Audio

Tentang Sholat Sunnah Qobliya Maghrib dan ‘Isya dan Amalan Paling Utama Antara Adzan dan Iqomat…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga audio player muncul dibawah iniIkuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah KE-27

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-26) bisa di baca di SINI

=======

🌼 Kaidah yang ke 27 🌼

.
⚉ Mereka mewaspadai tata cara ahli bid’ah yang menuduh para ulama yang mengikuti manhaj salaf, dengan tuduhan bahwa mereka itu radikal

Maka kita waspadai tata cara seperti itu, karena itulah tata cara ahli bid’ah agar manusia lari dari kebenaran.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surat Al Israa : 73

‎وَإِنْ كَادُوا لَيَفْتِنُونَكَ عَنِ الَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ لِتَفْتَرِيَ عَلَيْنَا غَيْرَهُ ۖ وَإِذًا لَاتَّخَذُوكَ خَلِيلًا

Dan mereka hampir-hampir memfitnahmu dari apa yang telah kami wahyukan kepada engkau agar kamu mengada-ada atas kami selain itu.”

‎ۖ وَإِذًا لَاتَّخَذُوكَ خَلِيلًا

Jika kamu lakukan itu mereka akan menjadikanmu sebagai kekasih

Artinya mereka berusaha terus memberikan tuduhan-tuduhan yang bermacam-macam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membawa kebenaran, agar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sesuai dengan keinginan mereka dengan berbagai macam cara dan tuduhan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:
Apa yang kalian sebutkan berupa ucapan yang lemah lembut dan berbicara yang lebih baik dan kalian tahu bahwa aku lebih manusia yang paling banyak menggunakan kelembutan.”

Akan tetapi kata beliau segala sesuatu pada tempatnya.
Sementara Allah dan Rasulnya memerintahkan kita bersikap keras terhadap orang yang bersikap zolim dan memusuhi Alqur’an dan Sunnah.
Dan kitapun juga sikapi dengan yang sama.
Kita di perintahkan untuk mengajak bicara mereka dengan sikap yang lebih baik jika mereka berbuat seperti itu.

Allah berfirman dalam surat Al-Munafiqun : 8

‎وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ

Milik Allahlah kemuliaan (‘izzah) dan juga milik rasul-Nya dan milik kaum mukminin

Allah juga berfirman dalam surat Al -Mujadila : 20

‎إِنَّ الَّذِينَ يُحَادُّونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَٰئِكَ فِي الْأَذَلِّينَ

Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya mereka itu orang-orang yang berada dalam kerendahan.

Dan hendaklah kita ketahui, kata beliau; “Bahwa tidak boleh kita mengharapkan keridhoan makhluk hal ini.”
Mau mencerca, mau gimana…”terserah”.
Karena…

1⃣  Bahwa mengharapkan ridha mahluk itu tidak mungkin.

Imam Asy-Syafi’i berkata:

‎رِضَا النَّاسِ غَايَةٌ لاَ تُدْرَكُ

Keridhaan manusia itu tujuan yang tidak mungkin dicapai.
Hendaklah kamu berpegang kepada yang membenahi dirimu
Pegang Ia dan tinggalkan selain itu.”
Dan jangan kamu merasa risih dengan ledekan-ledekan manusia kepadamu.

2⃣  Bahwa kita diperintahkan untuk mengharap dan mencari ridha Allah dan rasul-Nya.

Allah berfirman dalam surat At-Tauba : 62

‎وَاللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَقُّ أَنْ يُرْضُوهُ

Allah dan rasul-Nya lebih berhak, mereka cari ridho-Nya.

👉🏼 Maka kewajiban adalah takut kepada Allah daripada kepada manusia.

👉🏼 Kewajiban kita adalah jangan sampai kita hanya karena takut kepada manusia kemudian kita tinggalkan yang di perintahkan oleh Allah dan rasulNya.

👉🏼 Maka kita berusaha untuk membantah para ahli bid’ah itu dengan hujjah-hijjah yang kuat agar manusia memahami dan mengetahui tentang hakikatnya, sehingga pada waktu itu kita telah membela kebenaran dan ini termasuk jihad yang besar.

Wallahu a’lam 🌴

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj

Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Beda Batasan Aurat Wanita Muslimah Yang Boleh Terlihat Oleh Muslimah Lainnya dan non-Muslimah…

Simak penjelasan Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary, Lc حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga audio player muncul dibawah iniIkuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Kasus Abu Lahab : Seseorang Akan Disiksa Oleh Sesuatu Yang Ia Cintai Melebihi Daripada Keta’atannya Kepada Allah…

Simak penjelasan Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary, Lc حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga audio player muncul dibawah iniIkuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Apakah Ada Larangan Memakai Sabun Untuk Mencuci Tangan Setelah Membersihkan BAB..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga audio player muncul dibawah iniIkuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah KE-26

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-25) bisa di baca di SINI

=======

🌼 Kaidah yang ke 26 🌼

  • Bahwa mereka mewanti-wanti manusia dari bahaya berbuat bid’ah dalam agama. 
  • Dan juga bahaya berkata atas Allah dengan tanpa ilmu.

👉🏼 Karena dua perkara ini adalah perkara yang bisa menghancurkan kemudian merusak syari’at Islam.

Oleh karena itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam setiap kali khotbah Jum’at, beliau selalu berkata:

Sebaik-baiknya ucapan adalah ucapan Allah, sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk Rasulullah dan seburuk-buruknya perkara adalah perkara yang di ada-adakan dan setiap bid’ah itu sesat.” (dikeluarkan Imam Muslim dalam shohihnya).

Bayangkan Nabi dalam khotbahnya selalu mengingatkan masalah bid’ah, ini menunjukkan kebid’ahan/bid’ah itu memang sangat bahaya sekali.
Bid’ah itu bisa merusak kesempurnaan Islam.
👉🏼 Bid’ah itu menyebabkan akhirnya di masukkan kedalam Islam sesuatu yang bukan agama, sehingga akhirnya seseorang yang tidak bisa membedakan mana yang haq dan mana yang batil.

Demikian pula mereka mewanti-wanti agar jangan berkata atas Allah dengan tanpa ilmu.
👉🏼 Karena berkata tanpa ilmu ini sebab utama muncul berbagai macam pemikiran-pemikiran yang menyimpang, munculnya bid’ah, munculnya kesyirikan, munculnya penyimpangan adalah merupakan disebabkan adalah berkata atas Allah tanpa ilmu.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan [QS Al-A’raf : 33]

‎قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ

Katakanlah sesungguhnya Rabku mengharamkan perbuatan fahisya (maksiat) yang tampak maupun yang tersembunyi, dosa, dan berbuat zolim tanpa haq dan kamu mempersekutukan Allah dalam perkara yang tidak di turunkan padanya perkara ilmuNya.”

Kemudian Allah menutup ayat itu dengan firmannya

‎وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Dan kamu berkata atas Allah dengan tanpa ilmu

Maka ini menunjukkan bahwa berkata tanpa ilmu itu merupakan itu adalah merupakan keharaman yang paling besar/ yang paling agung.
Sampai-sampai Allah menutup ayat tersebut dengan berkata tanpa ilmu .

Oleh karena itu ya Akhul Islam, Saudara-saudaraku sekalian kita berusaha dalam berbicara masalah agama ini betul-betul diatas ilmu, diatas dalil, diatas hujjah bukan sebatas ro’yu dan pendapat semata.

Karena agama ini yang berasal dari Allah dan itu adanya dari Alqur’an dan Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, adapun pendapat-pendapat ulama bukanlah dalil dan hujjah.

👉🏼 Hujjah itu Alqur’an dan Hadits.

Ulama itu hanya sebatas wasilah untuk memahami Alqur’an dan Hadits, bukan untuk menolak Alqur’an dan Hadits.

Maka dari itulah zaman sekarang, kita melihat banyak orang-orang yang mudah berbicara tanpa ilmu, sebatas dengan ro’yu-ro’yunya saja.

Allahul musta’an

Wallahu a’lam 🌴

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj

Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Kisah Di Balik Pengumpulan dan Pembukuan Al Qur’an…

Simak penjelasan dalam 4 Sesi singkat oleh Ustadz DR. Ali Musri Semjan Putra MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

SESI 1 (audio di bawah) : Latar Belakang Pengumpulan dan Penulisan Ulang Di Zaman ‘Uthman bin ‘Affan Rodhiyallahu ‘anhu 👇👇👇

SESI 2 (audio di bawah) : Siapa Nama Sahabat Yang Ditugaskan Dalam Proses Penulisan Ulang 👇👇👇

SESI 3 (audio di bawah) : Metode Yang Diterapkan Dalam Penulisan Ulang 👇👇👇

SESI 4 (audio di bawah) : Perbedaan Latar Belakang Pengumpulan dan Penulisan Ulang Di Zaman Abu Bakar dan ‘Uthman bin ‘Affan rodhiyallahu ‘anhumaa 👇👇👇

.
.
Dari Kisah Sahabat ‘Uthman bin ‘Affan rodhiyallahu ‘anhu yang disampaikan di TV Rodja.