Keagungan Membaca Sholawat Kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Berdasarkan Hadits-Hadits Shohih…

Ust. Muhammad Wasitho Abu Fawaz, حفظه الله

Bersholawat kepada Nabi Muhammad merupakan salah satu ibadah yang sangat agung. Ia termasuk dalam amalan-amalan ringan yang sangat besar pahala dan keutamaannya. Seorang muslim yang setia dan mencintai Nabi shallallahu alaihi wasallam dengan baik dan benar akan senantiasa memperbanyak sholawat dan salam kepada beliau sesuai dengan bacaan yang diajarkan dan dicontohkan oleh beliau.

Berikut ini kami akan sebutkan beberapa keutamaan bersholawat kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

1) Barangsiapa bersholawat kepada Nabi Muhammad satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali sholawat.

Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

“Barangsiapa yang mengucapkan sholawat kepadaku satu kali, maka Allah mengucapkan sholawat kepadanya 10 kali.” (HR. Muslim no. 408)

2) Bersholawat kepada Nabi satu kali akan menghapuskan 10 kesalahan dan meninggikan 10 derajat.

Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

Dari Anas bin Malik Radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطَيَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

“Barangsiapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah bersholawat kepadanya 10 kali shalawat, dihapuskan darinya 10 kesalahan, dan ditinggikan baginya 10 derajat.” (HR. an-Nasa’i, III/50 dan dinyatakan Shohih oleh Syaikh al-Albani).

3) Barangsiapa bersholawat kepada Nabi sepuluh kali di pagi hari dan sepuluh kali di sore hari, maka ia berhak mendapatkan syafa’at Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam pada hari kiamat.

Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

Dari Abu Ad-Darda Radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ حِينَ يُصْبِحُ عَشْرًا وَحِينَ يُمْسِي عَشْرًا أَدْرَكَتْهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa yang bersholawat kepadaku di pagi hari 10 kali dan di sore hari 10 kali, maka dia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat.” (HR. ath-Thabrani dan dinyatakan Basan oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’).

4) Bersholawat kepada Nabi Muhammad merupakan salah satu sebab terkabulnya doa.

Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

Dari Anas bin Malik Radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كُلُّ دُعَاءٍ مَحْجُوبٌ حَتَّى يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ

“Setiap doa tertutup (terhalang dari pengabulannya, pent) hingga ia bershalawat kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam.” (HR. ad-Dailami dan dinyatakan Hasan oleh Syaikh al-Albani).

Dan juga Berdasarkan hadits Fadholah bin ‘Ubaid Radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam mendengar seorang laki-laki berdoa dalam shalatnya lalu tidak bershalawat kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Maka beliau bersabda, “Orang ini tergesa-gesa.” Kemudian beliau memanggil dan berkata kepadanya:

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ اللهِ وَالثَّناءِ عَلَيْهِ ثُمَّ لْيَصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ ثُمَّ لْيَدْعُ بِمَا شَاءَ

“Apabila salah seorang dari kalian berdoa, maka hendaklah dia memulainya dengan memuji Allah dan mengagungkan-Nya, kemudian bershalawatlah kepada Nabi, lalu berdoa lah dengan apa yang dia kehendaki.” (HR. at-Tirmidzi, Abu Dawud, an-Nasa’i, dan dinyatakan Shohih oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i dalam al-Jami’ ash-Shahih, II/124).

5) Barangsiapa bersholawat kepada Nabi Muhammad, berarti ia telah melaksanakan perintah Allah ta’ala di dalam firman-Nya:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (QS. Al-Ahzab: 56)

Makna sholawat Allah kepada Nabi dan hamba-Nya ialah pujian dan sanjungan Allah kepadanya di hadapan para malaikat yang mulia yang berada di sisi-Nya.

Sedangkan makna sholawat Para malaikat kepada Nabi dan orang-orang yang beriman ialah Doa. Maksudnya para malaikat mendoakan kebaikan dan memohonkan ampunan kepada Allah bagi Nabi shallallahu alai wasallam dan kaum mukminin.

Pertanyaan:
Bagaimanakah cara bersholawat kepada Nabi Muhammad yang benar sehingga kita memperoleh pahala dan keutamaan-keutamaan yang telah disebutkan di atas?

Jawab:
Bismillah. Cara bersholawat kepada Nabi Muhammad yang benar dan sesuai dengan tuntunannya adalah dengan mengucapkan sholawat ibrahimiyyah, yaitu sebagaimana berikut ini:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allohumma Sholli ‘Ala Muhammadin Kamaa Shollaita ‘Ala aali Ibroohiima innaka Hamiidun Majiid. Allohumma Baarik ‘Ala Muhammad Kamaa Baaromta ‘Ala aali Ibroohiima innaka Hamiidun Majiid.

Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:
Dari Ka’b bin Ujrah Radhiyallaahu ‘anhu. Ia berkata, “Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam keluar menuju kami lalu kami pun berkata, ‘Kami telah mengetahui cara mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana cara kami bershalawat kepadamu?’ Beliau menjawab, “Ucapkanlah:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allohumma Sholli ‘Ala Muhammadin Kamaa Shollaita ‘Ala aali Ibroohiima innaka Hamiidun Majiid. Allohumma Baarik ‘Ala Muhammad Kamaa Baaromta ‘Ala aali Ibroohiima innaka Hamiidun Majiid.
(Diriwayatkan oleh imam al-Bukhari no. 3370, dan imam Muslim no. 406).

Atau bisa juga dengan bacaan sholawat yang lebih pendek, yaitu:

صلى الله عليه وسلم.

(shallallahu ‘alaihi wasallam), atau dengan membaca ( Allahumma Sholli wa Sallim ‘Ala Nabiyyina Muhammad) atau dengan lafazh lain yang maknanya seperti itu.

Demikianlah beberapa keistimewaan sholawat kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan bacaan sholawat yang benar sebagaimana dijelaskan di dalam hadits-hadits yang shohih.

Semoga artikel singkat ini menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga kita mendapatkan syafa’at Nabi Muhammad shallallahualaihi wasallam pada hari kiamat dengan memperbanyak sholawat kepada beliau dan kita semua dikumpulkan Allah bersama beliau dalam satu satu majlis di dalam surga Al-Firdaus yang paling tinggi.

Amin ya Robbal Alamiin.

– – – – – •(*)•- – – – –

Maulid…oh Maulid

Ust. Abu Yahya Badrusalam, Lc

Di bulan ini banyak orang merayakan maulid…
Katanya sebagai rasa cinta kita kepada Rasulullah…
Padahal hakikat cinta adalah ittiba’…

Cobalah renungkan firman Allah…

قل إن كنتم تحبون الله فاتبعوني

“Katakan, “Jika kalian mencinta Allah, maka ikutilah aku (Rasulullah)…” (Ali Imran: 31).

Ittiba’ adalah mengikuti jejak kaki Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam…
Bukan mendahuluinya…

Tanyakanlah pada diri kita…
Mampukah Rasulullah merayakan kelahirannya?…
Bukankah para shahabat amat mencintainya?…
Lalu mengapa Rasulullah tidak memerintahkan tidak pula mencontohkan…
Padahal beliau mampu dan pendorong cinta amat kuat…

Tanyakan pada diri kita…
Apakah kita lebih tahu kepada kebaikan…
Ataukah Rasulullah dan generasi yang diutamakan…
Apakah kita lebih cinta kepada Rasulullah…
Ataukah para shahabat yang diridlai oleh Allah…

Bila anda berkata, “Ini hanyalah sarana…
Kita hanya berkata, “Sarana oh sarana…

Seakan engkau menghalalkan segala cara..
Bila itu memang sarana menuju cinta…
Tentu para shahabat, tabi’in dan imam yang empat telah berlomba…

Padahal Rabbuna telah mengabarkan…

اليوم أكملت لكم دينكم

“Pada hari ini aku telah sempurnakan agamamu…” (Al Maidah: 3).

Kabarkan kepadaku..
Apakah islam telah sempurna tanpa perayaan maulid?…

Bila anda berkata, “Ya..
Buat apa kita disibukkan dengan sesuatu yang bukan agama…
Bila anda menjawab, “Tidak…
Sungguh anda telah mengingkari firman pencipta Allam…

Ya Allah… berikan petunjuk kepada kami dan mereka… Aamiin

– – – – – •(*)•- – – – –

5 Ciri Khas Sahabat Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Ust. Djazuli, حفظه الله

Berkata Al’auza’I,” ada 5 amalan yg merupakan ciri khas sahabat rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

1. Selalu menjaga ukhuwwah & silaturahmi, mereka tdk akan membiarkan dunia menghancurkan silaturahmi mereka. Bagi mereka silaturahmi diatas segalanya..

2. Selalu mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam berbagai aspek dalam keadaan apapun

3. Selalu memakmurkan masjid dgn keimanan, keikhlasan & rasa takut kpd Allah & tdk pernah memakmurkannya dgn maksiat & kepentingan..

4. Selalu membaca Al-qur’an, mentadaburinya & mengamalkannya secara bertahap yaitu per sepuluh ayat

5. Senantiasa menegakkan jihad, yang didahului oleh jihad dgn Ilmu lalu puncaknya adalah jihad dgn senjata.

(Syarhusunnah karya Albagawy 1/209)

Semoga bermanfaat!

Ya Allah! Jadikan kami sebagai orang2 yg selalu mengikuti petunjuk mereka!

– – – – – •(*)•- – – – –

Mau Mencontoh Siapa ?

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

• Untaian Nasehat

Siapa yg ingin menjadi manusia yg sempurna maka contohlah manusia yg sempurna.

Siapa yg ingin beribadah dengan sempurna contohlah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam hamba Allah yang sempurna ibadahnya.

Kholid bin Syamhudi al-Bantani

Semoga bermanfaat
Sebarkan

www.KlikUK.Com
Titian Ilmu Penyejuk Qalbu

Aman Dari Kematian ?

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Kita sering merasa akan aman dari kematian..

Angan angan membumbung bak gunung himalaya sampai menembus awan dilangit sana..
Tiada pernah terfikir diri jika dicabut nyawa..
Akankah ada selalu terlena terhadap kehidupan dunia yang fana.
Sebenarnya kafan kita telah dirajut dg berkurangnya umur helai demi helai..

Tahukah anda video ini si pejalan kaki yang masih muda terkena kematian padahal disampingya ibunya yang telah renta sedang berjalan bersamanya..

Ingat wahai saudaraku.. berbekalah sebelum kita berangkat safar..

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Kebiasan Orang Yang Hadir Di Majlis Ta’lim Yang Perlu Diwaspadai

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

1. Ngantuk Trus bobo.biasanya bapak bapak..

2. Ngobrol, biasanya para ibu ibu.. apalagi kalo ngobrolin gantengnya ikhwan ini dan ikhwan itu.. atau ustaz ini dan ustadz itu. Atau ngobrolin gadged.. ini mau ngaji ilmu atau arisan..sih..

3. pergi ke ta’lim tapi dg asesoris yang menunjukkan kekayaan masih masing.. dari gaya busana.. asesoris lengkap dari berbagai negara…. apalagi sampai bawa wewangian bagi wanita.. .. wow harumnya seantero masjid bisa seger kalo ibu fulanah datang..

4. Sempet bisa ghibah atau namimah pas lg ikut kajian..padahal pahala ikut kajian belum tentu bisa impas buat nutup dosa ghibah..

5. Kalo para akhwat keluar rumah ikut kajian dandannya lamaaaaaaa.. seperti mau dinadzor aja.. padahal ustadznya juga gak niatan nadzor.. tapi kadang cari kesempatan dalam kesempitan.. makanya.. ghodul bashor.. dan jangan buat bajumu sebagai pemercantikmu di muka umum.. baju gunanya buat nutup aurot.. bukan buat nambahi cantik kalo lg di tempat umum..

6. Sepekan ikut kajian 15 x sampai si suami cemburu.. mana cemburunya sama ustadz pula.. wah gak beres nih istri.. kasihan suaminya dong.. beliau juga punya hak tuk di layani.. kalo para ibu ibu dah ikut kajian.. biasanya pulang dah capek.. Trus bobok aja.. gak ngurus suami mau capek atau enggak.. boro boro mijitin.. eh malah minta pijit.. gawat tuh.. bisa berguman tuh suami.. ini dia tiap hari kerjanya ikut pengajian kok malah nambah gak bakti ama aku ya..

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Kisah Hijrah Ummul Mu’minin Ummu Salamah

Ustadz Kholid Syamhudi Al-Bantani Lc حفظه الله تعالى

Dari Ummu Salamah radhiallahu
‘anha mengisahkan,

“Lalu mereka merebut tali kekang unta dari tangan Abu Salamah radhiallahu ‘anhu dan merebutku darinya”

Seketika itu juga, Bani ‘Abdil-Asad, keluarga dekat Abu Salamah marah.

Mereka berkata, “Demi Allah, kami tidak akan membiarkan anak kami ini ( Salamah) bersama Ummu Salamah, karena kalian telah merebut Ummu Salamah dari tangan keluarga kami ini (Abu Salamah)”.

Akhirnya mereka pun memperebutkan anakku Salamah. Sampai akhirnya, Bani al-Mughirah menyerah. Bani ‘Abdil-Asad pergi membawa anakku. Sedangkan aku ditahan oleh Bani al- Mughirah.

Ummu Salamah berkata, “Aku terpisah dengan suami dan anakku”

Sejak itulah Ummu Salamah sangat merasa sedih. Setelah terpisah dari sang anak dan sang suami yang sudah berangkat hijrah.

Ummu Salamah pergi pagi dan duduk di al-Abthah. Disana ia menumpahkan kesedihannya, menangis sampai sore hari. Ini dilakukan setiap hari.

Hingga setelah satu tahun berlalu, ada salah seorang anak pamannya yang merasa iba kepadanya, lalu ia pun berkata kepada Bani al-Mughirah, “Tidakkah kalian melepaskan wanita malang ini? Kalian telah memisahkannya dengan anak dan suaminya”

Subhanallah….
Baca lengkap kisahnya KLIK :

http://m.klikuk.com/ummu-salamah/ 

Mari andil dakwah dengan PP BBM kita.

PP kita Dakwah kita :
http://klikuk.com/berdakwah-lewat-profile-picture/ 

Sebarkan..
Jazaakumullah khairan

KlikUK.com
Titian Ilmu Penyejuk Qalbu

…Ummu Salamah pergi pagi dan duduk di al-Abthah. Disana ia menumpahkan kesedihannya, menangis sampai sore hari. Ini dilakukan setiap hari…

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Penilaian Kafir

Ust. Jafar Shalih, حفظه الله

Pertanyaan kepada Syaikh Shalih Fauzan Al Fauzan – Hafidzahullah-:

1- Apakah kita mengkafirkan orang yang sujud kepada berhala atau menyembelih untuk kuburan atau kita menunggu sampai kita tegakkan padanya hujjah?

Jawab: Dia kufur dengan perbuatannya ini. Akan tetapi kamu hukumi perbuatannya kufur dan kamu kafirkan dia sesuai dhahirnya kemudian setelah itu nasihati dia. Jika ia taubat (dia muslim) tapi jika tidak ia kafir lahir dan batin. -selesai. (Syarhus-Sunnah Al Barbahari)

2- Apa pendapatmu tentang orang yang mengatakan: Person tertentu tidak menjadi kafir kecuali jika terpenuhi syarat-syarat (kafir) dan tidak terdapat padanya penghalang-penghalang?

Jawab: Orang yang melakukan kekafiran berupa ucapan, perbuatan atau keyakinan atau keraguan, dijatuhi hukum kafir. Adapun berkenaan apa yang ada di dalam hatinya, hal ini tidak ada yang mengetahui kecuali Allah. Kita tidak dibebani akan apa yang ada di dalam hati. Tapi kita diminta menilai sesuai dhahir/yang tampak/lahir.

Barangsiapa menampakkan kekufuran, kami nilai dia kafir dan kami perlakukan sesuai perlakuaan kepada orang kafir. -selesai (Syarah Nawaqidul Islam).

– – – – – •(*)•- – – – –

Karena Cinta Padamu

Ust. Firanda, حفظه الله

Jika istrimu mengomel karena melihat no hp seorang wanita di hp-mu…
Maka ingatlah ia ngomel karena sangat cinta kepadamu…

Jika istrimu membeli peralatan kecantikan yang mahal ….
Maka maafkanlah dia…
Karena ia melakukannya demi menyuguhkan servis yang memuaskan untukmu…

Jika istrimu cemberut dan ngamuk tatkala mendengarmu berbicara dengan seorang wanita…
Sesungguhnya ia sangat takut kehilangan engkau…
Maka mengertilah sikapnya tersebut…

Seringkali seorang istri bersikap dengan sikap-sikap aneh, konyol, dan kekanak-kanakan disebabkan kecintaan dan kecemburuannya…
Maka seorang suami jangan sampai memarahi istrinya yang salah bersikap karena mencintainya…
Akan tetapi nasehatilah ia dengan bahasa cinta…
Karena kecintaannya padamu lah yang telah membutakannya sehingga terjatuh dan aneh dalam bersikap

 Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Bagai Gelombang Laut

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Nabi mengabarkan akan munculnya fitnah yang bergelombang..
silih berganti menerpa kaum mukminin..
sebagai penyaring antara kejujuran dan kebohongan..
tak mungkin kita dibiarkan oleh Allah..
mengatakan aku beriman..
sementara kita tidak diuji..
ujian pasti menerpa..
ya Allah.. beri kami kekuatan..

 Oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Menebar Cahaya Sunnah