ ۞ وَمَن يُهَاجِرْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يَجِدْ فِى ٱلْأَرْضِ مُرٰغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ …

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan kelapangan yang banyak…”
(An Nisaa: 100)

Ternyata…
Ada kehidupan lain yang penuh dengan kehangatan siap menyambut kita.
Banyak bidang dan lapangan pekerjaan yang menunggu kita.
Banyak teman shalih/shalihah yang mau berpijak bersama.

Hanya saja kita belum tahu dan mengenal mereka.

Saudaraku..
ALLAH memastikan bahwa dibalik hijrah ada banyak tempat yang indah, ada banyak kelapangan, rizki, ketenangan serta kebahagaian.

Maka jangan ragu untuk berhijrah dari dosa.

Yang perlu anda lakukan adalah terus melangkah, lalu bersabar dan bertahan, niscaya pertolongan ALLAH dan kelapangan itu pasti menyapa anda.

(Disadur dari Tafsir Ath Thabari dan Al Qurthubi QS. An Nisa ayat 100)

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى