Diinginkan Kebaikan Oleh Allah…

Ust. Badru Salam, Lc حفظه الله تعالى

Abdullah bin Mughoffal radliyallahu anhu berkata, ” Ada seorang lelaki bertemu dengan seorang wanita yang pernah menjadi pelacur di masa jahiliyah.

Lalu lelaki itu mencandainya dan menjulurkan tangannya kepada wanita itu..
Wanita itu berkata, “Jangan begitu, sesungguhnya Allah telah menghilangkan kesyirikan dan mendatangkan Islam..

lelaki itu pergi meninggalkannya, dan menengok kepada wanita itu hingga wajahnya terbentur tembok..

Lalu ia mengabarkan hal itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi Wasallam..
Beliau bersabda, “Kamu seorang hamba yang Allah inginkan kebaikan untukmu..

Kemudian beliau bersabda, “Sesungguhnya apabila Allah menginginkan keburukan kepada seorang hamba..

Allah biarkan ia dengan dosanya..
Sampai Diberikan balasannya pada hari kiamat..

HR Ath Thabrani, AL Hakim dan AL Baihaqi..

Di zaman ini..
Berapa banyak mata kita melihat maksiat..
Namun dibiarkan oleh Allah tidak diberikan sanksi..

Astaghfirullah..

Makna Jihad Secara Umum…

Ust. Badru Salam, Lc حفظه الله تعالى

Jihad adalah mengeluarkan kesungguhan untuk merealisasikan apa yang Allah cintai.

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Jihad ada dua macam:

Pertama: Jihad dengan senjata, ini adalah jihad yang banyak orang mampu melakukannya.

Kedua: Jihad dengan hujjah dan keterangan. Ini adalah jihad orang-orang khusus dari pengikut para rosul. Ini adalah jihadnya para ulama, bahkan ini adalah jihad yang paling besar karena manfaatnya yang amat agung, berat dan banyak musuhnya sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Furqan: 52.
(Miftaah Daarissa’adah 1/70).

Al Hafidz ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Jihad secara syara’ adalah mengeluarkan kesungguhan untuk memerangi orang kafir. Dan dimutlakkan juga untuk menjihadi hawa nafsu, setan dan orang-orang fasiq. (Fathul Baari 6/3).

Ini semua membantah pendapat yang mengatakan bahwa jihad hanya bermakna perang saja.
Bahkan ibnu Abbas berkata, “Mencari rizki yang halal adalah jihad.” (Al Adab Asy Syar’iyyah 2/277).

Mu’adz bin Jabal radliyallahu ‘anhu berkata, “Membahas ilmu adalah jihad.” (Jami’ bayanil ‘ilmi hal. 94).

Mengapa Kamu Melakukan Itu…?

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Tahukah anda..
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bila melihat seorang shahabat melakukan kesalahan..
Beliau bertanya, “Apa yang membuatmu melakukan itu..

Seperti dalam kisah Mu’adz bin Jabal yang pulang dari Syam..
Lalu sujud kepada Rasulullah..
Padahal sujud kepada manusia adalah syirik besar..

Seperti dalam kisah Hathib bin Abi Balta’ah yang hendak membocorkan rahasia Allah dan RasulNya..
Padahal itu adalah pengkhianatan..

Namun..
Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam langsung memvonisnya sesat…
Tidak..
Sekali-sekali tidak..
Beliau bertanya dahulu, “Apa yang membuatmu melakukan itu…
Barangkali ia tidak tahu..
Barangkali ia mempunyai alasan..

Subhanallah..
Tidak demikian di zaman ini..
Sebatas melihat saudaranya melakukan perbuatan yang ia anggap salah..
Segera vonis dilancarkan..
Fulan sesat..
Fulan hizbiy..
Fulan sururi..
Lalu segera ia menjauhinya..
Tak ada lagi ucapan salam untuknya..

Subhanallah..
Telah hilang kasih sayang di hati kita..
seakan..
Bila ia telah berhasil memvonis saudaranya..
Ia telah membela islam dan sunnah..
Sementara setan menyeringai gembira..
Karena ia telah membantunya untuk menyesatkan manusia..

Saudaraku..
Tidakkah kita takut bila vonis itu kembali kepada diri kita..
Bukankah salah dalam memaafkan lebih baik dari pada salah dalam memberikan sanksi..
Iya.. Demi Allah..

Ikuti Proses…

Ustadz Abu Fairuz, حفظه الله تعالى

Pelangi kan terlihat indah setelah hujan.
Laut kan tenang bak cermin selepas badai.
Emas kan elok setelah disepuh.
Gaharu kan harum setelah di bakar.
Permata kan bernilai setelah di dulang.

Semua kenikmatan dan keindahan melalui proses.
Siapa yang tak sudi ikuti proses..
Tak kan pernah merasakan keindahan dan kelezatan.
Proses itu berat,melelahkan dan menyakitkan. Tak semua sanggup menjalaninya.

Mutiara menjadi berharga setelah lokan menyakiti diri bertahun-tahun,mengeluarkan zat nacre untuk melapisi pasir menjadi mutiara.

Tiada yang lebih indah – setelah melihat wajah Allah- dari surga firdaus.
Mahalnya surga tak pernah di dapat dengan berleha-leha.
Ia ditebus dengan kerja keras, penderitaan,darah dan air mata.
Sudikah kita melalui proses tuk menggapai surga itu?.

Radio hang-Batam, 14 Rajab 1436 h/ 3 Mei 2015

Fokuslah Pada SATU HAL

Jangan khawatir dengan dunia, karena itu milik Allah.

Jangan khawatirkan pula rizkimu, karena semua itu dari Allah.

Jangan pula khawatirkan masa depanmu, karena itu di tangan Allah.

Tapi, fokuslah untuk memikirkan satu hal, bagaimana menjadikan Allah ridho kepadamu.

Karena jika engkau telah menjadikan Allah ridho kepadamu, maka Allah akan menjadikan manusia ridho kepadamu, dan Dia juga akan menjadikanmu tercukupi dan tidak bergantung pada orang lain.

Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله

Menebar Cahaya Sunnah