Masihkah Ada Di Antara Kita Yang Membela ISIS?

Ustadz Ferry Nasution, حفظه الله تعالى

Wahai kaum muslimin…

Setelah kita menyaksikan mereka membunuh, menyembelih serta membakar kaum muslimin???

Masihkah ada di antara kita yang menyatakan mereka (ISIS) adalah kelompok tidak sesat dan mereka memiliki manfaat untuk Suria???

Ayyuhal ikhwah..

Kalau ada di antara kita yang masih memiliki pemikiran demikian, hendaknya segera bertaubat kepada Allah Azza Wa Jalla. Karena pada hakekatnya mereka adalah orang-orang khawarij yang selalu ingin membunuh Ahlussunnah dari kaum muslimin sebelum para penyembah berhala.

Saudaraku kaum muslimin dan muslimah bagi mereka yang ikut-ikutan mendukung kelompok ISIS ini, hendaklah mereka ruju‘ dan kembali kepada jalan yang benar ya’ni jalan yang ditempuh oleh salaful ummah.

Dan jangan terfikir sama sekali untuk bergabung bersama mereka, yang akan menyebabkan kalian keluar dari kehidupan dunia dengan cara bom bunuh diri yang mereka pakaikan kepada anda yang demikian merupakan ciri khas kelompok ini.

Wahai saudaraku kaum muslimin dan muslimah, hendaknya kita semua tetap mendengar dan taat kepada pemerintah dan penguasa kita, selama tidak diperintah untuk maksiyat yang kita hidup dibawah kekuasaannya. Dan tidak boleh memerangi penguasa kita yang sah. Dan mencaci mereka di hadapan manusia, sungguh yang demikian bukan akhlak ahlus sunnah.

Aku memohon kepada Allah ‘Azza Wa Jalla agar Ia senantiasa memperbaiki kondisi kaum muslimin di manapun berada terutama di negeri tercinta ini. Dan semoga Allah memberi hidayah kepada para pemuda kaum Muslimin baik laki-laki maupun wanita kepada setiap kebaikan, semoga Allah menjaga negeri kita baik pemerintah maupun masyarakatnya dari setiap kejelekan, semoga Allah memberi taufiq kepada setiap kebaikan dan melindungi dari kejahatan orang-orang jahat dan tipu daya orang-orang fajir (jahat). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa.

وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه.

Yakin Dikabulkan…

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

«ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ»

“Berdoalah dengan yakin bahwa Allah mengabulkan doamu, dan ketahuilah bahwasanya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai” (HR At-Thirmidzi)

Jika doa iblis saja dikabulkan, Allah berfirman :

قَالَ أَنظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan.”

قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنظَرِينَ

Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.” (QS Al-A’raaf :14-15)

Jika orang musyrik terkadang doanya dikabulkan…, Allah berfirman :

فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ

Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah) (QS Al-Ankabuut : 25)

Lantas bagaimana tidak dikabulkan seorang mukmin yang berdoa di sepertiga malam terakhir, seraya mengadahkan kedua tangannya, disertai aliran air mata???

Anggaplah Diri Anda LEBIH RENDAH Harganya Dari Seekor LALAT Jika Untuk Memperjuangkan Agama ALLAH…

Ust. Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى

Ibnul Jauzi ketika mensifati Imam Ahmad -rohimahumalloh- mengatakan:

Orang ini menganggap rendah dirinya demi (memperjuangkan agama) Allah ta’ala, sehingga dia mengorbankan dirinya, sebagaimana (sahabat) Bilal dahulu menganggap rendah dirinya.

Dan kami telah meriwayatkan dari Sa’id bin Musayyab bahwa dia menganggap dirinya lebih rendah daripada seekor lalat demi (memperjuangkan agama) Allah.

“Harga diri” mereka rendahkan, karena mereka menatap hasil akhir yang baik, karena penglihatan yang didasari ilmu akan melihat hasil akhir, bukan keadaan sekarang.”

[Manaqib Imam Ahmad, hal: 446].

———–

Dan hendaknya seperti inilah para pejuang tauhid mendudukkan dirinya…

Ingatlah, bahwa semakin kita merendahkan diri di hadapan Allah ta’ala, maka semakin tinggi dan mulia kedudukan kita di sisi-Nya.

Oleh karena itulah, seringkali Allah menyebut Nabi Muhammad -shollallohu alaihi wasallam- dalam Al Qur’an sebagai HAMBANYA… sungguh ini bukan untuk merendahkan beliau, sebaliknya itulah cara Allah memuliakan dan meninggikan kedudukan beliau, wallohu a’lam.

Semoga bermanfaat…

Kiat-Kiat Selamat Dari Penyakit ‘Ujub (Bangga Diri)

قال الشافعي رحمه الله: إذا خفت على عملك العجب، فاذكر رضا من تطلب، وفي أي نعيم ترغب، ومن أي عقاب ترهب، فمن فكر في ذلك صغر عنده عمله.

Imam Asy-Syafi’i rohimahullah berkata,

“Jika kamu merasa khawatir terhadap sikap ‘ujub (perasaan bangga diri) atas amal perbuatanmu, maka ingatlah :

– keridhoan siapakah yang menjadi tujuan amalmu,

– di alam kenikmatan siapakah engkau hendak berlabuh, dan

– dari siksaan siapakah engkau berupaya menghindarkan dirimu (darinya)

Barangsiapa merenungkan hal-hal tersebut, niscaya ia akan menganggap sedikit dan remeh amal ibadahnya..”

(Siyaru A’laami An-Nubala’ karya imam Adz-Dzahabi X/42).

Demikian Faedah Ilmiyah dan Mau’izhoh Hasanah pada hari ini. Semoga bermanfaat. Dan semoga Allah melindungi kita semua dari penyakit ‘ujub, sombong, riya’ dan penyakit hati lainnya. Amiin.

(Klaten, 4 Februari 2015).

Ditulis oleh
Ustadz Muhammad Wasitho MA, حفظه الله تعالى

Setelah Kenal Sunnah, Koq Malah Diam Dan Tidak Bergaul…?

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Ada orang yang dahulunya sangat gaul namun setelah dapat hidayah malah diam, tidak menegur sapa dll. Bagaimana menyikapinya ?

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى   berikut ini (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

 

Kita Akan Ditanya Tentang Semua Nikmat Yang Kita Terima

Allah ta’ala berfirman:

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيم

“Kemudian kalian benar-benar akan ditanya tentang semua nikmat (yang diberikan)..” (At-Takatsur: 8)

Syeikh Sholeh Assindi -hafizhohulloh- mengatakan,

“Dan nikmat apakah yang lebih agung dari TAUHID..?!

Maka barangsiapa ingin menjadi orang yang mensyukuri nikmat ini, maka hendaklah dia memberikan waktu dan usaha utamanya untuk BERDAKWAH (mengajak ummat) kepadanya.

Hendaklah dia semangat dalam memberikan hidayah kepada seluruh makhluk.

Dan Hendaknya dia menganggap MURAH dzatnya demi (memuliakan) Dzat Allah..”

(Addakwah ilat Tauhid, 42-43)

———-

Mari dakwahkan TAUHID dan SUNNAH kepada orang di sekitar kita .. sesuai kemampuan dan kapasitas masing-masing .. dan dengan cara yang paling baik dan paling mudah diterima oleh mereka.

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Nasihat Bagi Istri Yang Meminta Suami Menceraikan Salah Satu Istrinya…

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Ketika suami menikah dengan istri kedua tanpa memberitahu istri pertama, apakah salah bila istri pertama meminta suami untuk memilih salah satu istri ?

Simak nasihat Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى   berikut ini (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Menjalankan Sunnah Tapi Mu’amalah Buruk…

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Apa yang harus kita lakukan apabila ada seseorang yang tampak luarnya menjalankan sunnah namun dalam berdagang dan bermu’amalah sama sekali tidak menunjukkan akhlak sunnah ?

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى   berikut ini (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Menebar Cahaya Sunnah