He he he ; Pada Rebutan Status…

Ustadz Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Mengaku secara sepihak itu kan mudah, murah dan lumrah alias manusiawi alias setiap orang melakukannya. Merasa sebagai orang paling cuaakep, atau minimal cakep, puualing baik, atau minimal baik, paling puaandai atau minimal pandai, paling sedikiiit dosanya atau perasaan lain yang serupa.

Sikap seperti ini manusiawi karena setiap orang merasa senang bila menjadi baik; cakep; pandai, kaya dan lainnya.

Namun sekedar merasa cakep apa berarti pasti cakep? Sekedar merasa pandai apa pastii pandai?

Saya yakin; BUKTI DAN FAKTA lebih penting dari sekedar klaim sepihak atau anggapan masing masing insan.

Masyarakat akan lebih percaya kepada bukti dan fakta dibanding kepada pengakuan sepihak dan bualan kosong.

Bila anda menyadari hal ini, maka apalah gunanya bagi anda berseteru dengan orang lain hanya gara gara rebutan status ” sayalah orang yang bertaqwa” sedangkan anda bukan. Untuk apa anda memperebutkan gelar “sayalah muslim orisinil/sejati” sedang anda muslim imitasi. Mengapa urat urat leher anda menegang hanya karena rebutan ” salafy sejati” atau “salafy KW2” .

Saya yakin pembuktian dalam bentuk aksi nyata; ilmu; amalan, ucapan lebih penting untuk anda lakukan.

Bahkan bila anda terus memperebutkan status semisal di atas, salah salah anda bisa terjerumus kedalam kesombongan atau tazkiyatunnafsi “merasa diri sendiri telah suci” . Allah berfirman:

ولا تزكوا أنفسكم هو أعلم بمن اتقى

“Dan janganlah kalian mempersaksikan/merasa bahwa dirimu telah suci; sedangkan Allah-lah Yang lebih mengetahui siapakah orang yang benar benar bertaqwa.”

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.