Syaikh Abdurrozzaq al-Badr hafizhohullah menjelaskan,
Nabi shollallaahu ‘alayhi wasallam bersabda,
“Sesungguhnya iman itu dapat usang (pudar) di dalam dada salah seorang di antara kalian sebagaimana usangnya pakaian. Maka memohonlah kepada Allah agar Dia memperbarui iman di dalam hati kalian..”
Dalam hadits yang agung ini, Nabi shollallaahu ‘alayhi wasallam menggambarkan iman sebagai sesuatu yang dapat usang/pudar sebagaimana usangnya pakaian.
Engkau mengetahui bahwa pakaian, jika engkau membelinya dalam keadaan baru lalu menggunakannya bertahun-tahun, ia akan usang, tua, dan lusuh. Begitu pula iman, ia dapat usang sebagaimana usangnya pakaian.
Pakaian itu, apabila telah usang dan tidak lagi layak digunakan, pemiliknya akan membuangnya dan menggantinya dengan yang lain. Namun iman, kedudukannya berbeda. Tidak ada yang menyia-nyiakan imannya kecuali orang yang terhalang dari kebaikan dan ditelantarkan (dari rahmat Allah)—kita berlindung kepada Allah dari hal tersebut.
Maka kewajiban bagi setiap hamba adalah menjaga imannya, memeliharanya, dan merawatnya secara terus-menerus dengan senantiasa beramal untuk menguatkan, menumbuhkan, serta menyempurnakannya agar selamat dari kelemahan dan kerapuhan.
Sabda Nabi shollallaahu ‘alayhi wa dalam hadits ini,
“Maka memohonlah kepada Allah agar Dia memperbarui iman di dalam hati kalian..”
menunjukkan bahwa iman adalah karunia ilahi dan berada di tangan Allah. Dia menghiasi dengannya siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Hujurat,
“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikannya indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekufuran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana..” (QS. Al-Hujurat: 7-8)
Dan telah shohih dalam do’a Nabi kita shollallahu ‘alayhi wasallam bahwa beliau berdo’a,
“Yaa Allah, hiasilah kami dengan perhiasan iman, dan jadikanlah kami para penunjuk jalan yang mendapat petunjuk..”

Jangan lupa adab sebelum berdo’a adalah memulainya dengan:
● memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh): yaa Hayyu yaa Qoyyuum
● lalu membaca sholawat (contoh): Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad
● lalu mulailah berdo’a.