Diantara Tanda MUNAFIK = Memilih Pemimpin KAFIR

** Jangan gitu dong, halus dikitlah… siapa yang bilang seperti itu ?

## Mohon maaf, saya hanya menyampaikan FIRMAN ALLAH, bukan perkataan manusia. Dia telah berfirman:

بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (*) الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا

“Berilah kabar gembira kepada orang-orang MUNAFIK, bahwa bagi mereka adzab yang pedih.

Yaitu: mereka yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin, meninggalkan kaum mukminin.

Apakah mereka menginginkan kemuliaan di sisi orang-orang kafir itu?! Maka sungguh seluruh kemuliaan itu milik Allah”. [Annisa: 138-139].

** Ngaco kamu… Itu paling penafsiranmu saja!!

## Kalau ga percaya, silahkan baca tafsirnya Imamnya para ahli tafsir At-Thabari (9/813), begitu tafsir Al-Baghowi (2/300), dan tafsir Fathul Qodir (1/606).

** O.. berarti memang seperti itu ya.. makasih ya, udah diingatkan…

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

Pengingat Diri Kita…

Wahai Saudaraku..

Tidak ada gunanya Anda mempertontonkan kesholehan Anda di hadapan Manusia..

Sementara, tatkala Anda bersendirian…

Anda mempertontonkan kebejadan Anda di hadapan Allah Subhanahu waTa’ala dengan melakukan berbagai maksiat…

Tahukah Anda hakikat dari Taqwa..??

Taqwa adalah gabungan antara kesucian hati & amalan zhohir..

Dan orang yang mempertontonkan amalan zhohir di hadapan Manusia…Sedangkan hatinya kotor…

Maka ia adalah orang Munafik..

Wahai Saudaraku… Janganlah Anda yakin, bahwa diri-diri kita sudah Sholeh..

Apakah Anda tahu..

Bahwa Shalat kita, Shadaqah kita, Amal Ibadah kita diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala…?

Dan apakah Anda tahu..

Bahwa maksiat yang pernah Anda lakukan sudah mendapatkan Ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala…?

Adakah Anda tahu..

Bahwa Taubat yang Anda laksanakan sudah diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala…?

Oleh karena itu..

Tidak ada jaminan bahwa:

* Amal Ibadah yang sudah kita lakukan..

* Taubat yang sudah kita laksanakan..

Semuanya diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala..

Wahai saudaraku..

Janganlah kita tinggalkan di penghujung shalat kita..

Berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan do’a yang diajarkan oleh Nabi kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘Anhu :

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa mengingat-Mu, mensyukuri-Mu & ibadah kepada-Mu dengan baik” (HR. Abu Daud dan Ahmad, shahih)

Maududi Abdullah, حفظه الله تعالى

Kebahagiaan itu dari HATIMU

Banyak orang mencari kebahagiaan di luar dirinya, bahkan mencari kebahagiaan di tempat-tempat kemaksiatan, ke diskotik, ke konser musik, atau lokalisasi, atau tempat hiburan lainnya.

Sungguh mereka sudah tersesat terlalu jauh dari tempat tujuan kebahagiaan, pertama mereka mencari di luar dirinya, kedua mereka mencari pada sesuatu yang diharamkan.

Sebenarnya kebahagiaan itu berasal dari dirimu sendiri, sangat dekat denganmu, dan jauh lebih mudah engkau dapatkan.

Sumber kebahagiaan itu adalah hatimu, pangkalnya pada rasa syukur dalam hati… Semakin engkau bersyukur semakin engkau bahagia.

Semakin bersyukur, engkau semakin sadar bahwa banyak sekali nikmat Allah yang ada padamu… Hatimu akan sibuk memikirkan nikmat yang ada, sehingga dia akan bahagia.

Selanjutnya, jika Allah memberi tambahan, dia akan semakin bersyukur dan semakin bahagia… Jika tidak, dia akan merasa cukup dengan nikmat yang ada dan dia tetap bahagia.

Seringkali kita terlalu memikirkan nikmat yang belum kita raih, namun melupakan banyak nikmat yang telah ada di tangan kita… Sehingga hati merasa serba kurang, dan itu tentu mendatangkan kesedihan dan kemurungan.

Oleh karenanya, pandai-pandailah mencari celah untuk bersyukur, semakin engkau pandai mencari celah itu, maka semakin banyak pula kebahagiaan engkau dapatkan.

Bersyukurlah agar Allah memberikanmu tambahan… agar engkau bahagia.

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Jangan Lewatkan Keberkahan Waktu Pagi…

Dari Sokhr Bin Wida’ah Al-Ghamidy, bahwa Rasulullah shallallahu ‘Alaihi wasallam bersabda (berdo’a) :

{ اللهم بارِكْ لأمتي في بكورها }

“Ya Allah Berkahi Umatku di waktu paginya”

وكان إذا بعث سَرِيَّةً أو جيشًا بعثهم أولَ النهارِ ، قال : وكان صخرٌ تاجرًا فكان يبعثُ في تجارتِه أولَ النهارِ فأثْرَى وكثُرَ ماله.

Oleh karenanya kebiasaan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wasallam jika mengutus pasukan perang, beliau utus di pagi hari…

Dan sahabat Sokhr Alghamidy adalah seorang pedagang, maka beliau mengirim/membuka dagangannya di pagi hari…akhirnya beliau menjadi kaya dan banyak harta…

(HR. Ibnu Hibban. Shahih)

Fachruddin Nu’man, حفظه الله

Kegembiraan Di Waktu Fajar…

Sebuah kaum yang mencintai Rabb mereka, Rabb pun mencintai mereka. Mereka rindu dengan Rabb mereka, Rabb mereka pun rindu dengan mereka.

Shalat shubuh, adalah permulaan hari yang terbaik bagi kita. Shalatlah, dan rasakan nikmat surga dunia.

Hasan al Husaini,  حفظه الله تعالى

Courtesy of Mutiara Risalah Islam

Inilah Umar bin Khatthab radhiallahu ‘anhu…

Sahabat Ibnu Umar mengisahkan: Pada peperangan Jalula’ aku membeli sebagian hasil rampasan perang seharga 40 ribu Dirham. Selanjutnya aku pulang ke Madinah dan berjumpa dengan ayahku Umar.

Mengetahui transaksi yang aku lakukan ini, ayahku berkata: Aku menduga bahwa ketika engkau melakukan transaksi ini, mereka merasa sungkan kepadamu, karena engkau adalah sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, putra Amirul Mukminin dan orang yang paling ia cintai dari keluarganya. Akibatnya mereka lebih suka untuk merugi 100 dirham pada transaksinya denganmu, daripada menaikkan harganya walau hanya 1 dirham.

Karena itu biarkan aku menjual ulang barang pembelianmu selama 7 hari. 

Subhanallah, sungguh benar praduga Khalifah Umar, ia berhasil menjual kembali barang pembelian putranya seharga : 400 ribu dirham.

Selanjutnya beliau mengembalikan modal putranya ditambah dengan keuntungan 100 %, yaitu sebesar 80 ribu dirham. Adapun sisanya, yaitu 320 ribu dirham dibagikan kembali kepada seluruh kaum muslimin yang turut berjihad pada peperangan Jalula’. (Ibnu Abi Syaibah no : 34471)

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Cadar…

Cadar ya cadar, kalau butterfly itu mah hewan yaitu kupu kupu.

Sobat, anda seorang muslim atau muslimah? Bila anda muslim atau muslimah pasti mengetahui bahwa menutup aurat adalah satu kewajiban, demi menjaga kehormatan dan kesucian diri anda.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا 
Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. (Al Ahzab 59)

Menutup aurat sebagai bentuk rasa iba kepada saudara anda lawan jenis yang tidak halal memandangnya. Kasihan mereka bila anda memamerkan aurat anda, mereka bisa jungkir balik karena tergoda.

صنفان من أمتي من أهل النار لم أرهم بعد نساء كاسيات عاريات مائلات مميلات على رؤوسهن أمثال أسنمة الإبل لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها ورجال معهم أسياط كأذناب البقر يضربون بها الناس 
Dua golongan dari ummatku yang menjadi penghuni neraka, aku belum pernah melihat mereka: wanita-wanita berpakaian, namun telanjang, melenggak lenggok dan menggoda (pandangan lelaki), di atas kepala mereka bagaikan punuk onta. Mereka tidak masuk surga, dan tidak dapat mencium aromanya. Dan lelaki – lelaki yang membawa cambuk bagaikan ekor sapi, mereka mencambuk masyarakat dengan cambuk tersebut. (Hr Muslim)

Aneh, bila kaum muslimah yang telah mengenakan pakaian yang sesuai syari’at lalu mundur beberapa langkah dengan memakai pakaian yang penuh dengan modifikasi dan pernak pernik. Bila kemaren mereka berhasil menjaga kehormatan dirinya, dan juga hati lawan jenisnya.

Namun kini, karena lalai banyak dari mereka yang mulai mengenakan jilbab yang penuh dengan pernak pernik, bunga bungi, dan rumbai rumbai yang terus melambai lambai seakan memanggil lawan jenis agar memandanginya.

Ada cadar butterfly yang melambai lambai, ada pula cadar yang penuh dengan bordir dengan berbagai motif dan warnanya, dan ada pula cadar dengan berbagai manik manik yang berkilau kilau. Pokoknya aduuuuh kasihan deh, mau menutup aurat atau menggoda lawan jenis, agar memandang dan terus terngiang ngiang?

Ya Allah! Tunjukilah wanita wanita muslimah agar menutup auratnya dengan benar dan sucikanlah jiwa para pemuda dari berbagai godaan nafsu setan. Amiin.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله

Mengingatkan Kepada Allah…

Bilal bin Sa’d al Asy’ari mengatakan, “Saudaramu yang setiap kali bertemu denganmu, dia mengingatkanmu tentang Allah itu lebih baik daripada saudaramu yang setiap berjumpa denganmu, dia memberikan dinar dalam genggamanmu”

(Syaikh Ahmad Abdul Karim Al Khudhair)

Courtesy of Mutiara Risalah Islam

Soal-Jawab Seputar Aqidah #27-29…

27. Soal: Ada berapakah thagut itu?

Jawab: Jumlahnya sangat banyak, banyak, intinya ada lima.

1. Iblis semoga Allah Ta’ala melaknatnya.
2. Sesorang yang disembah dan dia ridha.
3. Orang yang mengajak orang lain untuk menyembahnya.
4. Seseorang yang mengaku mengetahui ilmu ghaib.
5. Orang yang berhukum dengan selain hukum yang diturunkan oleh Allah Ta’ala.

28. Soal: Amalan apakah yang paling utama setelah mengucapkan dua kalimat syahadat?

Jawab: Yang paling utama adalah mendirikan shalat lima waktu.

Dan shalat itu memiliki syarat-syarat, rukun-rukun, dan kewajiban-kewajiban.

Syarat-syarat yang terpenting adalah:

1. Islam
2. Berakal
3. Tamyiz
4. Menghilangkan hadats
5. Menghilangkan najis
6. Menutup aurat
7. Menghadap ke arah kiblat
8. Telah masuk waktu shalat
9. Niat.

Sedangkan rukun-rukunnya ada empat belas:

1. Berdiri apabila mampu
2. Takbiratul ihram
3. Membaca surat al-Fatihah
4. Ruku’
5. Bangkit dari ruku’
6. Sujud di atas tujuh anggota tubuh
7. I’tidal (bangkit dari sujud)
8. Duduk di antara dua sujud
9. Tuma’ninah (tenang) dalam semua rukun-rukun ini
10. Tertib
11. Tasyahud akhir
12. Duduk tasyahud akhir
13. Shalawat kepada nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
14. Salam.

Adapun kewajiban-kewajiban shalat itu ada delapan:

1. Semua takbir selain takbiratul ihram
2. Membaca “subhaana rabbiyal adziim” ketika ruku’
3. Ucapan “sami’allahu liman hamidah” bagi imam dan orang yang shalat senidiran
4. Doa “Rabbanaa walakal hamdu” bagi imam, makmum, dan orang yang shalat sendirian
5. Doa “subhaana rabbiyal a’laa” ketika sujud
6. Ucapan “Rabbighfir lii” ketika duduk di antara dua sujud
7. Tasyahud awal
8. Duduk ketika tasyahud awal.

Adapun selain yang telah disebutkan ini adalah sunnah, baik berupa ucapan atau perbuatan.

_____________________________

Selanjutnya kita beralih kepada permasalahan kebangkitan manusia sesudah kematianya, hisab amal perbuatan, serta balasan surga dan neraka.

29. Soal: Apakah Allah Ta’ala akan membangkitkan seluruh makhluk sesudah mereka mati dan menghisab amal perbuatan mereka yang baik maupun yang buruk? Dan apa benar Allah Ta’ala akan memasukkan orang yang taat ke dalam surga, sedangkan orang kufur dan syirik kepada-Nya akan menjadi penghuni neraka?

Jawab: Benar. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:

زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا ۚ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ ۚ وَذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

“Orang-orang yang kafir mengira bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah (Muhammad) : “Tidak demikian, demi Tuhanku, kamu pasti dibangkitkan, kemudian diberitakan semua yang telah kamu kerjakan”. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah”. (QS. At-Taghaabun: 7).

Dan firman-Nya:

مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَىٰ

“Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain”. (QS. Thaahaa: 55).

Dan di dalam al-Quran banyak dalil akan hal ini yang tidak terhitung.

Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله

Soal-Jawab Seputar Aqidah #23 – 26…

23. Soal: Apakah yang pertama kali Allah Ta’ala wajibkan kepada kita?

Jawab: Mengingkari thgagut dan beriman kepada Allah Ta’ala. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS.Al-Baqarah: 256).

24. Soal: apakah makna al-Urwatul wutsqa (tali yang sangat kuat) itu?

Jawab: Maknanya adalah Laa ilaaha illallah.

Sedangkan makna laa ilaaha illallah ada an-Nafyu (penolakan, peniadaan atau penafian), dan illallah adalah al-Itsbaat (penetapan sesembahan hanya untuk Allah Ta’ala semata).

25. Soal: Apakah yang dimaksud dengan an-Nafyu wal itsbaat (Penolakan dan penetapan) di sini?

Jawab: Yaitu menolak seluruh sesembahan selain Allah Ta’ala, dan menetapkan seluruh ibadah hanya untuk Allah Ta’ala saja, tiada sekutu bagi-Nya.

26. Soal: Apa dalilnya?

Jawab: Yaitu firman Allah Ta’ala:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ

“Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sembah”. (QS. Az-Zukhruf: 26). Ini adalah dalil an-Nafyu (penolakan).‎

Adapun dalil al-Itsbaat (penetapan) adalah (pada ayat berikutnya):

إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ

“Kecuali (kamu menyembah) Tuhan Yang menciptakanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku”. (QS. Az-Zukhruf: 27).‎

Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله

Menebar Cahaya Sunnah