Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Orang Yang Bertakwa Akan Selaras Antara Ucapan Dan Perbuatannya

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Keutamaan EMPAT Roka’at Sholat Dhuha…

WAKTU SHOLAT DHUHA

Terdapat hadits yang menyebutkan waktu larangan untuk sholat.

Dari Uqbah bin Amir rodhiyallahu ‘anhu dia berkata:

“Ada tiga waktu di mana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami untuk melaksanakan sholat di tiga waktu tersebut atau menguburkan jenazah kami: [1] ketika matahari terbit sampai tinggi, [2] ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir dan [3] ketika matahari miring hendak tenggelam sampai benar-benar tenggelam.” (HR. Muslim no. 1926)

Pada hadits di atas, ada dua waktu yang mengapit waktu dhuha:

  • [1] Ketika matahari terbit sampai tinggi
  • [2] Ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir

⚉  AWAL WAKTU DHUHA :

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rohimahullah berkata, “Awal waktu shalat Dhuha adalah ketika matahari meninggi setinggi tombak ketika dilihat yaitu 15 menit setelah matahari terbit.” (Syarh Al Arba’in An Nawawiyah, hal. 289)

Batas awal waktu dhuha: waktu terbit matahari + 15 menit

⚉  AKHIR WAKTU DHUHA :

Batas akhir waktu dhuha: waktu Zhuhur – 15 menit

⚉  WAKTU TERBAIK DHUHA :

Zaid bin Arqom rodhiyallahu ‘anhu melihat sekelompok orang melaksanakan shalat Dhuha, lantas ia mengatakan, “Mereka mungkin tidak mengetahui bahwa selain waktu yang mereka kerjakan saat ini, ada yang lebih utama. Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(Waktu terbaik) shalat awwabin (shalat Dhuha) yaitu ketika anak unta merasakan terik matahari.” (HR. Muslim no. 748). Artinya, ketika kondisi panas di akhir waktu.

Imam Nawawi rohimahullah mengatakan, “Inilah waktu utama untuk melaksanakan shalat Dhuha. Begitu pula ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa ini adalah waktu terbaik untuk shalat Dhuha. Walaupun boleh pula dilaksanakan ketika matahari terbit hingga waktu zawal.” (Syarh Shahih Muslim, 6: 28)

ARTIKEL TERKAIT

Jika TERTINGGAL Sholat Sunnah QOBLIYA ZHUHUR, Bolehkah di QODHO..?

 

 

Pesan Dari Salah Seorang Hamba Allah…

Jika hawa nafsu Anda mengajak untuk bermaksiat, maka cobalah menyanggahnya dengan halus, ingatkanlah dia dengan ayat ini:

قُلْ أَذَلِكَ خَيْرٌ أَمْ جنّةُ الخُلْدِ الَّتي وُعِدَ المُتَّقُونَ

Apakah itu lebih baik, ataukah surga keabadian yang dijanjikan untuk mereka yang bertakwa ?!” [QS. Alfurqon:15]

Ya, surga itu dijanjikan bagi orang yang bertakwa; orang yang menjalankan keta’atan dan menjauhi kemaksiatan, semoga Allah memasukkan kita dalam golongan mereka.

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

 

da060415-2132

FIQIH – Keutamaan Sholat DHUHA…

Pembahasan SHOLAT DHUHA dari kitab Fiqih yang berjudul Mausu’ah Muyassaroh“, ditulis oleh Syaikh Husain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى.

=======

🌿 Pembahasan yang ke 1 🌿

⚉  Keutamaan sholat Dhuha.

Ada 7 hadits yang menyebutkan tentang keutamaan sholat dhuha.

👉🏼  1. Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu ia berkata :

Kekasihku (Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam) memberikan kepadaku tiga wasiat :
1. Berpuasa 3 hari setiap bulan.
2. Dua roka’at dhuha.
3. Sholat witir sebelum tidur.”

⚉  Ini adalah wasiat untuk Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu dan untuk witir sebelum tidur yang paling utama setelah kita bahas yaitu diakhir malam.

⚉  Adapun untuk Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu karena ada keadaan khusus untuk beliau. Maka beliau diberikan wasiat untuk sholat witir sebelum tidur.

(HR. Bukhari dan Muslim)

====================

👉🏼  2. Hadits Abu Dzar rodhiyallahu ‘anhu

Bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam berkata :

« يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

Diwaktu pagi setiap persendian seorang harus ada shodaqohnya. Setiap TASBIH shodaqoh, setiap TAHMID shodaqoh, setiap TAHLIL shodaqoh, dan setiap TAKBIR shodaqoh. Ber-AMAR MA’RUF itu shodaqoh, MELARANG DARI KEMUNGKARAN juga shodaqoh, dan itu bisa dicukupi dengan dua roka’at sholat dhuha.”

(HR. Imam Muslim)

====================

👉🏼  3. Hadits Buraidah rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata :

Aku mendengar Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda :

فِي الْإِنْسَانِ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَسِتُّونَ مَفْصِلًا فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهُ بِصَدَقَةٍ قَالُوا وَمَنْ يُطِيقُ ذَلِكَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ قَالَ النُّخَاعَةُ فِي الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا وَالشَّيْءُ تُنَحِّيهِ عَنْ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُكَ

Pada tubuh manusia 360 sendi, dan ia wajib untuk setiap sendinya memberikan shOdaqohnya.
Mereka berkata : siapa yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah ?
Maka beliau bersabda :
Kamu mengubur ingus didalam masjid dan membersihkan ingus tersebut, dan kamu menyingkirkan sesuatu dari jalan yang menganggu itu semua shodaqoh. Jika kamu tidak mendapatkan maka dua roka’at dhuha itu sudah mencukupi.

(HR. Abu Daud Imam Ahmad dan yang lainnya)

Hadits ini menunjukkan bahwa:

⚉  setiap harinya wajib bershodaqoh 360 kali. Untuk memenuhi setiap sendi-sendinya. Dan itu shodaqoh disini bentuknya umum. Ucapan tahlil, takbir, tahmid, tasbih demikian pula ber-amar ma’ruf nahi munkar.

⚉  Menyingkirkan gangguan dari jalan dan semua kebaikan yang kita lakukan. Itu semua adalah shodaqoh.

⚉  Dan jika kita tidak bisa melakukan 360 dalam sehari maka cukup itu dengan dua roka’at dhuha.

====================

👉🏼  4. Hadits dari Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu bahwa :

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam mengirim pasukan maka mereka pulang dengan cepat dan membawa ghonimah yang banyak, lalu ada orang berkata,
Wahai Rosulullah tidak pernah kami melihat pasukan yang lebih cepat pulangnya dan lebih banyak ghonimahnya dari pasukan ini.

Maka beliau bersabda :

Maukah aku kabarkan kepada kamu sesuatu yang lebih cepat pulangnya dan lebih besar ghonimahnya ? Yaitu seseorang berwudhu lalu ia membaguskan wudhunya kemudian ia pergi ke masjid lalu ia sholat Shubuh, kemudian ia sholat dhuha (artinya ia setelah sholat shubuh terus berdzikir sampai sholat dhuha). maka ia sungguh telah pulang dengan cepat dan besar ghonimahnya.”

(HR. Abu Ya’la – dengan sanadnya yang shohih – jalur perowi-perowinya shohih Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan dianjurkan :

⚉  Setelah sholat Shubuh untuk diam sampai waktu Dhuha kemudian sholat Dhuha. Ini menjelaskan kepada kita bahwa yang dimaksud dengan sholat Syuruq itu adalah sholat Dhuha.

====================

👉🏼  5. Hadits Uqbah bin Amir Al Juhani rodhiyallahu ‘anhu bahwa Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

Allah ta’ala berfirman  :

Wahai anak adam cukupkanlah aku di empat roka’at diawal siang aku akan cukupi kamu dengannya diakhir hari itu.”

(HR. Imam Ahmad dan Abu Ya’la)

⚉  Hadits ini menunjukkan keutamaan sholat dhuha empat roka’at.

⚉  Bahwa orang melakukan itu akan dicukupi diakhir siang tersebut.

====================

👉🏼  6. Hadist Abu Umamah rodhiyallahu ‘anhu bahwa Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda :

مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ

Barang siapa keluar dari rumahnya dalam keadaan berwudhu menuju sholat wajib maka pahalanya sama dengan pahala haji yang ber-ihrom, dan siapa yang keluar menuju sholat dhuha menuju masjid tidak ada niat kecuali untuk sholat dhuha maka pahalanya sama dengan pahala yang ber-umroh.

⚉  Ini menunjukkan bahwa sholat dhuha itu dianjurkan di masjid.

⚉  Dan bahwa orang yang pergi ke masjid dengan tujuan untuk sholat dhuha pahalanya sama dengan Umroh insyaa Allah.. Namun sebagian ulama mengatakan bahwa ini untuk Masjid Quba’. Wallahu’alam apakah ini umum atau tidak, belum tahu.

(lanjutan hadits..) “… dan sholat setelah sholat yang tidak ada sia-sia diantara keduanya itu tercatat dalam Iliyyin.”

(HR. Abu Daud dan dihasankan oleh Syaikh Albani Rahimahumullah)

====================

👉🏼  7. Hadits Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu bahwa Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda :

لا يحافظ على صلاة الضحى إلا أواب، وهي صلاة الأوابين

Tidak ada yang menjaga sholat dhuha kecuali orang yang awwab/ kembali kepada Allah, dan ia adalah Sholatul Awwabin.”

(HR. Ahmad Tabrani, Ibnu Khuzaimah dan Al Hakim)

Ini menunjukkan betapa agungnya sholat dhuha.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab Fiqih yang berjudul Mausu’ah Muyassaroh“, ditulis oleh Syaikh Husain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى.

Kebutuhan Manusia Terhadap Ilmu Agama…

Imam Ahmad bin Hanbal rohimahullahu ta’ala berkata :

Kebutuhan manusia terhadap ilmu agama, melebihi kebutuhannya terhadap makan dan minum. Karena makan dan minum hanya dibutuhkan oleh manusia satu atau dua kali saja dalam sehari, sedangkan ilmu itu dibutuhkan olehnya setiap waktu.”

[ Thabaqat al-Hanabilah – 1/146 ]

Courtesy of Radio Rodja 756 AM  |  Rodja TV

 

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-3

Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 2) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 3 🌿

Diantara perkara yang menghalangi seseorang dari kebenaran :

‎اعتقاد المبطل أنه على الحق

⚉  Dia meyakini bahwa dirinya diatas kebenaran

‎من أعظم الصو ار ف عن الْحقَّ :
‎ا عتقاد المبطل أنه هو الْمُحِقُّ

⚉  Diantara perkara yang memalingkan seseorang dari kebenaran untuk menghalanginya yaitu seseorang merasa dirinya diatas kebenaran. Sementara yang lainnya diatas kebathilan.

Karena apa ? Karena ia terkena syubuhat disertai dengan kebodohan yang ada pada dirinya, sehingga dia menganggap bahwa syubhat itulah sebagai sesuatu yang kebenaran.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah berkata dalam kitab al-Istiqomah 1/13

‎وأول من ضل فِي ذلك هم الخوارج المار قون, حيث حكموا لنفو سهم بأ نَّهم المتمسكون بكتاب الله و سنته

Yang pertama kali sesat dalam masalah ini adalah orang-orang khowarij dimana mereka menganggap bahwa diri merekalah yang berpegang kepada Alqur’an dan Sunnah.
Sedangkan ‘Ali dan Mu’awiyah dianggap pelaku maksiat dan bid’ah, sehingga mereka menghalalkan darah ‘Ali dan bahkan menghalalkan darah kaum muslimin.”

Beliau juga berkata:
Bahkan menjadi terbalik perkaranya, sehingga mereka menganggap perkara yang bid’ah itu sebagai perkara yang sunnah atau sesuatu yang sunnah itu mereka anggap sebagai perkara yang bid’ah. Sehingga akhirnya merekapun jatuh kedalam berbagai macam kebid’ahan dan memusuhi Ahlusunnah wal Jama’ah dan para ulama mereka.”

Dan ini, Ikhwatal Islam A’azzaniyallaahu wa iyyakum, ada kemiripan dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Dimana orang-orang Yahudi dan Nasrani, Allah menyebutkan mereka [QS Al-Baqarah : 111)

وَقَالُوا لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلا مَنْ كَانَ هُودًا أَوْ نَصَارَى

Mereka berkata tidak akan masuk surga kecuali orang Yahudi dan Nasrani saja

‎تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ

Lalu Allah mengatakan “Itu angan-angan mereka saja

‎قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Katakan kepada meraka, kemarikan bukti kalian jika kalian orang-orang yang benar

Allah juga berfirman [QS Al -Maidah: 18]

‎وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى نَحْنُ أَبْنَاء اللّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ

“Berkatalah orang Yahudi dan Nasrani, “Kami ini anak-anak Allah dan orang-orang yang dicintai oleh Allah

Lihat… mereka orang-orang Yahudi dan Nasrani menganggap kaum Muslimin diatas kebathillan dan bahwasanya merekalah yang akan masuk surga, sementara mereka tidak punya bukti yang kuat sama sekali, yang ilmiah, yang menunjukkan akan kebenaran pendapat mereka itu.

‎وأعخب من هذا : أن بعض من لا يعر ف حقيقة مذهبه ينسب مُخالفه إلَى البدعة كالو اقفة

Yang lebih mengherankannya lagi :
⚉  orang yang tidak mengetahui tentang hakikat kebid’ahan mereka itu, malah menisbatkan orang yang menyelisihi mereka sebagai ahli bid’ah. Karena tidak fahamnya tentang hakikat yang mereka pegang itu. Dan syubhat begitu sangat kuat di hati mereka.

Maka dari itulah saudara-saudaraku sekalian…
⚉  kalau seseorang sudah merasa bahwasanya dia diatas kebenaran tanpa ada bukti yang nyata tapi hanya sebatas syubhat saja disebabkan oleh kebodohannya, biasanya akan sulit sekali untuk mendapatkan kebenaran.

👉🏼   Makanya, benar kata Sufyan Ats-Tsauri rohimahullah :
Bid’ah lebih di sukai oleh iblis daripada maksiat.

Kenapa?

👉🏼  Karena orang-orang yang berbuat bid’ah menganggap dirinya diatas kebenaran. Selama mereka merasa diatas kebenaran tidak akan bertaubat. edangkan orang yang berbuat maksiat, tahu itu maksiat sehingga ia lebih dekat untuk bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Tentang Ikhlas Dalam Ibadah

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Menebar Cahaya Sunnah