1333. Ikut Sunat Masal Saat Acara Isro’ dan Mi’roj…

1333. BBG Al Ilmu – 491

Tanya :
Assalamu’alaykum. Mau tanya, Ada perayaan isra mi’raj, dalam perayaan itu ada acara sunatan masal. Bagaimana hukum ikut sunatan masal tersebut ? Halalkah?

Jawab :
Ustadz Irfan Helmi, حفظه الله تعالى

Sebaiknya dihindari. Karena secara tidak langsung, Anda telah ikut memeriahkan perayaan bid’ah tersebut. Padahal Allah Ta’ala berfirman :

ولا تعاونوا على الٳثم والعدوان

“Janganlah kalian saling bekerja sama dalam perbuatan dosa dan permusuhan” (QS Al Maidah: 2)

Lagi pula, khitan (sunat) tidak perlu menunggu diadakan acara sunatan massal. Wallahul muwaffiq.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1332. Siapakah Imam Ath-Thobroni ?

1332. BBG Al Ilmu – 153

Tanya :
Ustadz, mau bertanya
Siapakah Thobroni itu ? Apakah dia termasuk imam, ulama atau syaikh? Dan beliau hidup pada tahun berapa ?

Jawab :
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Imam At-Thobrony rohimahullah adalah imam besar dan ulama serta pakar hadist, kitab-kitab Nya sangat terkenal di antara nya mu’jam shoghir, mu’jam ausath, dan mu’jam kabir. Disana terdapat puluhan ribu hadist.

Tambahan :
Nama beliau adalah Sulaiman bin Ahmad bin Ayyub bin Mathir Al-Lakhamy Asy-Syami Ath-Thobroni, panggilan/kunyah beliau : Abul Qosim.

Beliau dilahirkan di tahun 260 Hijriyah di tengah keluarga terhormat dari kabilah Lukham suku di Yaman.

Adz-Dzahabi rohimahullah mengatakan : “Ath-Thobroni adalah seorang Imam, Al-Hafizh, tsiqoh, ulama yang banyak melakukan perjalanan, ahli hadits dan bendera para penyeberang lautan ilmu. Pertama kali ia mencari ilmu pada tahun 273 Hijriyah saat usianya 13 tahun. Ath-Thobroni hidup selama 100 tahun lebih sepuluh bulan di Asfahan. (Dinukil dari “60 Biografi Ulama Salaf”, Syaikh Ahmad Farid, hal: 634-640)

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Katanya

Katanya, kita harus SEIMBANG antara mencari dunia dan mencari akherat.

Padahal Allah berpesan untuk lebih mendahulukan dan mementingkan akherat. Renungkanlah firmanNya:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

“Carilah negeri AKHERAT pada nikmat yang diberikan Allah kepadamu, tapi jangan kamu lupakan bagianmu dari dunia..” [QS. Al-Qosos:77].

Jujurlah, mungkinkah Anda menyeimbangkan antara dunia dan akherat..?! Sungguh, seakan itu hal yang mustahil..

Yang ada: mendahulukan dunia, atau mendahulukan akherat, dan yang terakhir inilah yang Allah perintahkan.

Makanya, Allah berfirman dalam ayat lain:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Aku tidaklah ciptakan jin dan manusia, melainkan agar mereka beribadah hanya kepada-Ku..” [QS. Adz-Dzariyat: 56].

Ini menunjukkan bahwa ibadah adalah tujuan UTAMA kita diciptakan.

Jika demikian, pantaskan kita seimbangkan antara tujuan utama dengan yang lainnya..?!

Bahkan dalam do’a “sapu jagat” yang sangat masyhur di kalangan awam, ada isyarat untuk mendahulukan kehidupan akherat:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, juga kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka..”

Di sini ada 3 permintaan :

– SATU permintaan untuk kehidupan dunia, dan

– DUA permintaan untuk kehidupan akherat

Inilah isyarat, bahwa kita harus lebih memikirkan kehidupan akherat, wallohu a’lam.

Semoga bermanfaat, amin…

Penulis, 
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Rahasia Kebahagiaan…

وصية ﺍﻟﺸﻨﻘﻴﻄﻲ لابنه :

Wejangan syekh Asy-Syinqithi kepada anaknya

“عن السعادة”

Rahasia Kebahagiaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
ﻳﺎﻭﻟﺪﻱ… ﺭﺍﺟﻊ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ؛ ﻻﺗﻨﺴﻪ… ﺃﻣﺎﻣﻚ ﺣﻔﻞ ﺗﻜﺮﻳﻢ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ، ﻟﻴﺲ ﻛﺎﺣﺘﻔﺎﻻﺕ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ
ﺇﻳﺎﻙ ﺃﻥ ﺗﺨﻄﺊ ﻭﻗﺪ ﻗﻴﻞ ﻟﻚ: ‏(ﺍﻗﺮﺃ ﻭﺍﺭﺗﻖ ﻭﺭﺗﻞ)

Wahai ananda, ulangi terus membaca Al-Qur’an, jangan sampai melupakannya, hari kiamat kelak akan ada acara penghargaan tidak sama dengan acara-acara di dunia, oleh karena itu jangan sampai salah, padahal sudah disampaikan kepadamu “bacalah, naiklah dan tartilkanlah..”

جالس العلماء بعقلك

Duduklah bersama ulama dengan akalmu

وجالس الامراء بعلمك

Duduklah bersama pemimpin dengan ilmumu

وجالس الاصدقاء بأدبك

Duduklah bersama teman dengan etikamu

وجالس أهل بيتك بعطفك

Duduklah bersama keluarga dengan kelembutanmu

وجالس السفهاء بحلمك

Duduklah bersama orang bodoh dengan kemurahan hatimu

وكن جليس ربك بذكرك

Jadilah teman Allah dengan mengingat-NYA

وكن جليس نفسك بنصحك

Dan jadilah teman bagi diri anda sendiri dengan nasihatmu

لا تَحزنْ على طيبتك؛ فَإن لَم يُوجَد في الارض مَن يقدرها؛ ففي السَماء مَن يباركهَا…

Tidak usah bersedih jika di dunia tidak ada yang menghargai kebaikanmu, karena di langit ada yang mengapresiasinya

حياتنا كالورود فيها من الجمال ما يسعدنا وفيها من الشوك ما يؤلمنا.

Kehidupan kita ibarat mawar, disamping memiliki keindahan yang bikin kita bahagia, juga memiliki duri yang bikin kita tersakiti

ما كان لك سيأتيك رغم ضعفك.!!

Apa yang ditetapkan bagimu niscaya akan mendatangimu, meskipun kamu tidak ada daya

وما ليس لك لن تناله بقوتك.!!

Sebaliknya apa yang bukan milikmu, kamu tidak akan mampu meraihnya dengan kekuatanmu

لا أحد يمتاز بصفة الكمال سوى اللہ. لذا كف عن نبش عيوب الآخرين.

Tidak seorangpun yang memliki sifat sempurna selain Allah, oleh karna itu berhentilah dari menggali aib orang lain

الوعي في العقول وليس في الأعمار، فالأعمار مجرد عداد لأيامك، أما العقول فهي حصاد فهمك وقناعاتك في حياتك..

Kesadaran itu pada akal, bukan pada usia, umur hanyalah bilangan harimu, sedangkan akal adalah hasil pemahaman dan kerelaanmu terhadap kehidupanmu

كن لطيفاً بتحدثك مع الآخرين، فالكل يعاني من وجع الحياة وأنت ﻻتعلم.

Berlemah lembutlah ketika bicara dengan orang lain, setiap orang merasakan derita hidupnya masing-masing, sedangkan kamu tidak mengetahuinya

كل شيء ينقص إذا قسمته على اثنين إلا
“السعادة”
فإنها تزيد إذا تقاسمتها مع الآخرين.

Semua hal akan berkurang jika dibagi bagi, kecuali KEBAHAGIAAN, justru akan bertambah jika kamu bagi kepada yang lain.

Waspadailah “AKU”…

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى

Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- mengatakan:

Harusnya seseorang benar-benar waspada dari keburukan perkataan “aku…”, “aku punya…”, dan “di sisiku…”.

Karena, tiga kata ini telah menjadi musibah bagi Iblis, Fir’aun, dan Qorun.

“Aku lebih baik darinya”, adalah perkataan Iblis (kepada Adam).

“Aku punya kerajaan Mesir”, adalah perkataan Fir’aun.

Dan “harta yang kumiliki adalah dari ilmu yang ada di sisiku”, adalah perkataan Qorun.

Adapun tempat yang paling baik untuk menempatkan kata “Aku”, adalah pada perkataan seorang hamba: “akulah seorang hamba yang pendosa, yang bersalah, yang beristighfar, yang mengakui kesalahan, dan semisalnya.

(Tempat yang paling baik untuk menempatkan) kata “aku punya” adalah pada perkataan seorang hamba: “aku punya dosa”, “aku punya keburukan”, “aku punya kekurangan”, “aku punya ketergantungan dan kehinaan”.

Dan (tempat yang paling baik untuk perkataan) “di sisiku” adalah pada perkataan seorang hamba: “ampunilah kesalahanku, baik dalam keadaan aku serius, bercanda, tidak sengaja, maupun sengaja. Dan semuanya ada di sisiku.”

[Kitab: Zadul Ma’ad 2/434]

Dangkel Telo & Gelas Koco ( Batang Singkong & Gelas Koco )…

Ustadz Muhammad Arifin Badri, MA, حفظه الله تعالى

Demikian kira-kira ucapan ayah saya yang sering beliau tanamkan kepada saya dan saudara saudara saya. Beliau menggambarkan bahwa anak laki laki itu bagaikan sebatang pohon singkong, sedangkan anak wanita itu bagaikan gelas kaca.

Sebatang dahan singkong walau dibanting dan dibanting bahkan dicampakkan begitu saja, maka batang singkong dapat tumbuh dan menghasilkan buahnya.

Berbeda dengan gelas kaca, alih-alih dibanting, salah mengisinya saja bisa menyebabkannya pecah, apalagi dibanting atau dijatuhkan. Dan bila pecah maka sangat sulit atau bahkan rasa rasanya mustahil bisa menyatukannya kembali

Kala itu saya acuh tak acuh dengan petuah beliau, namun demikian karena petuah itu sering diulang ulang, maka tanpa sadar tertanam juga dalam pikiran saya.

Sekarang, setelah saya merasakan sedikit dari apa yang dahulu dirasakan oleh kedua orang tua, saya baru bisa menangkap maksud dari pesan beliau. Karena itu saya ingin berbagi, semoga dengan demikian, saya turut menebarkan ilmu yang beliau tanamkan pada diri saya.

Kini rasa kawatir dan was-was mulai menggelayuti pikiran setiap kali memikirkan bagaimana dan seperti apa harus mendidik anak-anak perempuan saya. Berbeda halnya ketika saya memikirkan pendidikan anak lelaki saya, perasaan lebih terasa sejuk dan pikiran jauh lebih tenang.

Mungkin ini salah satu hikmah yang dapat kita petik dari besarnya pahala yang Allah siapkan untuk orang orang tua yang berhasil mengantarkan putri-putrinya ke surga.

من عال جاريتين حتى تبلغا، جاء يوم القيامة أنا وهو» وضم أصابعه

“Siapapun yang menafkahi dan mendidik dua orang anak wanita hingga mereka dewasa, maka kelak pada hari qiyamat aku akan bersandingan dengannya seperti ini, selanjutnya beliau menyandingkan kedua jarinya.” ( Muslim )

Ya Allah jadikanlah putra-putriku orang-orang sholeh dan jadikanlah petuah di atas sebagai bagian dari ilmu yang diwariskan oleh kedua orang tuaku, dan terus mengalirkan pahala untuk keduanya hingga akhir zaman. Amiin.

Demo Buruh…

Ustadz Muhammad Arifin Badri, MA, حفظه الله تعالى

Sobat!
Hari buruh telah berlalu, dan demo buruhpun telah berlalu. Namun saya merasa saat inilah yang tepat untuk mengajak saudara-saudaraku kaum buruh untuk duduk dan berpikir sejenak? Untuk apa saudara demo? Menuntut kenaikan gaji? Pelayanan? Hak? Dan apa lagi yang saudara tuntut dengan demo saudara?

Sobat!
Sederhana solusinya: tinggalkan profesi sebagai buruh maka sekejap seluruh hak saudara kembali berada di tangan saudara . Jadilah juragan alias jadilah wirausahawan niscaya anda tidak akan pernah merasa perlu untuk memperingati hari buruh apalagi bersusah payah turut turun ke jalan berdemo.

Saudaraku! Sadarkah saudara bahwa “kaum juragan” tempat saudara bekerja, sebenarnya sangat diuntungkan dari demo saudara? Bagi mereka semua masalah terasa sederhana:
Pemerintah menaikkan UMR, maka mereka menaikkan harga jual produksi. Pemerintah memutuskan agar perusahaan memberi insentif ini dan itu, maka “kaum juragan” dengan mudah memaksa anda untuk memungut tuntutan saudara dari masyarakat bahkan dari anda sendiri, harga produk dinaikkan, target produksi dan pendapatan mereka tingkatkan, dan ujung-ujungnya anda pula yang puyeng dan pusing tujuh keliling.

Bahkan rasa rasanya “kaum juragan” lah yang selama ini mendanai dan mendorong “kaum buruh” untuk berserikat dan berdemo. Karena mereka akan lebih mudah mengatur dan menggiring kaum buruh yang berada dalam satu wadah dibanding masing-masing buruh beridiri sendiri . Kaum juragan lebih mudah bersekongkol alias menyusun konspirasi bersama dedengkot “wadah kaum buruh” dibanding bila kaum buruh terpencar pencar tanpa ada wadah yang menyatukan mereka.

Saudaraku! Coba pikirkan, adakah kaum buruh yang berhasil menguasi atau memenangkan emilu suatu negara? Manakah yang lebih baik bagi anta meneruskan status sebagai “kaum buruh” atau segera menyingsingkan lengan baju untuk keluar dari status “buruh” menjadi Juragan?

Sadarilah sahabatku sekalian, “kaum juragan” sejatinya senang dan terus bermimpi bila kita semua menjadi buruh, karena kaum buruh pastilah berstatus sebagai komsumen.

Ingatlah baik-baik bahwa sistem perekonomian yang saat ini berkuasa di dunia termasuk negara kita adalah perekonomian kapitalis, yang kaya harus tetap kaya dan semakin kaya dan sebaliknya yang miskin harus miskin dan kalau bisa semakin miskin.

Camkanlah baik-baik, bahwa satu-satunya hal yang sangat dibenci oleh “kaum juragan” ialah bila kaum buruh mulai bermimpi menjadi wirausahawan atau pengusaha. Karena mimpi-mimpi semacam inilah yang mengancam eksistensi mereka. Adapun demo-demo kaum buruh dan berbagai “wadah kaum buruh” sejatinya semakin mengukuhkan mereka sebagai “kaum juragan” dan mengabadikan saudara sebagai “kaum buruh”. Dengan kekuatan finansial, mereka bisa memesan undang undang dan peraturan. Dan dengan kekuatan finansial, mereka bisa menaikan dan menurunkan target pemasaran, pendapatan dan nilai jual produk mereka.

Sobat! Segera pikirkan baik-baik bagaimana caranya agar pada hari buruh yang akan datang saudara menjadi kompetitor “kaum juragan” jangan terus hanyut memikirkan apa tuntutan yang akan anda ajukan pada hari buruh yang akan datang. Renungkan baik-baik pesan dan inspirasi yangdisampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hadits berikut

عن رافع بن خديج قال: قيل يا رسول الله! أي الكسب أطيب؟ قال: (عمل الرجل بيده وكل بيع مبرور) رواه أحمد والطبراني والحاكم وصححه الألباني

“Sahabat Rafi’ bin Khadij menuturkan: “Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya:Wahai Rasulullah! Penghasilan apakah yang paling baik? Beliau menjawab: “Hasil pekerjaan seseorang dangan tangannya sendiri, dan setiap perniagaan yang baik.” (Riwayat Ahmad, At Thabrany, Al Hakim, dan oleh Syeikh Al Albany dinyatakan sebagai hadits shahih).

Selamat berjuang menjadi kaum juragan, semoga Allah segera mewujudkan mimpi indah saudara sebagai juragan dan bukan lagi buruh atau karyawan. Amiin

Menebar Cahaya Sunnah