Menambah Cahaya Wajah…

Diantara keutamaan mempelajari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah:

Menambah cahaya wajah

Nabi Shallalahu ‘alaihi wasallam mendo’akan orang yang mempelajari hadits Nabi agar diberikan cahaya di wajahnya, beliau bersabda :

نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَبَلَّغَهَا فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ ثَلَاثٌ لَا يُغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ مُسْلِمٍ إِخْلَاصُ الْعَمَلِ لِلَّهِ وَمُنَاصَحَةُ أَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَلُزُومُ جَمَاعَتِهِمْ فَإِنَّ الدَّعْوَةَ تُحِيطُ مِنْ وَرَائِهِمْ

“Semoga Allah memberikan nudlrah (cahaya di wajah) kepada orang yang mendengarkan sabdaku lalu ia memahaminya, menghafalnya dan menyampaikannya, berapa banyak orang yang membawa fiqih kepada orang yang lebih faqih darinya, ada tiga perkara yang tidak akan dengki hati muslim dengannya: mengikhlaskan amal karena Allah, menasehati pemimpin kaum muslimin dan berpegang kepada jama’ah mereka karena do’a mereka meliputi dari belakang mereka”. [HR At Tirmidzi no 2658]

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata,” Kalaulah tidak ada keutamaan menuntut ilmu (hadits) kecuali hadits ini, cukuplah ia sebagai kemuliaan. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendo’akan untuk orang yang mendengar sabdanya, memahami, menghafal dan menyampaikannya. Inilah martabat-martabat ilmu ; yang pertama dan kedua adalah mendengarkan dan memahaminya dengan hati maksudnya mengikatnya dan menjadi tetap di dalam hatinya…
Yang ketiga adalah menghafalnya sehingga tidak melupakannya, dan yang keempat adalah menyampaikan dan menyebarkannya kepada umat sehingga tercapai maksud dan buahnya yaitu menyebarkannya kepada umat, karena ia bagaikan harta karun yang terpendam di dalam bumi yang apabila tidak dipergunakan ia akan segera hilang. Ilmu bila tidak diinfakkan dan diajarkan akan hilang, namun bila diinfakkan ia akan berkembang dan bertambah.

Barangsiapa yang melaksanakan empat martabat ini, ia termasuk ke dalam do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut yang mengandung keindahan lahir dan batin. Karena nudlrah adalah keindahan dan keelokan yang menghiasi wajah akibat pengaruh iman, kebaikan batin, kegembiraan hati, dan merasakan kelezatannya yang semuanya itu tampak sebagai cahaya di wajah.” [Miftah Darissa’adah 1/94]

Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah berkata,” Tidak ada seorangpun dari ahli hadits kecuali di wajahnya terdapat cahaya berdasarkan hadits ini.” [Qowa’id tahdits hal 48]

Hadits di atas memberikan motivasi kepada kita untuk mempelajari hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, memahaminya, menghafalnya dan menyampaikannya kepada orang lain, oleh karena itu setiap kita berusaha dan berlomba-lomba untuk memahami hadits dan mengamalkannya dalam kehidupan kita, dan mendahulukannya dari perkataan siapapun.

Badru Salam,  حفظه الله

​Buat yang mau belajar ilmu hadits (…dari Ustadz Badru Salam,  حفظه الله… ) yuk ikuti chanel: telegram.me/ulumulhadits

Keutamaan Mempelajari Hadits…

​Mempelajari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah keutamaan yang amat agung, imam An Nawawi rahimahullah berkata,
”Sesungguhnya diantara ilmu yang paling penting adalah mempelajari hadits-hadits nabi, maksudnya mempelajari matan-matannya, shahih, hasan, dan dla’ifnya, dan ilmu-ilmu hadits lainnya, buktinya adalah : bahwa sesungguhnya syari’at kita berdasarkan kepada Al Qur’an dan sunnah, dan sunnah adalah poros hukum-hukum fiqih, dan kebanyakan ayat-ayat hukum adalah bersifat global, dan penjelasannya ada dalam sunnah.

Para ulama bersepakat bahwa diantara syarat mujtahid baik dari qadli maupun mufti adalah berilmu tentang hadits-hadits hukum. Maka menjadi jelas bahwa menyibukkan diri dengan hadits adalah kebaikan yang paling utama dan taqorrub yang paling agung…”.

Al ‘Allamah Asy Syihab Ahmad Al manini Ad Dimasyqi rahimahullah berkata,
”Sesungguhnya ilmu hadits adalah ilmu yang mempunyai kedudukan tinggi, kebanggan yang agung, dan sebutan yang mulia. Tidak ada yang memperhatikannya kecuali ulama dan tidak ada yang terhalang darinya kecuali orang-orang yang bodoh, dan kebaikan-kebaikan ilmu hadits tidak pernah habis sepanjang zaman…” [qowaid tahdits hal 44]

Badru Salam,  حفظه الله

​Buat yang mau belajar ilmu hadits (…dari Ustadz Badru Salam,  حفظه الله… ) yuk ikuti chanel: telegram.me/ulumulhadits

Pentingkanlah Akheratmu, Karena Dunia Ini Bukanlah Apa-Apa

Syeikh Utsaimin -rohimahullah- mengatakan:

“Seorang yang cerdas, apabila dia membaca Qur’an dan berusaha menghayatinya, dia akan tahu nilai dunia ini, bahwa dunia ini bukanlah apa-apa, bahwa dunia ini ladang untuk akherat.

Maka, lihatlah apa yang telah kau tanam di dunia ini untuk akheratmu.

Jika engkau telah menanam kebaikan, maka berbahagialah dengan hasil panen yang akan membuatmu ridha.

Namun bila keadannya sebaliknya, berarti engkau telah rugi dunia akherat..”

[Syarah Riyadhus Sholihin 3/358]

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله

Ketika Orang-Orang Shalih Menyesal…

عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِى عُمَيْرَةَ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لَوْ أَنَّ عَبْداً خَرَّ عَلَى وَجْهِهِ مِنْ يَوْمِ وُلِدَ إِلَى أَنْ يَمُوتَ هَرَماً فِى طَاعَةِ اللَّهِ لَحَقَّرَهُ فِى ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَوَدَّ أَنَّهُ رُدَّ إِلَى الدُّنْيَا كَيْمَا يَزْدَادَ مِنَ الأَجْرِ وَالثَّوَابِ ».

Dari Jubair bin Nufair dari Muhammad bin Abi ‘Umairah, salah seorang shahabat Nabi, beliau mengatakan, “Andai manusia itu menghabiskan umurnya semenjak lahir sampai mati karena tua renta dalam ketaatan kepada Allah niscaya pada hari Kiamat dia menilai bahwa semua amalnya tersebut tidaklah bernilai dan dia tetap saja berkeinginan untuk bisa kembali ke dunia agar bisa menambah pahala”

[HR Ahmad no 17687, sanadnya dinilai shahih oleh Syuaib al Arnauth]

Aris Munandar,  حفظه الله

Amal Apa Yang Akan Kita Sebut Dalam Do’a..?

Dalam sebuah hadits shahih tentang tiga orang terperangkap di gua, masing-masingnya menyebutkan satu amal shalih hingga mereka pun berhasil keluar.

Pertanyaan : Jika kita jadi orang keempat, amal apa yang akan kita sebut dalam doa..?

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, حفظه الله

Courtesy of Twit Ulama

Nyawamu Seumur Jagung…

Mesin pabrik terus berbunyi,
Roda mobil terus berputar,
Baling-baling pesawat terus bergerak kencang,
Nafas dan jantungmu berdetak kencang.
Ke manakah langkahmu kamu ayunkan, ke surga ataukah ke neraka.

Lihatlah rambutmu mulai kusut, kulitmu terlihat mulai keriput, mukamu sebentar lagi mengerut bak jeruk purut dan urat nadimu suatu saat tak lagi berdenyut serta nyawamu akan dicabut malaikat maut.

Bekal apakah yang kamu siapkan untuk menuju perjalanan akhirat yang amat jauh……!
Kematian terus mengitarimu siang malam, tapi……
Kamu terus asyik dengan dosa dan maksiat.
Hatimu enggan bertaubat

Dengan Allah-pun tetap kurang dekat.
Hingga hari ini…. kau lipat permadani ketaatan sedangkan kau hamparkan di depan matamu berbagai tikar kemaksiatan..

Kau kotori hatimu dengan berbagai macam kekufuran dan kesyirikan.
Kau nodai ibadah dan amalmu dengan berbagai macam kebid’ahan dan kesesatan.
Terus kapan kau mulai menapaki jalan kesalehan. Apalagi keluargamu dan orang-orang sekitarmu menuju kebenaran dan kebaikan.

Berbekallah dengan ketakwaan karena sudah masuk malam adakah jaminan umurmu akan masih bertahan hingga esok hari.

Sekarang hanya ada amal tiada hisab sementara esok di akhirat hanya ada hisab tiada lagi kesempatan untuk beramal.

Andaikan setelah mati, manusia dibiarkan tanpa hisab maka ketahuilah semua orang yang hidup dengan mudah berharap kematian.

Dunia ini amat pendek dan ternyata kita hanya mendapat jatah umur lebih pendek dari umur dunia yang pendek tersebut sehingga Rasulullah bersabda, “Umur umatku antara enam puluh hingga tujuh puluh jarang sekali umarnya yang lebih dari itu”.

Kalau sebagian ulama salaf saat diajak berbicara dengan suatu yang tidak bermanfaat maka berkata, hentikan matahari dulu, bagaimana umurku bertambah namun kebaikanku tidak bertambah.

Tapi di antara kita dengan mudah membuang-buang untuk kesia-siaan; padahal Nabi bersabda, Termasuk tanda baiknya Islam seseorang bisa meninggalkan suatu yang tak berguna.

Kita hanguskan waktu kita di depan layar TV.
Kita hancurkan umur kita dengan duduk-duduk di bar dan kafe…

Kita buang waktu di kolam pemancingan dan di depan meja billiard, catur dan meja judi.
Al-Qur’an dan hadits banyak yang belum kita pelajari dan kita hafalkan, namun kita dengan gampang membuang waktu dengan berbagai macam obrolan yang sia-sia.

Sementara Rasulullah bersabda, “Tidak pernah menyesal penghuni surga saat masuk surga kecuali atas satu, waktu terlewat tidak berdzikir kepada Allah.”

Umur adalah amanah dan waktu adalah nikmat namun banyak orang silau dan tertipu padahal semuanya akan dipertanyakan Allah sebagaimana sabda, “Dua kenikmatan, di mana banyak manusia yang tertipu dengannya, sehat dan kelonggaran.”

Kau tidak merasa berdosa dengan penelantaran umur dan waktu padahal NYAWAMU BISA JADI TINGGAL SEUMUR JAGUNG!!!

Zainal Abidin bin Syamsuddin,  حفظه الله

Kaidah Memahami Al Qur’an Ke 15 : Menghilangkan Jawab Syarat Untuk…

Kaidah-kaidah memahami Al Qur’an yang diambil dari kitab Qowa’idul Hisaan yang ditulis oleh Syaikh Abdurrohman As Sa’diy.

Kaidah ke 15 :

Menghilangkan jawab syarat untuk menunjukkan keagungan dan beratnya perkara yang diancam.

Contohnya firman Allah Ta’ala

ولو يرى الذين ظلموا إذ يرون العذاب أن القوة لله جميعا

“Kalaulah orang orang zalim itu melihat di saat mereka melihat adzab. Sesungguhnya kekuatan itu milik Allah semuanya.” (Al Baqoroh:165)

Dalam ayat ini tidak disebutkan jawab syaratnya untuk menunjukkan betapa beratnya keadaan orang yang zalim itu disaat mereka melihat adzab.

Contoh lainnya firman Allah:

كلا لو تعلمون علم اليقين

“Sekali kali tidak. Seandainya mereka mengetahui dengan pengetahuan yang yakin.”

Artinya tentu kalian tidak akan terus menerus dalam kelalaian dan berbangga bangga dengan banyaknya sesuatu.

Dan sebagainya.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Kaidah ke 16 : Apabila Disendirikan Mempunyai Makna Yang Bersifat Umum…

KAIDAH MEMAHAMI Al QUR’AN – Daftar Isi LENGKAP

Renungan Malam…

Sungguh Allah telah menjamin REZEKIMU, maka jangan sampai engkau mengkhawatirkannya. Dan Dia tidak menjaminmu masuk SURGA, maka jangan sampai semangatmu kendur (untuk meraihnya). Ingatlah bahwa semua kenikmatan selain SURGA pasti fana. Dan semua musibah selain NERAKA adalah keselamatan.

Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله

Menebar Cahaya Sunnah