Category Archives: BBG Kajian

Setelah Kenal Sunnah, Koq Malah Diam Dan Tidak Bergaul…?

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Ada orang yang dahulunya sangat gaul namun setelah dapat hidayah malah diam, tidak menegur sapa dll. Bagaimana menyikapinya ?

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى   berikut ini (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

 

Kita Akan Ditanya Tentang Semua Nikmat Yang Kita Terima

Allah ta’ala berfirman:

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيم

“Kemudian kalian benar-benar akan ditanya tentang semua nikmat (yang diberikan)..” (At-Takatsur: 8)

Syeikh Sholeh Assindi -hafizhohulloh- mengatakan,

“Dan nikmat apakah yang lebih agung dari TAUHID..?!

Maka barangsiapa ingin menjadi orang yang mensyukuri nikmat ini, maka hendaklah dia memberikan waktu dan usaha utamanya untuk BERDAKWAH (mengajak ummat) kepadanya.

Hendaklah dia semangat dalam memberikan hidayah kepada seluruh makhluk.

Dan Hendaknya dia menganggap MURAH dzatnya demi (memuliakan) Dzat Allah..”

(Addakwah ilat Tauhid, 42-43)

———-

Mari dakwahkan TAUHID dan SUNNAH kepada orang di sekitar kita .. sesuai kemampuan dan kapasitas masing-masing .. dan dengan cara yang paling baik dan paling mudah diterima oleh mereka.

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Nasihat Bagi Istri Yang Meminta Suami Menceraikan Salah Satu Istrinya…

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Ketika suami menikah dengan istri kedua tanpa memberitahu istri pertama, apakah salah bila istri pertama meminta suami untuk memilih salah satu istri ?

Simak nasihat Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى   berikut ini (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Menjalankan Sunnah Tapi Mu’amalah Buruk…

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Apa yang harus kita lakukan apabila ada seseorang yang tampak luarnya menjalankan sunnah namun dalam berdagang dan bermu’amalah sama sekali tidak menunjukkan akhlak sunnah ?

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى   berikut ini (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Sudah Berapa Yang Kita Amalkan…?

Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “sebaik- baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan yang mengajarkannya” (HR.Bukkhari)

Seorang tabi’in yakni Abu Abdirrahman Assulamiy rahimahullah beliau adalah salah satu contoh dalam pengamalan hadits di atas, setelah beliau belajar Al-Qur’an dari beberapa sahabat kemudian beliau menyibukkan dirinya dengan mengajarkannya kepada manusia selama 40 tahun di Masjid Kufah, beliau berkata : ‘hadits inilah yang membuatku bertahan duduk di tempat ini’ Nuzhatul fudhala ( 1/383 ) .

Luar biasa…ini ucapan yang kadang keluar dari kita, tapi tidakkah kita bisa mengambil pelajaran darinya ? …

Berapa banyak ayat dan hadits yang kita sudah baca dan bahkan sudah kita BC yang sudah kita amalkan ? …

Mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk istiqamah di jalanNya….
Jalan kebaikan….
Jalan thalabul ilmi…
Barakallah fiinaa wa fiikum. …

Tanda-Tanda Hati Yang Sakit (Rusak) Dan Sekarat Dalam Pandangan Allah Ta’ala…

Ustadz Abu Riyadl, Lc, حفظه الله تعالى

Tanda-tanda hati yang sakit(rusak) dan sekarat dalam pandangan Allah Ta’ala .

Hati seorang hamba bisa sakit dan terkadang sakitnya parah, sedangkan ia sendiri tidak menyadarinya. Bahkan hatinya telah mati namun pemiliknya tidak tahu bahwa hatinya telah mati.

Dan tanda sakitnya atau kematian hati adalah:
Si pemiliknya tidak merasa sakit dengan kemaksiatan yang ia perbuatan, tidak merasa pedih dengan kebodohannya terhadap kebenaran, serta tidak merasa menyesal dengan keyakinannya yang salah dan batil.

Karena sesungguhnya apabila hati itu memang hidup, ia akan merasa sakit dengan keburukan-keburukan yang hinggap pada dirinya. Dan menangisi kebodohannya terhadap kebenaran

Jenis hati yang rusak: adalah yang merasa tidak nyaman dan terasa berat saat diobati. Ia lebih memilih untuk menderita hati sekarat daripada menahan pahitnya obat.

Di antara tanda-tanda hati yang sakit adalah: berpaling dari perkara-perkara yang bermanfaat dan beralih ke perkara-perkara yang berbahaya. Menghindari dari obat yang mujarab terhadap penyakit yang membahayakannya.

Sedangkan hati yang sehat, ia lebih memilih sesuatu yang bermanfaat lagi menyembuhkan dari pada berbuat sesuatu yang membahayakan agamanya.

Makanan hati yang paling bermanfaat adalah keimanan, dan obat hati yang paling mujarab adalah al-Qur-an dan ilmu

Lihat betapa bayak manusia sepeti biawak padang pasir..

Manamungkin biawak padang pasir akan nyaman dilempar ke air danau yang sejuk..
Ia akan berusaha keluar darinya.
Karena tidak ada kecocokan akan hausnya si biawak dan obat haus yang ada di danau..

Itulah mengapa terkadang kita berat beribadah..beramal..membaca Qur’an.. Menuntut ilmu..

Karena biawak tidak memerlukan itu..

Seperti apa hati kita? Seperti ikan ataukah seperti..????

Hartamu Tidak Menambah Umurmu Sedetikpun…

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Kapan terbetik dalam hatimu bahwa hartamu akan menambah umurmu, maka sungguh engkau seperti yang disebutkan oleh Allah tentang orang yang terus mengumpulkan harta dan pelit karena menyangka hartanya akan menambah usianya…

الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ

yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung,

يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ

dia mengira bahwa hartanya itu km dapat mengkekalkannya
(QS : Al-Humazah 2-3)

Justru sikap pelitlah yang merusak umur dan menghilangkan keberkahannya, sebaliknya perbuatan baik terlebih lagi bersedekah bagi kerabat akan menambah umur.

Ingatlah engkau dilahirkan dalam kondisi tidak membawa sepeserpun harta, maka demikian pula tatkala kau dibangkitkan tidak membawa sepeserpun harta yang selama ini engkau kumpulkan siang dan malam tanpa mengenal lelah…

Namun jika hartamu kau sedekahkan maka amal sedekahmu akan menemanimu pada hari kiamat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

كل امرء في ظل صدقته حتى يقضى بين الناس

“Setiap orang dibawah naungan sedekahnya hingga diputuskan hukum diantara manusia”.
(HR Ahmad dan Hakim dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Mengapa Harus Dengki ?

Ustadz Djazuli, حفظه الله تعالى

Tahukah anda orang yang paling tersiksa hatinya?

Orang paling tersiksa batinnya adalah orang yang hatinya dipenuhi rasa dengki

Rasa dengki membuat hidup tidak nyaman, tidur tidak nyenyak serta makan dan minum pun sulit dinikmati..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berkata kepada para sahabat,” jika kalian menjadi orang sukses, akan seperti apakah keadaan kalian?

Abdurrahman bin ‘Auf menjawab,” Kami akan menjadi hamba yang bersyukur.”

Rasul pun bersabda,”Justru kalian akan menjadi orang yang saling dengki dan saling membenci.” HR Muslim

Ibnul Jauzi berkata, “Aku perhatikan hasad diantara kaum muslimin, bahkan diantara orang yang berilmu, ternyata sumbernya adalah cinta dunia.”

Saudaraku!

Jalani saja hidup ini dengan baik dan wajar serta banyak berserah diri kepada Allah..!

Ingat! Hati ini tercipta hanya untuk beribadah dan mengagungkan Allah..

Jadi, jangan pernah membiarkan apapun yang dapat merusak kekhusyu’an masuk ke dalam hati apalagi sampai bersemayam didalamnya..!

Ya Allah, sucikanlah hati kami dan tanamkanlah ketakwaan didalamnya!

Kisah “Suami Mania Sambel Trasi”…

Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Suatu hari ada seorang lelaki bercerita perihal istrinya. Ia memuji dan menyanjung istrinya, berbagai kebolehan istrinya dalam hal memasak dan kesholehannya ia ceritakan. Salah satu kebolehan istrinya ialah pandai membuat “sambal”. Menurutnya, setiap orang boleh saja bisa membuat sambal, namun sambal buatan istrinya sangat istimewa, “lezaaaat sekali”.

Walau demikian, ternyata istri pujaannya itu sangat tidak suka dengan sambal terasi, satu hal yang sangat berlawanan dengan sang suami yang boleh dikata “mania sambel trasi”.

Suatu saat sang suami benar benar “rindu” kepada sambal trasi kesukaannya, maka untuk mengobati rasa rindunya, maka ia membuat sendiri sambal trasi kesayangannya. Ia membuat sambal trasi yang puuuedas.

Saking girangnya suami mendapat kesempatan berjumpa dengan “sambal trasi kesayangannya” sampai sampai ia membawa sepiring nasinya dan secobek sambal trasi kreasinya ke dalam kamar tidurnya, untuk ditunjukkan kepada istri “tercintanya”.

Setelah menunjukkan sambal trasi kreasinya, segera sang suami melahap sambal itu dengan penuh lahap, dan segera keringat bercucuran dari dahi dan wajahnya, sambil sesekali sang suami berkata: wuaah wuaah, leezaaat.

Bisa anda bayangkan, apa yang terjadi pada diri istrinya, yang saat itu sedang hamil muda. Sang Istri sambil menutup hidungnya, tiada henti “huwek huwek”. Namun demikian, karena suami terlanjur hanyut dalam “kenikmatan” sambal trasi, terus melahap sambalnya dan tidak menggubris sang istri yang “huwek huwek”. Ia berpikir bahwa sikap istri tersebut karena ia sedang hamil muda, bukan karena aroma “sambel trasi” kesayangannya.

Bahkan ketika sang istri berkata: “mas, aku tidak suka dengan bau sambel trasi” sang suami tetap saja santai melahap sambal trasinya. Dengan dingin sang suami menanggapi ucapan istrinya dengan berkata: ” iya, tapi aku suuka sekali sambel trasi”.

Karena benar benar tidak kuasa menahan bau trasi yang menusuk hidung dan mengocok perut, sang istri akhirnya berkata: aduuuh mas, tapi aku tidak kuat dengan bau sambal trasi, tolong mas menyantap sambel trasi ya di luar kamar tidur.

Akhirnya sang suami dengan tanpa merasa bersalah membawa sambal trasinya keluar kamar.

Sobat! Menurut anda, kira kira suami di atas, benar benar mencintai istrinya atau tidak? Menurut pendapat anda, apakah sanjungan dan pujian yang biasa diucapkan oleh suami itu kepada istrinya jujur dari dalam hatinya?

Kisah nyata di atas, dapat menjadi gambaran bagi orang orang yang semangat “membaca shalawat Nabi shallallahu alaihi wa sallam” memuji beliau dan menyanjungnya. Namun demikian, larangan larangan beliau mereka langgar.

Mengetahui riba dibenci Nabi, namun tetap saja mereka menjalankan praktek riba. Mengetahui nabi membenci wanita yang mengumbar auratnya, namun tetap saja aurat dirinya, anak dan istrinya dibiarkan keleleran di mana mana.

Mengetahui bahwa nabi shallallahu alaihi wa sallam membenci praktek suap menyuap, tipu menipu, curang dan dusta, namun semua itu telah menjadi budaya dalam hidupnya, bahkan sampaipun dalam pendidikan mereka berdusta, berdakwah mereka berdusta, berdagang mereka berdusta.

Mereka mengetahui nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam memerintahkannya untuk shalat berjamaah, namun ternyata mereka meninggalkannya. Alih alih sholat berjamaah, sholat sendirianpun sering kali ditinggalkannya.

Mereka mengetahui nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengamalkan sunnah dan ajarannya, namun ternyata mereka lebih mengedepankan budaya dan tradisi masyarakatnya. Setiap kali membaca hadits atau disampaikan kepadanya hadits nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, dengan entengnya mereka berkata: aah, itukan tradisi orang arab, atau aah itu kan islam di arab, kalau islam di jawa tentu berbeda, islam kelompok kami berbeda.

Hasbunallallahu wa ni’mal wakiil.