Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rohimahullah berkata,
Wahai saudara saudaraku..!
Bulan Ramadhan telah berakhir, namun ibadah seorang mukmin tidaklah berakhir kecuali dengan kematiannya.
(Majaalis Syahri Ramadhan – 86)
Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rohimahullah berkata,
Wahai saudara saudaraku..!
Bulan Ramadhan telah berakhir, namun ibadah seorang mukmin tidaklah berakhir kecuali dengan kematiannya.
(Majaalis Syahri Ramadhan – 86)
Yahya bin Mu’adz Ar Razi rohimahullah berkata,
Siapa yang beristighfar dengan lisannya namun hatinya masih bertekad untuk kembali bermaksiat setelah Ramadhan, maka puasanya tertolak dan pintu ampunan tertutup baginya.
Namun, siapa yang berazam (bertekad kuat) untuk tidak kembali berdosa, maka itulah tanda ampunan yang nyata.
(Al Mawa’izh wal Majalis – Ibnul Jauzi 188)
Syaikh Ali Ath Thanthawi rohimahullah berkata,
Hari Raya (Idul Fitri) bukanlah hari bagi mereka yang hatinya masih menyimpan dendam atau yang jiwanya masih keruh.
Tetapi Idul Fitri adalah hari bagi mereka yang mampu memaafkan kesalahan orang lain sebelum mereka meminta maaf, dan yang melapangkan dadanya bagi seluruh manusia.
(Fushul Fii al ‘Aqidah – 142)
Ibnu Rojab rohimahullah berkata,
Tanda bahwa seseorang telah meraih ampunan di bulan Ramadhan adalah :
– hatinya merasa benci terhadap kemaksiatan yang pernah ia cintai sebelumnya, dan
– ia merasa rindu untuk terus berada dalam ketaatan seolah-olah Ramadhan belum berakhir.
(Lathoif al-Ma’aarif – 232)
Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,
“Sungguh jika kepala seorang pria ditusuk dengan jarum dari besi, (itu) lebih baik baginya daripada dia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya..”
(HR. Ath Thabrani – al-Mujamul Kabîr no.486, 487) Syaikh Al Albani berkata : hadits hasan
📌 Beberapa sahabat Sufyan ats-Tsauri berkata,
Kami keluar bersama ats-Tsauri pada hari raya, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya, hal pertama yang akan kita mulai pada hari kita ini adalah menundukkan pandangan..’
Hasan bin Abi Sinan keluar untuk melaksanakan sholat Id, dan ketika ia kembali, istrinya bertanya kepadanya,
“Berapa banyak wanita cantik yang engkau lihat hari ini..?”
Setelah istrinya terus mendesak, ia menjawab, “Aku tidak melihat apa pun kecuali jempol kakiku sejak aku keluar hingga aku kembali kepadamu..”
(Al-Tabshiroh – Ibnul Jauzi – 61/106)

📌 AMALAN-AMALAN SUNNAH TERKAIT IDUL FITRI
1. BERHIAS DI HARI RAYA
Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa berkata, “Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam biasa mengenakan jubah merah pada hari raya..” (Silsilah ash-Shohihah no. 1279)
(Catatan: Wanita tidak boleh menampakkan perhiasan mereka di depan laki-laki dan harus mengenakan hijab yang benar).
2. MANDI DI HARI RAYA SEBELUM KELUAR RUMAH
Nafi’ rohimahullah berkata, “Abdullah bin Umar rodhiyallahu ‘anhumaa biasa mandi pada hari raya sebelum berangkat ke tempat sholat..” (Al-Muwattho’ 384).
3. MEMAKAN KURMA DALAM JUMLAH GANJIL SEBELUM SHOLAT ID
Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu berkata, “Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam tidak akan keluar pada hari raya Idul Fitri sebelum memakan beberapa butir kurma. Beliau memakannya dalam jumlah ganjil..” (Shohih al-Bukhari no. 953).
4. BERJALAN KAKI MENUJU TEMPAT SHOLAT
Ibnu Umar rodhiyallahu ‘anhumaa berkata, “Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam biasa keluar untuk sholat Id dengan berjalan kaki dan pulang dengan berjalan kaki..” (Sunan Ibnu Majah no. 1078).
5. MENGAMBIL JALAN YANG BERBEDA SAAT PERGI DAN PULANG SHOLAT
Jabir bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu berkata: “Apabila hari raya, Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam biasa mengambil jalan yang berbeda (saat pergi dan pulang)..” (Shohih al-Bukhari no. 986).
6. MENGUMANDANGKAN TAKBIR SEJAK KELUAR RUMAH HINGGA SHOLAT ID DIMULAI
Al-Zuhri rohimahullah berkata: “Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam keluar pada hari raya dan terus bertakbir hingga sampai ke tempat sholat. Beliau juga terus bertakbir hingga sholat selesai. Setelah sholat selesai, beliau berhenti bertakbir..” (Silsilah ash-Shohihah 171).
7. MENDENGARKAN KHUTBAH
Abdullah bin al-Sa’ib rodhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku menghadiri sholat Id bersama Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam dan beliau mengimami kami. Kemudian beliau bersabda, ‘Kami telah menyelesaikan sholat. Barangsiapa yang ingin duduk mendengarkan khutbah maka duduklah, dan barangsiapa yang ingin pergi maka silakan..’ (Shohiih al-Jaami’ 4376).
8. SALING BERTUKAR UCAPAN SELAMAT
Jubair bin Nufayr rodhiyallahu ‘anhu berkata: “Para sahabat Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam biasa mengucapkan satu sama lain ketika bertemu di hari raya: Taqabbalallahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian)..” (Tamaam al-Minnah 354).
Al Imam Asy-Syafi’i rohimahullah memberikan panduan praktis kepada wanita yang hendak keluar melaksanakan sholat Id. Beliau mengingatkan agar para wanita tidak berlebihan dalam berhias agar tidak menimbulkan fitnah.
1. ANJURAN MENGHADIRI SHOLAT ID. Beliau menyukai (menganjurkan) bagi kaum wanita untuk menghadiri sholat dua hari raya (Idul fitri dan Idul Adha).
2. BERPAKAIAN SEDERHANA. Beliau menganjurkan agar wanita keluar dengan pakaian yang sederhana (tidak mencolok/pakaian sehari-hari yang sopan) dan tidak berlebihan.
3. MENJAGA KEBERSIHAN TANPA PARFUM. Disunnahkan membersihkan diri dengan air (mandi), namun tidak menggunakan wewangian saat keluar rumah.
4. MENGHINDARI PAKAIAN SYUHROH. Jangan mengenakan pakaian yang terlalu mewah atau unik yang tujuannya untuk menarik perhatian orang banyak (syuhroh).
5. TIDAK MENAMPAKKAN PERHIASAN. Beliau menasihati agar tidak memakai perhiasan emas atau perhiasan lainnya secara nampak (terlihat oleh orang yang bukan mahrom).
(Kitab Al Umm – 1/214)
Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily حفظه الله تعالى menjelaskan tentang dua sisi hati seorang mukmin dalam menghadapi hari raya Idul Fitri.
1. SISI KESEDIHAN (REFLEKSI DIRI)
– Perpisahan dengan musim kebaikan : Sedih karena kehilangan waktu di mana pahala dilipatgandakan.
– Ketidak-pastian Usia : Menyadari bahwa tidak ada jaminan kita akan bertemu kembali dengan Ramadan tahun depan.
– Penyesalan yang positif : Merasa sedih atas kekurangan dan kelalaian dalam ibadah selama sebulan penuh. Kesedihan ini harus menjadi motivasi untuk memperbaiki diri di masa depan, bukan malah membuat putus asa.
2. SISI KEBAHAGIAAN (SYUKUR)
– Merayakan karunia Allah : Bahagia karena Allah telah memberikan taufik (kemampuan) kepada kita untuk menyelesaikan puasa dan sholat malam.
– Sesuai perintah Alqur’an : Allah memerintahkan hamba-Nya untuk bergembira atas rahmat dan karunia-Nya (QS. Yunus: 58).
– Dua kebahagiaan puasa : Mengingat janji Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam tentang kebahagiaan saat berbuka (termasuk merayakan Idul Fitri) dan kebahagiaan saat bertemu Allah kelak.
📌 Kesimpulan: Seorang mukmin yang bijak akan menyeimbangkan keduanya .. menyesal atas kekurangannya sehingga ia terus memperbaiki diri .. namun tetap bersyukur dan bahagia atas kesempatan ibadah yang Allah telah berikan kepadanya.
🎙
Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily, حفظه الله تعالى
Masjid An Nabawi
JUM’AT PAGI – 20 MARET / 30 RAMADHAN
Alhamdulillah dengan izin Allah, program ifthor di 10 malam pertama dan ifthor+ sahur di 10 malam terakhir telah selesai. Jazaakumullahu khoyron kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dengan sebagian rezekinya, dengan tenaga dan do’a .. semoga Allah meridhoinya, aamiin.
**********
📌 PROGRAM RAMADHAN LAINNYA
● wakaf 4 sumur bor, lahan masjid, mushaf : https://bbg-alilmu.com/archives/73048
● santunan sembako janda dan dhu’afa : https://bbg-alilmu.com/archives/59605
**********

===============
BANK SYARIAH INDONESIA
748 000 4447
AL ILMU TA’AWUN
Informasi : https://wa.me/6283806624622

===============
1️⃣ SELESAI BUKA PUASA & SAHUR HARIAN – 10 MALAM TERAKHIR RAMADHAN – I’TIKAF
Insyaa Allah menghidangkan makanan dan minuman pembuka puasa dan Sahur bagi para muktakifiin (orang-orang yang i’tikaf) di :
– masjid Sulaiman Fauzan al Fauzan
– masjid assunnah Darul Hijrah
– masjid ponpes assunnah Ibnu Abbas
– masjid ibnu sirrin, sembalun
di Lombok Timur selama 10 malam terakhir Ramadhan .. TIDAK ADA batas minimal, silahkan berapapun partisipasinya .. semoga Allah mudahkan. Anggaran:
Tahap 1 : Rp. 60 Juta
Tahap 2 : Rp. 15 juta
Tahap 3 : Rp. 10 juta
Tahap 4 : Rp. 3 juta
Tahap 5 : Rp. 12 juta
Tahap 6 : Rp. 8 juta
Tahap 7 : Rp. 3 juta
——————————— +
TOTAL : Rp. 111 juta
SALDO – 10 MALAM TERAKHIR RAMADHAN
● 13 Mar – pkl. 16.00 wib : Rp. 106.1 Juta
● tambahan partisipasi Rp. 4.9 Juta
————————————————
● 14 Mar – pkl. 05.00 wib : Rp. 111.0 Juta
————————————————
Persiapan i’tikaf di masjid Sulaiman Fauzan, hari selasa 10 maret 2026 – 20 ramadhan 1447
● Seseorang bertanya kepada Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam, “Orang yang berpuasa (yang mana) yang paling banyak pahalanya..?” Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam menjawab, “Yang paling banyak dzikirnya..” (HR. Ahmad no 3/438)
● Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam juga bersabda, “Sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari dan mengajarkan Alqur`an..” (HR. Al Bukhari no. 4739)
Berdasarkan keumuman makna dari ke 2 hadits di atas, semoga Allah masukkan kita semua dan para muktakifiin ke dalam golongan orang orang yang :
– paling banyak dzikirnya,
– paling baik puasanya dan
– sebaik baiknya hamba
Dan semoga Allah memberikan kepada yang menyediakan hidangan pembuka puasa bagi para muktakifiin, balasan pahala puasa serupa pahala puasanya para muktakifiin berdasarkan sabda Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wasallam,
“Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga..” (HR. At Tirmidzi no. 807).
📌 Diantara 10 malam terakhir Ramadhan, ada satu malam dimana ibadah yang dilakukan di malam tsb bernilai lebih baik dari 1,000 bulan (Laylatul Qodar) .. semoga Allah mudahkan kita semua dan para muktakifiin untuk menghidupkan ibadah di malam Laylatul Qodar dan semoga Allah memberikan balasan pahala yang lebih baik dari 1,000 bulan bagi mereka yang menyiapkan buka puasa dan sahur bagi para muktakifiin di malam Laylatul Qodar tsb.
===============
2️⃣ SELESAI – BUKA PUASA HARIAN – 10 MALAM PERTAMA RAMADHAN
Insyaa Allah setiap hari menyediakan makanan dan minuman pembuka puasa bagi sekitar 800-an santri, pengajar, asaatidzah dan juga jama’ah masjid sulaiman di 2 ma’had, yaitu (1) ma’had assunnah dan (2) ma’had LKSA assunnah (santri yatim) selama 10 malam pertama Ramadhan 1447 – 2026, insyaa Allah
TIDAK ADA batas minimal, silahkan berapapun partisipasinya .. namun bila hendak berpartisipasi per porsi, maka nilai 1 porsi + ta’jil : Rp. 25,000.- Anggaran : Rp. 160 juta.
===============
Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,
“Setiap orang akan berada di bawah NAUNGAN SEDEKAH-nya hingga diputuskan hukum antara manusia..”
Yazid berkata, “Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah dengan sesuatu walaupun hanya dengan sebuah kue ka’kah atau lainnya..” (HR. Ahmad – dishohihkan oleh Syaikh al Albani)
FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..
Imam Ibnu Rojab al-Hanbali rohimahullah menyebutkan hal berikut saat membahas akhir bulan Ramadhan.
‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz menulis surat kepada kota-kota besar, memerintahkan mereka untuk menutup Ramadhan dengan memohon ampunan (istighfar) dan sedekah (maksudnya adalah zakat fitrah).
Karena zakat fitrah berfungsi sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perkataan keji atau perbuatan sia-sia yang mungkin ia lakukan, sementara (Istighfar) memohon ampunan berfungsi untuk memperbaiki apa yang telah dirusak oleh perkataan dan perbuatan buruk tersebut terhadap puasa.
Karena alasan inilah, sebagian ulama salaf berkata,
“Hubungan antara zakat fitrah dengan orang yang berpuasa adalah seperti hubungan antara sujud sahwi dengan sholat..”
(Lathoo’if al-Ma’aarif hal. 383)