Category Archives: Display Picture Dakwah
Mutiara Nasihat : Timbalah Ilmu Dari Banyak Guru…
Imam Ayyub As Sikhtiyani rohimahullah pernah berpesan kepada murid-muridnya:
إنك لا تبصر خطأ معلمك حتى تجالس غيره، جالس الناس.
“Sesungguhnya engkau tidak akan pernah mengetahui kesalahan gurumu hingga
engkau duduk berguru kepada orang lain, karena itu timbalah ilmu dari banyak guru..”
(Hilyatul Auliya’ 3/9)
NB:
Ayyub as-Sikhtiyani (66-131 H/685-748 M) ialah salah seorang pemuka Tabi’in yang telah meriwayatkan hadits dari Imam Nafi’ rohimahulah pada banyak kesempatan dan narasinya terdapat dalam semua 6 kitab hadits utama. Ia berasal dari Basrah dan pernah melihat (bertemu dengan) Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu, shahabat Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam.

Yang Terlupakan Dari Adab Makan…
Syair Arab…
Sya’ir Arab
و لا تكتب بكفك غير شيء
… يسرك في القيامة أن تراه
” Janganlah anda tulis dengan tanganmu
selain sesuatu yang membuatmu bahagia
pada hari kiamat saat anda melihatnya “
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى
da060916-2052
Sulitnya Menjaga Rahasia…
Al-Imam Asy-Syaafi’i rahimahullah berkata:
إِذَا الْمَرْءُ أَفْشَى سِـرَّهُ بِلِسَانِهِ وَلاَمَ عَلَيْـهِ غَيْـرَهُ فَهُوَ أَحْمَقُ
“Jika seseorang telah membuka rahasianya (kepada orang lain) dengan lisannya …. dan ia mencela orang itu yang membuka rahasianya tersebut, maka ia adalah orang yang dungu.”
إِذَا ضَاقَ صَدْرُ الْمَرْءِ عَنْ سِرِّ نَفْسِهِ فَصَدْرُ الَّذِي يَسْتَوْدِعُ السِّرِّ أَضَيَقُ
“Jika dada seseorang sesak (tidak kuasa) untuk menyimpan rahasianya sendiri…maka dada orang lain yang ia simpan rahasianya lebih sesak lagi“
Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى
Hidup ini…
Kala Dipuji…
Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu berdoa saat dipuji :
اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ
“Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri, dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangka, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka” (Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman no.4876)
Lihatlah contoh para ulama yang tidak merasa bahwa mereka itu pantas untuk dikagumi :
(1). Muhammad bin Waasi’ rahimahullah berkata :
“Seandainya dosa itu punya bau maka tidak seorang pun dari kalian yang sanggup mendekatiku” (Al-Waro’ no. 527)
(2). Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata :
“Jika ada yang mengetahui orang yang tidak ikhlas (orang yang riya’), maka lihatlah pada diriku” (Ta’thirul Anfas hal 299)
(3). Dawud ath-Tha’i rahimahullah berkata :
“Jika manusia mengetahui sebagian kejelekanku, tentu lisan manusia tidak akan pernah lagi menyebutkan kebaikanku” (Ta’thirul Anfas hal 301)
(4). Ibnul Mubarok rahimahullah berkata :
“Aku mencintai orang-orang shalih, meskipun aku tidak termasuk dari mereka. Dan aku membenci orang-orang thalih (pelaku dosa dan maksiat) meskipun sebenarnya aku lebih jelek dari mereka” (Hilyatul Auliyaa’ VIII/170)
(5). Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata:
“Kami memang orang-orang yang memiliki banyak kekurangan, seandainya bukan karena Allah yang menutupinya, tentu telah terbongkar aib-aib kami” (Hilyatul Auliyaa’ IX/181)
Ustadz Najmi Umar Bakkar, حفظه الله تعالى

Seandainya…
Kabar BURUK Bagi Mereka Yang…
Jangan Lupa Yaa…
Saling mengingatkan…
.
Allah berfirman :
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya EMPAT BULAN HARAM (DZUL QO’DAH, DZUL-HIJJAH, MUHARRAM, RAJAB). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)
.
.
Al Hafizh Ibnu Katsir rohimahullah berkata dalam tafsirnya:
.
“Allah Ta’ala berfirman, “Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu,” maksudnya: Dalam bulan-bulan yang terhormat ini. Karena dosanya lebih berat dan lebih besar dibandingkan pada bulan-bulan lainnya. Sebagaimana dosa maksiat di negeri al haram juga dilipatgandakan. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:
وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
“Dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.” (QS. Al Hajj: 25)
.
Maka demikian pula dalam bulan-bulan haram, dosa-dosa di dalamnya dilipatgandakan.”
.
Lalu beliau (Al Hafizh Ibnu Katsir rohimahullah) membawakan atsar dua sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu Ibnu Abbas dan Abu Qatadah rodhiyallahu ‘anhum yang menguatkan ucapan beliau.
.
Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa berkata, “Allah menjadikan dosa di dalam bulan-bulan haram itu lebih besar serta menjadikan amalan saleh dan pahala juga lebih besar.” (Latho-if Al Ma’arif- 207)
.
Abu Qotadah rodhiyallahu ‘anhu berkata, “Kezhaliman di bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya dibandingkan kezhaliman pada bulan-bulan lainnya.”
.
Wallahu a’lam






