Karakter Yang Buruk

Sufyan bin ‘Uyainah rohimahullah berkata,

“Diantara manusia ada orang yang apabila mendengar darimu 50 faedah, ia tidak ingat satu pun darinya. Namun, jika engkau melakukan satu kesalahan, ia akan mengingatnya dan menyebutkannya di majelis majelis..”

(Al ‘Uzlah – Al Khathabi)

Demikianlah karakter kaum yang buruk..
Hanya mengingat kesalahan walaupun sedikit dan membesar besarkannya..
Dan mengubur banyak kebaikan dan melupakannya..

Bagaikan wanita yang suaminya banyak berbuat baik kepadanya..
Namun hanya karena melihat sebuah kesalahan ia berkata, “Aku tak pernah melihatmu berbuat baik..”

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Berburuk Sangka Kepada Allah Ta’ala

Imam Asy Syafi’i rohimahullah ditanya,

“Bagaimana bentuk buruk sangka kepada Allah..?” Beliau berkata, “Yaitu waswas selalu khawatir ditimpa musibah dan takut nikmatnya hilang .. semua itu bentuk su’uzhon kepada Ar Rohmaan Ar Rohiim..”

​Takut akan masa depan bukanlah sifat orang yang bertawakal kepada Allah..

Kewajiban hamba adalah menyerahkan urusannya kepada Allah..

Dan yakin bahwa Allah tidak akan menyia nyiakan hamba-Nya yang bertaqwa..

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Dua Rukun Tawakal

Orang yang faham makna tawakal tidak perlu bertanya tentang ikhtiar karena rukun tawakal ada dua yaitu :

– ikhtiar, dan
– bersandar kepada Allah ‘Azza wajalla

Tawakkal tanpa ikhtiar bukanlah tawakal tapi malas..

Ikhtiar namun hati tidak bersandar kepada Allah Ta’ala adalah syirik..

Dan tawakal adalah ibadah yang sangat agung..
Diantara sifat orang yang masuk surga tanpa hisab dan adzab adalah hanya bertawakal kepada Allah ‘Azza wajalla..

Bukan kepada skill dan kemampuan diri..
Bukan kepada wali atau Nabi..
Bukan kepada pemimpin negara..

Namun kepada Allah ‘Azza wajalla penguasa alam semesta..

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Akibat Dari Suka Mentertawakan Dan Mengejek Orang Lain

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Siapa yang mentertawakan orang maka ia akan ditertawakan lagi dan siapa yang mengejek perbuatan saudaranya maka biasanya ia jatuh kepada perbuatan tersebut..”

(Al Furuusiyah hal 446)

Seorang mukmin tidak pernah mentertawakan siapapun..
Namun ia mendo’akan hidayah dan kebaikan..

Tapi terkadang saat kita benci pada seseorang..
Kita suka menertawakan kesalahannya..

Akibatnya, Allah jerumuskan kita kepada kesalahan yang sama..
Sebagai balasan yang setimpal..

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tidak Akan Bisa Diam

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

فإن الإنسان لا يسكت البتة : فإما لسان ذاكر وإما لسان لاغ ولا بد من أحدهما فهي النفس إن لم تشغلها بالحق شغلتك بالباطل وهو القلب إن لم تسكنه محبة الله عز و جل سكنه محبة المخلوقين

Manusia itu tidak akan bisa diam.

– Jika lisan tidak berdzikir, maka ia akan melakukan (berbicara) hal yang sia sia,

– Jika jiwa tidak disibukkan dengan kebenaran, maka ia akan disibukkan dengan kebatilan,

– Jika hati tidak merasa tenang dengan cinta kepada Allah, maka ia akan tenang dengan mencintai makhluk.

(Al Waabilush Shoyyib – Ibnul Qoyyim)

SELESAI : Wakaf Pembangunan Masjid & Pendingin Ruangan Masjid

AHAD PAGI – 13 SEPTEMBER  / 1 ROBII’UL AAKHIR

Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah, kemudian partisipasi para muhsinin dan muhsinah, kami sudahi program wakaf kali ini.

Rekening khusus wakaf tetap terbuka dan dana yang masuk setelah ini akan dialokasikan untuk program wakaf berikutnya insyaa Allah, yaitu :
– wakaf fasilitas air bersih (sumur)
– wakaf pembangunan masjid (tahap 2)

kami ucapkan jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin dan muhsinah, semoga Allah memberikan balasan pahala jariyah yang melimpah.

Dengan izin Allah, alhamdulillah terbuka kembali program wakaf yaitu :

  • wakaf pembangunan lantai 2 masjid Assunnah Dasan Beruk
  • wakaf 3 unit pendingin ruang sholat (AC) untuk masjid Assunnah Dasan Beruk

BANK SYARIAH INDONESIA
no. rekening : 7480009996
a/n : AL ILMU INFAQ

konfirmasi (tidak wajib) :
https://wa.me/6283806624622

———————————-
alhamdulillah.. wash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah
.
● Dalam HR. al-Bazzar (lihat Shohihul Jami’, no. 3602), Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) :
1️⃣ Orang yang mengajarkan suatu ilmu
2️⃣ Mengalirkan sungai
3️⃣ Menggali sumur
4️⃣ Menanamkan kurma
5️⃣ Membangun masjid
6️⃣ Mewariskan mushaf, atau
7️⃣ Meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.

📌 dalam program wakaf kali ini, terkumpul padanya 2 amal jariyah yaitu :
– pembangunan masjid, dan
– mengajarkan ilmu agama

dimana nantinya insyaa Allah lantai 2 yang akan dibangun akan dimanfaatkan untuk ruang sholat, pelajaran Alqur’an bagi para santri TPA dan juga pengajian ummahaat .. jangan lupa untuk menghadiahkan pahala amal jariyah kepada kedua orangtua, istri/suami, anak  dan tentunya diri anda sendiri .. semoga Allah mudahkan.

———————————-
Pembangunan Lantai 2 Masjid Assunnah Dasan Beruk (TAHAP 1) & Pengadaan 3 unit pendingin ruang sholat (AC) masing masing 2 Pk.

Alhamdulillah, keberadaan masjid sangat memberikan pengaruh terhadap kehidupan beragama warga sekitar, yang tadinya jarang sholat berjama’ah sekarang sudah rajin sholat berjama’ah, dan yang tadinya tidak mengikuti kajian alhamdulillah sekarang sudah aktif di kajian. Warga setempat sangat menyambut keberadaan masjid ini.

Alhamdulillah, di masjid ini cukup padat kegiatan kajian oleh beberapa asaatidz sunnah diantaranya Ustadz Mizan Qudsiyah MA, Ustadz Sufyan Bafin Zein MA, dan yang lainnya -hafizhohumullah-.

Namun ketika banyak jumlah jama’ah saat kajian dan sholat berjama’ah (termasuk sholat tarawih dll) terasa udara di dalam masjid pengap dan diperkirakan penyebabnya adalah posisi masjid yang berada di tengah kampung sehingga menyebabkan sirkulasi udara yang tidak lancar. Pengurus masjid berharap bisa melengkapi kekurangan fasilitas pendingin ruangan (AC) sebanyak 3 unit di masjid.

Dan rencananya pengurus masjid juga berharap bisa membangun lantai 2 masjid, yang mana insyaa Allah juga akan berfungsi untuk menampung banyaknya santri TPQ yang mengaji di masjid dan kajian ummahaat insyaa Allah.

=====

Syaikh ‘Abdurrozaq al-Badr hafizhohullah, dalam kitabnya Al-Fawaaid Al Mantsuurah  berkata,

“Masjid merupakan tempat yang paling dicintai Allah ‘Azza wa Jalla. Sebuah tempat yang Allah perintahkan untuk diangkat dan disebut nama-Nya di sana. Apabila masjid telah dibangun maka di sana akan :
– dilaksanakan sholat (berjama’ah),
– dibaca ayat-ayat Alqur’an,
– nama-nama Allah ‘Azza wa Jalla akan disebut,
– ilmu-ilmu (syar’i) akan diajarkan,
– serta bisa menjadi tempat berkumpulnya kaum Muslimin, dan masih banyak faedah-faedah yang lain.

Dan masing-masing poin itu bisa menghasilkan pahala..”

———————————
➡️ Total anggaran TAHAP 1 mencapai Rp. 133 juta .. semoga Allah mudahkan.
———————————
SALDO
● 12 Sep – pkl. 05.00 wib :  Rp. 126 Juta
—————————–
● tambahan INFAQ        :      Rp.       8 Juta
————————————————–
● 13 Sep – pkl. 05.00 wib. : Rp. 134 Juta
————————————————–

📌 PROGRAM SOSIAL LAINNYA
● santunan sembako janda dan dhu’afa di bulan SEPTEMBER 2026 : https://bbg-alilmu.com/archives/59605

● buka puasa SENIN KAMIS bersama santri ma’had  : https://bbg-alilmu.com/archives/67400

———————————-

Rosulullah shollallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya..” (HR. Muslim no. 1893)

FAQ :
● Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
● Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
● Tentang MASJID dan MUSHOLLA, klik : https://youtu.be/JN2lbD4KMe4

Jazaakumullahu khoyron wa baarokallahu fiikum.

Jangan Lakukan

Hudzaifah rodhiyallahu ‘anhu berkata,

كل عبادة لا يتعبدها أصحاب محمد فلا تتعبدواها؛ فإن الأول لم يدع للآخر مقالاً، فاتقوا الله يا معشر القراء، وخذوا طريق من كان قبلكم

“Semua ibadah yang tidak pernah dilakukan oleh para shahabat Muhammad shollallaahu ‘alayhi wasallam jangan kalian lakukan. Karena generasi pertama tidak meninggalkan maqol untuk generasi setelahnya. Maka bertaqwalah kalian kepada Allah dan ambillah jalan orang orang sebelum kalian.”

(Dikeluarkan oleh Ibnul Wadhoh dalam kitab Al Bida’, Ibnul Mubarok dalam kitab Az Zuhd)

Ini lah kaidah penting untuk kita perhatikan..
Karena para sahabat tidak pernah bertabarruk dengan kuburan..

Tidak juga menganggap bahwa berdo’a dikuburan itu mustajab..
Mereka tidak pernah tawassul dengan mayat..
Dan semua riwayat dari mereka yang menyebutkan itu adalah riwayat riwayat yang lemah dan palsu..

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tidak Sama Nilai Sholawatnya

Syaikh Abdurrozzaq Al-Badr, hafizhohullahu Ta’ala menjelaskan,

Allah Ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya..” (QS. Al-Ahzab: 56)

Sholawat yang diperintahkan kepada para hamba untuk diucapkan kepada Nabi yang mulia shollallaahu ‘alayhi wa sallam ini :

Pertama : Merupakan bentuk peneladanan dari seorang hamba kepada Robb semesta alam serta para malaikat-Nya yang mulia.

Kedua : Merupakan bentuk pembalasan jasa bagi Nabi yang mulia shollallaahu ‘alayhi wa sallam atas hak-hak beliau terhadap umatnya ‘alayhis sholaatu was salaam.

Ketiga : Setiap orang akan mendapatkan bagian dan kebaikan dari sholawatnya kepada Nabi shollallaahu ‘alayhi wa sallam sesuai dengan kadar peneladanannya terhadap beliau ‘alaihis sholaatu was salaam, (serta) pengetahuannya tentang petunjuk, akhlak, serta sifat-sifat beliau.

Oleh karena itu, Imam Ibnul Qoyyim rohimahullaahu ta’ala memberikan peringatan berharga mengenai hal ini.

📌 Beliau menjelaskan bahwa sholawat seseorang kepada Nabi shollallaahu ‘alayhi wa sallam akan semakin sempurna (bila diucapkan) oleh orang yang dikaruniai bashiiroh (pandangan mata hati) oleh Allah terhadap :
– petunjuk,
– akhlak, dan
– sifat-sifat Nabi shollallaahu ‘alayhi wa sallam.

(Sholawat yang mereka ucapkan) jauh lebih agung nilainya daripada sholawat orang yang tidak memiliki pengetahuan (yang mendalam) tentang hal tersebut..”

Tiga Kelompok Orang Yang Meninggalkan Kejahatan

Ibnu Katsir rohimahullah berkata,

Ketahuilah bahwa orang yang meninggalkan kejahatan terbagi menjadi tiga kelompok :

1. Ada yang meninggalkannya karena Allah, maka akan ditulis baginya kebaikan atas tindakannya meninggalkan kejahatan itu karena Allah. Ini adalah merupakan amalan sekaligus niat. Oleh sebab itu ditetapkan baginya kebaikan, sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa lafazh shahih: “Sesungguhnya dia meninggalkannya karena diri-Ku..”

2. Ada yang meninggalkan kejahatan karena lalai dan lupa. Dalam keadaan ini dia tidak mendapatkan kebaikan dan tidak juga berdosa, karena dia tidak berniat baik dan tidak pula mengerjakan kejahatan.

3. Ada juga yang meninggalkan kejahatan karena lemah dan malas setelah berusaha melakukan unsur-unsur yang menyebabkan terjadinya kejahatan dan membiasakan diri dalam hal-hal yang mendekatkan dirinya pada kejahatan. Maka orang ini posisinya sama sebagaimana orang yang melakukan perbuatan tersebut.

Demikian sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih, dari Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bahwasanya beliau bersabda,

(( إِذَا الْتَقَى الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُوْلُ فِي النَّارِ )). قَالُوْا: هَذَا الْقَاتِلُ فَمَا بَالُ الْمَقْتُوْلِ؟ قَالَ: (( إِنَّهُ كَانَ حَرِيْصًا عَلَى قَتْلِ صَاحِبِهِ. ))

“Jika dua orang muslim saling berhadapan dengan pedang mereka, maka orang yang membunuh dan yang terbunuh masuk Neraka..”

Para Sahabat bertanya, “Yaa Rosulullah, yang demikian itu adalah bagi si pembunuh, lalu mengapa si terbunuh (mendapatkan hal yang sama)..?”

Beliau shollallahu ‘alayhi wasallam menjawab, “Karena sesungguhnya dia pun berkeinginan keras untuk membunuh kawannya..” (HR. Al Bukhari No. 31, 6875)

(Tafsir Ibnu Katsir – 3/461)

Jangan Tertipu Oleh Pujian Manusia

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

«واعلم أنَّ الناسَ إذا أُعجِبوا بك، فإنَّما أُعجِبوا بجميلِ سترِ اللهِ عليك.»

“Ketahuilah, ketika manusia mengagumimu, sesungguhnya mereka hanya mengagumi indahnya Allah menutupi aib-aibmu..”

(Madaarijus Saalikiin 2/293)

Jangan tertipu oleh pujian manusia.
Mereka hanya melihat apa yang Allah tampakkan, bukan seluruh kekurangan yang Allah sembunyikan.

Jika hari ini mereka memandangmu baik, itu semata karena indahnya Allah menutupi aibmu.

Maka, setiap pujian semestinya melahirkan syukur dan tawadhu‘, bukan ujub.

====
DO’A KETIKA DIPUJI ORANG LAIN

– ALLAAHUMMA LAA TU-AAKHIDZ-NII BIMAA YAQUULUUN
– WAGH-FIR-LII MAA LAA YA’LAMUUN
– WAJ ‘AL-NII KHOYRON MIMMAA YAZHUN-NUUN

,📌 jangan lupa adab adab sebelum berdo’a

Menebar Cahaya Sunnah