Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan..” [Qs Al Anbiya’: 35]
Ibnu Katsir rohimahullah berkata, “Makna ayat ini yaitu: Kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang beputus asa..”
“Jika terbetik di hatimu prasangka buruk terhadap seorang muslim, maka hendaklah kamu memberikan perhatian yang lebih kepadanya dan juga mendo’akan kebaikan untuknya..
karena hal itu akan menjadikan setan marah dan menjauh dari anda, sehingga dia tidak melemparkan kepada anda prasangka buruk karena kawatir anda malah akan sibuk mendo’akan kebaikan untuknya dan lebih memperhatikannya..”
Abu Hatim Ibnu Hibban Al-Busti rohimahullah berkata,
“Orang yang berakal sehat wajib mempersiapkan jiwanya untuk senantiasa memaafkan semua orang, dia juga tidak boleh membalas perbuatan jelek (dengan kejelekan)..
Sebab, tidak ada cara yang lebih baik untuk menghentikan perbuatan jelek kecuali (membalasnya) dengan berbuat baik..”
Simak penjelasan Syaikh Prof Dr Abdurrozzaq bin Abdil Muhsin Al Badr, حفظه الله تعالى berikut ini.
Diterjemahkan oleh Ustadz Abu Zaid Lc, حفظه الله تعالى (mulai dari menit 02.30) :
Imam Muslim rohimahullah meriwayatkan di dalam Shohihnya dari Sa’ad bin Abi Waqqash rodhiyallahu ‘anhu dari Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam , beliau bersabda:
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAH
WAHDAHU LAA SYARIIKALAH
WA ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA ROSUULUHU,
RODHIITU BILLAHI ROBBAN
WA BI MUHAMMADIN ROSUULAN
WA BIL ISLAAMI DIINAN
maka akan diampuni dosanya.” (Syarah Shahih Muslim oleh Imam Nawawi 4/331)
Dzikir ini dibaca setelah mendengar muadzin mengucapkan
“..ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ROSUULULLAH..”
yaitu sebelum muadzin mengucapkan
“..HAYYAA ‘ALASH-SHOLAAH..”
Dalam artikel yang ditulis oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى yang berjudul KARENA CINTA YANG TULUS (baca DISINI), terdapat kutipan sebagian dari do’a Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam yang diriwayatkan oleh An-Nasa’i, hadits no 1305. Berikut adalah lafazh do’anya :
“Jika kamu mau, aku akan sampaikan kepadamu bahwa hamba Allah yang paling Allah cintai adalah yang membuat manusia mencintai Allah dan memberi nasehat di bumi..”
Sebagian salaf berkata, “Ikhlas adalah engkau tidak ingin ada yang menyaksikan amalmu selain Allah, dan tidak ingin ada yang membalas amalmu selain-Nya..”
“Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya.. barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama..
begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan..”