Amal Apa Yang Akan Kita Sebut Dalam Do’a..?

Dalam sebuah hadits shahih tentang tiga orang terperangkap di gua, masing-masingnya menyebutkan satu amal shalih hingga mereka pun berhasil keluar.

Pertanyaan : Jika kita jadi orang keempat, amal apa yang akan kita sebut dalam doa..?

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, حفظه الله

Courtesy of Twit Ulama

Nyawamu Seumur Jagung…

Mesin pabrik terus berbunyi,
Roda mobil terus berputar,
Baling-baling pesawat terus bergerak kencang,
Nafas dan jantungmu berdetak kencang.
Ke manakah langkahmu kamu ayunkan, ke surga ataukah ke neraka.

Lihatlah rambutmu mulai kusut, kulitmu terlihat mulai keriput, mukamu sebentar lagi mengerut bak jeruk purut dan urat nadimu suatu saat tak lagi berdenyut serta nyawamu akan dicabut malaikat maut.

Bekal apakah yang kamu siapkan untuk menuju perjalanan akhirat yang amat jauh……!
Kematian terus mengitarimu siang malam, tapi……
Kamu terus asyik dengan dosa dan maksiat.
Hatimu enggan bertaubat

Dengan Allah-pun tetap kurang dekat.
Hingga hari ini…. kau lipat permadani ketaatan sedangkan kau hamparkan di depan matamu berbagai tikar kemaksiatan..

Kau kotori hatimu dengan berbagai macam kekufuran dan kesyirikan.
Kau nodai ibadah dan amalmu dengan berbagai macam kebid’ahan dan kesesatan.
Terus kapan kau mulai menapaki jalan kesalehan. Apalagi keluargamu dan orang-orang sekitarmu menuju kebenaran dan kebaikan.

Berbekallah dengan ketakwaan karena sudah masuk malam adakah jaminan umurmu akan masih bertahan hingga esok hari.

Sekarang hanya ada amal tiada hisab sementara esok di akhirat hanya ada hisab tiada lagi kesempatan untuk beramal.

Andaikan setelah mati, manusia dibiarkan tanpa hisab maka ketahuilah semua orang yang hidup dengan mudah berharap kematian.

Dunia ini amat pendek dan ternyata kita hanya mendapat jatah umur lebih pendek dari umur dunia yang pendek tersebut sehingga Rasulullah bersabda, “Umur umatku antara enam puluh hingga tujuh puluh jarang sekali umarnya yang lebih dari itu”.

Kalau sebagian ulama salaf saat diajak berbicara dengan suatu yang tidak bermanfaat maka berkata, hentikan matahari dulu, bagaimana umurku bertambah namun kebaikanku tidak bertambah.

Tapi di antara kita dengan mudah membuang-buang untuk kesia-siaan; padahal Nabi bersabda, Termasuk tanda baiknya Islam seseorang bisa meninggalkan suatu yang tak berguna.

Kita hanguskan waktu kita di depan layar TV.
Kita hancurkan umur kita dengan duduk-duduk di bar dan kafe…

Kita buang waktu di kolam pemancingan dan di depan meja billiard, catur dan meja judi.
Al-Qur’an dan hadits banyak yang belum kita pelajari dan kita hafalkan, namun kita dengan gampang membuang waktu dengan berbagai macam obrolan yang sia-sia.

Sementara Rasulullah bersabda, “Tidak pernah menyesal penghuni surga saat masuk surga kecuali atas satu, waktu terlewat tidak berdzikir kepada Allah.”

Umur adalah amanah dan waktu adalah nikmat namun banyak orang silau dan tertipu padahal semuanya akan dipertanyakan Allah sebagaimana sabda, “Dua kenikmatan, di mana banyak manusia yang tertipu dengannya, sehat dan kelonggaran.”

Kau tidak merasa berdosa dengan penelantaran umur dan waktu padahal NYAWAMU BISA JADI TINGGAL SEUMUR JAGUNG!!!

Zainal Abidin bin Syamsuddin,  حفظه الله

Kaidah Memahami Al Qur’an Ke 15 : Menghilangkan Jawab Syarat Untuk…

Kaidah-kaidah memahami Al Qur’an yang diambil dari kitab Qowa’idul Hisaan yang ditulis oleh Syaikh Abdurrohman As Sa’diy.

Kaidah ke 15 :

Menghilangkan jawab syarat untuk menunjukkan keagungan dan beratnya perkara yang diancam.

Contohnya firman Allah Ta’ala

ولو يرى الذين ظلموا إذ يرون العذاب أن القوة لله جميعا

“Kalaulah orang orang zalim itu melihat di saat mereka melihat adzab. Sesungguhnya kekuatan itu milik Allah semuanya.” (Al Baqoroh:165)

Dalam ayat ini tidak disebutkan jawab syaratnya untuk menunjukkan betapa beratnya keadaan orang yang zalim itu disaat mereka melihat adzab.

Contoh lainnya firman Allah:

كلا لو تعلمون علم اليقين

“Sekali kali tidak. Seandainya mereka mengetahui dengan pengetahuan yang yakin.”

Artinya tentu kalian tidak akan terus menerus dalam kelalaian dan berbangga bangga dengan banyaknya sesuatu.

Dan sebagainya.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Kaidah ke 16 : Apabila Disendirikan Mempunyai Makna Yang Bersifat Umum…

KAIDAH MEMAHAMI Al QUR’AN – Daftar Isi LENGKAP

Renungan Malam…

Sungguh Allah telah menjamin REZEKIMU, maka jangan sampai engkau mengkhawatirkannya. Dan Dia tidak menjaminmu masuk SURGA, maka jangan sampai semangatmu kendur (untuk meraihnya). Ingatlah bahwa semua kenikmatan selain SURGA pasti fana. Dan semua musibah selain NERAKA adalah keselamatan.

Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله

FAQIH Itu…

آثار وفوائد سلفية:

قال التابعي الإمام الحسن البصري :

Berkata Tabiin imam Al Hasan Al Bashri:

إنما الفقيه : 

Sesungguhnya faqih itu adalah

الزاهد في الدنيا

orang yang zuhud di dunia.

الراغب في الآخرة

berharap akherat

البصير بأمر دينه

berilmu tentang urusan agamanya

المداوم على عبادة ربه

selalu beribadah kepada Rabbnya

[ مسند الدارمي ٣٠٢ ]

Badru Salam,  حفظه الله تعالى 

Memaafkan…

Berakhirnya ramadhan ditandai lahirnya sebuah karakter dari para alumnus-nya…
MEMAAFKAN

Ini merupakan sifat khas dari orang-orang yang mengejar ampunan ALLAH dan alumni Ramadhan yang mendapatkan ampunan dari ALLAH.

وَلْيَعْفُوا۟ وَلْيَصْفَحُوٓا۟ ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(An Nuur (24) : 22)

Sebesar harapan anda untuk diampuni, selapang itulah dada anda dalam memaafkan.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى 

Mengapa DO’A ISTIFTAH Ini Disebut Sebagai Yang Paling Utama..?

Simak penjelasan Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrozzaq bin ‘Abdil Muhsin al Badr, حفظه الله تعالى .. diterjemahkan oleh Ustadz Abu Zaid Cecep Nurrahman, حفظه الله تعالى mulai menit ke 02.57

.

Kuliah JURUSAN AKHLAK…

Satu-satunya jurusan yang tidak akan kamu dapati di universitas manapun di dunia ini adalah jurusan akhlak..

Uniknya, bisa jadi petugas kebersihan lulus menjalani ujiannya, sedang orang yang telah bergelar doktor malah gagal di dalamnya.

Begitu pentingnya akhlak dalam Islam, hingga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyabdakan:

Sungguh seseorang dari kalian, bisa mencapai derajat orang yg ahli shalat di malamnya dan ahli puasa di siangnya dengan akhlaknya”

[Dishahihkan oleh Sy Albani dalam Shahihul Jami’, no: 1620].

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى 

Menebar Cahaya Sunnah