Karena Mereka Hanya Suka Orang SALEH, Bukan Orang Yang Ingin MENSALEHKAN Lingkungannya…

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Lihatlah bagaimana baginda Nabi shollallohu alaihi wasallam sebelum diutus sebagai rasul, kaumnya sangat simpati kepada beliau.

Sehingga mereka menjulukinya dengan julukan “Ash-Shoodiqul Amin” (orang yang jujur dan amanah), itu karena beliau orang yang saleh.

Namun lihatlah ketika beliau diutus Allah ta’ala, ketika beliau ingin mensalehkan lingkungannya, mereka dengan serta merta memusuhinya dan menjulukinya dengan julukan “tukang sihir, pendusta, gila” dan julukan-julukan buruk lainnya.

Penyebabnya, karena penyeru kebaikan yang ingin mensalehkan lingkungannya akan mengusik hawa nafsu mereka, terutama ketika dia ingin membebaskan mereka dari kekangan hawa nafsu tersebut.

Oleh karenanya, Luqman berwasiat kepada anaknya untuk BERSABAR ketika memerintahkannya ber-amar ma’ruf nahi munkar, karena konsekuensinya pasti akan dimusuhi orang… Nabi -shollallohu alaihi wasallam- saja dimusuhi, apalagi orang yang di bawahnya.

Tapi, hendaklah Anda tegar, dan ingatlah selalu pahala yang sangat agung dari-Nya… “sungguh satu saja engkau berhasil memberi petunjuk kepada orang lain, itu lebih baik bagimu melebihi onta merah”, sebagaimana disabdakan oleh Nabi shollallohu alaihi wasallam.

Dan bagi Anda yang belum mampu menjadi penyeru kebaikan, hormatilah dan dukunglah para penyeru kebaikan itu, karena sebenarnya mereka adalah “pahlawan penyelamat” Anda dan masyarakat lainnya dari azab yang membinasakan, Allah azza wajall berfirman (yang artinya):

“Tuhanmu tidak akan MEMBINASAKAN negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang muslihun” (yakni orang-orang yang berusaha mensalehkan lingkungannya). [QS. Hud: 117]

Semoga bermanfaat…

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.