Selamat Tinggal Asap…

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Saudaraku sekalian! Barangkali saat anda membaca status ini, anda atau saudara anda atau sahabat andansedang diselimuti asap pembakaran ladang atau hutan.

Anda menjerit, semua orang menjerit meminta agar pemerintah atau lembaga HAM atau yang serupa segera turun tangan. Anda seakan menggantungkan asa kepada mereka & mugkin kini anda sedang menelan pil pahit kekecewaan kepada mereka yang lambat atau seakan berpangku tangan menonton derita anda.

Sobat! Bangun dan segera sadarlah dari mimpi panjang anda. Bangun dan buka mata anda lebar lebar, bahwa siapapun yang anda harapkan uluran tangannya, sejatinya mereka adalah manusia biasa yang tidak kuasa dan memiliki apa apa.

Bangun dan segera gantungkan hati dan harapan anda kepada Allah Ta’ala Yang memiliki segala sesuatu, tanpa terkecuali air hujan yang dapat memusnahkan seluruh kepulan asap yang selama ini menyiksa hidup anda.

Segera angkat tangan anda, gantungkan harapan anda hanya kepada Allah Ta’ala, dan sucikan hati anda dari segala bentuk harapan dan asa kepada sesama manusia, siapapun dia.

Lalaikan dan abaikan segala janji dan bualan kosong dan sombong manusia siapapun dia. Dan kobarkan iman dan harapan anda hanya kepada Allah Ta’ala. Simak janji Allah yang pasti dipenuhi dan ditepati, tiada pernah ingkar janji: 

أمن يجيب المضطر إذا دعاه ويكشف السوء ويجعلكم خلفاء الأرض أءله مع الله قليلا ما تذكرون

Siapakah yang kuasa mengabulkan permintaan orang yang sedang dalam kesusahan dan menyingkirkan keburukan dan menjadikan kalian sebagai pemimpin di muka bumi. Adakah sesembahan lain bersama Allah, sungguh sangat sedikit dari kalian yang mengingat. ( An Namel 62)

Segera angkat tangan anda, dan ajak saudara saudara anda untuk bersama sama bersimpuh di hadapan Allah Ta’ala memohon ampunan dan kasih sayang-Nya dengan menurunkan rahmat- Nya / hujan ke bumi kita.

Tumpahkan air mata dan panjatkan doa anda hanya kepada Allah Ta’ala di akhir malam dan waktu waktu mustajab lainnya.

Ajak saudara saudara anda untuk bersama sama berdoa di saat khutbah jum’ah dan juga dengan mengadakan shalat istisqa’, meminta turunnya hujan, lupakan manusia apapun jabatannya dan senyaring apapun janji manisnya.

Perbanyaklah permohonan ampun alias istighfar kepada-Nya, karena dengan istighfar urusan anda menjadi mudah walau tanpa janji manis dan uluran tangan sesama manusia. Ingat kembali firman Allah Taala:

فقلت استغفروا ربكم إنه كان غفارا يرسل السماء عليكم مدرارا

Aku berkata: mohonlah ampunan kepada Tuhan kalian, sejatinya Dia Maha Pengampun. Dia yang kuasa menurunkan air hujan dari langit dengan deras kepada kalian . ( Nuh 10 – 11 

Untuk Kaum Syiah Di Hari Asyuro 10 Muharrom…

Musyaffa Ad Dariny, حفظه الله تعالى

1. Nabi -shollallohu alaihi wasallam- menganjurkan puasa di hari Asyuro adalah untuk bersyukur dan berbahagia atas agungnya nikmat Allah kepada Nabi Musa di hari itu, mengapa kalian malah memperingatinya dengan kesedihan?!

“Saat Nabi -shollallohu alaihi wasallam- datang di Madinah, beliau mendapati Kaum Yahudi berpuasa di Hari Asyuro’, maka beliau bertanya kepada mereka: ‘Hari apakah ini, yang kalian berpuasa di dalamnya?’.

Mereka menjawab: ‘Ini adalah hari yang agung, di dalamnya Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya, dan menenggelamkan Fir’aun dan kaumnya, maka Musa pun berpuasa untuk MENSYUKURINYA, maka kami berpuasa di dalamnya’.

Kemudian Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- mengatakan: ‘Kami lebih berhak dan lebih pantas MENGIKUTI Musa daripada kalian!’, maka Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- berpuasa di dalamnya, dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasa di dalamnya”. [HR. Muslim: 1130].

2. Jika mereka mengatakan, kami memperingati kematian Husein di Karbala pada hari itu.

Kita katakan: Jika setiap imam yang mati diperingati hari wafatnya, mengapa kalian tidak memperingati hari wafatnya Nabi -shollallohu alaihi wasallam-, hari wafatnya Ali, Hasan, dan imam-imam kalian lainnya sebagaimana cara kalian memperingati wafatnya Husein?!

Bahkan Ali bin Abi tholib juga wafatnya secara syahid dan dibunuh dengan kejam, namun Hasan dan Husein tidak pernah memperingati hari wafat ayahnya dg kesedihan sebagaimana kalian.

3. Jika mereka mengatakan: karena Husein dibunuh dengan cara sadis.

Kita katakan: Bukankah Hamzah bin Abdul Muttolib juga dibunuh di peperangan, dia juga dimutilasi dengan sadis setelahnya… mengapa Nabi -shollallohu alaihi wasallam- tidak memperingati hari wafatnya dengan kesedihan?! Bahkan kalian juga tidak memperingati hari wafatnya dengan kesedihan dan melukai badan?!

Wahai Kaum Syiah… Berpikirlah dengan hati nurani kalian saat menyaksikan ritual menyakiti tubuh, menampar pipi, memukul dada dst… dan tanyalah diri Anda, pantaskah itu sebagai Ajarannya Nabi Muhammad -shollallohu alaihi wasallam- yang diutus sebagai RAHMATAN LIL ALAMIN?!

Semoga Allah mengembalikan kalian kepada Ajaran Nabi-Nya yang benar…

Do’a Setelah Makan…

Tambahan penjelasan :
.
Ada dua lafazh dzikir sesudah makan yang serupa dan berasal dari dua hadits. Hadits yang satu diriwayatkan oleh imam Abu Dawud dan hadits satu nya lagi diriwayatkan oleh imam at-Tirmidzi, rohimahumallah.
.
Yang digambar yang kami posting ini adalah lafazh dari hadits yang diriwayatkan oleh imam Abu Dawud, sedangkan lafazh dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam at-Tirmidzi tidak ada kata “tho’aama”. Keduanya BOLEH di amalkan.
.
Wallahu a’lam

Pahala menunjukkan kebaikan…

image

Penjelasan Hadits

Hadits ini menunjukkan bahwa seseorang yang menunjukkan kepada suatu amal kebaikan kemudian orang lain melakukan kebaikan tersebut, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.

Sebagai contoh, apabila ada seorang yang membutuhkan bantuan meminta kepada kita untuk membantunya, namun kita tidak mampu memberikan bantuan dan kita katakan datanglah kepada fulan yang mampu untuk membantu anda. Kemudian orang tersebut membantunya, maka kita pun mendapatkan pahala sebagaimana orang yang membantu tersebut mendapatkan pahala.

Demikian pula halnya orang yang mendakwahkan orang lain kepada hidayah, kemudian orang tersebut mengikutinya, maka dia pun mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengikuti hidayah tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.

Sebaliknya, barangsiapa menunjukkan atau mengajak orang lain kepada kesesatan atau kemaksiatan, maka dia mendapatkan dosa sebagaimana dosa orang yang melakukannya.

و الله تعالى أعلم،
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم.

✒ Ust Riki Lc

Courtesy of JODOH.

Faedah…

Aan Chandra Thalib, حفظه الله تعالى

– Tak ada satupun hadits sohih yang menyebutkan tentang kapan waktu terbaik untuk berbekam. Oleh karena itu setiap orang boleh berbekam kapan saja menurut kebutuhannya setelah berkonsultasi dengan ahli bekam yang berpengalaman.

– Dosis dan takaran berbagai macam herbal yang disebutkan di dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam hendaknya dikembalikan kepada para ahli yang berkompeten dibidangnya, dalam hal ini dokter, apoteker atau para ahli yang berpengalaman.

Merekalah yang nantinya akan menentukan apakah jenis herbal ini cocok untuk pasien atau tidak. Sebab tidak semua jenis herbal cocok untuk semua kalangan. Terkadang obat untuk penyakit anu justru racun bagi penyakit lainnya.

Wallahu a’lam.

(Faidah dari mudzakarah Kitab At-Thib dari Sohih Bukhori bersama Prof. DR. Dhiyaurrahman Al-A’dzamy -hafidzahullah-)

________________
Madinah 07-01-1437 H
ACT El-Gharantaly

Ibu…

Aan Chandra Thalib, حفظه الله تعالى

Sahabat…
Bila engkau  masih memiliki seorang ibu, maka kejarlah baktimu disisa waktunya.

Agar tak ada sesal bila suatu hari nanti engkau mengetuk pagi, namun tak kau dapati tempat untuk mengucap kata “Ibu”.

Semua yang pergi mungkin berganti. Tapi hanya ada satu ibu, dan ia takkan pernah tergantikan.

__________
Madinah 04-01-1437 H
ACT El-Gharantaly

Umur…

Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله تعالى

Saudaraku..
Dalam perniagaan ini kita memiliki modal yang tak kita ketahui jumlahnya..

Kita tidak tau pula kapan modal ini expired..
Ia adalah umur..

Terbatas dan sesaat..
Jika telah dibelanjakan maka tak dapat kembali..

Wahai saudaraku.
Modal ini jika telah berjalan pasti habis..

* Belilah dagangan yang bermanfaat tuk bekal akhirat..
Perjalanan masih panjang.. Juta-an tahun..
Yang tak kau ketahui berapa lamanya..
Jangan kau buang modalmu sia sia..
Engkau akan rugi dan merugi..

* Sungguh celaka jika modalnya digunakan untuk membeli racunn.. Racun untuk ke neraka yang akan direngguhnya..
Naudzubillah mindzalik

* Semoga hati kita dijauhkan dari berkeinginan maksiat..

* Ibnu Uqail Al-Hanbali berkata:
“Sesungguhnya aku tidak menghalalkan bagi diriku untuk menyia-nyiakan sesaatpun dari umurku.”

* Suatu saat Amr bin Abdu Qais melewati sekumpulan manusia yang sedang berleha-leha. Mereka lalu mengajaknya untuk duduk
bersama, maka ia menjawab: “Tahanlah matahari dari peredarannya agar aku dapat
bercakap-cakap dengan kalian.”

* Inilah di antara untaian hikmah yang keluar dari lisan-lisan mereka, semuanya menunjukan betapa berharganya waktu di sisi mereka.

Dunia Yang Untuk Anda, Bukan Anda Yang Untuk Dunia..!

“Sungguh mengherankan; jika manusia mengejar dunia yang diciptakan untuknya, hingga seakan-akan dia yang diciptakan untuknya -wal iyaadzu billah-, dia melayani dunia dengan pelayanan yang luar biasa, dia memforsir badannya dan pikirannya, (mengorbankan) kesantaiannya dan waktu bersama keluarganya (untuk dunia).

Lalu apa (hasilnya)..?

Bisa jadi dia kehilangan dunia itu dalam sekejab..! Bisa jadi dia keluar dari rumahnya lalu tidak kembali lagi.. tidur di atas ranjangnya, lalu tidak bangun lagi.. dan ini nyata adanya.

Dan mengherankannya lagi, fenomena-fenomena ini kita saksikan, tapi hati-hati ini keras.

Kita menyaksikan seorang yang akad nikah dengan seorang perempuan, lalu meninggal sebelum dia menggaulinya, padahal dia sangat berhasrat dan telah lama menginginkannya, namun kematian menghalanginya.

Kita melihat banyak orang yang surat-surat undangan pernikahannya sudah bersama mereka, lalu mereka meninggal padahal si pengantin wanita masih di mobil mereka.

Jadi, apa gunanya dunia jika sampai seperti ini dalam menipu..?

Oleh karena itu, Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam -yang sangat penyayang, sangat penyantun, dan sangat simpati terhadap kaum mukminin- telah mengabarkan; bahwa beliau khawatir terhadap kita, bila dunia ini dibuka untuk kita, sehingga kita saling berlomba untuk mendapatkannya, dan inilah yang terjadi.

Maka waspadalah saudaraku, jangan sampai kehidupan dunia ini menipumu, dan jangan sampai pula (setan) penipu mengelabuimu.

Bila Allah meluaskan rizkimu dan kamu bersyukur, maka itulah yang baik bagimu, sebaliknya bila Dia menyempitkan rizkimu dan kamu bersabar, maka itulah yang baik bagimu.

Adapun menjadikan dunia sebagai target utamamu dan tujuan akhir ilmumu, maka ini adalah kerugian di dunia dan di akherat.

Semoga Allah melindungi kami dan kalian dari berbagai cobaan, baik yang nampak maupun yang tersembunyi.

[Oleh: Syeikh Utsaimin, Kitab: Syarah Riyadhus Sholihin 6/687].

Diterjemahkan oleh
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

Oplosan…

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Betapa sering saya mendengar atau membaca kata di atas! Akibatnya saya kadang berpikir, kok ada ya orang yang mau minum bensin atau etanol? Padahal sudah banyak korban yang bergelimpangan, mati konyol!

Sekian lama saya merenungkan hal ini, hingga akhirnya saya berkesimpulan itulah salah satu akibat dari kecanduan. Terlanjur kecanduan akhirnya membabi buta, tidak lagi peduli dengan nasib yang akan menimpanya. Hanya ada satu ambisi mereka, melampiaskan kecanduannya. Semua itu karena jiwa mereka sebelum raganya telah mati akibat kecanduannya.

Karena itu Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk segera bertaubat setiap kali berbuat dosa, agar tidak kecanduan berbuat dosa.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“إن المؤمن إذا أذنب ذنباً كانت نكتةٌ سوداء في قلبه. فإن تاب ونَزَع واستغفر صُقِل منها، وإن زاد زادت حتى يغلَّف بها قلبه، فذلك الران الذي ذكر الله في كتابه: { كلا، بل ران على قلوبهم }”. رواه الترمذي، 

Seorang mukmin bila berbuat dosa maka dititikkan warna hitam dalam hatinya, namun bila ia bertaubat dan segera meninggalkan dosanya maka hatinya kembali cemerlang bersih. Akan tetapi bila ia mengulangnya kembali maka warna hitam di hatinya akan terus bertambah hingga suatu saat nanti benar benar menyelimuti seluruh hatinya. Itulah jelaga yang Allah Taala sebutkan pada firman-Nya: ” tidaklah sekali-kali, sejatinya hati mereka telah berjelaga akibat dari dosa dosa yang telah mereka lakukan. ( At Tirmizy dll)

Bisa jadi, awalnya mereka hanya menonton para peminum khomer atau oplosan, tanpa dirasa pada diri mereka tumbuh rasa penasaran untuk mencoba dan akhirnya mereka ikut kecanduan. Karena itu dalam islam, anda dilarang untuk duduk bersama peminum khomer.

Sobat! Jangan biarkan diri anda dijangkiti Panyakit ketagihan. Segera bebaskan diri anda dari segala bentuk kesalahan dan kemungkaran, agar jiwa anda tidak mati sebelum matinya raga anda.

Bersahabat dengan orang jahat, juga demikian, segera tinggalkan agar anda tidak ketagihan berteman dan menyaksikan perbuatan jahat, bisa jadi suatu saat anda akan penasaran ikut mencoba kejahatannya.

Betapa banyak saudara kita yang saat ini mulai merasa enjoy bersahabat bahkan dipimpin oleh orang kafir. Bila kondisi ini terus berkepanjangan bisa jadi mereka merasa penasaran untuk mencoba agama orang kafir dan akhirnya benar benar ikut kafir. Paling kurang muncul anggapan bahwa kafir sama saja dengan muslim atau bahkan lebih baik dibanding muslim, na’uzubillah.

Bulatkan tekad, satukan langkah, abaikan ego pribadi dan segera selamatkan anak cucu anda dari jerat jerat kekufuran. Apa yang akan anda katakan kepada Allah bila kelak anak cucu anda dicekoki “oplosan kekufuran” oleh pemimpin kafir, gara gara anda membiarkan orang kafir memimpin dan mengatur urusan anda dan urusan anak cucu anda.

Menebar Cahaya Sunnah