Keutamaan Meminjamkan Uang

Tahukah anda..?
Bahwa menghutangi terkadang melebihi pahala bersedekah..

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: رَأَيْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ مَكْتُوبًا: الصَّدَقَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا, وَالْقَرْضُ بِثَمَانِيَةَ عَشَرَ

Dari Anas bin Malik ra berkata, Rasulullah s bersabda,
“Aku melihat pada malam aku diperjalankan, di atas pintu surga tertulis ‘Satu sedekah dilipatkan 10 kalinya, dan meminjami hutang dilipatkan 18 kalinya’.”

HR. Ahmad IV/296), At-Tirmidzi (1957), Ibnu Hibban (5074) dan
dishahihkan Al-Albani dalam Al-Misykah (1917).

subhanallah.. Betapa besar keutamaan orang meminjami uang..

Karena meminjami uang itu resikonya didunia dg tak dibayar.. (Dibawa kabur)

Namun diakhirat..anda dapat menagihnya jika belum dibayar. Entah dg meminta pahala dia untuk anda atau menimpakan dosa anda untuknya

Tp yg jelas uang anda tsb pasti
akan membuahkan hasil
keutungan bagi anda diakhirat jika si penghutang tidak membayarnya.. Tanpa syarat ikhlas atau tidak.. Krena itu adalah hak..

Hak yg akan anda panen..
Tidak ada syarat ikhlas disini..

Beruntunglah mereka yg uangnya sampai di alam akhirat masih dihutang orang..

Dan sangat merana orang yg kembali kpd Allah tapi masih membawa hutang..

www.abu-riyadl.blogspot.com
By. Abu riyadl.

Menikmati Balasan Amalan Akhirat Di Dunia

Terkadang amalan akhirat balasannya bisa dicicipi sebelum kita sampai diakhirat..

Sungguh rahmat Allah sangatlah luas..

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

Dari Abdullah bin Mas’ud berkata, Rasulullah shalalhu alaihi wasalam bersabda:
“Dekatkanlah pelaksanaan antara haji atau antara umrah, sebab
keduanya menghilangkan
kemiskinan dan dosa, sebagaimana api pandai besi menghilangkan karat besi, atau emas dan perak dari kotorannya. Dan tidak ada balasan bagi haji yang mabrur selain surga.”

Shahih, diriwayatkan At-Tirmidzi (810), Ibnu Khuzaimah (2512), An-Nasaa-i (IV/219), Ibnu Hibban (3685) dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih At-Targhib (1103).

www.abu-riyadl.blogspot.com
Abu riyadl.

Semua Punya Dalil

(Ust Syafiq R Basalamah)

Tidak ada satu sekte sesat di muka bumi ini, yang menisbatkan dirinya kpd islam, kecuali mereka memiliki dalil

Tidak ada satu bid’ah dari bid’ah yang dilakukan melainkan pelakunya mempunyai dalil, dari dhahir-dhahir ayat Al Qur’an atau sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

Tatkala syi’ah mengajak kpd imamnya yg dua belas, mengkafirkan para shahabat Nabi & istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, menghalalkan mut’ah, merekapun mempersembahkan dalil – dalil kpd ummat

Tatkala ahmadiyah menyatakan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi setelah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam maka merekapun mendatangkan dalil-dalilnya

Tatkala liberal, menyatakan Al Qur’an perlu direvisi, Al Qur’an yang ada sudah tidak sesuai dengan masa kini, homoseks diperbolehkan, pornoaksi & pornografi halal, maka merekapun tidak omong kosong, mereka mendatangkan dalil-dalilnya dari Al Qur’an & sunnah yang menguatkan pemahaman mereka

Tatkala sekelompok shufi, dengan berbagai bid’ah mrk, bahkan sampai ada yang menyatakan Allah dapat menyatu dengan mahluknya, mereka juga menuliskan dalil-dalilnya dlm lembaran-lembaran buku yang banyak

Terus apakah dengan mendatangkan dalil-dalil tersebut, mereka dapat melegalkan ajaran mereka, karena mereka bersandar kepada dalil-dalil dari Al Qur’an & sunnah ??

Kalau seperti itu, akan dibawa kemana umat ini, kalau ternyata semuanya memiliki dalil…

Bahkan orientalis yang mengatakan islam adalah agama bangsa arab, hadits bikinan para ulama’ dll, merekapun juga mendatangkan dalil dari Al Qur’an & sunnah

Imam Syatibi berkata,”Oleh karena itu, tidaklah kamu mendapati salah satu sekte dari sekte-sekte sesat atau tidak satu orangpun yang menyelisihi pendapatmu dalam hukum-hukum, baik itu furu’iah atau yang prinsipil, yang tidak mampu untuk berdalil atas kebenaran mazhabnya dengan dhohir-dhohir dalil…

Bahkan kami mendapati orang-orang fasik yang berdalil dalam perkara-2 kefasikan dengan dalil-dalil yang ia sandarkan kepada syariat yg suci…

Bahkan orang-orang nashrani menguatkan ajaran mereka dengan Al Qur’an…

Oleh karena itu selazimnya bagi yang mengkaji suatu dalil syar’i untuk memperhatikan pemahaman orang-2 pertama (para sahabat) & pengamalan mereka dengan dalil itu, karena itu lebih layak untuk menepati kebenaran & lebih lurus dalam berilmu & beramal”.
(Al Muwafaqat 3/288-289).

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah memberikan solusi tapi kadang berat hati ini utk mengikutinya, karena sebagian hidup di lingkungan yang sudah turun-temurun meyakini hal itu..
atau karena termakan tulisan2 yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, disamping ilmu agama yang minim.

Apa solusi itu…?

فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

“Maka sungguh, siapa yang hidup di antara kalian akan menyaksikan perselisihan yang banyak, maka wajib hendaklah kalian mengikuti sunnahku & sunnah Al-Khulafa yg mendapat bimbingan & petunjuk, pegang eratlah sunnah itu & gigitlah dengan geraham-geraham kalian.”
(HR. Abu Dawud no. 4607 & At-Tirmidzi no. 2676)

Maka demi kejayaan islam
Demi persaudaraan islam
Saatnya kita kembali kepada sunnah

Dlm urusan agama, cukuplah kita mengamalkan apa yang mereka amalkan. Yang tidak, ya tidak perlu dibahas tidak perlu dibikin ruwet

Kita terus meniti jalan mereka, sampai kita berjumpa dengan Allah

Insya Allah kita akan dihimpun bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam & para sahabatnya
آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Bahaya Lisan

Ust. Rochmad supriyadi LC

Diriwayatkan dari sahabat mulia Mu’adz ibn Jabal, suatu hari bertanya kepada Nabi صلى الله عليه وسلم , ” Apakah kita dimintai pertanggung-jawaban atas apa yang kita ucapkan?”. Maka bersabda Nabi صلى الله عليه وسلم ,” Celaka dirimu wahai Mu’adz!” , Bukankah manusia ditelungkupkan wajah mereka dineraka atau bibir mereka dikarenakan hasil dari lisan mereka?!”. HR Tirmidzy dan Hakim.

Disebutkan didalam hadist Abu Hurairah, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Paling banyak yang memasukkan manusia kedalam api neraka adalah dua lobang , yaitu mulut dan farji “. HR Ahmad dan Tirmidzy.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Bisa jadi seseorang mengucap satu kalimat yang ia tidak sangka-sangka ternyata menghantarkannya kejurang neraka lebih jauh dari jauhnya timur dan barat “. HR Tirmidzy.

Berkata sahabat Uqbah ibn A’mir, wahai Rosulullah, bagaimana kunci selamat dari ini? Bersabda Nabi صلى الله عليه وسلم ,” Tahan lisan mu ini , penjarakan di dalam rumahmu, dan menangislah atas kesalahanmu “. HR Bukhary dan Muslim.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Barang siapa yang menjamin untuk ku celah antara kedua janggut nya dan celah antara dua pahanya pasti aku jamin bagi nya surga”. HR Bukhary.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia berbicara dengan kebajikan atau diam “. HR Bukhary dan Muslim.

Berkata Ibnu Mas’ud ,” Tidaklah pantas untuk ditahan dan dipenjarakan dari anggota badan ini melainkan lisan ini”. Berkata Al-Hasan,” Tidaklah seseorang mampu menjaga agamanya selagi tidak menjaga lisan nya “.

KEUTAMAAN JUJUR DAN BAHAYA DUSTA DALAM PERKATAAN DAN PERBUATAN

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Wajib atas kalian berlaku jujur, karena sesungguhnya jujur itu menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan itu menunjukkan kepada Surga. Seseorang
senantiasa jujur dan berusaha untuk selalu jujur sehingga ia ditulis di sisi
Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian sifat dusta, karena
sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada keburukan, dan keburukan itu
menunjukkan kepada Neraka. Seseorang senantiasa berdusta dan berusaha untuk selalu berdusta sehingga ia ditulis disisi Allah sebagai seorang pendusta.” (SHOHIH. Diriwayatka oleh imam Muslim no. 6586).

(*) BEBERAPA PELAJARAN PENTING DAN FAEDAH ILMIYAH YANG DAPAT DIAMBIL DARI HADITS INI:

1. JUJUR dalam setiap perkataan n perbuatan termasuk akhlak terpuji yang dicintai n diridhoi Allah ta’ala n manusia.

2. JUJUR termasuk sebaik-baik sebab yg mengantarkan seorang hamba ke dalam Surga.

3. Orang yg JUJUR termasuk orang yg diberi nikmat oleh Allah n akan dikumpulkan bersama para Nabi, orang2 mati syahid, n orang2 sholih di dlm Surga. (Baca surat An-Nisa’: 69).

4. JUJUR dalam transaksi jual beli merupakan sebab datangnya keberkahan rezeki dari Allah. Demikian sebaliknya, DUSTA akan menghilangkan keberkahan rezeki.

5. DUSTA termasuk sebab utama yg menjerumuskan pelakunya ke dalam siksa api Neraka.

6. DUSTA merupkan salah satu sifat orang Munafik.

7. Berdusta bisa menjerumuskan seseorang ke dalam kedustaan berikutnya.

8. Berdusta bisa menyebabkan terjadinya perpecahan n permusuhan di antara kaum muslimin.

Beberapa pelajaran & Faedah ilmiyah lainnya dapat dibaca di BBG MAJLI HADITS, chat room MUTIARA HADITS SHOHIH.

Atau di LinK berikut ini. KLIK:
» http://abufawaz.wordpress.com/2013/04/21/keutamaan-jujur-dan-bahaya-dusta-dalam-

Keutamaan Menuntut Ilmu

Sesungguhnya malaikat meletakkan sayapnya sebagai tanda ridho pada penuntut ilmu. (HR Abu Daud)

Jika tidak ada keutamaan menuntut ilmu agama selain kedekatan dengan Allah & malaikat, maka itu sudah menunjukkan keutamaan yang luar biasa dari ilmu. Padahal dengan ilmu sendiri bisa meraih kemuliaan dunia & akhirat. ~Ibnul Qayyim~

Ustadz Muhammad Abduh Tausikal
Rumaysho.com

Bagaimana Membangun Rumah Di Surga

Ust. Badrusalam Lc

Mempunyai rumah indah dan nyaman adalah keinginan setiap manusia, namun diperlukan kerja keras, memeras keringat dahulu mencari uang, karena harganya yang mahal. Berbeda dengan membangun rumah di surga. Yang diperlukan adalah kekuatan untuk beramal shalih dan menahan hawa nafsu. Tentu rumah di surga jauh lebih indah dan nyaman, tak mungkin dapat digambarkan oleh pikiran kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengabarkan kepada umatnya tentang amalan-amalan yang apabila dilakukan oleh manusia, maka Allah akan membangunkan sebuah rumah untuknya di surga. Yaitu:

1. Menjaga sholat dluha empat raka’at dan qobliyah dzuhur 4 raka’at.

“Barangsiapa yang shalat dluha empat raka’at dan qobliyah dzuhur empat raka’at, akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR Ath Thabrani dan dihasankan oleh Syaikh Al AlBani dalam silsilah shahihah no 2346).

2. Menjaga sholat sunnah rawatib 12 raka’at.‫‬

“Barangsiapa yang shalat (rawatib) sehari semalam 12 raka’at, maka Allah akan bangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR Muslim, An nasai, Abu dawud, ibnu majah dari Ummu Habibah).

Shalat 12 raka’at itu adalah dua raka’at qobliyah shubuh, empat sebelum dzuhur dan dua setelahnya, dua setelah maghrib, dan dua setelah ‘isya sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat imam At Tirmidzi.

3. Membaca surat al ikhlash sepuluh kali.

“Barangsiapa yang membaca “Qulhuwallahu ahad” sepuluh kali, Allah akan bangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR Ahmad dari Mu’adz bin Anas dan dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani dalam shahih Jami’ no 6472)

Apa lagi amalan2 yg memberikan kita rumah di surga, silahkan dibaca artikel berikut ini:
http://cintasunnah.com/bagaimana-membangun-rumah-di-surga/

Racun Hati

Ust. Rochmad supriyadi LC

Ketahuilah semua bentuk dan jenis maksiyat dapat meracuni hati manusia, membawa petaka, bahkan dapat membinasakannya. Berkata Ibnul Muba’rok rahimahullahu Ta’ala ;

” Aku melihat dosa-dosa dapat mematikan hati , Bahkan akan mewariskan kehinaan bagi pecandu nya , Menghindari dosa akan menjaga hidup nya hati , Dan menjahui segala dosa sebaik bekal untuk jiwamu “.

Diantara racun yang paling mengakar didalam hati manusia dan berkembang adalah ;

” Berlebih-lebihan dalam berbicara “.
diriwayatkan dari Anas dari Nabi صلى الله عليه وسلم dengan sanad yang lemah, ” Tidak akan lurus iman seseorang hingga lurus hatinya, dan tidaklah lurus hati seseorang hingga lurus lisannya”. ( Riwayat lemah dari imam Ahmad dan Ibnu Abi Dunya ).

Berkata Abdullah ibn Umar, ” Janganlah kalian berbanyak-banyak berbicara selain dengan berdzikir kepada Allah, karena hal itu akan membuat kerasnya hati, dan sesungguhnya manusia yang paling jauh dari Allah adalah orang yang keras hati nya”.

Berkata Umar ibn Khothob ,” Barang siapa yang banyak bicara pasti banyak tergelincirnya, dan barang siapa yang banyak tergelincir pasti banyak dosa nya, dan barang siapa yang banyak dosanya pastilah neraka utama bagi nya”.

Nabi صلى الله عليه وسلم berpesan kepada sahabat Mu’adz dengan sabda nya,” Jaga lisanmu ini !”. HR TirmiÐzy dan Hakim.

Do’a

Allah سبحانه وتعالى berfirman,” Berdo’a lah kaliyan kepadaKu, niscaya Aku akan kabulkan, sesungguhnya orang-orang yang sombong dari beribadah(berdo’a) kepada Ku niscaya akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina “. QS Gho’fir 60.

Didalam Ayat mulia ini, Allah memerintahkan para hamba agar senantiasa memanjatkan do’a dan hajat hanya kepada-Nya semata, dan Allah berjanji utk mengabulkannya, dan Allah jadikan do’a dan permintaan hajat sebagai ibadah muliya, dan Allah mencela lagi murka kepada siapa saja yang engan memanjatkan do’a dan dihukumi sebagai makhluk sombong, yang terancam akan dimasukkan jahannam.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Barang siapa yang tidak meminta kepada Allah, ia akan dimurkai (Allah) “. HR Tirmidzy.

Berkata Sya’ir :” Janganlah kaliyan sekali-kali meminta hajat kepada anak Adam,Akan tetapi mintalah hajat kepada Dzat yang pintunya tidak pernah tertutup , Allah senantiasa murka jikalau engkau tidak meminta kepada Nya , Lawan dari itu,bila engkau meminta kepada bani Adam senantiasa ia murka kepadamu “.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,”Do’a adalah ibadah”.HR Tirmidzy. Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,”Sesungguhnya Allahسبحانه وتعالى adalah Dzat Yang Maha Hidup Maha Pemurah malu bila seorang hamba berdo’a mengankat tangan kemudian hamba tersebut tidak membawa hasil”.HR Tirmidzy.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,”Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a yang tidak mengandung dosa dan pemutusan silaturohmi kecuali Allah berikan satu dari tiga keadaan,bisa jadi dikabulkan segera,bisa jadi disimpan untuk diakhirat, dan bisa jadi di palingkan dari keburukan musibah”. HR Ahmad dan Bazzar.
Berkata Umar,”Aku tidak peduli pada pengabulan do’a ,akan tetapi aku hanya peduli pada terpanjatkan nya do’a”.

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Halalnya 2 Bangkai Dan 2 Darah

Ust. Badrusalam Lc حفظه الله

Dari ibnu Umar radliyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dihalalkan untuk kita dua bangkai dan dua darah; adapun dua bangkai adalah bangkai belalang dan ikan. Dan adapun dua darah yaitu hati dan rempela”. (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Derajat hadits.
Hadits ini dishahihkan secara mauquf oleh Abu Zur’ah, Abu Hatim, Ad Daraquthni, Al Hakim, Al Baihaqi, dan ibnu Qayyim. Namun hadits ini dihukumi marfu’ karena perkataan shahabat: “Dihalalkan untuk kita tidak mungkin kecuali dari Rasulullah.
Dan hadits ini dishahihkan oleh syaikh Al Bani. (bulughul maram)

Fawaid hadits:
1. Haramnya darah yang mengalir, karena yg dihalalkan hanya dua saja, dan darah yg tidak mengalir yg ada pada uratpun dimaafkan karena Allah hanya mengharamkan darah yang mengalir (masfuh).

2. Haramnya bangkai yaitu setiap binatang yang mati tidak dengan disembelih secara syar’iyy.

3. Halalnya bangkai belalang dan ikan, dan juga bangkai binatang air yang tidak bisa hidup kecuali di air.

4. Halalnya hati dan rempela.

5. Belalang dan ikan apabila mati di air maka airnya tidak menjadi najis, baik banyak airnya maupun sedikit, walaupun airnya berubah warnanya atau baunya atau rasanya, karena air yang berubah dengan sesuatu yg suci tidak menjadi najis.

Menebar Cahaya Sunnah