Tingkat Keridhoan Dan Penyerahan Diri Yang Tinggi Kepada Allah

Berkumpullah Sufyan Ats-Tsauri, Wuhaib bin al-Ward, dan Yusuf bin Asbath, rohimahumullah.

Lalu Sufyan berkata,
‘dahulu aku tidak menyukai kematian yang datang secara tiba-tiba .. adapun hari ini, aku justru berharap aku sudah meninggal..’

Maka Yusuf bertanya, ‘mengapa demikian..?’

Sufyan menjawab, ‘karena fitnah-fitnah yang aku kawatirkan..’

Yusuf berkata,
‘namun aku tidak membenci panjangnya umur .. barangkali aku akan menjumpai suatu hari di mana aku dapat bertaubat dan beramal sholeh..’

Lalu dikatakan kepada Wuhaib, ‘bagaimana pendapatmu..?’

Ia menjawab,
‘aku tidak memilih apa pun .. apa yang lebih dicintai Allah, itulah yang lebih aku cintai..’

Mendengar itu, Sufyan Ats Tsauri mencium keningnya (di antara kedua matanya) seraya berkata:
‘ini adalah ruuhaaniyyah demi Robb Ka’bah..!’”

(Tafsir Ibnul Qoyyim, jilid 2, hlm. 216)

📌 Makna perkataan Sufyan Ats Tsauri rohimahullah, “Ruuḥaaniyyah” adalah kekaguman terhadap kedalaman iman, keridhoan, dan penyerahan diri Wuhaib rohimahullah atas kehendak Allah.

Sebab beliau tidak memilih antara ingin hidup lama atau ingin segera meninggal. Keinginannya mengikuti apa yang Allah cintai dan pilihkan baginya. Sikap ini menunjukkan tingkat keridhoan dan penyerahan diri yang tinggi kepada Allah.

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.