⚉ Untuk transfer dana bantuan, silahkan baca infonya di SINI ⚉ LPP hingga AHAD, 30 September 2018, Lihat diSINI ⚉ LPP hingga SENIN, 1 Oktober 2018, Lihat diSINI ⚉ LPP hingga SELASA, 2 October 2018, Lihat diSINI ⚉ LPP hingga RABU, 3 October 2018, Lihat diSINI ⚉ LPP hingga KAMIS, 4 October 2018,Lihat diSINI ⚉ LPP hingga JUM’AT, 5 October 2018,Lihat diSINI ⚉ LPP hingga SABTU, 6 October 2018,Lihat diSINI ⚉ LPP hingga AHAD dan SENIN, 7 dan 8 October 2018,Lihat di SINI ⚉ LPP hingga SELASA dan RABU, 9 dan 10 October 2018,hingga pukul 23:59 WIB
.
. Jawabannya : Allahu a’lam… . PERTAMA, yang penting untuk kita ketahui bersama adalah bahwa Allah yang menetapkan ke 4 bulan suci itu melalui firman-Nya di dalam al Qur’an dan melalui lisan yang mulia Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam (al hadits) sbb: . Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) : . “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan harom. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36) . Lalu dalam sebuah hadits shohih, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda : . ”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan harom (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rojab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679). . Disebut dengan bulan “HAROM (suci)” karena pada bulan tersebut diharamkan maksiat dengan keras, begitu pula pembunuhan. Demikian kata Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rohimahullah dalam kitab beliau Taisir Al Karimir Rahman. . Al Qodhi Abu Ya’la rohimahullah berkata, ”Dinamakan bulan harom karena dua makna: . 1- Pada bulan tersebut diharomkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian. . 2- Pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan harom lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan itu. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan keta’atan.” (Lihat Zaadul Masiir, tafsir surat At Taubah ayat 36) . . KEDUA, terkait bulan Romadhon, Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, . “Apabila Romadhon datang maka pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu.” (HR. Bukhari) . Sedangkan dalam riwayat an-Nasa-i dan Imam Ahmad terdapat tambahan: “Telah datang kepadamu ROMADHON, BULAN YANG PENUH BAROKAH.” [HR. an-Nasa-i (IV/129) Kitaabush Shiyaam bab Fadhlu Syahri Ramadhaan dan Musnad Imam Ahmad (II/230)] . Sebagaimana disebutkan dalam hadits diatas Romadhon adalah BULAN YANG PENUH BAROKAH… Namun sayangnya yang populer di tengah masyarakat adalah bahwa Romadhon itu bulan Suci… bukan mengecilkan makna bulan Romadhon (sama sekali TIDAK)… namun akibat penamaan ini banyak kaum Muslimin akhirnya MELUPAKAN / MENGABAIKAN 4 bulan suci (harom) yang sebenarnya sebagaimana disebutkan di dalam Al Qur’an dan Hadits-hadits shohih padahal dosa dan pahala di ke 4 bulan tsb dilipat gandakan, Allahul musta’aan… . Wallahu a’lam
Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
. PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 6) bisa di baca di SINI
=======
🌿 Penghalang yang ke 7 🌿
Penghalang yang ke 7 yaitu:
⚉ TAQLID yang disertai dengan fanatik buta.
👉🏼 TAQLID artinya : mengikuti seseorang, dengan tanpa mengetahui dasarnya, tanpa mengetahui dalilnya.
TAQLID adalah merupakan perkara yang haram. Kapan ? Ketika telah sampai kepada kita keterangan dan dalil.
Apabila telah sampai kepada kita keterangan dalil yang shohih, kemudian kita tolak dalil keterangan, hanya karena mengikuti seseorang, maka ini adalah merupakan taqlid yang tercela.
Sedangkan taqlid bagi orang yang awam yang tidak mengetahui dan tidak mampu memahami dalil, hukumnya wajib. Kecuali, apabila telah sampai kepada dia dalil yang lebih kuat, lalu ia tinggalkan dalil hanya karena mengikuti syaikh-nya, maka ia jatuh kepada taqlid yang haram.
👉🏼 FANATIK, ta’asshub yaitu : seseorang tidak mau mengambil ilmu kecuali dari golongannya saja atau dari syaikh-nya saja.
ياتزم قول عالِم مطلقًا فِي جَميع المسائل
Dia hanya mengikuti pendapat “seseorang alim dalam seluruh permasalahan“, gak mau ngikutin yang lain, yang seperti ini sama saja menganggap syaikh-nya itu maksum, terpelihara dari kesalahan. Padahal kemaksuman itu hanya milik Rosul shollallahu ‘alayhi wasallam.
Orang yang taqlid yaitu mengikuti seseorang dengan tanpa mengetahui hujjahnya. Hakekatnya itu bukanlah ilmu dan sangat tidak layak untuk dimiliki oleh orang yang mempunyai sifat penuntut ilmu, karena hakikat ilmu itu adalah yang berdasarkan dalil. Karena sebatas (semata-mata) pendapat, bukanlah ilmu.
⚉ Sayuti rohimahullah berkata, “Para Ulama seluruhnya bersepakat bahwa taqlid itu bukanlah Ilmu“ Maka karena taqlid bukan ilmu, (taqlid) tidak boleh dimiliki oleh seorang penuntut ilmu.
⚉ Ibnu Hazm rohimahullah berkata:
المقلد راضٍ أن يُغبن عقله
“Orang yang taqlid itu ridho kalau akalnya ditipu” (Kitab Mudaawatunnufuus hal 74)
⚉ Ibnu Taimiyah rohimahullah juga berkata:
فإن التقليد لا يورث إلا بلادة
“Taqlid itu tidak mewariskan, kecuali kebodohan“
Oleh karena itulah seorang penuntut ilmu berusaha untuk mengetahui dasar segala sesuatu dalam setiap permasalahan.
فإن من اعتاد الجري على أقو الٍ لا يُباليِ دلَّ عليها دليل صحيح أو ضعيف أو لَمْ يد لَّ يَخمد ذهنه ولا ينهض بطلب الر قي والا ستز ادة فِي قوة الفكر والذَّهن
“Orang yang terbiasa mengikuti suatu pendapat secara membabi buta tanpa peduli apakah ditunjukkan oleh dalil yang shohih ataupun yang dhoif atau bahkan tidak ada dalil sama sekali, maka akalnya itu (kata beliau) telah hilang sinarnya. Bahkan ia tidak akan pernah mau naik kepada yang lebih tinggi. Tidak pula menambah kekuatan fikir, karena dengan taqlid itu sebetulnya pikiran dia menjadi terkurung.”
⚉ Berkata Alwaziir bin Hubairoh rohimahullah (Kitab Lawamil Anwar 2/465)
من مكايد الشيطان أنه يقيم أو ثاناً فِي المعنَى تُعبد من دون الله مثل أن يتبين له الحق فيقو ل: هذا ايس بِمذ هبنا تقليدًا لِمُعَظَّمٍ عنده قد قدَّ مه على الحق
“Diantara tipu daya setan, yaitu dia menjadikan sesuatu di sembah selain Allah.“
Contohnya (kata beliau): “telah jelas kepada dia kebenaran, lalu ia tolak kebenaran hanya karena menganggap itu bukan karena madzhab kita, sehingga madzhab lebih ia dahulukan daripada keterangan dari Allah dan Rosul-Nya.” (Seakan-akan madzhab ini menjadi sebuah tandingan).
👉🏼 Maka dari itu hati-hatilah… Kewajiban kita adalah fanatik kepada Allah dan Rosul-Nya, bukan kepada madzhab anu, syaikh anu, alim anu.
. Wallahu a’lam 🌴
.
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
. Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
. Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page : https://t.me/aqidah_dan_manhaj https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/
⚉ Untuk transfer dana bantuan, silahkan baca infonya di SINI ⚉ LPP hingga AHAD, 30 September 2018, Lihat diSINI ⚉ LPP hingga SENIN, 1 Oktober 2018, Lihat diSINI ⚉ LPP hingga SELASA, 2 October 2018, Lihat diSINI ⚉ LPP hingga RABU, 3 October 2018, Lihat diSINI ⚉ LPP hingga KAMIS, 4 October 2018,Lihat diSINI ⚉ LPP hingga JUM’AT, 5 October 2018,Lihat diSINI ⚉ LPP hingga SABTU, 6 October 2018,Lihat diSINI ⚉ LPP hingga AHAD dan SENIN, 7 dan 8 October 2018,hingga pukul 23.59 WIB
Sobat, dunia ini sering kali di bingkai dengan kamuflase alias kemunafikan.
Namun sepandai-pandai manusia berkamuflase maka cepat atau lambat Allah akan membukanya.
Termasuk sikap kita yang mungkin berpura pura sebagai orang yang benar-benar beriman atau bertauhid kepada Allah, padahal sarat dengan kepentingan dunia dan nafsu belaka.
Sebaliknya seringkali manusia salah persepsi dan penilaian, yang baik dimusuhi sedang yang buruk dipuji.
Namun Percayalah bahwa Allah Subhanahu wata’ala akan Menyibak semuanya, Sehingga semua akan menjadi nyata tiada lagi yang tersamarkan.
Namun pertanyaannya, kapankah itu terjadi ?
Renungkan hadirs berikut:
إن أحدكم يجمع خلقه في بطن أمه أربعين يوما نطفة ثم علقه مثل ذلك ثم يكون مضغة مثل ذلك , ثم يرسل إليه الملك فينفخ فيه الروح , ويؤمر بأربع كلمات : بكتب رزقه , وأجله , وعمله , وشقي أم سعيد . فوالله الذي لا إله غيره إن أحدكم ليعمل بعمل أهل الجنة حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل النار , وإن أحدكم ليعمل بعمل أهل النار حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل الجنة
“Sesungguhnya tiap-tiap kalian proses penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi ‘Alaqah (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi Mudhghah (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah Malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya, lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 hal : Rizki, Ajal, Amal dan Celaka/bahagianya.
Selanjutnya sungguh demi Allah yang tiada Tuhan selainNya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak tersisa jarak antara dirinya dan surga kecuali hanya sehasta saja, kemudian ia dijemput oleh ketetapan Allah sehingga ia melakukan perbuatan ahli neraka dan iapun masuk neraka.
Sebaliknya, ada orang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka, hingga tidak lagi tersisa jarak antara dirinya dan neraka kecuali hanya sehasta saja, kemudian ia dijemput oleh ketetapan Allah, sehingga ia melakukan perbuatan ahli surga dan iapun masuk surga.” (Muttafaqun ‘alaih)
Saat inilah pembuktian yang tak terbantahkan bahwa anda bertauhid atau tidak, yaitu ketika ajal anda mampu mengikrarkan kalimat tauhid LAA ILAAHA ILLALLAHU di hadapan Malaikat Pencabut nyawa anda.
من كان آخر كلامه لا اله الا الله دخل الجنة
“Siapa pun yang ucapan terakhirnya adalah Laa ilaha Illa Allah, pastilah ia masuk surga.” ( Abu Dawud)
Karena itu yuk sudahi klaim sepihak, apalagi merasa paling bertauhid.
Dan mari kita pebih fokus pada instropeksi diri, karena betapa banyak noda noda dosa yang masih membandal dalam jiwa kita.
Bila dahulu Para sajabat khawatir bila dirinya terjangkiti kemunafikan, mengapa kita saat ini seakan merasa aman dari kemunafikan, sehingga lebih sering menyibukkan diri dengan dosa kawan dibanding dosa sendiri.
Sat oleh Al-Bukhaariy no. 3208, 3332, 6594, 7454; Muslim no. 2643.
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى
⚉ Untuk transfer dana bantuan, silahkan baca infonya di SINI ⚉ LPP hingga AHAD, 30 September 2018, Lihat diSINI ⚉ LPP hingga SENIN, 1 Oktober 2018, Lihat diSINI ⚉ LPP hingga SELASA, 2 October 2018, Lihat diSINI ⚉ LPP hingga RABU, 3 October 2018, Lihat diSINI ⚉ LPP hingga KAMIS, 4 October 2018,Lihat diSINI ⚉ LPP hingga JUM’AT, 5 October 2018,Lihat diSINI ⚉ LPP hingga SABTU, 6 October 2018,pukul 23:59 WIB
Dahulu, ada seorang lelaki yang menggoda wanita bekas pelacur di masa jahiliyyah. Saat itu, keduanya telah masuk Islam. Lelaki itu menggodanya dan mengulurkan tangannya kepada wanita tersebut. Wanita itupun berkata, ”Jangan begitu, sesungguhnya Allah telah mendatangkan Islam dan telah menjauhkan syirik dari kita”
Mendengar itu, si lelaki pun langsung pergi meninggalkannya. Namun, sambil berjalan ia sesekali menengok kepada si wanita. Saat menengok itulah, Allah takdirkan dia MENABRAK sebuah tembok. Iapun lantas mengadu kepada Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam.
Mendengar cerita sahabat itu, Rosulullah bersabda, ”Engkau adalah hamba yang ALLAH KEHENDAKI KEBAIKAN pada dirimu.” Kemudian beliau bersabda, “Sesungguhnya apabila Allah MENGINGINKAN KEBURUKAN kepada seorang hamba, Allah BIARKAN ia dengan dosanya sampai diberikan balasannya pada hari kiamat.” (HR Ath Thobroni, Al Hakim dan Al Baihaqi)
Musibah yang menimpa, semoga Allah jadikan sebagai penebus dosa-dosa kita. Sehingga kita menghadap-NYA dalam keadaan bersih tanpa dosa sebagaimana bayi yang baru lahir.
Faedah Tausiyah Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.