Images

MUTIARA SALAF : Tidak Pernah Hasad

Muhammad bin Sirin rohimahullah berkata,

“Aku tidak pernah hasad terhadap seseorang dalam urusan dunia sama sekali. Sebab, apabila dia termasuk penduduk surga, bagaimana mungkin aku hasad terhadapnya dalam urusan dunia sedangkan dia akan menuju ke surga..?

adapun jika dia termasuk penduduk neraka, bagaimana mungkin aku hasad terhadapnya dalam urusan dunia, sedangkan dia akan menuju ke neraka..?”

[ Roudhotul ‘Uqola – 149]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Karena Semua Adalah Milik Allah – #2

Makna dari kalimat..
LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAH..
.
adalah kita berlepas diri dari segala macam daya dan upaya kekuatan dari diri kita. Dan bahwa semua itu dengan izin dari Allah. Maka orang yang mengucapkan kalimat itu seakan-akan telah mengatakan..
.
“kita tidak akan diberikan kekuatan dan tidak memiliki kekuatan kecuali dengan kekuatan dari Allah subhanahu wa ta’ala“
.
Karena kekuatan, daya dan upaya adalah milik Allah. Kalau bukan karena Allah yang memberikan kekuatan, kita tidak akan mampu.
.
Allah yang memberikan kepada kita berbagai macam kekuatan. Baik kekuatan fisik maupun kekuatan jiwa. Kekuatan iman, taqwa, kesehatan dan lainnya semua milik Allah subhanahu wa ta’ala. Maka Allah yang memberikan kekuatan. Allah juga yang memiliki daya dan upaya.
.
➡️ Oleh karena itu ketahuilah bahwa kita tidak mungkin bisa sholat, puasa, sedekah dll kalau bukan karena Allah yang memberikan kekuatan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

.

MUTIARA SALAF : Mereka Yang Tidak Girang Dengan Urusan Iman

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Mereka begitu peduli dengan urusan yang telah Allah jamin untuk mereka, namun mereka kurang peduli dengan urusan yang Allah perintahkan mereka dengannya. Mereka girang dengan urusan dunia, dan berduka bila gagal mendapatkan bagian darinya..

Namun mereka tidak berduka bila kehilangan kesempatan mengapai surga dan kenikmatan yang ada di dalamnya. Mereka tidak girang dengan urusan iman, kegirangan mereka hanyalah urusan dirham dan dinar..”

[ al-Fawaid – hlm. 157 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Bersedihnya Seorang Mukmin di Pagi dan Sore Hari

Hasan al-Bashri rohimahullah berkata,

إن المؤمن يصبح حزينا ويمسي حزينا، ولايسعه غير ذلك، لأنه بين مخافتين,

“Sesungguhnya Seorang Mukmin semestinya pada pagi hari dalam keadaan bersedih, dan pada sore hari dalam keadaan bersedih, dan tidak ada pilihan selain itu. Karena ia di antara dua perkara yang menakutkan,

بين ذنب قد مضى لايـدري مـا الله يصنع فيه,

antara dosa yang telah berlalu, ia tidak tahu apa yang Allah akan perbuat dengannya,

وبين أجل قد بقي لايدري مايصيبه فيه من المهالك.

dan antara ajalnya yang tersisa yang ia tidak tahu apa yang akan menimpanya berupa kebinasaan.”

[ al-Hilyah, juz 2, hlm. 132 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL