Cara Selamat Dari Dosa Ghibah
Nasihat Emas Imam Sahl bin Abdillah At-Tasturi rohimahullah,
من أراد أن يسلم من الغيبة فليسد على نفسه باب الظنون، فمن سلم من الظن سلم من التجسس، ومن سلم من التجسس سلم من الغيبة، ومن سلم من الغيبة سلم من الزور، ومن سلم من الزور سلم من البهتان.
– barangsiapa ingin selamat dari dosa ghibah maka tutuplah dari dirinya pintu bersangka buruk, dan
– barangsiapa yang selamat dari bersangka buruk maka akan selamat dari mencari-cari kesalahan saudaranya, dan
– barangsiapa yang selamat dari mencari-cari kesalahan saudaranya maka dia akan selamat dari ghibah, dan
– barangsiapa yang selamat dari ghibah maka dia akan selamat dari bersaksi palsu, dan
– barangsiapa yang selamat dari bersaksi palsu maka dia akan selamat dari berkata dusta.
(Syu’abul Iman – Imam Adz Dzahaby)
Penterjemah,
Ustadz Fachruddin Nu’man MA, حفظه الله تعالى
Ingat .. Engkau Hanya Seorang HAMBA
1. Seringkali kita menginginkan sesuatu, namun kita tidak berhasil meraihnya, padahal sudah banyak berkorban dan banting tulang dalam mengusahakannya.
Wajar jika kecewa, tapi jangan larut di dalamnya, sadarlah bahwa kita hanya seorang hamba.. Allah-lah Raja, penentu segalanya.. Mungkin Raja ingin agar kita ingat, tidak sombong dan durhaka.
2. Kita juga sering merasa telah banyak berdo’a, tapi mengapa tidak diijabah, padahal Dia sangat pemurah, dan hal itu juga sangat mudah bagi-Nya.
Ingatlah bahwa Anda seorang hamba.. Keputusan bukan di tangan Anda.. Kedepankan husnuzhon (berbaik sangka)..
* mungkin Allah ingin agar engkau banyak berdo’a, sehingga banyak mendapat pahala..
* mungkin nikmat yang kau harapkan belum pantas engkau dapatkan..
* mungkin sikonnya belum tepat bagimu..
* mungkin nikmat itu menimbulkan mudhorot yang lebih besar bagimu.. dan masih banyak kemungkinan lainnya..
Teruslah berdo’a, dan yakinlah bahwa Dia pasti nanti mengabulkannya.. Tanamkan keyakinan, bahwa Allah tidaklah menangguhkannya melainkan untuk kebaikanmu.
3. Sering pula lewat di benak kita.. Mengapa si fulan mendapatkan nikmat itu, padahal aku lebih berhak mendapatkannya
Ingatlah bahwa Anda seorang hamba.. dunia ini bukan milik Anda, sehingga tidak mungkin selalu sesuai harapan.. Ingatkan diri, bahwa semua itu karunia dari Allah, Dia bebas memberikannya kepada pilihan-Nya.. dan Dia yang Maha Tahu siapa yang lebih pantas menerima karunia itu.
Jika semua yang kita harapkan harus tercapai, lalu apa bedanya surga dengan dunia.. Tidak ingatkah engkau, bahwa dunia ini adalah tempat hukuman leluhurmu Adam ‘alayhissalam, bahwa dunia ini penjara bagi seorang mukmin, bahwa dunia ini tempat ujian dan cobaan.
Oleh karena itu, jalanilah hidup dengan hati tenang dan lapang.. teruslah berusaha sebaik mungkin.. dan nikmatilah proses usahamu dan rasa lelahmu.. Allah sangat mampu menjadikan nikmatmu pada proses usahamu mencapai tujuan.
Dan harapkanlah pahala dari setiap gerak langkahmu.. Agar engkau tidak merasa rugi, karena di sisi Allah tidak akan ada yang sia-sia.. Bahkan pahala di akherat, pasti akan lebih membahagiakan kita nantinya.
Di dunia, kita hanya sebentar dan sementara.. Dunia hanyalah proses yang engkau jalani menuju akheratmu.. Waktu akan terus berjalan membawamu menuju akhir kehidupan.. Jangan terlena dengan dunia, carilah celah untuk memanfaatkannya dalam beribadah kepada-Nya.
Ya Allah.. karuniakanlah kepada kami kehidupan yang berkah dan kematian yang husnul khotimah..
Dítulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
Tatkala Umur Telah 40 Tahun, Mereka Berdo’a…
Allah Taala kabarkan…
(ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ)
“sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa:
{ ROBBI AWZI’NIY AN ASYKURO NI’MATAKALLATIY AN’AMTA ‘ALAYYA WA ‘ALAA WAALIDAYYA WA AN A’MALA SHOLIHAN TARDHOHU, WA ASHLIHLIY FII DZURRIYYATIY INNI TUBTU ILAIKA WA INNI MINAL MUSLIMIN }
“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”
[Surat Al-Ahqaf 15]
Fachruddin Nu’man, حفظه الله
Do’a Ketika Melihat Orang Lain Mengalami Cobaan…
Ternyataaa… ada kesalahan dalam do’a ISTIFTAH yang selama ini kita ucapkan di awal sholat … Lalu apa salahnya…? ..dan do’a ISTIFTAH YANG MANA yang paling utama menurut riwayat ..?
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini :
Do’a Naik kendaraan…
Mengingat Kebaikan Dan Melupakan Keburukan…
Salah Satu Cara Agar Do’a Kita Dikabulkan
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
TIGA Perkara Penting Untuk Diingat Agar Kita Langgeng Dalam Berdo’a
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :



