Allah Menyambutnya Dengan Gembira

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Nabi shallalahu alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seseorang muslim membiasakan pergi ke masjid untuk sholat dan dzikir kecuali Allah menyambutnya dengan gembira ketika ia keluar dari rumahnya. Sebagaimana seseorang yang menyambut dengan gembira saudaranya yang lama tak bertemu.”
(HR Ahmad dan ibnu Hibban).

– – – – – •(*)•- – – – –

Nikmat Allah

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Saudaraku…
Kaum muslimin dan muslimah yang senantiasa berbahagia diatas hidayah islam wa sunnah!…

Sungguh apabila ada pada diri seorang muslim atau muslimah, yang hati-hati mereka menyaksikan tentang nikmat ALLAH subhaanahu wa taalan, maka akan timbul pada dirinya:

1. Membuat hati tersebut bertambah kecintaannya kepada ALLAH.
2. Membuat jiwanya senantiasa bersyukur kepada Rabbnya.
3. Membuat hatinya akan terus-menerus memuji ALLAH subhaanahu wa taala.
4. Serta membuat dirinya semangat untuk beribadah kepada ALLAH.

Dan apabila ada pada diri seorang muslim atau muslimah, yang hati-hati mereka mengetahui tentang kekurangan pada dirinya, maka akan timbul pada dirinya:

1. Akan sangat butuh kepada ALLAH subhaanahu wa taala.
2. Akan membawa diri kita kepada kehinaan.
3. Akan terus menerus mengajak dirinya agar senantiasa tunduk dan patuh kepada ALLAH dan menjadikan diri kita akan selalu memohon ampun kepada-Nya dan taubat kepada-Nya.

Semoga menjadi bahan renungan kita saat ini…

Akhukum almuhib Ahmad Ferry Nasution.

– – – – – •(*)•- – – – –

Inikah Zamannya

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu berkata:

“Bagaimana keadaanmu bila fitnah menyelimutimu?..
Orang menjadi tua di atas fitnah..
Anak kecil tumbuh di atas fitnah..

Sehingga manusiapun menganggapnya sebagai sunnah..
Apabila fitnah itu dirubah..
Mereka berkata,”Telah dirubah sunnah.”

Kapan itu terjadi wahai ibnu Mas’ud??..
Beliau menjawab:
“Apabila qari qari telah banyak..
Sementara ulama sedikit jumlahnya..

Banyak yang menjadi pemimpin..
Namun sedikit yang amanah..
Dan dunia dicari dengan amalan akhirat.. (HR Ad Darimi).

(Silsilah atsar shahihah hal 91)

 Ditulis oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Tayammum, Bukti Mudahnya Syariat Islam

Salamdakwah.com

Siapa bilang islam kaku dan tak sejalan dengan perkembangan waktu. Islam agama mudah dan penuh toleransi. Banyak keringanan bagi pemeluknya dalam menjalankan syariat yang mulia. Tayammum adalah salah satu contohnya.

Sholat adalah ibadah utama. Seorang muslim harus dalam keadaan suci sebelum mengerjakannya. Dia harus bersuci dengan berwudhu. Namun, manakala terhalangi dari air karena ketidak adaannya atau tidak mungkin menggunakannya, tak perlu ia memaksakan diri untuk berwudhu. Allah telah jadikan tayammum sebagai solusinya.

Bagaimana cara bertayammum ? simak video berikut ini.

klik http://m.salamdakwah.com/videos-detail/tata-cara-tayammum.html

Doa Memohon Kebaikan

www.klikuk.com

• Untaian Nasehat.
Kamis, 26 Desember 2013.

Dalam kajian dan bedah Buku Amar Ma’ruf Nahi Munkar Menurut Ahlussunnah wal Jamaah, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas menasehatkan agar kita senantiasa memohon
kepada Allah Ta’ala ditunjuki di atas Islam dan As-Sunnah, mengikuti manhaj Salafush Shalih, dan istiqomah, konsekuwen dan konsisten dalam melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar.

Mudah-mudahan Allah mengumpulkan kita di Surga bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Shabat Beliau radhiallaahu ‘alaihim ajma’in

Diantara Do’a yg Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan adalah :
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ، وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ، وَحُبَّ الْمَسَاكِيْنِ، وَأَنْ تَغْفِرَ لِيْ وَتَرْحَمَنِيْ، وَإِذََا أَرَدْتَ فِتْنَةَ قَوْمٍ فَتَوَفَّنِيْ غََيْرَ مَفْتُوْنٍ، وَأَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِيْ إِلَى حُبِّكَ.

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar aku dapat melakukan perbuatan-perbuatan baik, meninggalkan perbuatan munkar, mencintai orang miskin, dan agar Engkau mengampuni dan menyayangiku. Jika Engkau hendak menimpakan suatu fitnah (malapetaka) pada suatu kaum, maka wafatkanlah aku dalam keadaan tidak terkena fitnah itu. Dan aku memohon kepada-Mu rasa cinta kepada-Mu, rasa cinta kepada orang-orang yang mencintaimu, dan rasa cinta kepada segala perbuatan yang mendekatkanku untuk mencintai-Mu”.

Hadits shahîh. Diriwayatkan oleh Ahmad (V/243), lafazh ini miliknya, at-Tirmidzi (no. 3235), dan al-Hakim (I/521), dan dihasankan oleh At-Tirmidzi.

– – – – – •(*)•- – – – –

Sebaik-baiknya Sahabat

Ust. Ali Bawazier, حفظه الله

Sebaik-baik Sahabat adalah yang membuatmu cinta kepada Allah.

Yang membuatmu senantiasa mengingatNya.

Yang membuatmu takut akan azab dan murkaNya.

Dan, membuatmu senantiasa untuk rindu berjumpa denganNya.

Itulah sebaik-baik bekal untuk hari kita kembali kepadaNya.

– – – – – •(*)•- – – – –

Ayo Kita Bergegas Menjauh Dari Api Neraka

Ust. Elvi Syam, حفظه الله

Takutlah dengan api neraka walaupun dengan setengah biji kurma.

Na’am. Selama kesempatan masih ada, hendaklah seseorang berusaha menyelamatkan dirinya dari ancaman api neraka, meski hanya setengah biji kurma yang punya untuk disedekahkan.

Maka, bagaimana jika ia memiliki lebih dari sekedar setengah biji kurma, tentu dia lebih berhak untuk menebus dirinya dari ancaman siksa neraka yang menghinakan.

Neraka, tempat tinggal yang penuh dengan siksaan, ratapan, kesengsaraan dan kehinaan yang tak ada ujung habisnya. Bahan bakarnya batu dan manusia. Siksa yang paling ringan adalah seseorang yang mengenakan sandal dari bara api neraka hingga melepuhlah otak di kepalanya.

Pakaian mereka adalah api. Makanan mereka adalah duri. nanah dan darah yang mendidih, itulah minumannya. Tidak pernah menggemukkan tubuh mereka. Bahkan tidak pernah bisa menghilangkan lapar dan dahaga yang mereka rasa.
Allah jadikan tubuh penghuni neraka besar, agar jilatan api neraka mengenai setiap bagian dari tubuh mereka untuk menyiksa dan mengadzabnya. Setiap kulit mereka hangus, Allah ganti dengan kulit yang baru supaya mereka senantiasa merasakan pedihnya adzab api neraka.

Mereka berangan-angan untuk diringankan adzabnya meskipun hanya sehari. Namun semua itu hanyalah angan-angan yang kan menambah derita mereka.

Simak penjelasan dahsyatnya neraka bersama Ust Muhammad Elvi Syam,Lc. Silahkan Klik

http://m.salamdakwah.com/videos-detail/dahsyatnya-neraka.html

Berpesta Tuk Merayakan Akhir Tahun ?

Ust. M Nuzul, حفظه الله

Setiap manusia tengah digiring menuju kematiannya. Setiap waktu yang berlalu, mendekatkan dirinya kepada ajal yang telah menunggu. Dan tidaklah bergeser kaki seorang hamba kelak di hari kiamat, kecuali akan ditanya akan waktunya, untuk apa dia habiskan.

Saat ajal tiba, Orang-orang fasik akan memohon kepada Allah untuk kembali diberi waktu supaya bisa beramal sholih. Saat tubuh telah dikubur, ia berangan-angan untuk dikembalikan ke alam dunia, berharap bisa bersujud kepada Allah taala, meski hanya sekali saja.

Lantas, mengapa kita masih sempat berpesta pora, merayakan berlalunya tahun, dengan berdalih menyambut tahun baru ?
Simak penjelasan Ust Abu Ya’la Kurnaedi,Lc. Klik http://m.salamdakwah.com/videos-detail/muhasabah-akhir-tahun–.html

#Perhiasan Paling Indah#
Mobil Ferrari dengan kemewahanya, Gedung Empire State dengan kemegahannya, emas perak dengan kemilaunya, panorama alam dengan pesonanya, tak mampu menandingi indahnya seorang wanita dengan kesholihahannya.

Menjadi sholehah adalah dambaan setiap wanita. Wanita yang dicintai oleh Allah dan Rosul-Nya sebelum suami dan anak-anaknya. Wanita yang Allah janjikan dengan surga dan dijaga dari adzab neraka.

Kesholihan seorang wanita tak bisa dibeli dengan harta, tidak dituruni dari orang tua, tidak pula ada pada tahta ataupun pada cantiknya muka. Namun ia semata-mata adalah anugrah dari Dzat Yang Maha Kuasa.

Lantas, bagaimana usaha seorang wanita untuk bisa menjadi sholihah ?

Simak penjelasan Ust Muhammad Nuzul,Lc.
http://m.salamdakwah.com/videos-detail/bagaimana-menjadi-sholihah.html

Islam Tidak Kenal Hari Ibu 22 Desember

Ust. MA Tuasikal, حفظه الله

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Ath Thorifi hafizhohullah berkata,

“Perayaan hari Ibu adalah perayaan dari barat. Mereka orang-orang kafir di sana punya perayaan hari ibu, juga ada peringatan hari anak. Kita -selaku umat Islam- tidak butuh pada peringatan hari Ibu karena Allah Ta’ala sudah memerintahkan kita untuk berbakti pada ibu kita dengan perintah yang mulia. Begitu pula Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, siapakah yang lebih berhak bagi kita untuk berbakti. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ibumu, ibumu, ibumu lalu bapakmu. …

Intinya, kita selaku umat Islam tidaklah butuh pada peringatan hari ibu. Karena kita diperintahkan berbakti pada ibu setiap saat, tidak perlu bakti tersebut ditunjukkan dengan peringatan dan semisal itu. Intinya, peringatan tersebut tidaklah dituntunkan dalam Islam dan seorang muslim sudah sepantasnya tidak memperingatinya.”
(Youtube: Al Ihtifal bi ‘Iedil Umm)

Jangan bersikap Latah yang selalu ngekor beo peringatan orang barat. Cukup bagi kita ikuti tuntunan Rasul saja.

Selengkapnya di Rumaysho.Com:
http://rumaysho.com/jalan-kebenaran/peringatan-hari-ibu-bagi-muslim-5469

Hanya Allah yang memberi taufik.

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

MENGAPA KAUM MUSLIMIN DILARANG MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL ?

Ketika kita mengucapkan kalimat “selamat hari natal”, maka ada kata “Selamat” disitu.
Maka fahami lah arti kata selamat, yang berasal dari bahasa arab السَّلاَمُ (as salaam), yang berarti keselamatan.

Keselamatan atas apa?

Inilah hakekat sebenarnya dibalik ucapan “selamat hari natal” tsb, yaitu :

Selamat hari natal = Selamat atas kalian atas hari lahirnya tuhan kalian
= selamat atas kalian karena kalian menyembah salib
= selamat atas kalian atas keyakinan kalian kalau Allah punya anak
= selamat atas kalian sebab kalian bertrinitas
= selamat atas kalian karena kalian bahagia dengan bangkitnya kaum salibis yang senantiasa mengharapkan hancurnya Islam.

Maka, bagaimana mungkin kita mengucapkan selamat kepada mereka?

Apanya yang selamat ?
Sebab jelas mereka tidak akan selamat dengan agama dan keyakinannya tsb, sebagaimana firman Allah dalam surat Al Bayyinah ayat 6.

Ucapan ini lebih buruk daripada ucapan Selamat berzina…, selamat mabuk…, selamat mencuri…, selamat membunuh…, selamat korupsi…, selamat berhomoseksual…
Akan tetapi masih banyak kaum muslimin yang tidak menyadarinya !!!

اَللّهُ المُستَعَان

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعال

Menebar Cahaya Sunnah