Hasil Akhir Pemakan RIBA…

Dari Samurah bin Jundab radhiallahu ‘anhu, dalam hadits yang panjang tentang mimpi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam, diantaranya dikisahkan dikisahkan sebagai berikut:

“Aku melihat pada malam itu dua orang laki-laki mendatangiku. Lalu keduanya mengeluarkan aku menuju ke ardul muqodasah (baitul maqdis). Kemudian kami berangkat hingga kami mendatangi sebuah sungai darah.

Di dalamnya ada seorang lelaki yang sedang berdiri, sementara di atas bagian tengah sungai tersebut ada seorang lelaki yang di hadapannya terdapat bebatuan. Lalu menghadaplah lelaki yang berada di dalam sungai. Setiap kali lelaki itu hendak keluar dari dalam sungai, lelaki yang berada di bagian atas dari tengah sungai tersebut melemparnya dengan batu pada bagian mulutnya. Maka si lelaki itu pun tertolak ke tempatnya semula. Setiap kali ia hendak keluar, ia dilempari dengan batu pada mulutnya hingga ia kembali pada posisi semula (tidak dapat keluar dari tempatnya berada).

Aku (Rasulullah) pun bertanya: ‘Siapa orang itu (kenapa dengannya)? ’ Dijawab: ‘Orang yang engkau lihat di dalam sungai darah tersebut adalah pemakan RIBA’.” (HR. Al-Bukhari, no. 2085)

Semoga hati kita benar benar takut akan ini sehingga diri kita menjauhi makan riba.

Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Lc, حفظه الله تعالى.

============

ARTIKEL TERKAIT – (Klik Link Dibawah Ini)

Kumpulan Artikel – Tentang RIBA…

Renungan Sebelum Tidur

Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله تعالى

Ketika nak beranjak ke ranjang tuk istirahat… sungguh sebagian kita selalu sibuk menghitung hitung harta..keuntungan dan laba..kenaikan pangkat dan jabatan..memprediksikan keberhasilan suatu program pendapatan…memikirkan bisnisnya agar lebih maju dan berkembang…mengandai andai dan meraba raba kesuksesan dunia yang akan dia mau dapatkan esok hari…

Ia tak tau bahwa itu sirna jika tidak bisa bernafas di hari esok..

Lihat bagimana para sahabat nabi jika mau beranjak keperaduan atau sedang diperaduan… mereka berpikir dan berhitung..
dosa apakah yang telah dilakukan selama ini.. dosa apakah yang telah diperbuat tadi hari…

Seorang sepupu nabi bernama Ali rodhiallahu ‘anhu terkejut dan bangun dimalam gulita karena ia mengingat ada perbutan dosa kecil yang dilakukannya yaitu meludah di lantai masjid yang masih terbuat dari tanah.. ia takut jika ludahnya yang telah mengering itu menjadi dosa.. ia bangkit kemasjid dengan membawa lentera kecil untuk mencari ludahnya siang hari tadi untuk ia bersihkan… itu hanya dosa kecil… namun beliau anggap seperti gunung yang akan meruntuhi dirinya…

Lihat bagaimana kita dihadapan berbagai dosa… ternyata masa bodoh dan sibuk berfikir akan duitnya … yang duit itu tidak akan masuk kuburan…

Sugeng ndalu sugeng istirahat..

Tak Ada Salahnya…

Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله تعالى

13 atau 14 tahun yang lalu ada akhwat yang insyaAllah baik. Tiba tiba bicara kepada kawan saya (lewat surat):

Bismillah.. Akhy afwan jika pertanyaan ana membuat akhy marah..
Ana hanya mau menyampaikan ke akhy bahwa ana suka kepada akhy. Apakah akhy berkenan?
Hemm
Jika iya, silahkan akhy temui keluarga ana. Jazakallahu khoiron…

Akhirnya mereka cepat berkeluarga..

Disaat persaingan jumlah akhwat yang berlebih…
Dan jumlah lelaki yang benar benar sholeh itu sedikit…
Saya kira ini juga bagus…
Daripada rasa itu dipendam terus…

Apalagi ikhwan yang sholeh seringnya gak paham paham…

MUTIARA SALAF : Tenanglah Bersama Allah Karena Allah Melebihi Segalanya

Tenanglah bersama Allah.. karena Allah melebihi segalanya..

Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- mengatakan:

“Jika orang-orang merasa kaya dengan dunianya, maka harusnya kamu merasa kaya dengan Allah..

Jika mereka merasa senang dengan dunianya, maka harusnya kamu merasa senang dengan Allah..

Jika mereka merasa akrab dengan teman-teman karib mereka, maka jadikanlah keakrabanmu itu dengan Allah..

Jika mereka mencari kenalan para penguasa dan pembesarnya, dan orang-orang mendekati mereka untuk mendapatkan kemuliaan dan kedudukan yang tinggi… maka kenalkan dirimu kepada Allah dan carilah kasih sayang-Nya, niscaya kamu raih dengannya puncak kemuliaan dan kedudukan yang tinggi..”

[Kitab: Al-Fawaid, hal: 118].

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Tidak Boleh Menakut-Nakuti Saudara Seiman Walaupun Maksudnya Bercanda

Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

“Tidak boleh salah seorang dari kalian mengacungkan senjata kepada saudaranya, karena dia tidak tahu bisa jadi setan menghempaskannya dari tangannya, hingga dia jatuh ke dalam jurang Neraka..”

[HR. Bukhari no. 7072 dan Muslim no. 2617/Muttafaqun Alaih].

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan:

“Begitu pula yang dilakukan oleh sebagian orang yang kurang akalnya, dia naik mobil dengan ngebut menuju ke orang yang sedang berdiri atau duduk atau tidur, dengan maksud mencandainya, lalu dia belokkan dengan cepat ketika sudah dekat dengannya agar tidak menabraknya.

Maka ini juga dilarang, dan ini seperti tindakan mengacungkan senjata, karena dia tidak tahu, bisa jadi setan mengambil kendali dari tangannya, sehingga dia tidak dapat mengendalikan mobilnya, dan ketika itulah dia jatuh ke dalam jurang Neraka.

Dan diantara contohnya lagi, bila seseorang mempunyai anjing, dan ada orang lain yang berkunjung kepadanya atau tujuan yang semisalnya, lalu dia memerintahkan anjingnya (mendekat) kepada orang tersebut, karena bisa jadi anjing itu lari dan memakan orang tersebut atau melukainya, dan si pemiliknya tidak mampu menyelamatkannya setelahnya.

Intinya, manusia dilarang melakukan semua sebab/jalan kebinasaan, baik dilakukan secara sungguhan ataupun gurauan..”

[Kitab: Syarah Riyadhus Sholihin 6/556].

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Allah Tidak Akan Mengalirkan Kebaikan Lewat Tangan-Tangan Golongan Sesat…

Musyaffa Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Subhanalloh… Seakan-akan Ibnu Hazm -rohimahulloh- hidup di tengah-tengah kita sekarang ini:

Beliau yang telah wafat tahun: 456 H itu mengatakan:

“Ketahuilah -semoga Allah merahmati kalian-, bahwa seluruh golongan sesat; Allah tidak akan mengalirkan kebaikan lewat tangan-tangan mereka, Dia tidak akan membukakan satu pun desa dengan tangan mereka, dan Dia juga tidak akan meninggikan satu pun bendera untuk Islam.

Mereka selalu berusaha meruntuhkan kekuasaan Kaum Muslimin, memecah belah persatuan Kaum Mukminin, menghunuskan pedangnya kepada Pemeluk Agama ini, dan mereka akan terus menjadi para perusak yang merajalela di muka bumi.

Adapun kelompok KHOWARIJ dan SYIAH; maka kasus mereka dalam masalah ini terlalu masyhur, tidak perlu susah payah untuk menyebutkannya (saking banyaknya).” [Kitab: Al-Fishol fil Milal: 4/171].

———-

Lihatlah ISIS (khowarij) dan SYIAH Rofidhoh… Keduanya sama-sama memecah belah dan meruntuhkan kekuatan Kaum Muslimin di berbagai negeri.

Semoga Allah segera mengangkat fitnah (cobaan) ini dari Kaum Muslimin… Amin.

Sehari Membawa Keberuntungan Dunia Dan Akhirat…

Rochmad Supriyadi, حفظه الله تعالى

Alhamdulilah, wassholatu wassalamu ala Rosulillah, wa ba’du;

Tidaklah seorang yang pada suatu hari ia tanpa sengaja mengambil gangguan yang melintang di tengah jalan mengira bahwa amalan tersebut merupakan suatu amalan yang sangat berharga sekali tatkala ia berada di akhirat, karena Allah Ta’ala telah mengampuni segala dosa-dosa nya lantaran amalan tersebut.

Tidaklah seorang perempuan pezina mengira segala dosa-dosa nya terampuni tatkala ia memberikan seteguk air kepada se ekor anjing yang sangat kehausan hingga menyelamatkan nyawa anjing tersebut, hingga Allah Ta’ala bersyukur kepada nya, dan menjadikan hari tersebut merupakan hari yang paling membawa keberuntungan pada diri nya tatkala ia berada di akhirat.

Dan hari yang paling berbahagia bagi Nabi Yusuf alaihissalam adalah hari yang ketika itu ia berhasil terbebas dari jeratan godaan sang istri raja seraya berkata, ” Aku berlindung kepada Allah”, hingga dengan ungkapan ini Allah Ta’ala berfirman,

  إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُخْلَصِينَ

Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.”

(Q.S. Yusuf :24)

Para sahabat yang menyaksikan perang Badar, Allah Ta’ala berkata kepada mereka,

اعملوا ما شئتم فقد غفرت لكم

” Berbuatlah sesuka kalian, sungguh Aku telah mengampuni kalian “

Sahabat Muliya Talhah radhiyallahu anhu tatkala memberikan punggungnya kepada Nabi Sallallahu alaihi wa sallam untuk di injak dengan kaki beliau yang mulia Sallallahu alaihi wa sallam, maka Nabi bersabda,

أوجب طلحة ، أي الجنة

” Sungguh ia, Talhah, mendapatkan surga”

Sesungguhnya setiap jiwa mukmin bisa jadi memiliki suatu amalan yang istimewa, dan berharga untuk kehidupan dunia dan akhirat nya,  dengan nya ia menggapai ridho Allah Ta’ala dan mendapatkan ampunan-Nya, tatkala Allah Ta’ala melihat kepada catatan amalan nya, mendapati hati yang memiliki cahaya iman, hingga menyinari lembaran amal nya, di hari perhitungan amal.

Adakah dirimu memiliki satu amalan yang istimewa, dengan nya menghapuskan dosa-dosa. ..?

Atau belum datang kesempatan tersebut untuk diri mu…?

Adakah tetesan air mata di waktu sunyi telah menghapus dosa-dosamu. ..?

Pernah kah usapan tangan mu kepada kepala anak yatim yang membutuhkan belas dan iba telah menghantarkan kepada ridho Allah Ta’ala. …?

Sudahkah uluran tangan mu kepada seorang muslim membuat dosa-dosa terampuni dan Allah bersyukur kepada diri mu. ..?

Apakah suatu perkataan yang hak yang engkau sampaikan ke khalayak umum membuat dosa-dosa mu terhapus dari catatan lembar amalan. …?

Tahukah bahwasanya engkau menutupi aurat dan kekurangan seorang muslim telah menjadikan Allah Ta’ala ridho akan perbuatan mu. …?

Sadarkah tatkala engkau memberikan makanan kepada fakir miskin telah menjadikan dirimu terbebas dari sentuhan api neraka. ..?

Kita semua tidak mengetahui, apakah kita mendapatkan taufik dan inayah dari Allah Ta’ala sehingga melakukan amalan yang sederhana yang menghantarkan kepada ridho Allah Ta’ala atau belum datang waktunya. …?

Wahai saudaraku yang semoga Allah memberikan limpahan Taufik. …..

Seyogyanya setiap hari engkau memiliki suatu amalan yang engkau niatkan dapat menghapus dosa-dosamu dan menghantarkan kepada keberuntungan kekal abadi dan menyelamatkan diri dari siksa api neraka.

Renungan Bagi Pengguna Internet…

Firanda Andirja, حفظه الله تعالى.

Renungan bagi pengguna internet :

Bilal bin Sa’ad (seorang tabi’in) berkata

لاَ تَكُنْ وَلِيًّا لِله فِي الْعَلاَنِيَةِ وَعَدُوَّهُ فِي السَّرِيْرَةِ

“Janganlah engkau menjadi wali Allah di hadapan umum, namun tatkala sendirian menjadi musuhNya”
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunya dalam kitab Al-Ikhlash wa An-Niyyah hal 23)

Hal ini sebagai mana perkataan Suhnun rahimahullah:

إِيَّاكَ أَنْ تَكُوْنَ عَدُوًّا لِإبْلِيْسَ فِي الْعَلاَنِيَةِ صَدِيْقًا لَهُ فِي السِّرِّ

“Jangan sampai engkau menjadi musuh iblis di hadapan umum sementara engkau menjadi temannya tatkala bersendirian”

Menebar Cahaya Sunnah