Category Archives: Mutiara Salaf

Saat Allah Memberikan Hidayah

Syaikh ‘Abdurrozaq bin Badr حفظه الله تعالى bercerita di chanel telegram beliau,

“Sebagian temanku yang salih bercerita tentang tetangganya yang berusia 24 tahun. Ia adalah pecandu arak. Dan tidak pernah sholat. Hari-harinya diisi dengan minum arak..

Suatu hari, aku melihat dia sholat di masjid dan banyak beribadah. Ia duduk setelah sholat shubuh sampai matahari terbit. Aku merasa heran dengan perubahannya..

Ketika orang orang telah pergi, aku mendekatinya dan duduk di sampingnya. Pemuda itu berkata, “Aku akan menceritakan kisahku..

“Suatu malam yang amat dingin aku keluar seperti biasanya. Ternyata aku melihat seekor anak anjing hampir mati kedinginan. Aku merasa iba sekali kepadanya. Segera ku ambil anjing itu. Aku berikan susu. Saking kasihannya aku peluk anjing itu agar merasa hangat. Sampai hilang kedinginannya dan ia segar kembali. .

Lalu akupun tidur..

Namun anehnya keinginanku minum arak telah hilang sama sekali. Padahal aku sangat candu dengan arak dan aku merasa semangat untuk beribadah dan sholat…
.
Syaikh ‘Abdurrozaq berkata, “Perhatikanlah sabda Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits tentang pelacur yang memberi minum anjing yang kehausan.. Lalu Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosanya..”

Ia menyayangi seekor anjing, dan Allah lebih sayang kepada hamba hamba-Nya. “Orang yang penyayang itu akan disayangi oleh Arrohman.” (HR Attirmidzi)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

MUTIARA SALAF : Semua Akan Menemui Ajalnya

Suatu ketika Al Hasan Al Bashri menjenguk temannya yang sakit dan menanyakan keadaannya.

Temannya berkata, “Aku ingin makan tapi tak mampu menelan .. dan ingin minum tapi tak mampu menelannya juga..”

Al Hasan menangis dan berkata,

على الاسقام والأمراض أسست هذه الدار وهبك تصح من الأسقام وتبرأ من الأمراض هل تقدر أن تنجو من الموت؟

“Dunia ini memang dibangun di atas kesakitan dan penyakit.. Kalaupun kamu selamat dan sehat dari penyakit, akankah kamu selamat dari kematian..?
Mendengar itu orang-orangpun menangis..”

(Az Zuhd karya Ibnu Abidunya hal. 257)

Maka janganlah merasa tenang dari kematian..
Karena semua kita pasti akan meninggal..
Dan kembali kepada Allah..

Lantas dimanakah amal..?!

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Berhias Kepada Manusia Dengan Sesuatu Yang Tidak Dimilikinya

Sufyan Ats Tsaury rohimahullah berkata,

من تزين للناس بشيء يعلم الله تعالى منه غير ذلك شانه الله

“Siapa yang berhias kepada manusia dengan sesuatu dan Allah mengetahui ia tidak demikian, maka Allah akan menjadikannya buruk..” (Tahdzib Hilyah 2/425)

Ingin terlihat alim padahal sebenarnya ilmunya dangkal..
Ingin terlihat punya banyak kelebihan padahal ia tidak demikian..
Seperti dalam hadits, Nabi Shollallaahu ‘alaihi Wa sallam bersabda,

المُتَشَبِّعُ بِمَا لَمْ يُعْطَ كَلاَبِسِ ثَوْبَيْ زُورٍ

“Orang yang merasa puas dengan apa yang ia tidak miliki bagaikan memakai dua pakaian kedustaan..” (HR Bukhari dan Muslim)

Ibnu Hajar Al Asqolani rohimahullah menjelaskan,

المتزين بما ليس عنده، يتكثر بذلك ويتزين بالباطل،

“Artinya berhias dengan sesuatu yang ia tidak miliki dan merasa puas dengannya..” (Fathul Bari syarah shahih Bukhari)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Manusia Amat Kanud Kepada Robbnya

Allah Ta’ala berfirman,

إنَّ الإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُود

“Sesungguhnya manusia itu amat kanud kepada Robbnya..”
.
Al Hasan Al Bashri rohimahullah berkata, “Kanud adalah orang yang suka menghitung-hitung musibah dan melupakan nikmat nikmat..” (Tafsir Ath Thobari)

Maka banyaklah mengingat nikmat nikmat Allah..
Agar kita menjadi hamba yang bersyukur..

Dan bersabarlah dengan musibah yang menerpa..
Karena musibah itu hakikatnya adalah kebaikan untuk hamba..

Namun.. ketika hati amat menginginkan dunia..
Seringkali lupa kepada nikmat Allah yang amat banyak..
Dan tidak ridha dengan ketentuan-Nya yang pahit..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Ketika Tidak Merasakan Kelezatan dan Kelapangan Hati Saat Beribadah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

إذا لم تجد للعمل حلاوة في قلبك وانشراحاً فاتهمه! فإن الرب تعالى شكور؛ يعني: أنه لابد أن يثيب العامل على عمله في الدنيا من حلاوة يجدها في قلبه وقوة انشراح وقرة عين فحيث لم يجد ذلك فعمله مدخول”. (مدارج السالكين [2/68])

“Jika kamu tidak merasakan kelezatan dan kelapangan hati saat beribadah maka tuduhlah hatimu.. Karena Robb kita Asy Syakuur (maha berterima kasih).. Dia pasti memberi balasan kepada orang yang beramal sholeh di dunia ini berupa kelezatan yang ia rasakan di hatinya, hati yang lapang dan kesejukan pandangan..

Jika ia tidak mendapatkan itu semua maka berarti amalnya dimasuki (maksiat)..”

(Madarijussalikin 2/68)

Amalnya dimasuki ketidak ikhlasan..
Atau tidak sesuai dengan tuntunan Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi Wa sallam..
Sehingga amal tersebut tidak menimbulkan ketakwaan..
Hatipun tidak merasakan kelezatan ibadah..
Maka saat itu bersegeralah intropeksi diri..
Dan banyak memohon ampunan kepada-Nya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى