Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
بسـم الله الرحمن الرحيـمالسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Laporan penerimaan dan pengeluaran dana dapat dilihat di :
per 20 April 2015 : https://bbg-alilmu.com/archives/12873
per 18 Desember 2014 : https://bbg-alilmu.com/archives/11135
Semoga Allahu Ta’ala meridhoi program ini dan menjadikannya wasiilah amal kebaikan bagi kita semua di akhirat kelak.
أميــــن يــارب العـالــمي
بارك الله فيكم
| Saldo Awal | 8,273,355 | |
| 24/12/2014 20:19 | Ta’aawun | 100,000 |
| 28/12/2014 18:03 | Ta’aawun | 50,000 |
| 28/12/2014 19:58 | Ta’aawun | 100,000 |
| 29/12/2014 13:09 | Ta’aawun | 100,000 |
| 01/01/2015 13:19 | Ta’aawun | 10,932 |
| 01/01/2015 09:38 | Ta’aawun | 100,000 |
| 05/01/2015 16:05 | Ta’aawun | 100,000 |
| 06/01/2015 12:10 | Ta’aawun | 75,000 |
| 06/01/2015 17:06 | Ta’aawun | 100,000 |
| 09/01/2015 16:32 | Ta’aawun | 100,000 |
| 14/01/2015 07:36 | Ta’aawun | 50,000 |
| 24/01/2015 12:47 | Ta’aawun | 100,000 |
| 26/01/2015 11:17 | Ta’aawun | 50,000 |
| 01/02/2015 07:59 | Ta’aawun | 10,156 |
| 02/02/2015 11:51 | Ta’aawun | 100,000 |
| 06/02/2015 15:23 | Ta’aawun | 100,000 |
| 11/02/2015 13:08 | Ta’aawun | 75,000 |
| 23/02/2015 19:05 | Ta’aawun | 500,000 |
| 25/02/2015 13:31 | Ta’aawun | 100,000 |
| 25/02/2015 18:01 | Ta’aawun | 100,000 |
| 27/02/2015 06:53 | Ta’aawun | 50,000 |
| 01/03/2015 10:50 | Ta’aawun | 10,703 |
| 04/03/2015 10:38 | Ta’aawun | 200,000 |
| 04/03/2015 17:01 | Ta’aawun | 140,000 |
| 18/03/2015 17:35 | Ta’aawun | 100,000 |
| 25/03/2015 11:06 | Ta’aawun | 75,000 |
| 26/03/2015 06:30 | Ta’aawun | 50,000 |
| 01/04/2015 15:47 | Ta’aawun | 12,645 |
| 02/04/2015 10:41 | Ta’aawun | 100,000 |
| 02/04/2015 15:15 | Ta’aawun | 100,000 |
| 04/04/2015 06:08 | Ta’aawun | 100,000 |
| 15/04/2015 14:47 | Ta’aawun | 75,000 |
| 20/04/2015 17:37 | Ta’aawun | 300,000 |
| 20/04/2015 17:37 | Ta’aawun | 2,500,000 |
| TOTAL | 14,107,790 | |
| Pengeluaran untuk Warga | (10,000,000) | |
| Biaya Darurat Klg Ustadz | (4,000,000) | |
| Biaya bank | (10,886) | |
| Saldo | 96,904 | |
Seringkali orang yang hidup miskin merasa sangat rugi dan kecewa dengan keadaan hidupnya.
Tapi sungguh perasaan itu akan sirna bila dia melihat bagaimana Agama Islam memuliakannya, lihatlah beberapa poin berikut:
1. Keberadaan orang miskin sangat penting dalam masyarakat, sebagaimana sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-:
“Tidakkah kalian diberi pertolongan dan diberi REZEKI, melainkan dengan orang-orang lemah kalian..” [HR. Bukhori: 2896]. Dan termasuk dalam kriteria orang lemah adalah mereka yang miskin sebagaimana dijelaskan para ulama.
2. Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- berharap hidup miskin dan digiring di akherat bersama para fakir miskin, Beliau dahulu berdoa:
اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِينًا وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ يَوْمَ القِيَامَةِ
“Ya Allah hidupkanlah aku sebagai seorang miskin, matikanlah aku sebagai seorang miskin, dan giringlah aku pada hari kiamat bersama kelompoknya orang-orang miskin..” [HR. Attirmidzi: 2352 dan yang lainnya, hadits ini dihasankan oleh Syeikh Albani].
3. Mayoritas penduduk SURGA adalah kaum fakir miskin, sebagaimana sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-:
“Aku telah berdiri di depan pintu surga, maka (kulihat) mayoritas orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin..” [Muttafaqun Alaih, Bukhori: 6547, Muslim: 2736].
———
Sungguh begitu mulia, para fakir miskin dalam pandangan Islam.
Semoga kita bisa mensyukuri hidup ini apapun keadaannya… dan bisa memanfaatkan kehidupan ini untuk mengumpulkan bekal akherat dengan sebaik-baiknya… amin. Ingatlah selalu firmanNya:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
“Carilah bekal, dan sebaik-baik bekal adalah ketakwaan” [QS. Albaqoroh: 197].
Ketakwaan adalah melakukan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan.
Ustadz Musyaffa Ad Dariny, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA حفظه الله تعالى
Bismillah.
إبراهيم بن أدهم رجلا مهموما فقال له: أيها الرجل إني أسألك عن ثلاث تجيبني قال الرجل: نعم.
* فقال له إبراهيم بن أدهم: أيجري في هذا الكون شئ لا يريده الله؟ قال : كلا
* قال إبراهيم : أفينقص من رزقك شئ قدره الله لك؟ قال: لا
*قال إبراهيم: أفينقص من أجلك لحظة كتبها الله في الحياة؟ قال: كلا
فقال له إبراهيم بن أدهم: فعلام الهم إذن؟؟!
Pada suatu ketika Ibrahim bin Adham melihat seorang laki-laki yang sedang bersedih. Dia berkata kepada lelaki itu, “Wahai saudara, aku ingin menanyakan kepadamu tiga pertanyaan dan aku harap engkau mau menjawabnya.” Lelaki itu menjawab, “Baiklah.”
Ibrahim pun bertanya kepadanya, “Apakah ada hal yang terjadi di alam ini yang tidak dikehendaki Allah?”
Lelaki itu menjawab, “Tentu tidak ada.”
Ibrahim bertanya lagi, “Apakah rizkimu berkurang dari apa-apa yang telah Allah tetapkan bagimu?”
Lelaki tersebut menjawab: “Tidak berkurang”.
Ibrahim bertanya lagi, “Apakah akan berkurang suatu tempo waktu yang ditetapkan bagimu dalam kehidupan ini.”
Sekali lagi dia menjawab, “Tidak berkurang.”
(Setelah terjawab ketiga pertanyaan itu) Ibrahim bin Adham berkata kepadanya, “Kalau begitu mengapa engkau masih bersedih?”
Disadur dari Link Ilmiyah berikut:
http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=188852
Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah pada pagi hari ini. Semoga kita selalu hidup bahagia dan selamat di dunia dan akhirat. Amiin. (Klaten, 19 April 2015)
Ustadz Abu Riyadl, حفظه الله تعالى
Termasuk jual beli yang dilarang, yaitu menjual barang yang tidak ia miliki.
Misalnya, seorang pembeli datang kepada seorang pedagang mencari barang tertentu. Sedangkan barang yang dicari tersebut tidak ada pada pedagang itu. Kemudian antara pedagang dan pembeli saling sepakat untuk melakukan akad dan menentukan harga dengan dibayar sekarang ataupun nanti, sementara itu barang belum menjadi hak milik pedagang atau si penjual. Pedagang tadi kemudian pergi membeli barang dimaksud dan menyerahkan kepada si pembeli.
Jual beli seperti ini HUKUM-NYA HARAM, karena si pedagang menjual sesuatu yang barangnya tidak ada padanya, dan menjual sesuatu yang belum menjadi miliknya, jika barang yang diinginkan itu sudah ditentukan. Dan termasuk menjual hutang dengan hutang, jika barang yang diinginkan tidak jelas harganya dibayar di belakang.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang cara berjual beli seperti ini. Dalam suatu riwayat, ada seorang sahabat bernama Hakim bin Hazam Radhiyallahu ‘anhu berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salalm : “Wahai, Rasulullah. Seseorang datang kepadaku. Dia ingin membeli sesuatu dariku, sementara barang yang dicari tidak ada padaku. Kemudian aku pergi ke pasar dan membelikan barang itu.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لَا تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ
“Jangan menjual sesuatu yang tidak ada padamu.” [HR Tirmidzi].
Demikian ini menunjukkan adanya larangan yang tegas, bahwa seseorang tidak boleh menjual sesuatu kecuali telah dimiliki sebelum akad, baik dijual cash ataupun tempo. Masalah ini tidak boleh diremehkan. Pedagang yang hendak menjual sesuatu kepada seseorang, hendaknya dia menjamin keberadaan barangnya di tempatnya atau di tokonya, gudangnya, show roomnya atau di tokonya. Kemudian jika ada orang yang mau membelinya, dia bisa menjualnya cash atau tempo.
Nah.. gimana reseller? Gimana jual beli online yang lagi marak? Tentu pedagang harus ada barang.
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, حفظه الله تعالى
Bagaimana nasib orang yang terakhir masuk surga?
Ibnu Mas’ud berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنِّى لأَعْلَمُ آخِرَ أَهْلِ النَّارِ خُرُوجًا مِنْهَا وَآخِرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ دُخُولاً الْجَنَّةَ رَجُلٌ يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ حَبْوًا فَيَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلأَى. فَيَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ – قَالَ – فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلأَى فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ فَإِنَّ لَكَ مِثْلَ الدُّنْيَا وَعَشَرَةَ أَمْثَالِهَا أَوْ إِنَّ لَكَ عَشَرَةَ أَمْثَالِ الدُّنْيَا – قَالَ – فَيَقُولُ أَتَسْخَرُ بِى – أَوْ أَتَضْحَكُ بِى – وَأَنْتَ الْمَلِكُ » قَالَ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ. قَالَ فَكَانَ يُقَالُ ذَاكَ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً
“Sesungguhnya aku tahu siapa orang yang paling terakhir dikeluarkan dari neraka dan paling terakhir masuk ke surga. Yaitu seorang laki-laki yang keluar dari neraka dengan merangkak.
Kemudian Allah berfirman kepadanya, “Pergilah engkau, masuklah engkau ke surga.”
Ia pun mendatangi surga, tetapi ia membayangkan bahwa surga itu telah penuh.
Ia kembali dan berkata, “Wahai Rabbku, aku mendatangi surga tetapi sepertinya telah penuh.”
Allah berfirman kepadanya, “Pergilah engkau dan masuklah surga.”
Ia pun mendatangi surga, tetapi ia masih membayangkan bahwa surga itu telah penuh.
Kemudian ia kembali dan berkata, “Wahai Rabbku, aku mendatangi surga tetapi sepertinya telah penuh.”
Allah berfirman kepadanya, “Pergilah engkau dan masuklah surga, karena untukmu surga seperti dunia dan sepuluh kali lipat darinya.”
Orang tersebut berkata, “Apakah Engkau memperolok-olokku atau menertawakanku, sedangkan Engkau adalah Raja Diraja?”
Ibnu Mas’ud berkata, “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa sampai tampak gigi geraham beliau. Kemudian beliau bersabda, “Itulah penghuni surga yang paling rendah derajatnya.” HR. Bukhari no. 6571, 7511 dan Muslim no. 186).
Hadits di atas menunjukkan bahwa manusia biasa melanggar janji. Oleh karena itu, lelaki tersebut tercengang karena melihat janji Rabbnya. Ia merasa bahwasanya ia akan diremehkan atau diberi sesuatu yang remeh. Padahal Allah tidak mungkin mengingkari janjinya.
إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ
“Sesungguhnya Allah tidaklah mengingkari janjinya.” (QS. Ali Imran: 9). Jika Allah berjanji pasti ditepati.
Hadits di atas juga menunjukkan bahwa kedudukan penduduk surga yang paling rendah akan mendapatkan kenikmatan 10 kali lipat dari kenikmatan dunia. Sungguh nikmat yang luar biasa.
Hadits di atas juga menunjukkan pelajaran bahwa jika orang beriman yang masih memiliki iman walaupun kecil, ketika masuk neraka, tidak akan kekal di dalamnya. Berbeda dengan keyakinan sebagian kalangan yang meyakini bahwa jika ada yang masuk neraka tak bisa keluar-keluar lagi darinya.
Semoga Allah memasukkan kita dalam surga dengan mudah dan terselamatkan dari siksa neraka.
Ref : http://rumaysho.com/aqidah/nasib-orang-yang-terakhir-masuk-surga-10839