1387. Uang pendaftaran perlombaan yang dipakai untuk beli hadiah…

1387. BBG Al Ilmu – 463

Tanya :
Ada event MTQ dengan memungut uang adminstrasi/pendaftaran, apakah ini tergolong perjudian ustadz ?

Jawab :
Musyaffa ad Dariny, حفظه الله تعالى

Jika uang administrasi dibuat hadiah, maka tidak boleh. Walaupun hanya sebagian uang peserta yang dibuat hadiah, tetap tidak boleh.

Namun bila hadiah murni dari sponsor, maka dibolehkan.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Yang terlalaikan… Saling berbagi hadiah…

image

Penjelasan hadits :

Hadits tersebut berisikan anjuran untuk saling memberikan kebaikan berupa hadiah, baik sesuatu yang besar maupun kecil.

Islam menganjurkan agar umatnya saling mencintai dan bersatu di dalam ukhuwah islamiyah. Oleh karena itulah, islam pun menganjurkan hal-hal yang menjadi sebab tumbuhnya kasih sayang dan persatuan di antara kaum muslimin. Salah satunya, adalah dengan saling memberikan hadiah yang nantinya akan menumbuhkan rasa saling mencintai di antara kita.

Seorang yang diberikan hadiah oleh orang lain dianjurkan untuk menerima hadiah tersebut meskipun hanya sesuatu yang tidak seberapa harganya. Karena, dengan menerima hadiah akan menyenangkan hati orang yang memberikan hadiah tersebut.

Wallahu ta’ala a’lam.
و صلى الله على نبينا محمد.

Ust. Riki (mahasiswa Universitas Islam Madinah)
Courtesy of JODOH.

?Ust Riki

Bulan Yang Dilipatkan Dosa Maksiat….

Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله تعالى

Bulan muharam bulan yang dilpatkan dosa maksiat dan dibesarkan amalan seorang hamba…

Maka berhati hatilah..
Dan perbanyak amal sholeh..

Al-Muharram di dalam bahasa Arab artinya adalah waktu yang diharamkan. Untuk apa? Untuk menzalimi diri-diri kita dan berbuat dosa. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{ إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ }

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan itu” (QS At-Taubah: 36)

Diriwayatkan dari Abu Bakrah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

((… السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَان.))

“Setahun terdiri dari dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram, tiga berurutan, yaitu: 1.Dzul-Qa’dah, 2.Dzul-Hijjah dan 3.Al-Muharram, serta 4.Rajab Mudhar yang terletak antara dua Jumadi dan Sya’ban. ” (HR Al-Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679/4383.)

Pada ayat di atas Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ }

“Janganlah kalian menzalimi diri-diri kalian di dalamnya”,

karena berbuat dosa pada bulan-bulan haram ini lebih berbahaya daripada di bulan-bulan lainnya. Qatadah rahimahullah pernh berkata:

(إنَّ الظُّلْمَ فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ أَعْظَمُ خَطِيْئَةً وَوِزْراً مِنَ الظُّلْمِ فِيْمَا سِوَاهَا، وَإِنْ كَانَ الظُّلْمُ عَلَى كُلِّ حَالٍ عَظِيْماً، وَلَكِنَّ اللهَ يُعَظِّمُ مِنْ أَمْرِه مَا يَشَاءُ.)

“Sesungguhnya berbuat kezaliman pada bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya daripada berbuat kezaliman di selain bulan-bulan tersebut. Meskipun berbuat zalim pada setiap keadaan bernilai besar, tetapi Allah membesarkan segala urusannya sesuai apa yang dikehendaki-Nya.”

Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata:

(…فَجَعَلَهُنَّ حُرُماً وَعَظَّمَ حُرُمَاتِهِنَّ وَجَعَلَ الذَّنْبَ فِيْهِنَّ أَعْظَمُ، وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ وَاْلأَجْرُ أَعْظَمُ.)

“…Kemudian Allah menjadikannya bulan-bulan haram, membesarkan hal-hal yang diharamkan di dalamnya dan menjadikan perbuatan dosa di dalamnya lebih besar dan menjadikan amalan soleh dan pahala juga lebih besar. (Tafsir Ibnu Abi Hatim VI/1791.)

Bulan muharam masih ada 19 hari mari kita semangat berbuat amal baik.

By
Ponpes tahfidz ma’hadul qur’an

Keutamaan Qobliyah Dzuhur Dan Ba’diyahnya…

Fuad Baraba, حفظه الله تعالى

Dari Ummu Habibah Ummul Mukminin radhiallah ‘anha berkata: aku mendengar Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من حافظ على أربع قبل الظهر و أربع بعدها حرمه الله تعالى على النار

“Barangsiapa menjaga empat raka’at sebelum dzuhur dan empat raka’at setelahnya, maka Allah Ta’ala haramkan neraka atasnya.” (HR. Ahmad: 2/117, Abu Daud: 1271, at-Tirmidzi: 430, an-Nasai: 3/266, Ibnu Majah: 1160). Lihat Hasyiah syekh Bin Baz rahimahullah atas Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam: 1/255.

Begitu besar pahala bagi orang-orang yang selalu rutin melaksanakan shalat sunnah sebelum dan setelah dzuhur, yang masing-masingnya empat raka’at.

Hal yang ringan, namun banyak dilalaikan oleh kaum muslimin.

Dengan ini hendaklah para pengurus masjid, memberikan kesempatan bagi jama’ah yang akan melaksanakan sunnah ini, dengan memberikan waktu yang cukup, dan tidak terburu-buru untuk mengumandangkan iqomah.
Mudah-mudahan kita semua diberi kekuatan untuk bisa selalu menjaga sunnah ini, sehingga bisa mendapatkan keutamaannya.

آمين يا رب العالمين

13 Perkara ‘JANGAN MENUNGGU’ Yang Perlu Diperhatikan

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka engkau akan bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka engkau akan semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka engkau akan termotivasi.

4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru engkau peduli, tapi pedulilah dengan orang lain..! Maka engkau akan dipedulikan.

5. Jangan menunggu orang memahamimu. baru engkau memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu akan paham denganmu.

6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. Tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

7. Jangan menunggu projek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka projek akan menunggumu.

8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka engkau akan dicintai.

9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah bukan sekadar uang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya.

10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka engkau akan menjadi contoh yang diikuti.

11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur tapi bersyukurlah, maka akan bertambah kesuksesanmu.

12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah..! maka engkau tentu bisa..!

13. Jangan menunggu waktu luang untuk ber-Ibadah. Tapi luangkan waktu untuk ber-Ibadah.

Dan.. Jangan menunggu lama lagi untuk membagikan tulisan ini kepada semua orang yang engkau kenal..

Sehingga kita semua tersadar .. Amin.

Diposting ulang oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Berwudhulah Sebelum Tidur

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من بات طاهرا بات في شعاره ملك فلم يستيقظ إلا قال الملك اللهم اغفر لعبدك فلان فإنه بات طاهرا

“Barang siapa yang bermalam dalam keadaan suci, maka malaikat bermalam dalam selimutnya. Tidaklah ia bangun kecuali malaikat itu berdo’a, “Ya Allah, ampunilah hambaMu fulan itu, karena ia bermalam dalam keadaan suci.” (HR ibnu Hibban dan dishahihkan oleh syaikh Al Albani).

Niatkan sholat malam..
Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ما من عبد يحدث نفسه بقيام ساعة من الليل فينام عنها الا كان نومه صدقة تصدق الله بها عليه وكتب له اجر ما نوى .

Tidak ada seorang hambapun yang berniat sholat malam, lalu ia tertidur darinya, maka tidurnya menjadi shodaqoh untuknya, dan ditulis untuknya pahala niatnya tersebut.” (Dishohihkan oleh syaikh Al Albani) (*)

Jangan lupa berdzikir sebelum tidur..
Tidur menjadi pahala..
Alhamdulillah..

✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

(*) TAMBAHAN :

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَتَى فِرَاشَهُ وَهُوَ يَنْوِي أَنْ يَقُومَ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ فَغَلَبَتْهُ عَيْنَاهُ حَتَّى أَصْبَحَ كُتِبَ لَهُ مَا نَوَى وَكَانَ نَوْمُهُ صَدَقَةً عَلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ “

Barangsiapa yang naik ke atas ranjangnya sedang ia telah berniat untuk bangun melakukan sholat di malam hari, namun ia tertidur hingga waktu Shubuh, maka ditulis baginya pahala apa yang ia niatkan dan tidurnya itu adalah sedekah dari Rabb-nya

[Diriwayatkan oleh An-Nasaa’iy no. 1787, Ibnu Maajah no. 1344, dan Ibnu Khuzaimah no. 1172; dishohihkan oleh Al-Albaaniy dalam Shohiih Sunan An-Nasaa’iy 1/567]

Menebar Cahaya Sunnah