Category Archives: BBG Kajian

Amar Ma’ruf Nahi Munkar Itu Wajib Atau Sunnah ?

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Apa hukum Amar Ma’ruf Nahi Munkar ? Wajib atau Sunnah ? dan sifat-sifat apa saja yang harus dimiliki oleh mereka yang ingin menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar ?

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى   berikut ini (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

 

4 Kiat Bersyukur Kepada Allah…

Ustadz Muhammad Wasitho, MA, حفظه الله تعالى

Bismillah. Berikut ini kami akan sebutkan cara mensyukuri nikmat-nikmat Allah Ta’ala.

» Agar dapat mewujudkan rasa syukur kepada Allah ta’ala atas segala limpahan nikmat dan karunia-Nya, maka ada beberapa cara yang harus ditempuh oleh seorang hamba, yaitu:

1.Bersyukur Dengan Hati.

Maksudnya seorang hamba mengetahui dan mengakui bahwa semua kenikmatan yang ada pada dirinya itu datangnya dari Allah ta’ala. Tidak boleh sedikit pun merasa bahwa kenikmatan apapun yang dimilikinya baik berupa harta kekayaan, kedudukuan atau jabatan, kesehatan atau kesuksesan lainnya adalah diperoleh karena hasil jerih payanya sendiri, atau karena ilmu dan ketrampilan yang dimilikinya, bukan karena kehendak Allah ta’ala.

2.Bersyukur Dengan Lisan.

Yaitu lisan seorang hamba yang beriman selalu mengucapkan luka puji syukur kepada Allah setiap kali mendapatkan suatu kenikmatan, baik dengan ucapan الحمد لله (Alhamdulillah) atau membasahi lidahnya dengan doa dan dzikir yang maknanya mengandung puja-puji syukur kepada-Nya.

3.Bersyukur Dengan Anggota Badan.

Segala nikmat yang dirasakan oleh orang yang beriman, akan dijadikan sebagai pendorong baginya untuk lebih banyak dan bersemangat di dalam beribadah kepada Allah. Sehingga semakin banyak kenikmatan yang diperolehnya, maka semakin meningkat pula ibadahnya kepada Allah.

Dan termasuk dalam makna bersyukur dengan anggota badan ialah menjaga dan menjauhkan anggota badan dari segala perbuatan dosa dan maksiat yang mendatangkan dosa dan kemurkaan dari Allah.

4. Melihat kepada orang-orang yang derajatnya di bawah kita dalam urusan dunia.

Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

انظروا إلى من هو أسفل منكم ولا تنظروا إلى من هو فوقكم ، فهو أجدر أن لا تزدروا نعمة الله عليكم

“Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau melihat kepada orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Sebagai contoh, kita melihat masih banyaknya orang yang lebih miskin daripada kita dalam hal harta benda baik berupa uang, tempat tinggal, kendaraan, perhiasan, jabatan/kedudukan, atau pun makanan, minuman dan pakaian. Atau kita juga melihat kepada orang-orang yang kurang sempurna dalam hal fisik (cacat jasmani), sementara kita memiliki fisik atau badan yang sempurna dan sehat.

Adapun dalam urusan agama dan akhirat (yakni keimanan dan ketaatan, atau ilmu dan amal ibadah, atau komitmen dengan Al-Quran dan As-Sunnah), maka hendaknya kita melihat kepada orang-orang yang kedudukannya lebih tinggi daripada kita. Karena dengan demikian, kita semakin terdorong untuk bersemangat dalam menambah keimanan, ilmu agama, dan amal ibadah, serta semakin sungguh-sungguh untuk menjauhi segala perbuatan dosa dan maksiat yang akan menghancurkan dan menyengsarakan kehidupan kita di dunia dan akhirat.

Kita memohon kepada Allah ta’ala agar menjadikan kita semua sebagai hamba-hamba-Nya yang selalu bersyukur atas segala limpahan nikmat dan karunia-Nya, dan menganugerahkan kepada kita kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat. Amiin.

(Klaten, 3 Februari 2015)

Keutamaan BERSYUKUR Kepada ALLAH…

Ustadz Muhammad Wasitho, MA, حفظه الله تعالى

Bismillah. Bersyukur kepada Allah atas segala limpahan nikmat dan karunia-Nya merupakan kewajiban setiap hamba. Orang yang pandai bersyukur kepada Allah akan mendapatkan banyak keutamaan dan manfaat di dunia dan akhirat, diantaranya:

1.Mendapatkan tambahan nikmat dari Allah.

Allah ta’ala berfirman:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, maka pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu”. (QS. Ibrahim: 7)

2.Selamat dari siksaan Allah.

Allah ta’ala berfirman:

مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَآمَنْتُمْ وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا

“Tidaklah Allah akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman. dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nisaa’: 147).

Yang dimaksud Allah mensyukuri hamba-hamba-Nya ialah Allah memberi pahala terhadap amal-amal hamba-hamba-Nya, mema’afkan kesalahannya, menambah nikmat-Nya.

3.Mendapatkan pahala yang besar.

Allah ta’ala berfirman:

وَسَيَجْزِ اللهُ الشَاكِرِيْنَ

“Dan Allah akan memberi ganjaran pahala bagi orang-orang yang bersyukur ”. (QS. Ali ‘Imran : 144)

Demikian keutamaan bersyukur kepada Allah atas segala limpahan nikmat dan karunia-Nya. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat. Dan Semoga kita semua menjadi hamba ALLAH yang selalu bersyukur kepada-Nya. Amiin. (Klaten, 3 Februari 2015)

Tersembunyi…

Ust. Badru Salam, Lc حفظه الله تعالى

Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang taqwa, kaya hati dan tersembunyi. HR Muslim.

Tersembunyi amalnya..
Tak suka dilihat manusia..
Tersembunyi namanya..
Tak dikenal oleh manusia..
Namun..
Ia dikenal oleh Allah pencipta alam semesta..

Ketika Melihat Kemungkaran Yang Dilakukan Atau Ujian Yang Dialami Orang Lain, Bagaimana Sikap Kita?

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Bila kita melihat suatu kemungkaran atau maksiat, yang mana itu mungkin berupa ujian terhadap orang tersebut, bagaimana sikap kita dan apakah do’a yang diucapkan ?

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى  sebagai berikut :

3 Kunci Keselamatan

Sahabat Uqbah bin Aamir -rodhiallohu ‘anhu- pernah bertanya: “Apakah (kunci) keselamatan itu ?”

Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- mengatakan: “Kendalikanlah lisanmu, jadikanlah rumahmu lapang untukmu, dan menangislah karena dosamu.”

[HR. Ahmad dan Attirmidzi, dihasankan oleh Attirmidzi dan Syeikh Albani].

——–

Dalam hadits ini Nabi -shollallohu alaihi wasallam- menyebutkan bahwa keselamatan itu bisa diraih dengan 3 hal:

1. Menjaga lisan dari perkataan yang mendatangkan dosa, maupun bahaya dari orang lain. Hendaklah seseorang tidak mengatakan kecuali kebaikan, sebagaimana dalam hadits lain.

2. Sebisa mungkin untuk selalu di rumah, kecuali bila ada kebutuhan untuk keluar rumah… Karena dengan begitu seseorang akan semakin memperhatikan keluarganya, dan dapat mengurangi kemungkinan berbuat salah kepada orang lain.

3. Menyesali dosa-dosa yang telah dia perbuat, dia menangis dan bersimpuh di hadapan Allah meminta ampun kepadaNya, sehingga dengannya dia terhindar dari murka Allah dan selamat di dunia dan akheratnya, wallohu a’lam.

Penulis,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Fenomena Batu Akik…

Ustadz Ammi Nur Baits, حفظه الله تعالى

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Terdapat banyak hadis yang menyebutkan keutamaan cincin akik, namun semuanya tidak shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, alias palsu. Berikut diantara hadis-hadis tersebut,

Hadis pertama,

تختموا بالعقيق فإنه مبارك

Pakailah cincin akik, karena akik itu diberkahi

Hadis kedua,

تختموا بالعقيق فإنه ينفي الفقر

Pakailah cincin akik, karena cincin akik mengurangi kefakiran.

Sebagian ulama menjalskan, maksudnya, ketika seseorang memiliki akik, kemudian dia membutuhkan uang, dia bisa jual akiknya. Sehingga dia tidak harus berutang.

Hadis ketiga,

تختموا بالعقيق فإنه أنجح للأمر واليمنى أحق بالزينة

Pakailah cincin akik, karena akik membuat sukses urusan. Dan tangan kanan lebih berhak untuk diberi perhiasan.

Hadis keempat,

تختموا بالعقيق فإن جبريل أتاني به من الجنة وقال لي يا محمد تختم بالعقيق وأمر أمتك أن تتختم به

Pakailah cincin akik, karena jibril mendatangiku dengan membawa akik dari surga. Beliau berpesan, ‘Hai Muhammad, pakailah akik, dan perintahkan umatmu untuk memakai cincin akik.’

Hadis kelima,

تختموا بالخواتم العقيق فإنه لا يصيب أحدكم غم ما دام عليه

Pakailah cincin-cincin akik, karena kalian tidak akan pernah merasa sedih selama memakai cincin akik.

Hadis-hadis di atas disebutkan oleh al-Ajluni dalam kitab Kasyf al-Khafa, yang hampir semuanya beliau komentari: ‘Maudhu’ (Hadis palsu). Hingga beliau menyebutkan kesimpulan yang disampaikan al-Uqaili tentang masalah hadis akik,

لا يثبت في هذا عن النبي صلى الله عليه وسلم شئ

Tidak ada satupun hadis shahih tentang akik dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Kasyf al-Khafa, 1/300).

Untuk itu, bagi anda pengagum akik, hindari klaim tentang keutamaan akik dan anjuran memakai akik. Karena hadis yang menyebutkan hal ini statusnya palsu.

Hindari Pemborosan :

Barangkali sejarah anthurium berulang. Masyarakat gila tren dedaunan, hingga rela mengosongkan sakunya. Begitu suasana ini hilang akibat diempas kilauan warna-warni daun aglaonema, hilang pula kehormatan anthurium.

Terkadang kita perlu menyadari, mengapa ekonomi kita begitu tergantung dengan tren dan hobi, yang itu umumnya usianya sangat pendek. Dulu kita juga dipermainkan dengan ikan lohan. Anda bisa saksikan, berapa lama masa kejayaan tanaman dan ikan hias itu. Begitu harganya hilang, semua tinggal kenangan dan penyesalan.

Tentu saja kita tidak berharap hal ini terulang untuk komoditas apapun. Sehingga kita hanya menjadi bulan-bulanan komunitas yang tidak jelas. Kita bisa menyadari, berapa lama hobi dan tren bisa bertahan di hati manusia yang sangat rentan dengan kebosanan.

Kita memohon kepada Allah, semoga kita tidak menjadi budak hobi.

Demikian, Allahu a’lam

Ref : http://www.konsultasisyariah.com/hadis-palsu-seputar-akik/

Hukum Seputar Darah Wanita: Istihadlah

Muslimah.or.id/Ummu Muhammad hafizhohallahu ta’ala

Di kalangan wanita ada yang mengeluarkan darah dari farji’ (vagina)-nya di luar kebiasaan bulanan dan bukan karena sebab kelahiran. Darah ini diistilahkan sebagai darah istihadlah. Al Imam An Nawawi rahimahullaah dalam penjelasaannya terhadap Shahih Muslim mengatakan: “Istihadlah adalah darah yang mengalir dari kemaluan wanita bukan pada waktunya dan keluarnya dari urat.” (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi 4/17, Fathul Bari 1/511).

Bagaimana hukum Istidadlah ? dan apakah wanita yang mengalaminya meneruskan atau menghentikan sholat sebagaimana ketika mengalami haidl ?

Silahkan baca selengkapnya :

http://muslimah.or.id/fikih/hukum-seputar-darah-wanita-istihadlah.html

Hidup Bersama Orang Baik Tidak Kalah Beratnya Dari Hidup Bersama Orang Buruk…

Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Sobat! Mungkin anda sering berkeluh kesah dan berkata: aduuh, susahnya hidup di masyarakat yang majemuk. Ada yang rajin sholat, namun banyak juga yang pemabok. Ada yang jujur namun tidak jarang pendusta, ada yang berjilbab namun banyak pula yang mengumbar auratnya. Ada yang berilmu dan dermawan namun betapa banyak yang bodoh dan pelit bahkan rakus. Bahkan ada yang muslim, namun banyak pula yang musyrik penganut agama-agama selain Islam.

Selanjutnya anda berangan angan: Duhai indahnya hidup di komplek orang orang baik. Semua masyarakat rajin sholat berjamaah di masjid, wanitanya menutup aurat, jujur, dan dermawan semua.
Sobat, apa yang anda ucapkan benar adanya, hidup di tengah tengah masyarakat yang majemuk memang berat. Sepanjang waktu, anda diuji dengan kehadiran mereka, diuji dengan orang kafir yang menjadi tetangga anda. Mereka menceritakan dan bahkan mendakwahi anda, dan diuji dengan pendusta, sehingga betapa sering anda menjadi korban penipuannya. Sebagaimana anda juga diuji dengan orang-orang jahat yang tidak ragu ragu untuk mengusik dan menggangu ketenangan anda.

Demikianlah faktanya, sehingga anda dituntut untuk sabar menghadapi mereka. Bila anda tidak sabar sudah dapat dipastikan diri anda sendirilah yang benar benar paling celaka.

Sabar dengan manahan amarah, sabar dengan mengajari yang bodoh, sabar dengan menyantuni yang lemah, sabar dengan tetap tabah dan istiqamah sebagai orang baik, dermawan, jujur dan amanah.

Namun bila anda tidak sabar, maka anda akan marah, mengamuk dan hanyut oleh arus orang-orang buruk dan berputus asa. Demikianlah ketentuan Allah yang belaku di dunia ini, siapapun anda maka anda pasti dicoba dengan seluruh orang yang ada disekitar anda. Dan siapapun diri anda, maka ketahuilah bahwa anda adalah cobaan bagi semua orang disekitar anda.

Hanya dengan berbekalkan sabar anda dapat selamat dan istiqamah, Allah Ta’ala berfirman:

وَما أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الْأَسْوَاقِ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا الفرقان ٢٠

“Dan tidaklah Kami mengutus seorang rasulpun sebelummu melainkan mereka itu pastilah makan makanan dan berjalan di pasar. Dan Kami menjadikan sebagian dari kalian sebagai ujian bagi sebagian lainnya apakah kalian bersabar, dan Tuhan-mu itu Maha Melihat.” (Al Furqan 20)

Dan kalaupun anda tinggal di komplek orang – orang baik, maka mereka juga cobaan bagi anda. Apakah anda bisa meneladani ketekunan dan keuletan mereka dalam kebaikan?

Anda bisa bayangkan, bila anda berada di tengah tengah orang dermawan yang ringan tangan bersedekah bukan hanya dengan jutaan bahkan milyaran, maka anda bisa jadi merasa gengsi bila bersedekah dengan seribu rupiah, sehingga anda “TERPAKSA” mengimbangi kedermawan mereka. Bila itu tejadi maka anda akan binasa karena ternyata tidak ikhlas dalam bersedekah.

Bila imam masjid mereka sholat tarawih dengan membaca surat-surat yang panjang, bisa jadi menyebabkan anda merasa berat untuk berjamaah sholat tarawih di masjid bersama mereka.

Atau bisa jadi anda tidak kuasa menahan kecemburuan hati anda tatkala melihat orang lain lebih berilmu, lebih lancar rejekinya, lebih banyak sedekahnya, lebih banyak amal ibadahnya, lebih banyak disanjung oleh orang.

Bila ternyata anda hidup di tengah tengah orang -orang yang rajin menuntut ilmu, maka mereka pasti akan banyak mengadakan kegiatan kajian dan yang serupa. Mereka bekerja seperlunya, dan hidup di dunia sederhana, jauh dari kemewahan dan gemerlap hidup dunia.

Mereka puas dengan mengendarai motor atau kendaraan butut, menghuni rumah sederhana dan makan ala kadarnya.

Bisa jadi anda merasa kelelahan mengikuti keuletan mereka dalam menuntut ilmu, hingga akhirnya anda mundur secara teratur, dan kemunduran anda bisa jadi menyebabkan mereka sedikit demi sedikit turut mundur secara teratur, dan demikian seterusnya.

Mungkin dalam kondisi ini anda berkata: kalau saya mengikuti mereka, kapan saya bisa bekeja mencari kekayaan guna membangun rumah yang megah, membeli kendaraan yang mewah dan menikmati berbagai kenikmatan dunia?

Hidup bersama orang-orang baik ternyata tidak mudah, karena itu Allah Ta’ala memerintahkan Rasul-Nya untuk membekali dirinya dengan kesabaran agar dapat hidup bersama orang-orang yang rajin beribadah. Allah Ta’ala berfirman:

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِالدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

“Dan bersabarlah engkau (wahai Muhammad) bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya di waktu pagi dan di waktu petang karena mengharap keridhaan Allah. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka, karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia. Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya sehingga segala urusanya telah melampaui batas.” (Al Kahfi 28)

Sobat! Bila demikian halnya, apa yang akan anda lakukan?

Hanya ada satu solusi, yaitu sabar dalam menjalankan kebaikan, sabar sehingga tidak terpengaruh dengan perilaku orang yang buruk, sabar meneladani orang baik, dan sabar dengan senantiasa puas dengan apa yang telah anda dapatkan, inilah kebahagian yang sejatinya selama ini anda kejar dan anda cari.