SAUDARAKU, JANGAN ENGKAU JADIKAN DUNIA SEBAGAI TUJUAN DALAM HIDUPMU

Perhatikanlah hadits berikut ini yang semoga memberikan manfaat dalam hidup dan kehidupan kita didunia ini agar diantara kita jangan sampai terbuai atau terlena dengan kegemerlapan dunia ini sehingga diantara kita lupa akan akhirat.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

“Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, maka ALLAH akan memberikan kekayaan pada hatinya dan ALLAH akan memudahkan segala urusannya didunia serta dunia akan mendatanginya dalam keadaan tunduk dan hina.
Dan barangsiapa yang menjadikan dunia menjadi tujuan utamanya, maka ALLAH akan jadikannya kemiskinan/kefakiran terpampang dimatanya, dan ALLAH akan jadikan segala urusannya berantakan, dan ia tidak akan mendapatkan dunia kecuali apa-apa yang sudah dituliskan baginya”. (Silsilah shohihah: 949)

Saudaraku..

perhatikanlah dan camkanlah hadits diatas tersebut tentang besarnya keutamaan menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya serta kerugian yang sangat besar bagi seseorang yang menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya.

Saudaraku…

Islam agama yang mulia ini sama sekali tidak melarang seseorang untuk memliki kekayaan yang melimpah didunia ini, tetapi ingat! agama kita yang mulia ini menasehati kepada kita agar jangan sampai tertipu dengan dunia sehingga kita melalaikan akhirat.

Dan hendaklah dari setiap kekayaan yang kita miliki kita gunakan untuk mencari ridha ALLAH subhaanahu wa ta’ala.

Semoga memberikan manfaat untuk kita semua.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

Mengenal Allah

Sesungguhnya mengenal Allah beserta nama dan sifat-sifat nya yang termaktub didalam Al Kitab dan As Sunnah memiliki kedudukan yang sangat agung lagi tinggi dan mulia didalam ajaran agama islam, bahkan ini merupakan asas dan pondasi agama.

Betapa muliya nya dan sempurna nya tatkala seorang hamba mengenal Sang Pencipta, Maha Kuasa, Maha Pengatur, Maha segala-gala nya, mengenal Nama-nama dan sifta-sifat nya Yang Maha Tinggi.

Tidak diragukan lagi bahwa hal ini adalah ilmu yg paling muliya, tujuan yg agung lagi suci, dikarenakan berkaitan dengan Dzat Yg Maha Muliya Allah Azza wa Jalla, maka mempelajari perkara ini adalah suatu ibadah yg agung, pondasi ajaran Nabi Ibrahim yg lurus, yg merupakan keyakinan seluruh para nabi dan rusul, dan mereka sepakat mendakwahkan nya sejak pertama hingga yang terakhir Nabi Muhammad Semoga Sholawat dan Salam tercurah pada mereka semua.

Berkata Allamah Ibnul Qoyyim ,” Sesungguhnya dakwah para Rusul berkisar pada tiga pondasi, Mengenal Allah sebagai Dzat yg diseru melalui Nama dan Sifat Nya, Mengenal jalan yg mengantarkan kepada peribadatan yg lurus, semisal berdzikir, bersyukur, dan aneka ragam bentuk ibadah yg disertai sepenuh kecintaan dan ketundukan, serta mengenal alam yg kekal abadi hari pembalasan yaitu Da’rul Karomah yg penuh kenikmatan dan yg paling utama meraih keridhoan dan kenikmatan memandang Wajah Azza wa Jalla.

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Pentingnya Tauhid Dalam Beramal

Ust. Mahfudz Umri, حفظه الله

Dunia adalah ladang akherat. Setiap muslim beramal sebaik-baiknya untuk menuai hasil maksimal di akherat.

Akan tetapi dalam prakteknya, betapa banyak manusia yang letih melakukan amal kebaikan siang dan malam, namun setelah itu, dalam sekejap mata ia hapuskan amalan-amalan itu dengan perbuatan syirik. Ia bakar lembaran-lembaran amal kebaikan dengan api kesyirikan sedang dia tidak menyadarinya.

Ia menyangka, amalan kebaikannya selama ini tersimpan rapi disisi Allah. Iapun menyangka, dia akan memanennya kelak di akherat. Sementara itu, ia terus melakukan kesyirikan sampai akhir hayatnya. Naudzubillah.

Simak penjelasan Ust Mahfudz Umri tentang pentingnya Tauhid dalam Beramal di http://salamdakwah.com/videos-detail/pentingnya-tauhid-untuk-beramal.html

Untuk menyimak via mobile handset silahkan klik http://m.salamdakwah.com/videos-detail/pentingnya-tauhid-untuk-beramal.html

Semoga Bermanfaat

Wahai Para Wanita Pergauilah Saudari Seimanmu Dengan Baik

Wahai para wanita berrgaulah dg saudarimu seiman dg sebaik baikny.

Selalulah berbaik sangka kpdnya..
Krn jika kita amati seringkali banyak prablem antara sesema muslimah disebabkan oleh berburuk sangka.. Sehingga ketika ada ucapan atau perbuatan yg kurang pas, maka langsung ia nilai dg berbagai macam praduga yg akhirnya membuat perpecahan dan kebencian..

Indahnya jilbab dan hijabmu akan lebih indah lagi jika dibarengi rasa mengalahmu dan ber- itsar (mendahulukan kebutuhan dan kepentingan saudarinmu diatas kepentinganmu..) Serta berhusnudzon ditiap keadaan..
Mari kita bangun persaudaraan yg indah dalam naungan islam..

Semoga Allah merahmati kaum muslimah

Pengertian Mahram Bagi Wanita

Materi: Fiqh Muamalah

Ust Husnul Yakin Arbain

Banyak sekali hukum tentang pergaulan wanita muslimah yg berkaitan erat dengan masalah mahram, sperti hukum safar,khalwat (berdua-duaan), pernikahan,warisan,dan perwalian.

> Definisi

Mahram adalah semua org yg haram utk menikahi seorg wanita selama-lamanya karena sebab nasab, persusuan& pernikahan.” (Ibu Qudamah; Al-Mughni 6/555)

> Macam-macam Mahram

Dari pengertian di atas, maka mahram itu terbagi menjadi 3 macam.

1) Mahram karena nasab (keluarga)

Mahram dari nasab adalah yg disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam surat An-Nur 31. Diantaranya,

1. Ayah (Bapak2), termasuk dalam katagori ayah (bapak) adalah kakek, baik dari bapak maupun ibu. Juga bapak2 mereka ke atas. Adapun bapak angkat, mk dia tdk termasuk mahram. (Lihat. QS. Al-Ahzab: 4)

2. Anak laki-laki, termasuk dlm kategori anak laki2 bg wanita adalah: cucu, baik dari anak laki-laki maupun anak perempuan& keturunan mereka. Adapun anak angkat, mk dia tdk termasuk mahram berdasarkan keterangan di atas

3. Saudara laki2, baik sekandung, sebapak atau seibu saja.

4. Anak laki-laki saudara (keponakan), baik dari saudara laki2 maupun perempuan&anak keterunan mereka.

5. Paman, baik dari bapak atau pun dari ibu.

2) Mahram karena Persusuan, yaitu mahram dari sebab persusuan seperti mahram dr nasab. (Lihat QS. An-Nisa’: 23)

Rasulullah bersabda, “Diharamkan daripada penyusuan apa-apa yg diharamkan daripada nasab.” (HR. al-Bukhari)

3) Mahram karena Mushaharah, yaitu mahram krn pernikahan, seperti suami,bapak tiri,menantu, mertua laki2&anak tiri. (Lihat QS. An-Nuur: 31, an-Nisa’: 22; dan an-Nisa’: 23)

Maka, selain mereka seperti saudara sepupu, ipar, ayah angkat&anak angkat serta mahram lakon utk umrah/haji bukanlah MAHRAM yg sebenarnya. Mk mereka tdk memiliki kosekwensi2 hukum sebagaimana mahram yg sebenarnya.

Demikian,smg bermanfaat.Wallaahu a’lam.

[Disadur&dirigkas dari: Majalah “Al Furqan”]

– – – – -〜¤✽¤〜- – – – –

Makruh Menurut Ulama Salaf

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Salaf terdahulu menggunakan kata makruh sesuai dengan makna yang tertera dalam firman Allah dan sabda rasulNya. Akan tetapi kalangan ulama terakhir membuat istilah makruh untuk sesuatu yang bukan haram, lalu membawa perkataan para salaf kepada istilah baru tersebut, sehingga terjadi kesalahan.”

Imam Ahmad pernah berfatwa ttg hukum menikahi adik kakak, beliau berkata, “Makruh.” Maksud beliau adalah haram.
Imam Abu Hanifah berkata, “Makruh minum di bejana emas dan perak bagi laki-laki dan wanita.” Maksud beliau adalah haram.
Imam Malik sering kali menjawab, “Aku memakruhkannya.” Maksudnya adalah haram.
Demikian pula imam Asy Syafii.

Kemudian para pengikutnya di belakangan hari banyak yang tidak memahami makna makruh yang diucapkan oleh imam mereka, dan membawanya kepada istilah yang muncul di belakangan hari.
Hingga terjadilah kesalahan besar terhadap syari’at dan ulama.

(I’laamul muwaqqi’in hal 37-39 tahqiq Raid bin Sabri).

Perbaiki Qalbu

Oleh Ustadz Kholid Syamhudi

Imam al-Hasan al-Bashri -Rahimahullah- pernah berkata kepada seorang: “Obati kalbu (hati) mu! Karena Allah hanya butuh dari hambaNya kalbu yang baik.

Imam ibnu Rajab dalam Jaami’ al-Uluum wal Hikaam 1/211 menjelaskan maksud ucapan ini,  maksudnya adalah yang Allah inginkan dan tuntut dari seorang Hamba adalah kalbu yang baik.

Tidak akan baik kalbu hingga benar-benar mengenal Allah, keagungan, kecintaa, rasa takut, segan, berharap dan tawakkal pada Allah dan semua ini telah memenuhi kalbunya. Inilah hakekat tauhid dan pengertian Laa Ilaaha Illallah”. Mari mengenal Allah lebih dekat dan penuhi kalbu kita dengan ilmu yang manfaat dan amal shalih! Semoga manfaat!

KLIK :
http://m.klikuk.com/perbaiki-qalbu/

Mau Jadi Istri Shalehah Dan Diridhoi Suami ?

Oleh : Ustadz Firanda Andirja, MA

1. Segera menyahut dan hadir apabila diajak utk berhubungan.

2. Tidak membantah perintah suami selagi tidak bertentangan dgn syariat.

3. Tidak bermasam muka terhadap suami.

4. Senantiasa berusaha memilih perkataan yg terbaik ketika berbicara.

5. Tidak memerintahkan suami utk mengerjakan pekerjaan wanita.

6. Keluar rumah hanya dgn izin suami.

7. Berhias hanya untuk suami.

8. Tidak memasukkan orang ke dalam rumah tanpa seijin suami.

9. Menjaga waktu makan dan waktu istirahat suami.

10. Menghormati mertua serta kerabat keluarga suami. Terutama ibu mertua.

11. Berusaha menenangkan hati suami jika suami galau.

12. Segera minta ma’af jika melakukan kesalahan kpd suami.

13. Mencium tangan suami tatkala datang dan pergi.

14. Mau diajak oleh suami utk sholat malam, dan mengajak suami utk sholat malam.

15. Tidak menyebarkan rahasia keluarga terlebih lagi rahasia ranjang!!

16. Tidak membentak atau mengeraskan suara di hadapan suami.

17. Berusaha untuk bersifat qona’ah (nerimo) sehingga tidak banyak menuntut harta kpd suami.

18. Sedih dan bergembira bersama suami dan berusaha pandai mengikuti suasana hatinya.

19. Perhatian akan penampilan, jangan sampai terlihat dan tercium oleh suami sesuatu yg tidak disukainya.

20. Berusaha mengatur uang suami dan tidak boros.

21. Tidak menceritakan kecantikan dan sifat-sifat wanita lain kpd suaminya.

22. Berusaha menasehati suami dgn baik tatkala suami terjerumus dlm kemaksiatan, bukan malah ikut-ikutan.

23. Menjaga pandangan dan tidak suka membanding-bandingka n suami dgn para lelaki lain.

24. Lebih suka menetap di rumah, dan tidak suka sering keluar rumah.

25. Jika suami melakukan kesalahan maka tidak melupakan kebaikan-kebaikan suami selama ini. Krn ini sebab terbesar wanita masuk neraka.

Hukum Mujtahid

Dalam hadits riwayat Muslim (no 1731), Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang panglimanya untuk memutuskan keputusan dengan mengatakan, “Ini hukum Allah.”

Beliau besabda, “Kamu tidak tahu, apakah hukummu sesuai dengan hukum Allah atau tidak. Tapi putuskanlah dengan hukummu dan hukum kawan-kawanmu.”

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Lihatlah, bagaimana beliau membedakan antara hukum Allah dengan hukum mujtahid. Beliau melarang menamai hukum mujtahid sebagai hukum Allah.”
Ketika sekretaris umar menulis surat putusan dari Umar, ia menulis: “Ini adalah yang Allah perlihatkan kepada Umar.”
Umar berkata, “Jangan tulis begitu, tapi tulis: “Ini adalah pendapat Umar.”

Ibnu Wahb berkata, “Aku mendengar imam Malik berkata, “Bukanlah kebiasan salaf untuk berkata, “Ini halal ini haram.” Tetapi mereka berkata, “Kami memandang makruh, kamu memandang ini baik..

(I’laamul muwaqqi’in hal 37, tahqiq Raid bin Sabri).

Bersedekah Merupakan Salah Satu Sebab Untuk Meraih Husnul Khatimah

Ikhwan dan akhwat sekalian yang berbahagia diatas hidayah islam dan sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم , dipagi yang cerah ini saya akan membawakan satu hadits dari Nabi صلى الله عليه وسلم yang menjelaskan tentang keutamaan bersedekah yang mudah-mudahan mendapatkan tempat dihati kaum muslimin dan muslimah sekalian.

Diantara sekian banyak keutamaan-keutamaan bersedekah, diantaranya:
Bahwa bersedekah merupakan salah satu sebab “Husnul Khatimah”, ini merupakan kabar gembira kepada kita semua, bahwa apapun yang kita sedekahkan dengan syarat harta yang kita miliki kita usahakan dari jalan yang halal/benar dan kita sedekahkan dijalan ketaatan kepada ALLAH سبحانه وتعالى maka yang demikian ini merupakan salah satu sebab “Husnul Khatimah”.

Perhatikan hadits berikut ini…
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Barang siapa yang akhir kehidupannya ditutup dengan MEMBERI MAKAN ORANG MISKIN karena mengharap ganjaran dari ALLAH سبحانه وتعالى , maka ia akan masuk Syurga, barang siapa yang akhir kehidupannya ditutup dengan puasa karena mengharap ganjaran dari ALLAH maka ia masuk kedalam syurga, barang siapa yang akhir kehidupannya ditutup dengan mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah karena mengharap ganjaran dari ALLAH maka ia masuk kedalam syurga.
(Silsilah shohihah :1645).

Semoga ALLAH memudahkan kita semua untuk senantiasa beramal sholeh, memperbanyak sedekah dijalan-jalan ketaatan kepada ALLAH سبحانه وتعالى , bersedekah ditempat dimana ditempat tersebut menghidupkan sunnah Nabi yang mulia صلى الله عليه وسلم . Dan semoga ALLAH subhaanahu wa ta’ala menerima segala amal shaoleh kita serta menjadikan akhir kehidupan kita, kehidupan yang baik.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution