Islam vs Terorisme

Ust Firanda Andirja,MA

Masjid Daarul Ilmi @Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian- Jakarta Selatan

Keamanan adalah karunia Allah yang harus kita syukuri. Keamanan adalah kebutuhan syar’i yang harus diusahakan untuk kaum musliminin.

Beberapa tahun belakangan, Keamanan ini terganggu dengan adanya tindakan-tindakan criminal dengan mengatas namakan islam. Terjadilah peledakan bom membabi buta di negeri kaum muslimin sendiri.

Bukan hanya orang-orang non muslim yang terkena imbasnya, banyak orang islam pun yang menjadi korban. Ketakutan melanda ditengah-tengah masyarakat. Islam pun tercoreng. Masyarakat menilai, islam adalah teror dan pembunuhan.

Padahal, islam adalah rahmatan lil ‘alamin. Islam memerintahkan kelemah lembutan dalam setiap perkaranya.
Bagaimana pandangan islam terhadap terorisme ? simak penjelasan ust Abdul Muhsin Firanda,MA saat kajian di masjid Daarul ilmi, PTIK Jakarta Selatan.

Klik http://www.salamdakwah.com/videos-detail/pandangan-islam-terhadap-terorisme.html

Tj Perbedaan Ibadah Mahdhah dan Ghairu Mahdhah

453. BBG Al Ilmu – 89

Pertanyaan:
Kalau ibadah itu ada (dibagi ) 2 : Ibadah Mahdoh dan Ibadah ghoiru mahdoh (muamalah) . Dasar pembagian ini, apakah ada dalilnya / sumbernya dari Alqur’an dan assunnah ?

Jawaban:
Ust. Fuad Hamzah Baraba’ Lc

Pembagian ibadah, menjadi ibadah mahdhoh dan ghoir mahdhoh hanyalah untuk mempermudah saja. Dan itu ijtihad dari para ulama.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Sikap Sombong Terhadap Orang Yang Sombong

452. BBG Al Ilmu – 23

Pertanyaan:
Bagaimana kedudukan hadist ini, takabburu alal mutakabbiri sodaqodatun ?

Jawaban:
Penyataan di atas bukanlah hadits, melainkan hanya perkataan manusia yang banyak tersebar di masyarakat, sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Ajluni dalam kitabnya, Kasyful Khafa, dengan menukil keterangan dari Al-Qari.
Kemudian, Al-Qari mengatakan, “Hanya saja, maknanya sesuai dengan keterangan beberapa ulama.”

Penulis kitab Bariqah Mahmudiyah mengatakan, “Bersikap sombong kepada orang yang sombong adalah sedekah, karena jika kita bersikap tawadhu di hadapan orang sombong maka itu akan menyebabkan dirinya terus-menerus berada dalam kesesatan. Namun, jika kita bersikap sombong maka dia akan sadar. Ini sesuai dengan nasihat Imam Syafi’i, ‘Bersikaplah sombong kepada orang sombong sebanyak dua kali.’

Imam Az-Zuhri mengatakan, ‘Bersikap sombong kepada pecinta dunia merupakan bagian ikatan Islam yang kokoh.’

Imam Yahya bin Mu’adz mengatakan, ‘Bersikap sombong kepada orang yang bersikap sombong kepadamu, dengan hartanya, adalah termasuk bentuk ketawadhuan.’”

Sementara, ulama yang lain mengatakan, “Terkadang bersikap sombong kepada orang yang sombong, bukan untuk membanggakan diri, termasuk perbuatan terpuji. Seperti, bersikap sombong kepada orang yang kaya atau orang bodoh (yang sombong).”

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://www.konsultasisyariah.com/kesahihan-hadis-sombong-terhadap-orang-sombong-adalah-sedekah/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Menggunakan Nama Orang Yang Sudah Meninggal

451. BBG Al Ilmu – 357

Pertanyaan:
Apakah diperbolehkan ketika orang yang sudah meninggal dipergunakan Namanya dalam urusan Dunia contoh : Pembayaran Listrik masih menggunakan Nama orang yang sudah meninggal.

Jawaban:
Ust. Abdussalam Busyro Lc

Kalau memang dalam rekening kartu pembayaran bisa di rubah itu lebih baik namun jika tidak bisa dirubah karena proses yang sulit tidaklah mengapa menggunakan nama orang yang sudah meninggal.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Penambahan Lafazh Dalam Adzan

450. BBG Al Ilmu – 347

Pertanyaan:
Ana dengar dari seorang ustadz beliau berkata Dari kalangan madzhab Syafi’i’ mengatakan bahwa jika ada adzan yang mengatakan asyhaduanna muahammada syahiduna rasulullah. Itu adalah bentuk penghormatan kepada nabi muhammad. Tapi apakah dulu sahabat pernah mempraktekkan seperti itu.

Jawaban:
Ust. Badrusalam Lc

Itu perkara BID’AH ! Para sahabat tidak pernah melakukannya.

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Komitmen Dengan Ilmu Syar’i

 
Syeikhul Islam ibnuTaimiyah -Rahimahullah- berkata:

“Seandainya seorang KOMITMEN dengan ilmu syar’i (ilmu agama yang benar) TANPA MENGAMALKAN yang menjadi kewajibannya maka ia menjadi MENYIMPANG (al-Ghaiy).

Apabila KOMITMEN dengan ibadah syar’i TANPA ILMU yang wajib (diketahuinya) maka dia SESAT (Dhaal).

Kesesatan (Dhalal) ciri khas Nashrani
dan menyimpang (Ghaiy) ciri khas Yahudi”

(Majmu’ Fatawa 22/307).

Ruginya Tidur Setelah Shubuh

Salah satu kebiasaan buruk yang menjamur, terutama di bulan Ramadhan, adalah tidur di waktu pagi. Apakah kerugian tidur diwaktu pagi?
 
1. Kehilangan barakah pagi hari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi hari mereka”. Ini adalah doa yang agung yang  Rasulullah panjatkan agar umatnya memberi perhatian yang besar kepada waktu pagi.

2. Bisa ketinggalan waktu shalat subuh
Tidak sedikit dari kita tidur setelah sahur sehingga hal ini bisa menyebabkan ketinggalan jamaah shalat subuh (bagi laki-laki) atau bahkan kehilangan waktu shalat subuh.

3. Menyelisihi kebiasaan para salaf
Yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat adalah setelah mereka melaksanakan shalat subuh  mereka duduk di masjid hingga matahari terbit.

4. Membuat malas dan melemahkan badan
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, : “Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan. Tidur pagi juga Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222)

5. Pagi adalah waktu dibaginya rizki
Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari..” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah).

Baca lengkap disini KLIK
http://m.klikuk.com/ruginya-tidur-setelah-subuh/

Jagalah Kehormatan Saudaramu

Telah berkata Al-imam ibnu qoyyim al-jauziyyah:

Dan diantara perkara yang mengherankan bahwa umumnya manusia bisa menjaga diri-diri mereka dari memakan makanan yang haram, berbuat dzholim, berzina, mencuri, minum khomr, dari memandang suatu yang diharamkan ataupun selainnya.
AKAN TETAPI sangat disayangkan mereka sangat susah untuk menjaga gerakan-gerakan lisannya. Sampai ada seseorang yang dikenal dia sebagai ahli ibadah, orang yang zuhud, dan gemar beribadah, akan tetapi mereka sering berbicara dgn ucapan yang dimurkai oleh ALLAH, yang dengan sebab ucapannya ia dilempar keneraka jahannam yg jaraknya lebih jauh dari jarak antara timur dan barat. Betapa banyak orang yang demikian, engkau melihat dia sebagai org yg wara’, meninggalkan kekejian, kedzoiman, AKAN Tetapi lisannya dibiarkan olehnya kesana-kemari utk MENJATUHKAN KEHORMATAN SESEORANG baik orang tersebut masih hidup ataupun yg telah wafat..
tanpa mempedulikan lagi kata-kata yg diucapkannya.

(Kitab Ad-Daa’ wad Dawaa’, hal: 226-227)

Semoga pelajaran malam yang cerah ini memberikan manfaat terutama utk diri saya pribadi & kepada ikhwah sekalian. Dan semoga ALLAH سبحانه وتعالى memberikan kemudahan kpd kita semua utk senantiasa menjaga lisan-lisan kita dari perkara-perkara yang dimurkai oleh ALLAH serta memudahkan lisan kita untuk mengucapkan sesuatu yg di ridho’i oleh ALLAH سبحانه وتعالى

Akhukum Ahmad Ferry Nasutio

Sikap Pasca Ramadhan

Hendaknya romadhan yang telah berlalu kemarin ini membawa bekas pada diri kita..

Seorang mu’min semakin bertambah rasa takut, harap, dan cinta kepada Allah dengan amalan dan perbuatan. Baik nampak maupun tidak nampak.

Sehingga semakin bertambah dekatya kematian itu maka semakin banyak melakukan amalan kebaikan. Tentu dengan niat yang ikhlas dari dalam hati yang paling dalam. Setiap waktu yang anda lalui akan ditanya Allah ta’ala diakhirat.

Jadilah orang yang tidak merugi dihari pembalasan..

Hari yang tidak lagi bermanfaat benda maupun harta.. Anak dan handai tolan

بَارَكَ اللَّهُ فِيْك

Mau Jadi Istri Shalehah Dan Diridhoi Suami ?

Ust. Firanda Andirja MA

1. Segera menyahut dan hadir apabila diajak untuk berhubungan.

2. Tidak membantah perintah suami selagi tidak bertentangan dengan syariat.

3. Tidak bermasam muka terhadap suami.

4. Senantiasa berusaha memilih perkataan yang terbaik ketika berbicara.

5. Tidak memerintahkan suami untuk mengerjakan pekerjaan wanita.

6. Keluar rumah hanya dengan izin suami.

7. Berhias hanya untuk suami.

8. Tidak memasukkan orang ke dalam rumah tanpa seijin suami.

9. Menjaga waktu makan ϑαπ waktu istirahat suami.

10. Menghormati mertua serta kerabat keluarga suami. Terutama ibu mertua.

11. Berusaha menenangkan hati suami jika suami galau.

12. Segera minta maaf jika melakukan kesalahan kepada suami.

13. Mencium tangan suami tatkala datang ϑαπ pergi.

14. Mau diajak oleh suami utk sholat malam, ϑαπ mengajak suami utk sholat malam.

15. Tidak menyebarkan rahasia keluarga terlebih lagi rahasia ranjang!!

16. Tidak membentak atau mengeraskan suara ϑί hadapan suami.

17. Berusaha untuk bersifat qona’ah (nerimo) sehingga tidak banyak menuntut harta kepada suami.

18. Sedih ϑαπ bergembira bersama suami ϑαπ berusaha pandai mengikuti suasana hatinya.

19. Perhatian akan penampilan, jangan sampai terlihat ϑαπ tercium oleh suami sesuatu yang tidak disukainya.

20. Berusaha mengatur uang suami ϑαπ tidak boros.

21. Tidak menceritakan kecantikan ϑαπ sifat-sifat wanita lain kepada suaminya.

22. Berusaha menasehati suami dengan baik tatkala suami terjerumus dalam kemaksiatan, bukan malah ikut-ikutan.

23. Menjaga pandangan ϑαπ tidak suka membanding-bandingkan suami dengan para lelaki lain.

24. Lebih suka menetap ϑί rumah, ϑαπ tidak suka sering keluar rumah.

25. Jika suami melakukan kesalahan maka tidak melupakan kebaikan-kebaikan suami selama ini. Karena ini sebab terbesar wanita masuk neraka.

Sumber:
http://www.firanda.com/index.php/artikel/keluarga/252-hanya-untuk-para-istri-karakte