Category Archives: BBG Kajian

SUATU KEBAHAGIAAN YANG SANGAT BESAR BISA MEMBAHAGIAKAN KEDUA ORANG TUA, TERUTAMA IBU…..!

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Saudara-saudariku diantara akhlak yang sangat menonjol dari orang-orang yang berpegang diatas manhaj Ahlussunnah ialah:
Sangat perhatiannya mereka dan perbuatan baik mereka kepada kedua orang tuanya, terutama kepada ibunya….

Perhatikanlah riwayat berikut ini:

عن أبي مرة، مولى أم هانئ بنت أبي طالب: أنه ركب مع أبي هريرة إلى أرضه ب (العتيق) فإذا دخل أرضه صاح بأعلى صوته: عليك السلام ورحمة الله وبركته يا أمتاه! تقول: و عليك السلام ورحمة الله و بركته: يقول:
رحمكِ اللهُ؛ ربَّيْتِني صغيرًا

فتقول: يا بُنيّ! وأنتَ فجزاكَ اللهُ خيرًا، ورضي عنك؛ كما بَرَرْتَني كبيرًا

Dari Abu Murrah maula Ummu Hani’ binti abu Thalib:
Bahwasanya ia berkendara bersama Abu Hurairah ke kampung halamannya di Al-‘Aqiiq.
Ketika ia sampai di rumahnya ia berkata dengan mengeraskan suaranya: Alaikissalam warahmatullahi wabarakatuh wahai ibuku.”

Lalu ibunya berkata : wa’alaikassalam warahmatullhi wabarakatuh.
I
a berkata (bersyukur kepada ibunya) : Rahimakillah (semoga ALLAH merahmatimu wahai ibuku), yang mana engkau telah merawatku ketika aku masih kecil.
Maka ibunya berkata : Wahai anakku wa anta fajazakallahu khairan, semoga ALLAH meridhaimu sebagaimana engkau berbuat baik kepadaku saat engkau sudah besar(Dewasa).
[R.Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 15, syaikh al-Albani rahimahullah berkata: sanadnya hasan dalam shohih al-Adabul Mufrod no. 11]

ما شاء اللّهِ

Sangat dekat sekali hubungan seorang anak kepada ibunya…begitu indahnya….
Yang mana kita hidup pada zaman banyaknya kaum muslimin yang menyia-nyiakan ibunya! Serta tidak berbakti kepadanya!

Semoga ALLAH memberikan kemudahan kepada kita, agar kita bisa berbakti kepada kedua orang tua kita.
Dan semoga ALLAH menjaga keduanya.

Kemudian kita memohon kepada ALLAH agar menjadikan keturunan kita anak-anak kita, menjadi anak yang shaleh dan sholehah serta menjadi penyejuk pandangan mata bagi kedua orang tuanya.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

– – – – – •(*)•- – – – –

Tauhid Adalah Jalan Keselamatan Dan Keselamatan

Ust. Firanda, حفظه الله

Tauhid adalah Jalan Keselamatan dan Kebahagiaan…dalam kondisi apapun…

Tatkala di dalam goa maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Abu Bakr : إن الله معنا “Sesungguhnya Allah bersama kita”

Dalam perut ikan paus Nabi Yunus ‘alaihis salaam berkata ; لا إله إلا أنت “Tidak ada sesembahan yang berhak selain Engkau…”

Dalam penjara Nabi Yusuf ‘alaihis salaam berkata :ما كان لنا أن نشرك “Kami tidak berbuat syirik kepadaNya…”

Dalam goa (Al-Kahfi) mereka berkata لن ندعوا من دونه إلها: “Kami tidak akan berdoa kepada selainNya…”

Tauhid adalah keselamatan dan kebahagiaan (nukilan dari seorang ulama).

 Ust. Firanda Andirja MA. حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Kewajiban Mandi Bagi Mualaf

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Bab Mandi dan Hukum Junub.

Hadits no 98.
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dalam kisah islamnya Tsumamah bin Utsal dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruhnya untuk mandi.” HR Abdurrazaq dan asalnya muttafaq ‘alaih.

Faidah hadits.
Para ulama berbeda pendapat, apakah orang kafir yang hendak masuk islam wajib mandi atau tidak.

Yang kuat -wallahu a’lam- tidak wajib dengan alasan sbb:

1. Banyak shahabat yang masuk islam. Kalaulah setiap yang masuk islam wajib mandi, tentu akan dinukil kepada kita secara mutawatir.

2. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengirim Mu’adz ke Yaman untuk menyeru kepada islam. Namun beliau tidak diperintah oleh Nabi untuk menyuruh agar orang yang mau masuk islam mandi.

Al Khathabi rahimahullahu berkata, “Mayoritas ulama berpendapat tidak wajib mandi (untuk masuk islam).”

– – – – – •(*)•- – – – –

Pakaian Warna Putih Dan Kaitannya Dengan Hati Yang Bersih

Ust. M A Tuasikal, حفظه الله

Pakaian warna putih itu lebih bersih dan lebih bercahaya. Itulah sebabnya Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan memakai pakaian warna putih dibanding warna lainnya.

Dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْبَسُوا الْبَيَاضَ فَإِنَّهَا أَطْهَرُ وَأَطْيَبُ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ

“Kenakanlah pakaian warna putih karena pakaian tersebut lebih bersih dan paling baik. Kafanilah pula orang yang mati di antara kalian dengan kain putih.” (HR. Tirmidzi no. 2810 dan Ibnu Majah no. 3567. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Pakaian warna putih akan mudah ketahuan jika kotor. Pakaian warna putih akan mudah terdeteksi jika terkena noda membandel.

Jika demikian keadaan pakaian, sama halnya dengan hati. Hati yang bersih tentu adalah hati yang terbaik. Hati yang bersih dari kesyirikan, tentu saja disebut hati yang selamat. Itu lebih disempurnakan lagi dengan menjauhi dosa-dosa.

Tanda hati yang bersih, ketika terkena dosa walau kecil, sudah merasa gelisah. Bagaimana keadaan hati kita, wahai saudaraku?

– – – – – •(*)•- – – – –

Kisah Wanita Ajaib

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Ia bernama Rahmah bintu Ibrahim, suaminya terbunuh dan meninggalkan dua anak, dan ia seorang wanita yang miskin.

Suatu hari ketika ia sedang berpuasa, ia bermimpi melihat suaminya bersama para syuhada (orang-orang yang mati syahid), sedang makan di meja makan.

Lalu suaminya meminta izin untuk memberikan kepada Rahmah sepotong roti.

Lalu Rahmah pun memakannya, ternyata rasanya sangat lezat. Rahmah bangun dalam keadaan ia telah kenyang, dan kenyangnya berlangsung selama 20 tahun lebih, ia tidak makan, tidak minum dan tidak buang air sampai meninggal dunia.

Maha suci Allah yang berkuasa atas segala sesuatu..
(Siyar a’laam An Nubalaa 13/572).

– – – – – •(*)•- – – – –

WAHAI ISTRI, JANGAN ENGKAU SAKITI SUAMIMU YANG SHALEH DIDUNIA INI TAATILAH PERINTAHNYA, SELAMA BUKAN MA’SIYAT KEPADA ALLAH

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Nabi صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ bersabda:

لاَ تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا ؛ إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ : لاَ تُؤْذِيْهِ قَاتَلَكِ اللهُ ؛ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيْلٌ يُوْشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا

“Tidaklah seorang wanita menyakiti suaminya di dunia kecuali istrinya di akhirat dari bidadari akan berkata, “Janganlah engka mengganggunya, semoga Allah membinasakanmu.

Sesungguhnya ia hanyalah tamu di sisimu, hampir-hampir lagi ia akan meninggalkanmu menuju kami”

(HR At-Thirmidzi dan Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 173)

– – – – – •(*)•- – – – –

Mimpi Seorang Ulama

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Imam Qutaibah rahimahullah berkata, “Dahulu ketika aku masih muda, aku menuntut ilmu dengan ro’yu. Suatu malam aku bermimpi melihat ember turun dari langit, orang-orang berusaha meraihnya, namun mereka tidak dapat menggapainya. Lalu aku datang untuk mengambilnya, ternyata aku mampu menggapainya.

Lalu aku melihat ke dalam ember itu, ternyata aku melihat antara timur dan barat. Di pagi harinya, aku pergi ke Mukhdli’ al bazaz, ia seorang ahli menafsirkan mimpi. aku ceritakan kepadanya perihal mimpiku tersebut.

Ia berkata, “hai anakku, hendaklah kamu berpegang dengan atsar, karena ro’yu tidak mencapai timur dan barat, yang mencapainyanya hanyalah atsar.

Qutaibah berkata, “Semenjak itu aku tinggalkan ro’yu dan mencari atsar.”
(Siyar a’lam annubala 11/17, karya ima adz dzahabi).

 Oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Khawatirkah Kita Ketika Berbuat Dosa ?

Ust. MA Tuasikal, حفظه الله

Para sahabat dahulu begitu khawatir berbuat dosa, namun kita?

Di antara kita menganggap bahwa dosa itu kecil sajalah, tak mengapa dilakukan.

Tak apalah terus lakukan, besok bisa taubat.

Banyak alasan lainnya untuk melegalkan menerjang suatu dosa.

Padahal para sahabat nabi seperti ini berkata:

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Sesungguhnya kalian melakukan suatu amalan dan menyangka bahwa itu lebih tipis dari rambut. Namun kami menganggapnya di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai sesuatu yang membinasakan.” (HR. Bukhari no. 6492).

Moga kita tidak menjadi orang yang meremehkan dosa ….

Selengkapnya di Rumaysho.Com segera kunjungi di pagi ini:
http://rumaysho.com/qolbu/tidak-meremehkan-dosa-3608

M. Abduh Tuasikal (Pengasuh Rumaysho.Com)

– – – – – •(*)•- – – – –

Jalan-Jalan Keselamatan

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Saudara-saudaraku yang kami cintai karena ALLAH, berikut ini kita akan mengambil pelajaran yang sangat berharga dari sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan kepada kita tentang jalan2x keselamatan dunia & akhirat kita.

Haditsnya:
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir dia berkata: aku bertanya kepada Rasulullah, apakah yang menyebabkan keselamatan itu?
Beliau menjawab:
– Tahanlah Lisanmu
– Tinggal dirumahmu
– Tangisilah kesalahanmu (dosamu).

Hadits Hasan Lighairihi diriwayatkan oleh imam tirmidzi no 2406

Penjelasan hadits diatas ialah:
Bahwa diantara sebab manusia ingin mendapatkan Keselamatan dunia dan akhirat:

1. Tahanlah Lisanmu = yaitu kita diperintah untuk menjaga & memelihara lisan ini dari mengucapkan sesuatu yang tercela/ yang tidak baik apakah itu menceritakan aib saudaranya, mengadu domba, menyakiti saudaranya dan sebagainya, dan kita diperintah untuk menggunakan lisan kita untuk perkara-perkara yang diRidhoi ALLAH  apakah untuk berdzikir, berkata yang baik dll.

2.  Tinggal dirumahmu= artinya tetaplah engkau tinggal dirumahmu dan sibukkanlah dirimu dengan mentaati, beribadah kepada ALLAH. Serta tinggalkanlah keinginan-keinginan/ segala sesuatu yang tidak baik yang menyebabkan dirimu keluar rumah yang akhirnya menjerumuskan dirimu kepada perbuatan dosa dan ma’siyat, KECUALI engkau keluar rumah untuk mengerjakan perkara-perkara yang baik yang dibenarkan oleh syariat Rabbul ‘Aalamiin/yang tidak dilarang oleh agama.

3. Tangisilah kesalahan (dosamu)= yakni ingatlah kesalahan dan dosa-dosamu yang pernah engkau kerjakan pada masa lalu dan selalu engkau ingat adzab/ siksa yang sangat pedih baik didunia dan akhirat akibat perbuatan dosa& ma’siyat itu, yang demikian dapat membantumu untuk tetap berada dijalan ketaatan dan juga dapat menghalangimu untuk kembali melakukan perberbuatan dosa.

Semoga ALLAH  memberikan kemudahan kepada kita semua untuk memahami hadits tersebut dengan baik, dan diberikan kemudahan untuk mengamalkan.

Ahmad Ferry Nasution

– – – – – •(*)•- – – – –

B A I A T

Ust. Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله

Apa hukum baiat kepada seorang pemimpin kelompok? Suatu aliran? Suatu sekte?

Apa sih arti baiat itu?
Baiat adalah kita bersumpah setia kepada pemimpin negara dan tidak keluar dari ketaatan kepada mereka dalam hal yang tidak maksiat.

Nah fungsinya adalah agar suatu negara yang berdaulat menjadi aman dari pemberontakan dan sejenisnya. Dan kebijaksanaan pemimpin dapat dijalankan dg mudah. Jika perintah mereka tidak untuk maksiat.

Namun sangat disayangkan. Para pemimpin kelompok atau aliran.. atau sekte tertentu…ingin menjadikan dirinya seolah suatu pemimpin yang harus dita’ati bahkan mereka mengancam jama’ahnya yang telah baiat agar tidak keluar dari kelompok tersebut… ternyata banyak kaum muslimin dibodohi untuk kepentingan pemimpin sesat semacam itu..

Kata imam ahmad bin hambal..: jika kalian melihat suatu kaum berahasia rahasiaan didalam urusan mereka maka ketahuilah mereka dalam kesesatan..

Ini fakta.. bait yang ada pada aliran aliran tersebut Selalu ada tutup menutupi.. dan sembunyi sembunyi..

Mereka tidak menggunakan dalil dengan benar..

Mereka hanya lihat kisah nabi membaiat sahabat untuk ta’at..tanpa melihat siapa dirinya dibanding nabi yang memang harus kita ta’ati segala sabdanya.. emang pemimpin aliran itu siapa??? Kok bisa merekomendasikan dirinya untuk di bai’at..
Pemimpin negara juga bukan.. apalagi pemimpin umat islam seluruh alam semesta yang Allaah pilih langsung untuk manusia..

Jauh dan sangat jauh antara langit dan sumur borr..

By abu riyadL.