Luapan Hati Seorang Sahabat

Ustadz Ferry Nasution, Lc, حفظه الله تعالى

Wahai Sahabatku…
Apabila keletihan terasa saat ini setelah anda berbuat kebajikan, ingatlah bahwa rasa letih tersebut akan hilang namun (buah) dari kebajikan akan kekal insyaa ALLAH selama anda mengerjakannya dengan ikhlas dan sesuai dengan sunnah.

Dan apabila terasa kelezatan dalam berbuat kemaksiatan, ingatlah bahwa kelezatan tersebut akan hilang namun (buah) dari kemaksiatan akan terus ada, selama anda tidak bertaubat kepada ALLAH.

Wahai sahabatku..
Jika ada di suatu saat kau merasakan sedih karena beratnya istiqomah diatas manhaj yang haq ini, maka ingatlah beratnya kesedihan saat kau berdiri berada di kedahsyatan mahsyar.

Jika ada saat ini dirimu lelah menjalankan segala amanah, maka ingatlah kelelahan dan kepedihan neraka yang dahsyat siksanya.

Sahabatku…
Tak ada salahnya jika di saat kau merasa sedih, maka kau ingat rasa bahagianya saat ruh mu di sambut dihadapan kumpulan para malaikat, seraya mereka mengatakan, ruh siapa yang baik ini?…

Dan kita berharap kepada ALLAH agar akhir kehidupan ini istiqomah di atas islam wa sunnah..

Yaa ALLAH, limpakan kepada hati kami agar senantiasa mencintai orang-orang yang mencintai-Mu..

Semoga surat ini dapat mempererat ukhuwah islamiyah diantara kita.

Hukum Tidur Tengkurap

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, حفظه الله تعالى

Bolehkah tidur tengkurap, di mana posisi perut di bawah?

Mengenai larangan tidur sambil tengkurap disebutkan dalam hadits berikut ini.

Dari Ya’isy bin Thokhfah Al Ghifariy, dari bapaknya, ia berkata,

فَبَيْنَمَا أَنَا مُضْطَجِعٌ فِى الْمَسْجِدِ مِنَ السَّحَرِ عَلَى بَطْنِى إِذَا رَجُلٌ يُحَرِّكُنِى بِرِجْلِهِ فَقَالَ « إِنَّ هَذِهِ ضِجْعَةٌ يُبْغِضُهَا اللَّهُ ». قَالَ فَنَظَرْتُ فَإِذَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-

“Ketika itu aku sedang berbaring tengkurap di masjid karena begadang dan itu terjadi di waktu sahur. Lalu tiba-tiba ada seseorang menggerak-gerakkanku dengan kakinya. Ia pun berkata, “Sesungguhnya ini adalah cara berbaring yang dibenci oleh Allah.” Kemudian aku pandang orang tersebut, ternyata ia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Abu Daud no. 5040 dan Ibnu Majah no. 3723. Imam Nawawi dalam Riyadhus Sholihin mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Juga hadits lainnya,

عَنِ ابْنِ طِخْفَةَ الْغِفَارِىِّ عَنْ أَبِى ذَرٍّ قَالَ مَرَّ بِىَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- وَأَنَا مُضْطَجِعٌ عَلَى بَطْنِى فَرَكَضَنِى بِرِجْلِهِ وَقَالَ « يَا جُنَيْدِبُ إِنَّمَا هَذِهِ ضِجْعَةُ أَهْلِ النَّارِ ».

“Dari Ibnu Tikhfah Al Ghifari, dari Abu Dzarr, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat di hadapanku dan ketika itu aku sedang tidur tengkurap. Beliau menggerak-gerakkanku dengan kaki beliau. Beliau pun bersabda, “Wahai Junaidib, tidur seperti itu seperti berbaringnya penduduk neraka.” (HR. Ibnu Majah no. 3724. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Dalam kitab Nuzhatul Muttaqin (hal. 339), Syaikh Musthofa Al Bugho, dkk berkata bahwa tidur sambil tengkurap itu terlarang.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Tidak pantas seseorang tidur tengkurap lebih-lebih lagi dilakukan di tempat yang terbuka. Karena jika orang banyak melihat tidur semacam itu, mereka tidak suka. Namun jika seseorang dalam keadaan sakit perut, dengan tidur seperti itu membuat teredam sakitnya, maka seperti itu tidaklah mengapa karena dilakukan dalam keadaan butuh.” (Syarh Riyadhus Sholihin, 4: 343)

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz ditanya, “Ada yang mengatakan bahwa tidur tengkurap itu diharamkan, apakah benar? Jika benar, apa yang mesti kulakukan karena aku tidak bisa tidur pulas melainkan dengan cara tidur sambil tengkurap. Tidur seperti itu lebih menyenangkan bagiku.”

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata, “Ada hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan bahwa beliau melihat sebagian sahabatnya tidur tengkurap lantas beliau menggerak-gerakkan dengan kakinya, lantas beliau bersabda, “Ini adalah seperti berbaring yang Allah murkai.” Dalam riwayat lain disebutkan bahwa, “Tidur seperti itu adalah berbaringnya penduduk neraka.”

Berbaring seperti itu jelas terlarang sehingga sepantasnya ditinggalkan kecuali dalam keadaan darurat seperti karena sakit perut. Adapun jika bukan darurat, maka baiknya ditinggalkan. Minimal tidur seperti itu dihukumi terlarang (makruh) karena sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyebutkan bahwa tidur tersebut dimurkai oleh Allah. Namun kalau kita lihat secara tekstual hadits, tidur dalam keadaan tengkurap diharamkan.

Oleh karenanya, mukmin laki-laki maupun perempuan hendaklah meninggalkan bentuk tidur semacam itu kecuali dalam keadaan darurat yang sulit dihindari.”(Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz)

1231. Puasa Namun Tidak Sholat

1231. BBG Al Ilmu

Tanya:
Apa hukumnya bila seseorang yang puasa tapi tidak sholat dan ikut mudik ke kampungnya dengan tujuan merayakan hari lebaran dan silahturahmi ?

Jawab:
Ustadz Djazuli, Lc, حفظه الله تعالى

Secara hukum apa yang dilakukannya sah-sah saja, sebab ibadah-ibadah tersebut tidak saling mempengaruhi keabsahan ibadah lainnya selama rukun dan kewajibannya ditegakkan, hanya secara adab dengan Allah dan iman kepada-Nya, apa yang dilakukannya adalah salah kaprah dalam beragama, sebab ia beragama hanya sesuai seleranya, tetapi tidak sesuai dengan petunjuk nabi shallalahu ‘alaihi wasallam.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Apakah Jin Bisa Disiksa Dengan Api Padahal Jin Tercipta Dari Api ?

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc حفظه الله تعالى

Abul Wafa’ Ibnu ‘Aqil berkata, “Setan dan jin bisa disiksa dengan api sebagaimana manusia bisa disiksa dengan tanang. Intinya, asal dari manusia adalah tanah namun wujudnya saat ini bukanlah tanah secara hakiki. Demikian jin asalnya juga adalah api, bisa berlaku seperti itu.” (Luqthul Marjan fii Ahkamil Jaan, hal. 33).

Jadi sangat mungkin jika jin disiksa dengan api. Sebagaimana manusia saja yang asalnya dari tanah namun ketika dilempar tanah pun terasa sakit.

Jin dan setan memang tercipta dari api, namun saat ini berbeda. Di antara dalil yang mendukung hal ini,

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ

“Sesungguhnya setan menyusup dalam diri manusia melalui aliran darah.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 3281 dan Muslim no. 2175). Andai saja setan adalah api, maka tentu saja manusia akan terbakar ketika setan menyusup dalam diri manusia.

Syaikh Sholeh Al Munajjid berkata, “Seandainya setan pun wujudnya api saat ini, maka Allah tetap bisa saja menyiksanya. Allah mampu mewujudkan segala sesuatu, tidak ada yang mungkin bisa mengalahkan kehendak Allah.” (Fatwa Al Islam Sual wal Jawab no 70276)

Baca selengkapnya >>
http://muslim.or.id/aqidah/serial-22-alam-jin-apakah-jin-bisa-disiksa-dengan-api-padahal-jin-tercipta-dari-api.html

Untaian Syair Zainal Abidin, Rahimahullah

Ustadz Firanda Andirja, Lc, MA حفظه الله تعالى

لَيْس الغرِِيبُ غرِيبَ الشَّامِ وَاليمنِ إنَّ الغَريب غَريبُ اللحْد والكَفَنِ

“Orang asing bukanlah orang yang merantau ke negeri syam atau yaman, tapi orang asing adalah, orang yang asing dalam liang lahad bersama kain kafan”

إنَّ الغريبَ لَهُ حَق لِغُربَتِهِ علَى المُقِيمينَ فى الأوْطَانِ والسَّكَنِ

“Sungguh orang yang terasing memiliki hak yang harus dipenuhi oleh penduduk daerah yang sedang dilaluinya”

لاَ تَنْهَرَنّ غَرِيْباً حَالَ غُرْبَتِهِ الدَّهْرُ يَنْهَرُهُ بِالذُّلِّ وَالْمِحَنِ

“Janganlah kau hardik orang asing ketika sedang dalam perantauan, karena masa telah menghardiknya dengan kehinaan dan berbagai cobaan”

سَفْرِي بَعِيْدٌ وَزَادِي لَنْ يُبَلِّغَنِي وَقُوَّتِي ضَعُفَتْ وَالْمَوْتُ يَطْلُبُنِي

“Perantauanku jauh… padahal bekalku tidak mencukupi
Kekuatanku semakin rapuh… sedang kematian terus mencariku”

وَلِي بَقَايَا ذُنُوْبٌ لَسْتُ أَعْلَمُهَا اللهُ يَعْلَمُهَا فِي السِّرِّ وَالْعَلَنِ

“Aku tentu punya banyak sisa dosa, yang aku tak mengetahuinya… Allah mengetahui dosa-dosaku yang tersembunyi di saat bersendirian atau yang nampak”

مَا أَحْلَمَ اللهَ عَنِّي حَيْثُ أَمْهَلَنِي وَقَدْ تَمَادَيْتُ فِى ذَنْبِي وَيَسْتُرُنِي

“Betapa sayangnya Allah padaku… karena telah menangguhkan hukuman-Nya
Bahkan Dia tetap menutupi dosaku… meski aku terus melakukannya”

تَمُرُّ سَاعَاتُ أَيَّامِي بِلاَ نَدَمِ وَلاَ بُكَاءٍ وَلاَ خَوْفٍ وَلاَ حَزَنِ

“Hari-hariku terus berjalan (dan aku terus melakukan dos-dosa)
Tanpa ada rasa penyesalan, tangisan, ketakutan, ataupun kesedihan”

أَنَا الَّذِى أَغْلَقَ الأَبِوَابَ مُجْتَهِدًا عَلَى الْمَعَاصِي وَعَيْنُ اللهِ تَنْظُرُنِي

“Akulah orang yang telah menutup pintu… Untuk giat dalam maksiat, padahal Mata Allah selalu mengawasiku”

يَا زَلَّة كُتِبَتْ فِي غَفْلَةٍ ذَهَبَتْ يَا حَسْرَة بَقِيَتْ فِي الْقَلْبِ تُحْرِقُنِي

“Salah sudah tercatat, dalam kelalaian yang telah lewat, Dan sekarang, tinggal penyesalan di hati yang terus membakar diriku”

Semangatlah Berusaha, Jatah Rezeki Anda Pasti Menjadi Milik Anda! (Koreksi Link – Silahkan Klik)

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Pesimis dengan masa depan? Khawatir dengan keadaan ekonomi yang tidak menentu? Belum menemukan ide bisnis yang menakjubkan? Persaingan bisnis begitu ketat? jalan-jalan usaha terasa mampet dan rezeki terasa sempit?

Simak dulu video motivasi bisnis (hanya 6 menit) yang InsyaAllah dapat mencerahkan dan menginspirasi Anda oleh Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, MA, حفظه الله تعالى

Klik:

https://www.facebook.com/photo.php?v=688206274586840&set=vb.106192992788174&type=2&theater

Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiykum.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Beberapa Cara Menuntut Dan Mendapatkan Ilmu Agama

Ustadz Djazuli, Lc, حفظه الله تعالى

Berkata seorang ulama yang bernama Syekh Jasim bin Muhammad,

“Saudaraku jika anda mau diberi ilmu & pemahaman yang baik terhadap agama oleh Allah, maka perhatikan hal-hal berikut,

1. Bertakwa kepada Allah
Allah berfirman,”Bertakwalah kepada Allah niscaya Dia akan memberikan ilmu kepadamu” QS Al-Albaqarah:282

2. Banyak berdoa dan memohon ilmu kepada Allah. Lihat QS Thaha:114

3. Banyak membaca buku-buku ulama. QS Al-‘Alaq:1-5

4. Banyak menghadiri kajian-kajian ilmiah para ulama dan asatidz yang mempunyai secara keilmuan

5. Banyak bertanya kepada guru atau ustadz akan hal-hal yang tidak diketahui dan urusan agama. Berkata Mujahid, tidak akan mendapat ilmu orang yang pemalu dan sombong

6. Menentukan tempat yang nyaman dan waktu yang tepat untuk belajar

7. Memanfaatkan masa muda untuk belajar, karena masa muda adalah masa yang paling potensial untuk belajar

8. Banyak berdiskusi dengan teman

9. Tidak minder serta memiliki kepercayaan diri yang tinggi

Semoga bermanfaat!

Kisah Tiga Orang

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Dari Abu Waqid Al Laitsi berkata, “Ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam sedang duduk dimasjid bersama beberapa shahabat, tiba-tiba datanglah tiga orang..

Dua orang mendatangi halaqoh Rasulullah dan satu orang pergi..
adapun yang dua orang, salah satunya melihat tempat kosong dalam halaqoh lalu ia duduk disana..
Satu lagi duduk di belakang..

Setelah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam selesai, beliau bersabda,,,
“Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang kisah tiga orang itu?..

Adapun yang pertama (yang menempati tempat kosong) ia kembali kepada Allah, maka Allahpun melindunginya..

Adapun yang kedua (yang duduk di belakang), ia malu maka Allahpun malu kepadanya..

Adapun yang ketiga, ia berpaling maka Allahpun berpaling darinya.”
(HR Bukhari dalam shahihnya)

Demikianlah akhi..
Keutamaan duduk di majelis ilmu..
Majelis yang tak pernah rugi orang yang menghadirinya..

Ia adalah taman-taman surga..
Demikian ibnu Mas’ud menyifatinya..
Tidakkah kita ingin singgah di taman-taman surga???

Untaian Nasihat

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Islam yang paling baik adalah engkau memberikan makan dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan tidak engkau kenal.

* Kalian tidak masuk surga sampai kalian beriman.
* Kalian tidak beriman dengan iman yang sempurna hingga kalian saling mencintai.

Maukah aku tunjukkan supaya kalian bisa saling mencintai? Sebarkan salam diantara kalian.

* Islam itu menghancurkan dosa-dosa sebelumnya.
* Hijrah itu menghancurkan dosa-dosa sebelumnya, dan
* Haji itu menghancurkan dosa-dosa sebelumnya.

Simak nasehat dan pelajaran bermanfaat dari Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Klik
http://m.salamdakwah.com/videos-detail/5-pilar-islam.htm

Warisan Ramadhan

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc, حفظه الله تعالى

Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh kenangan indah, bulan yang penuh kenangan manis bagi orang-orang yang benar-benar mengisi Ramadhannya dengan ibadah kepada Allah.

Bulan yang yang penuh dengan keberkahan itu baru kita lalui.

Marilah kita mengenal warisan Ramadhan yang akhirnya kita benar benar mengetahui sebenarnya yang diinginkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala

Semoga seluruh amal ibadah kaum muslimin diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala

Saksikan keterangan Ust. Ahmad Zainuddin, Lc, حفظه الله تعالى terkait hal itu di

http://m.salamdakwah.com/videos-detail/warisan-ramadhan.html#.U-ht_NkazCQ

Menebar Cahaya Sunnah