Bisnis Pembawa Petaka

Ustadz Muhammad Wasitho, MA حفظه الله تعالى

Bismillah. Yang kami maksudkan dengan Bisnis Pembawa Petaka ialah segala macam usaha atau bentuk bisnis apapun yang dijalankan oleh seseorang namun menimbulkan dosa dan menyebabkan pelakunya terancam dengan azab Allah, baik itu berupa laknat, siksaan, berkurang atau hilangnya berkah pada rezki dan umur, terjadinya kerugian dan kebangkrutan di dunia maupun akhirat.

Termasuk dalam makna Bisnis Pembawa Petaka juga ialah segala sikap atau tindakan yang dilakukan oleh para pelaku bisnis namun menimbulkan persengketaan dan permusuhan diantara mereka, berkurang atau hilangnya kepercayaan dan minat konsumen (pelanggan) terhadap barang dagangan atau jasa yang mereka tawarkan atau terhadap pelaku bisnis itu sendiri. Sehingga hal ini mengakibatkan usaha bisnisnya rugi dan bangkrut.

** Beberapa Bentuk Bisnis Pembawa Petaka:

Pertama:
Segala usaha dan bisnis apa saja yang sumber modalnya dari harta ribawi.

Kedua:
Bisnis dengan menjual barang-barang atau jasa apa saja yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Diantaranya:

1. Bisnis Khomr (minuman keras, narkoba dll)

2. Jual Beli Anjing

3. Jual Beli Alat-alat Musik dan Hiburan

4. Jual Beli patung dan gambar makhluk bernyawa

5. Memproduksi dan menjual kaset-kaset berisi lagu-lagu cabul, suara penyanyi yang diiringi musik. Isinya bercerita tentang asmara, cinta atau menyanjung wanita atau lainnya.

Ketiga: Bisnis Perdukunan

Keempat: Perjudian

Penjelasan selengkapnya dapat dibaca di Link berikut,

KLIK:
http://af-dagang.blogspot.com/2014/10/bisnis-pembawa-petaka.html

» Semoga Menjadi Ilmu Yang Bermanfaat.

Semoga Putra Putrimu Bukan Anak Yatim Korban Kesibukanmu…

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Seorang penyair berkata :

لَيْسَ الْيَتِيْمَ مَنِ انْتَهَى أَبَوَاهُ *** مِنْ هَمِّ الْحَيَاةِ وَخَلَّفَاهُ ذَلِيلْاً

“Bukanlah anak yatim adalah anak yang kedua orang tuanya telah tiada dan meninggalkannya dalam keadaan hina.”

إِنّٓ الْيٓتِيْمٓ هُوٓ الَّذِي تَلْقٓى لٓهُ *** أُمًّا تَخَلَّتْ أَوْ أَباً مَشْغُوْلاً

“Akan tetapi anak yatim adalah anak yang kau dapati ibunya tidak memperdulikannya atau ayahnya sibuk tidak mengurusnya.”

Ayo Semangat Berdo’a !!!

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Umar bin al-khottob berkata:

(أنا لا أحمل همَّ الإجابة ولكن أحمل همَّ الدعاء، فإذا ألهمت الدعاء فإن معه الإجابة)

“Aku tidaklah memikul urusan dikabulkannya do’a, akan tetapi aku memikul keinginan untuk berdo’a. Jika aku diilhamkan untuk berdo’a maka pengkabulan akan menyertainya.”

Yang jadi masalah adalah malasnya seseorang untuk berdoa….

Sungguh berbahagia seorang yang sering mengangkat kedua tangannya dengan penuh kerendahan dan kehinaan, mengakui kelemahannya, berharap dan menangis meminta kepada Robnya, seraya berbaik sangka kepada Robnya bahwa Robnya adalah Maha mendengar dan mengabulkan permohonan hambaNya.

Jangan Biarkan Pahala Musibah Itu Hilang

Ustadz Aan Chandra Thalib حفظه الله تعالى

Sebagian salaf mengatakan:

فقد الثواب على المصيبة أعظم من المصيبة

“Kehilangan pahala dari sebuah musibah jauh lebih berat ketimbang musibah itu sendiri”

(Tasliyah Alh Al-Mashaaib: 173)

Catt:
Diantara hal yang dapat menghilangkan pahala dari sebuah musibah adalah sikap tidak ridho dengan musibah tersebut baik dengan menyalahkan taqdir ataupun dengan berprasangka buruk kepada Allah azza wa jalla.

Do’a Pelebur Dosa

Ustadz Fuad Hamzah Baraba’, Lc, حفظه الله تعالى

Siapakah di antara kita yang tidak pernah bersalah? Siapakah di antara kita yang tidak pernah melakukan dosa?

Jawabnya pasti tidak ada. Karena kita adalah manusia biasa yang tidak luput dari salah dan dosa.

Namun Rasulullah صلى الله عليه و سلم mengajarkan kepada kita sebuah doa, yang apabila kita membacanya maka dosa-dosa kita akan diampuni oleh Allah Ta’ala.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

“Barangsiapa yang mengucapkan:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الذِيْ لاَ إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَي الْقَيوْمُ وَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ

“Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung Yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri sendiri dan aku bertaubat kepada-NYA”, Maka Allah akan mengampuni dosanya meskipun ia pernah lari dari medan perang”. (HR, Abu Daud:1517, At-Tirmidzi:3577 dan al-Hakim:I/511. Lihat shahih At-Tirmidzi:III/182 no:2831).

Lari dari medan perang merupakan salah satu dosa besar yang membinasakan, namun dengan membaca doa ini Allah Ta’ala masih mengampuninya.

Ini menunjukan akan luasnya ampunan dan maghfirah Allah Ta’ala kepada para hamba-Nya.

Marilah kita memperbanyak doa ini, agar dosa-dosa kita diampuni Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Menerima taubat hamba-Nya.

آمين يَا رَبَّ العَـــالَمِيْنَ

Menebar Cahaya Sunnah